
"Aku ke kamar dulu Pi, sudah ngantuk."
Ucap Nathan kepada Papi Rendra, di mana bukan hanya rasa ngantuk dan lelah saja yang dialami saat ini tetapi Nathan juga ingin melihat Aruna di kamar Maminya, tentu nya Nathan tidak ingin berbuat macam-macam, hanya ingin melihat perempuan cantik itu tidur terlelap, karena sampai saat ini Nathan belum bisa move on dari Aruna dan pastinya masih ada rasa cinta di dalam diri Nathan untuk Aruna.
Papi Rendra menganggukan kepalanya, beliau sendiri belum beranjak dari ruang keluarga yang mana memang sedang menunggu asisten pribadinya yang membawakan berkas-berkas untuk dikerjakan nanti malam, maka dari itu Papi Rendra mempunyai ide untuk membuat Aruna tidur bersamanya karena Mami Nina, karena Mami Nina sendiri juga kesepian tidak adanya Papi Rendra.
Bukannya naik ke atas tetapi Nathan membelokkan tubuhnya ke samping tempat di mana kamar kedua orang tuanya berada dan Nathan tahu jika Mami Nina masih berada di dalam kamar itu, pastinya Nathan mau melihat Aruna karena ia yakin ada Mami Nina di sana.
Lagi lagi kebetulan sekali Mami Nina yang baru saja dari dapur seketika menghentikan langkah kakinya manakala ia sudah melihat Nathan yang menghampirinya, Mami Nina sedikit kaget kenapa Nathan tiba-tiba berada di sini bukan karena kamar Nathan itu berada di atas kenapa malahan berada di sini.
"Ada apa Tan, apa perlu sama Mami?"
Tanya Mami Nina kepada putra sulungnya itu di mana saat ini keduanya sudah berdiri di depan kamar yang pastinya Mami Nina juga sedikit membuka pintunya melihat ke arah Aruna, apakah Aruna masih tertidur atau sudah bangun.
Nathan tidak menjawab, pandangan matanya tertuju kepada Aruna, di mana ia saat ini sudah melihat Aruna tertidur dengan pulas, meskipun Mami Nina membuka pintunya itu tidak lebar tetapi Nathan bisa melihatnya dengan jelas.
"Aneh sekali, ditanya malah tidak mau jawab. Mami mau istirahat, kamu lebih baik tidur .. besok berangkat ke kantor jangan sampai Mami teriak-teriak untuk bangunin kamu."
__ADS_1
Sedikit kesal dengan Nathan mengapa pertanyaannya tidak dijawab oleh putranya itu, Nathan malahan diam saja dengan memandang ke arah dalam di mana Aruna berada.
Pastinya Mami Nina bingung mengapa kedua putranya itu bisa tergila-gila dengan satu perempuan dan juga bisa mencintai perempuan yang sama sampai sekarang itu.
"Tunggu Mi, aku ikut masuk ya?"
Nathan mencegah Mami Nina yang sudah masuk di dalam kamar yang tentunya setelah Mami Nina masuk ke dalam kamar, Mami Nina akan menutup pintu dan menguncinya tetapi dengan cepat Nathan berteriak dan memegang pintunya supaya Mami Nina tidak mengunci pintu.
"Ta...."
Baru saja Mami Nina ingin melarang Nathan dan mengatakan jika di dalam ada Aruna tetapi Nathan tiba-tiba sudah ikut masuk ke dalam kamar hingga Mami Nina hanya menggelengkan kepalanya pelan tetapi ia percaya jika putranya itu juga tidak akan macam-macam dengan Aruna, mungkin saja Nathan hanya ingin memandang wajah cantik Aruna dari jarak dekat saja tidak ingin macam-macam dengan istri dari adiknya itu.
Sepertinya Nathan mengerti apa yang ditakutkan oleh Mami Nina hingga Nathan mengatakan seperti itu, yang tentunya Nathan juga tidak ingin mencerminkan Aruna yang ada di dalam pikirannya, ia ingin melihat wajah cantik Aruna saat ini, saat Aruna bangun pastinya perempuan cantik itu juga akan protes, juga tidak ada pemiliknya di sini dan itu kesempatan untuk Nathan.
"Cantik...."
Nathan kini sudah mendekati Aruna yang tertidur lelap tentu saja posisi Aruna saat ini membuat Nathan bisa melihat wajah cantik Aruna dengan begitu jelas lalu laki-laki itu tersenyum sembari masih menatap wajah cantik yang tidak bisa dimiliki lagi.
__ADS_1
Sayang sekali perempuan itu sudah tertidur di depannya dengan ekspresi wajah yang sangat menggemaskan itu tidak bisa dimiliki Nathan, Nathan sadar jika Aruna kini sudah menjadi adik iparnya dan tentu saja Nathan tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena Digo, adik kandung Nathan sendiri sangat mencintai Aruna dan pastinya Nathan sudah tahu karakter dari Digo yang tidak akan melepaskan apapun yang sudah menjadi milik Digo.
Natham masih saja memandangi wajah cantik Aruna, ia hanya memandang saja, tidak melakukannya lebih dari itu karena memang keinginan Nathan hanyalah memandang wajah Aruna tanpa ada gangguan dari orang lain terlebih dari sang pemiliknya.
Bukan hanya memandang Aruna saja, Nathan bahkan ingin menyentuh Aruna, tetapi ia urungkan niatnya meskipun itu hanya menyentuh pipi Aruna. Apalagi jika Aruna bangun dan membuka matanya pastinya Aruna juga tidak mau ditatap sangat intens seperti ini oleh Nathan yang pastinya perempuan cantik itu akan memalingkan wajahnya bahkan berpura-pura untuk tidak melihat ke arah Nathan.
Sedangkan Mami Nina hanya melihat kelakuan Nathan itu dan menggelengkan kepalanya, beliau sendiri sedih mengapa kedua putranya itu jatuh cinta dengan perempuan yang sama dan sepertinya memang Nathan lah harus mengalah dengan keadaan ini bukan karena Mami Nina membela Digo namun karena memang Aruna jodohnya itu bukan Nathan, terlepas dari apa yang sudah dilakukan oleh Digo sebelumnya.
Tidak ingin membuat Nathan terus-menerus memendam perasaan yang terlarang kepada Aruna, Mami Nina mendekati Nathan beliau menepuk pundak Nathan sembari menyadarkan Nathan jika perempuan yang ditatapnya saat ini sudah menjadi milik orang lain yang pastinya Nathan tidak bisa memilikinya lagi.
"Bukan milikmu Tan, kamu masih ingat kamu dan tidak lupa jika Aruna, istri dari Digo? Dan dia adalah adik kamu sendiri dan tentunya Mami berharap jika kamu segera melupakan Aruna, Mami tau jika di dalam hati kamu masih memendam cinta untuk Aruna namun sadarlah jika semuanya tidak mungkin akan kamu miliki."
Ujar Mami Nina sembari menarik tangan Nathan untuk menjauh dari Aruna ia takut jika Nathan lama di dalam kamar ini maka perasaan cinta yang dimiliki untuk Aruna tidak akan hilang malah semakin dalam saja.
"Aku tahu Mih, tetapi bagaimana caranya aku melupakan Aruna ? aku sudah coba untuk melupakannya dengan pergi dari rumah ini dan ke apartemen juga tidak melihat Aruna lagi tetapi semakin aku mencoba melupakannya semakin aku mengingatnya, aku tidak bisa melupakam Aruna karena Aruna adalah cinta pertamaku bahkan Mami pun kenal aku dari dulu, kalau aku tidak pernah punya pacar bahkan untuk dekat dengan perempuan, aku tidak bisa. Entahlah ketika pertama kali melihat Aruna, ada sesuatu yang berbeda dan ternyata memang kami berdua dijodohkan, namun sayang sekali takdir memang tidak mempersatukan kami untuk menjadi sepasang suami istri tetapi malah mempersatukan kami dengan sebuah ikatan keluarga."
Mami Nina menghela nafasnya panjang, ia tahu jika sulit bagi Nathan untuk melupakan Aruna, karena Mami Nina tahu betul bagaimana perasaan Nathan untuk Aruna jauh sebelum kabar perjodohan antara Nathan dengan Aruna tersebut.
__ADS_1
Tetapi sekarang tidak mungkin, satu-satunya jalan Nathan memang harus benar-benar mengikhlaskan Aruna bukan untuk berusaha untuk melupakan tetapi biarkanlah mengalir begitu saja.