
Digo tidak menjawab pertanyaan dari Aruna, laki-laki itu hanya tersenyum sendiri lalu menggandeng tangan Aruna untuk membawanya masuk ke dalam kafe.
Tentu saja suasana cafe malam ini begitu ramai bukan hanya karena malam minggu saja tetapi kebetulan sekali kafe milik Ivan ini kedatangan seorang artis yang membuat tambah ramai suasana di kafe malam ini.
Dan entahlah mengapa Digo mendapatkan sebuah tempat di mana Aruna sama sekali tidak tahu, padahal dari tadi Aruna sudah berpikir apakah masih ada tempat di dalam sementara di parkiran sudah banyak motor dan mobil di sana, pastinya cafe Ivan ramai bukan hanya karena kedatangan seorang artis malam ini tetapi jika malam minggu memang cafe Ivan tidak pernah sepi dari pengunjung.
Tanpa Aruna ketahui tadi sebelum melajukan motornya Digo sudah memesan satu tempat untuk dirinya dengan Aruna, bukan di tempat khusus tetapi melainkan ikut gabung dengan yang lainnya tentu saja ada rencana terselubung dibalik Digo yang mengajak ke cafe dan seperti nya hanya digo yang tahu semuanya ini. Digo juga sudah menyiapkan sesuatu yang khusus dipersembahkan untuk Aruna nya pastinya malam ini adalah malam yang tidak akan dilupakan oleh Aruna, dan mulai malam ini ia dan Aruna akan memulai hidup baru lagi dengan sama-sama saling mencintai dan tidak akan pernah terpisahkan.
"Sebentar sayank, aku ke sana dulu .. kamu tunggu di sini."
Sudah sampai di tempat yang mana memang sudah ada makanan dan minuman yang baru mereka pesan tentu saja setelah itu Digo meminta Aruna untuk tetap duduk di kursi nya, dengan Digo yang langsung menuju ke sebuah panggung kecil yang entah apa yang akan dipertunjukkan oleh suami dari Aruna itu.
Tidak bisa berkutik lagi, Aruna hanya menganggukkan kepalanya, ia sendiri takut saja jika suaminya nanti malahan mengumumkan tentang pernikahannya bukan karena Aruna tidak mau, lagi dan lagi Aruna hanya tidak ingin hari-harinya mendapatkan masalah atau bagaimana, yang jelas Digo itu banyak fans nya dan juga Digo ganteng dan kaya raya pastinya semua orang pasti ingin mendapatkan posisi seperti dirinya dan tentu saja ia ingin selama masa sekolah ini hidup dengan damai, tidak ada yang menggunjingnya dan juga tidak ingin mempunyai musuh apalagi jika mengingat mantan nya Digo yang benar benar agresif terhadap Digo, dan juga yang pastinya Miranda itu ingin kembali lagi dengan Digo.
__ADS_1
"Selamat malam.. mungkin suaraku tidak seindah suara kakak yang barusan bernyanyi tadi, tetapi ketahuilah.. lagu ini aku persembahkan hanya untuk seseorang yang sangat berharga di dalam hatiku, seseorang yang aku cintai dari dulu, sekarang dan selamanya ... pastinya seseorang itu yang sudah menjungkir balikkan hidupku, membuat hidupku penuh warna dan bisa memporak-poranda hatiku, yang bisa meluluhkan hatiku dan hanya dia yang aku inginkan selamanya, Aruna ..."
Setelah sampai di panggung Digo mengambil sebuah gitar ia kemudian mengucapkan sepatah dua patah kata dengan tatapan matanya tertuju kepada Aruna yang pastinya lagu yang dipersembahkan oleh Digo ini teruntuk Aruna seorang dan mungkin ini juga menjadi kejutan buat Aruna karena Aruna sendiri tidak tahu jika Digo mempunyai bakat terpendam yang selama ini memang tidak pernah ditunjukkan nya.
Semua orang terpesona melihat seorang laki-laki tampan yang saat ini berada di atas panggung, tentu saja ketampanan Digo itu bertambah berkali-kali lipat manakala Digo memegang gitar dan mengucapkan sepatah dua kata, suara Digo juga mampu membuat perempuan perempuan di dalam cafe itu berteriak histeris , terlebih lagi ungkapan rasa cinta yang ditunjukkan kepada Aruna itu benar-benar menyentuh sampai ke hati yang membuat mereka berteriak lagi sembari memandang ke arah Aruna, karena Digo tadi menunjuk ke arah Aruna bahwa perempuan yang dimaksud itu adalah Aruna.
Sementara Aruna, ia memberi cinta lewat tangannya dan tentunya nya begitu kaget, mengapa suaminya benar-benar manis dan ini adalah kejutan untuknya karena selama ini ia belum pernah mendengar Digo bernyanyi terlebih lagi berada di atas panggung dengan membawakan gitar.
Digo mulai melantunkan lagunya, lagu dengan syair yang teromantis.. penuh penghayatan dan juga suara Digo yang benar-benar merdu, yang membuat semua orang yang di sana itu terpana dan ikut menyanyi, mereka semua terlena terlebih lagi lagu yang dilantunkan oleh Digo benar-benar sampai ke dalam hati yang membuat perempuan-perempuan di sana berlomba-lomba ingin menggantikan posisi Aruna, yang mana mereka bisa melihat betapa sayang dan cinta nya Digo kepada Aruna.
"Untuk kamu sayank, bagaimana tadi .. kamu senang?"
Jelas saja Aruna sangat senang dan bahagia, ia menerima bunga pemberian dari Digo, ia bahkan tidak menyangka dengan perlakuan manis suaminya. Malahan Aruna ketar-ketir jika Digo akan mengatakan tentang hubungan antara dirinya dan Digo yang sebenarnya.
__ADS_1
Tetapi Digo hanya mengumumkan Aruna sebagai tunangan dan calon istrinya saja dan akan menikah jika mereka lulus sekolah tentu saja Aruna sedikit lega.
"Aku terharu banget, maaf atas semua perlakuan yang aku berikan kepada kamu kemarin ,aku tidak menyangka jika kamu benar-benar bisa meluluhkan hatiku secepat ini."
Digo membalas pelukan Aruna kemudian pelan-pelan melepaskannya karena ia tidak ingin jika istrinya akan terharu dan nantinya menangis. Digo sendiri paham jika Aruna sedang seperti ini maka nanti ada acara menangis, dan Digo tidak suka melihat Aruna yang seperti itu.
"Aku sudah bilang apa yang menjadi milikku, apa yang menjadi incaran dari dulu tidak akan pernah aku lepaskan dan tentu saja sejak pertama kali aku lihat kamu, aku sudah jatuh cinta kepada kamu dan pastinya aku akan melakukan segala macam cara supaya kamu menjadi milik ku, dan ucapan ku tidak main-main terbukti kamu sudah menjadi istriku."
Meskipun ia sebenarnya ingin rasanya mengungkapkan kalau Aruna ini adalah istrinya namun ia masih memikirkan tentang Aruna, tentang permintaan Aruna yang tidak ingin diumumkan dulu tentang pernikahannya, ia tau bagaimana perasaan Aruna.
"Sekali lagi terima kasih Di, ini benar-benar sebuah kejutan untukku dan sangat terharu."
Tidak ingin istrinya terlarut dalam keharuannya, Digo segera meminta Aruna untuk duduk kemudian makan dan minum dulu sebelum mereka pulang ke rumah dan pastinya malam ini, ia akan membuat Aruna berkali-kali lipat bahagianya dan tidak akan melewatkan kesempatan yang begitu indah ini.
__ADS_1
"Hanya tunangan saja kan belum menikah? jadi aku masih punya kesempatan untuk merebut Aruna dari kamu."
Lagi enak enak yang makan dan minum tiba-tiba Ivan datang dan langsung duduk di depan Aruna tentu saja kedatangan Ivan membuat Aruna dan Digo mengalihkan pandangan mereka dan kini menatap ke arah depan, terlebih lagi Ivan yang mengatakan seperti itu bisa-bisa tidak berhenti untuk mengejar Aruna.