My Crazy Husband

My Crazy Husband
Menceritakan Semuanya


__ADS_3

Lagi lagi Vina menutup mulutnya, rasanya ia tidak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Aruna di mana Aruna sudah menceritakan secara detail termasuk saat dirinya diculik oleh Digo dan Digo melakukan sesuatu yang tidak Aruna inginkan.


Bahkan Vina tidak percaya jika laki-laki setampan, sebaik dan juga sepintar Digo bisa melakukan seperti itu tetapi akhirnya Vina mencoba berpikir dan menyikapi atas kejadian yang sudah menimpa Aruna, hingga ia menyimpulkan jika Digo melakukan itu memang karena Digo sangat mencintai Aruna dan terpaksa melakukannya supaya tidak kehilangan Aruna meskipun tindakan dari Digo itu tidak dibenarkan oleh siapapun juga tetapi jika cinta sudah berkata maka apapun bisa dilakukannya.


"Gue nggak menyangka jika Digo bisa berubah seperti itu, it's oke tapi gue akui jika Digo memang laki-laki yang gentle dan lo beruntung sekali Runa mendapatkan Digo yang mungkin memang kesalahannya itu sangat besar terhadap lo tetapi lo tahu sendiri kan bagaimana semua perempuan yang ada di sini itu mengidolakan Digo bahkan rela untuk menjadi kekasih simpanannya atau apalah yang penting bisa bersama dengan Digo dan nempel terus dengan Digo."


"Entahlah, gue beruntung atau buntung mendapatkan dia yang jelas gue pasrah saat ini Vin, gue sudah tidak bisa protes lagi ataupun bagaimana. Digo sudah melamar gue dan pernikahan sudah ditetapkan, entahlah gue bahagia atau sedih yang jelas gue jalani aja semuanya ini."


Vina memeluk Aruna yang nyatanya sahabatnya itu bercerita sembari matanya berkaca-kaca. Memang Aruna tidak sampai menangis menceritakan tentang kejadian beberapa malam yang lalu tetapi Vina yakin jika Aruna bersedih jika melihat kejadian itu, siapa sih yang tidak sedih jika kehormatannya diambil paksa oleh laki-laki yang sudah dianggap sebagai musuh bebuyutannya.


"Jangan sedih lagi, gue yakin jika Digo adalah laki-laki yang tepat untuk lo, meskipun dia harus mendapatkan lo dengan cara seperti ini tetapi percayalah, Digo adalah jodoh untuk lo dan gue tahu kalau Digo sebenarnya laki-laki yang baik, dia tidak seperti keempat sahabatnya."


Aruna memicingkan matanya, mana mungkin Digo berbeda dari keempat sahabatnya, yang jelas Aruna belum membuktikan sendiri jika memang Digo berbeda. Yang Aruna tahu Digo dan keempat sahabat itu sama-sama brengseekk.


"Jangan selalu berpikiran buruk terhadap orang lain, nanti bisa-bisa lo sendiri yang akan jatuh cinta dan tidak mau lepas dari Digo, BTW selamat ya Run dan minggu depan gue akan datang meskipun lo tidak undang, tetapi gue pasti akan datang."


Aruna menutup mulut Vina yang nyatanya sahabatnya itu malahan berucap dengan sangat keras . Aruna takut jika teman-teman yang lainnya tahu tentang kejadian sebenarnya yang mana bukan hanya gosip saja jika dirinya berpacaran dengan Digo tetapi sudah bertunangan bahkan sebentar lagi akan menikah.


"Upss... Lupa, sorry sorry dan jangan kuatir gue pasti akan menjaga rahasia ini .. aduh gue mau minta traktiran sama Digo, pasti dia mau jajanin gue di kantin."

__ADS_1


"Dasar yang dipikiran lo cuma makan melulu, kalau soal makan gue aja yang traktir, meskipun uang gue tinggal satu lembar tetapi cukuplah untuk makan kita berdua."


Aruna dengan pedenya mengeluarkan uang merah satu lembar itu di depan Vina yang membuat Vina tertawa. Bagaimana mungkin jika Aruna yang berasal dari keluarga kaya raya malahan hanya mempunyai selembar uang merah saja di dompetnya.


"Apa tunangan lo yang ganteng itu tidak memberikan uang hingga lo hanya punya selembar gini doang?"


"Bukannya tidak memberikan, tetapi gue yang nolak entahlah mungkin besok-besok kalau gue gak gengsi mau nerimanya lagi, lo tahu sendiri kalau ternyata Digo sudah meminta kepada Papah untuk menyetop uang jajan, ya jadinya begini."


"Hahaha kasihan, maka dari itu lo jangan turutin ego dan gengsi Lo, biasa saja keles.. hidup itu perlu uang dan pastinya jika lo minta uang yang banyak sama Digo,  dia tidak akan pernah jatuh miskin terlebih lagi lo tahu sendiri jika keluarga Digo itu kaya raya."


"Iya sih tapi kan yang kayak itu kedua orang tuanya bukan Digo sendiri?"


"Jangan salah, siapa tahu Digo mempunyai usaha sendiri yang mungkin saja lo tidak tahu."


Aruna mengedikkan bahunya, ia memang sama sekali tidak tahu bahkan tidak mau tahu dengan apapun yang berhubungan dengan Digo, yang jelas ia masih belum menerima keadaan ini bahkan rasanya ia masih bermimpi jika sudah bertunangan dengan Digo, apalagi menikah dengan laki-laki yang sudah ia benci sejak masuk sekolah.


"Dan saran gue, lo terima semua ini .. jalani hidup lo dengan apa adanya, jangan terlalu memikirkan kesalahan yang sudah diperbuat . Mungkin memang jalan inilah supaya kalian bisa bersatu, gue yakin cepat atau lambat lo pasti akan menerima Digo karena gue sudah yakin dari dulu jika Digo itu ada rasa sama lo dan terbukti kan dia memang benar-benar mencintai dan benar-benar serius dengan Lo."


"Gue akan coba, meskipun sebenarnya hati gue belum bisa berdamai dengan keadaan ini tetapi gue akan berusaha dan entahlah biar waktu yang akan membuktikan semuanya kalau memang Digo benar-benar serius dan mencintai gue pastinya gue juga akan mudah untuk menerima cintanya."

__ADS_1


"Atau, apa jangan-jangan lo mencintai laki-laki lain hingga lo sulit banget untuk membuka hati untuk Digo?"


Vina sedikit memicingkan matanya dan menunggu jawaban dari Aruna yang mana kalau soal hati, Aruna memang sedikit tertutup.


"Bagaimana lo bisa melontarkan pertanyaan seperti itu, lo tau sendiri kan gue sehari-harinya bagaimana? meskipun banyak yang nembak gue tetapi tidak ada satupun yang nyantol di hati."


"Termasuk Rian?"


"Iya termasuk Rian, entahlah Rian memang baik, tampan dan kaya raya, 11 12 dengan Digo tetapi hati gue tidak terketuk sedikitpun dengan laki-laki itu."


"Kalau Digo bagaimana?"


Vina masih mencoba menggali lagi perasaan Aruna yang memang sahabatnya itu tidak pernah membuka hati untuk laki-laki siapapun itu juga, bukan karena Aruna itu adalah tipe perempuan yang pemilih tetapi memang tidak ada yang stres saja di hati Aruna.


Aruna terdiam ia juga bingung harus menjawab bagaimana, yang rasanya memang rasa cinta yang dimiliki oleh Aruna kepada Digo belum ada, hanya sebatas karena Digo yang mau bertanggung jawab atas dirinya saja, tidak lebih dari itu.


"Diam berarti iya, dan gue rasa dan gue pikir cepat atau lambat lo akan jatuh cinta dengan Digo ..Amin.."


Sepertinya yang semangat sekali tentang hubungan Aruna dengan Digo adalah Vina, yang mana memang sedari dulu Vina sudah melihat gelagat aneh dari Digo yang terus-terusan menghukum Aruna tetapi ada sedikit perasaan yang entahlah dan juga dari cara pandang Digo memandang Aruna yang benar berbeda dengan yang lainnya, eh beneran terjadi jika memang Digo mencintai Aruna bahkan sejak mereka pertama kali bertemu di sekolahan ini.

__ADS_1


Hingga obrolan mereka berhenti karena guru pelajaran pertama sudah masuk ke dalam kelas, baik Aruna maupun Vina segera menyiapkan diri dan menerima pelajaran pagi ini.


__ADS_2