
Semua keputusan dari Papa Adi tergantung dari Aruna, jika Aruna mau menikah dengan Digo maka Papah Adi merestui, namun di dalam hati yang paling dalam Papah Adi menginginkan jika Aruna menikah dengan Digo, bukan karena apa-apa tetapi karena Digo yang sudah merusak kehormatan Aruna dan Digo lah yang seharusnya bertanggung jawab.
Belum lagi jika nanti Aruna hamil dan pastinya anak itu adalah anak Digo, bukan anak Nathan dan bukan Nathan yang harus bertanggung jawab atas semuanya, meskipun Papah Adi tahu jika Nathan juga tidak keberatan untuk menikah dengan Aruna.
Begitu juga dengan Papi Rendra, laki-laki yang sudah tidak muda lagi itu berpikir sejenak bagaimana ia akan mengambil keputusan yang nyatanya kedua anak laki-lakinya itu menaruh perasaan yang sama terhadap satu perempuan dan Papi Rendra tidak mau memihak salah satunya, tetapi kali ini adalah pilihan yang sulit di mana ia harus memutuskan siapa yang akan menikahi Aruna.
"Papi tau sendiri kan bagaimana perasaan aku kepada Aruna, bukan karena semata-mata Papi yang sudah menjodohkan aku dengan Aruna, tetapi dari dulu aku sudah mencintai Aruna bahkan aku sudah bermimpi untuk membangun rumah tangga bersama Aruna. Dan aku tidak masalah dengan Aruna yang seperti ini, aku akan menerima Aruna apa adanya, tidak mengungkit masa lalu Aruna dan bersedia menjadi ayah untuk anak Aruna yang mungkin saja nanti akan hadir."
Seperti anak kecil, Nathan merengek kepada Papinya supaya ia meneruskan pertunangan ini dan juga menikahkannya dengan Aruna. Nathan tidak berpikir sama sekali jika Aruna sudah perawan atau tidak, dan nanti jika Aruna hamil, Nathan sendiri mau menerima anak itu sebagai anak kandungnya sendiri.
Ya, semua itu karena cinta tulus yang Nathan berikan kepada Aruna itu benar benar murni dari dalam lubuk hatinya dan ia akan menyayangi Aruna sepenuh hati.
Sedangkan Digo, laki-laki itu diam saja. Ia yakin jika Papi Rendra bisa memutuskan mana yang terbaik dan Digo yakin jika ialah yang akan menikahi Aruna.
"Papi yakin kamu bisa bersikap dewasa menyikapi semua ini nak dan ikhlaskan Digo untuk menikahi Aruna, karena itulah yang terbaik untuk mereka."
Papi Rendra menepuk pundak Nathan, beliau tahu jika keputusan ini akan sulit sekali diterima oleh Nathan, tetapi inilah keputusan yang diambil oleh Papi Rendra, dan inilah yang baik untuk semuanya.
"Tapi bagaimana mungkin aku bisa mengikhlaskan Aruna menikah dengan Diego, sementara aku sangat mencintai Aruna?"
__ADS_1
"Papi tahu kamu sulit untuk menerima kenyataan ini, tetapi Papi yakin lambat laun kamu bisa menerimanya dan Papi percaya sama kamu."
Nathan menggelengkan kepalanya, kemudian laki-laki itu dengan cepat meninggalkan taman tentu saja dengan hati yang kecewa dan juga air mata yang tanpa sengaja menetes di pipinya.
Hati Nathan hancur, malam ini adalah malam yang ditunggu-tunggu oleh Nathan, ia bisa melamar perempuan yang sudah dari dulu ia idam-idamkan tetapi kenyataannya berbeda, karena apa yang ia impikan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.
"Nathan, tunggu sebentar nak!! Papa mau bicara sama kamu!!"
Ucap Papa Adi yang sepertinya berusaha ingin menenangkan Nathan, tetapi sayang sekali laki-laki tampan itu tidak menggubris apa yang diucapkan oleh Papah Adi dan langsung saja meninggalkan taman.
"Sudahlah Di tidak perlu mengejar Nathan, nanti dia akan kembali lagi . Aku yakin sekali kalau Nathan pergi untuk menenangkan dirinya meskipun dia kecewa, tetapi aku yakin suatu saat Nathan akan menerima semuanya ini. Dan maafkan jika acara malam ini seperti ini dan calon menantu kamu harus diganti."
"Maaf kamu diterima Ndra, meskipun sebenarnya aku kecewa dengan Digo, tetapi semua sudah terjadi dan aku menerima Digo sebagai menantuku karena itulah yang terbaik untuk mereka."
"Terima kasih Di dan sepertinya kita masih tetap berbesanan walau rencananya bukan Digo yang menikah dengan Aruna."
"Tidak masalah , yang jelas perjodohan di antara anak-anak kita sudah kita tepati, meskipun sebenarnya suami Aruna bukanlah Digo, tetapi Digo juga tidak kalah tampannya dengan putra sulung kamu."
Kedua laki-laki yang tidak muda itu saling berpelukan, terlebih lagi Papi Rendra yang merasa tidak enak dan berulang kali Papi Rendra meminta maaf kepada Papa Adi atas kejadian ini.
__ADS_1
"Papa titip Aruna, Papa percayakan Aruna sama kamu."
Setelah aksi pelukan pelukan itu, Papah Adi menghampiri Digo, laki-laki itu menepuk pundak Digo dan mengatakan sesuatu jika Digo harus membahagiakan Aruna dan tidak menyakiti Aruna.
"Aku janji Pah, aku akan mencintai dan menyayangi Aruna. Aku juga tidak akan menyakiti Aruna dan akan membahagiakan Aruna selalu, terima kasih atas restunya dan maaf dengan segala yang sudah aku lakukan."
Papah Adi tersenyum, kemudian beliau bersama dengan Papi Rendra meninggalkan taman dan langsung saja disusul oleh Digo.
Digo tersenyum penuh kemenangan, jangan ditanya lagi bagaimana perasaan laki-laki itu saat ini yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, bahkan Digo ingin sekali kdan memeluk sahabat nya satu persatu, karena apa yang diinginkan dan apa yang diimpikan akhirnya terwujud, ia bisa memiliki Aruna dengan sepenuhnya.
Digo dan yang lainnya kembali ke kamar Aruna dan ternyata Aruna sudah lebih baik dari tadi.
"Sayank, kamu sudah tidak apa-apa kan dan malam ini aku akan melamar kamu langsung di depan kedua orang tua kamu. Dan maaf jika situasinya seperti ini tetapi aku janji akan membuat kamu bahagia menjadi istriku."
Aruna masih terdiam, ia sama sekali belum membuka suaranya dan masih bingung dengan semua yang terjadi, hingga Aruna menoleh ke arah Papa Adi dan juga Mama Dina yang kedua orang tuanya itu langsung menganggukkan kepalanya, tanda kalau mereka menyetujui dengan apa yang diucapkan oleh Digo.
"Sayank terima saja lamaran dari Digo , Mami lihat kalau Digo benar-benar mencintai kamu dan maafkan atas semua perbuatan Digo. Mami tahu Digo memang salah dan perbuatan Digo itu sudah menyakiti kamu, tetapi Mami yakin jika semua nanti akan baik-baik saja."
Mami Nana yang melihat Aruna hanya terdiam langsung saja memeluk Aruna, perempuan cantik itu juga tidak bosan-bosannya mengatakan sesuatu yang mungkin saja bisa menggugah hati Aruna.
__ADS_1
Hingga akhirnya Digo mengambil cincin berlian yang memang sudah ia persiapkan dari saku celananya, kemudian membuka kotak cincin itu dan terlihatlah di sana, dua cincin berlian yang sangat manis dan tentu saja ukurannya pas di jari manis Aruna.