My Crazy Husband

My Crazy Husband
Bicara Empat Mata


__ADS_3

"Oh ya, mengapa kamu tidak mengatakan kepada Abang kalau calon istri Abang ini satu sekolahan sama kamu?"


"Mana aku tahu, Abang juga tidak menjelaskan."


Digo masih bisa mengontrol emosinya meskipun ia cemburu dan pikirannya sudah macam-macam namun di depan Kakak dan keluarganya ia tidak mungkin marah-marah atau pun mengacaukan acara makan malam ini.


Tetapi jangan harap jika nanti acara pertunangan kakaknya dengan Aruna itu bisa terlaksana karena Digo sudah mempunyai banyak rencana untuk bisa memiliki Aruna meskipun cara itu sama sekali tidak baik namun hanya dengan cara itulah, ia bisa menggagalkan pertunangan ataupun pernikahan Aruna dengan Nathan.


"Oh ya aku lupa, dan sekarang sudah kenalkan .. kalau begitu aku nitip Aruna, jaga dia karena sebentar lagi dia akan menjadi calon kakak ipar kamu."


Ucap Nathan sepertinya ia tidak perlu lagi bernegosiasi atau membicarakan perjodohan ini, yang mana Nathan sangat setuju bahkan ia juga sangat mencintai Aruna dan tidak peduli apakah Aruna mau menerimanya atau tidak yang jelas di dalam pikiran Natan, ia akan membuat gadis cantik itu mencintainya.


Digo tidak menjawab, laki-laki tampan itu memilih untuk meninggalkan Nathan yang saat ini masih memandang wajah cantik Aruna dan Digo tau jika kakaknya memang benar-benar mencintai gadis yang juga dicintainya.


Acara makan malam pun dimulai karena Papah Adi menginginkan jika malam ini akan membahas tentang pertunangan Aruna dengan Nathan tetapi sebelumnya mereka harus makan malam terlebih dahulu, mengisi energi supaya nanti bisa ngobrol-ngobrol yang panjang dan lebar.


Setelah acara makan malam selesai, kini tibalah saatnya kedua orang tua Aruna dan juga kedua orang tua Nathan untuk membicarakan tentang rencana pertunangan Aruna yang mana sudah disepakati jika pertunangan itu dilakukan satu minggu setelah ini.


"Kenapa tidak besok saja Pi, kenapa harus menunggu selama satu minggu?"

__ADS_1


Nathan sedikit kecewa, ia bahkan sudah mempersiapkan semuanya, berikut dengan cincin pertunangan maupun yang lainnya. Dan berharap jika ia segera meresmikan pertunangannya dengan Aruna, meskipun nanti pernikahannya akan dilakukan satu bulan lagi, namun ia ingin cepat cepat melingkarkan cincin di jari manis Aruna sebagai pertanda bahwa Aruna adalah miliknya.


"Sabar Than, minggu ini Aruna ada ujian semester dan tidak mungkin kan jika acara kalian nanti mengganggu konsentrasi belajar Aruna."


Papi Rendra sudah tahu jadwal ujian semester Aruna di sekolahnya begitu juga dengan ujian semester Digo yang mana kedua orang tua Digo juga baru mengetahui jika calon menantunya itu ternyata juga  satu sekolahan dengan Digo.


Nathan pasrah dan memang seharusnya begitu, ia tidak mau mengganggu belajar Aruna nantinya jika terlalu cepat untuk mengajak Aruna bertunangan meskipun hanya pertunangan saja karena Nathan juga melihat ke arah Aruna jika gadis cantik itu sebenarnya tidak menginginkan pertunangan ini.


Aruna sebenarnya ingin menolak perjodohan ini di depan keluarga Nathan tetapi itu tidak mungkin yang ada ia akan membuat malu keluarganya sendiri sehingga ia memutuskan untuk mengajak Natan untuk ke belakang dan tentunya untuk membicarakan semuanya ini.


"Kak Nathan bisa ikut aku sebentar."


"Bisa dek."


Nathan tersenyum, ia tau maksud dari Aruna yang menginginkan untuk berbicara empat mata saja namun Nathan akan berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan hati gadis cantik itu dan ia akan meyakinkan Aruna untuk bisa menerima perjodohan ini dan akan membahagiakan Aruna.


Kedua orang tua Aruna dan juga kedua orang tua Natal tidak keberatan, malah lebih bagus jika Nathan dan Aruna saling berbicara dari hati ke hati dan hanya 4 mata saja sehingga keempat orang tua itu juga bebas untuk merancang segala sesuatunya tentang pertunangan anak-anaknya.


Sedangkan Digo, hatinya kembali memanas manakala ia melihat kakak kandungnya itu menggandeng lembut tangan Aruna, di mana ia merasakan gejolak amarah dan juga rasa sakit hati malam ini namun sayang sekali Digo tidak bisa berbuat apa-apa, mungkin ia harus merencanakan semuanya matang-matang selama satu minggu ini.

__ADS_1


"Apa Kak Nathan menerima perjodohan ini?"


Nathan tersenyum, saat ini mereka berdua sudah duduk di taman belakang di mana restoran itu memang menyediakan sebuah taman untuk sekedar bermain atau pun hanya duduk-duduk menikmati indahnya bintang di langit.


"Aku menghargai apa yang menjadi keputusan kedua orang tuaku dan aku menerima perjodohan ini."


Jawab Nathan dengan tersenyum kemudian menoleh ke arah Aruna saat ini dan memandang wajah cantik Aruna yang mana memang Nathan mengagumi kecantikan Aruna.


"Bagaimana dengan pacar Kak Nathan, tidak mungkin kan jika Kak Nathan tidak mempunyai pacar?"


"Pacar? pacar yang mana.. Aku tidak punya pacar sama sekali Run."


Aruna melongo, ia juga menoleh ke arah Nathan yang saat ini masih memandang ke arahnya dan itu membuat Aruna langsung saja memalingkan wajahnya, ia tidak mau ditatap intens seperti itu yang nantinya membuat laki-laki di depannya itu semakin GR jika kedua matanya dengan kedua mata Nathan itu bertemu.


"Tidak mungkin jika Kak Nathan tidak mempunyai pacar dan kenapa juga Kakak tidak menolak perjodohan itu, bukan kah kakak tidak mengenal aku dan belum tahu aku seperti apa? bagaimana kalau aku bukan perempuan yang baik-baik, aku adalah perempuan nakal dan suka pergi dengan laki-laki dan juga sering keluar masuk club"


Aruna mengatakan semuanya itu kepada Nathan dan berharap Nathan percaya dengan apa yang dikatakan oleh Aruna, namun sayang sekali ... Nathan masih tetap tersenyum dan saat ini malah mengambil tangan Aruna kemudian menggenggam tangan Aruna dengan sangat erat.


"Aku tidak akan membatalkan perjodohan ini,  tadi apa kamu bilang.. kita tidak saling kenal? ya itu mungkin berlaku dengan kamu tetapi tidak dengan aku, karena aku sudah mengenal kamu lama jauh dari sebelum kita bertemu saat ini dan semua yang kamu katakan itu tidaklah benar, aku tahu semuanya tentang kamu Run.. aku tahu apa yang kamu lakukan di luar sana meskipun aku juga tahu jika kamu bukan perempuan yang baik-baik dalam arti kata tidak selalu nurut kepada orang tua dan suka membolos dan tidak mengerjakan PR tetapi Kamu adalah perempuan yang baik-baik dan tidak neko-neko dan juga tidak suka bergaul dengan laki-laki, lalu apa yang harus aku tolak dari perjodohan ini. Karena bagiku kamu adalah anugerah terindah yang sudah Tuhan ciptakan untukku, dan aku sangat beruntung sekali karena kedua orang tuaku menjodohkan aku dengan kamu."

__ADS_1


__ADS_2