My Crazy Husband

My Crazy Husband
Mandi Lagi


__ADS_3

Seperti biasa setiap hari yang dilakukan Aruna setelah bangun tidur adalah membantu Mami Nina untuk menyiapkan sarapan, meskipun Mami Nina sudah melarang nya tetapi Aruna tidak enak kalau hanya langsung turun dan sarapan.


Apalagi tubuhnya yang lengket-lengket karena memang benar semalam setelah ia mengobati bekas luka di bibir Digo, suami nya itu terus memangsanya, dan tidak membiarkan Aruna beranjak sedikitpun dari atas ranjang hingga kini Aruna bangun pagi-pagi sekali untuk segera membersihkan diri dan setelah siap semuanya, Aruna turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan pagi ini.


"Loh sudah bangun sayang? kenapa di sini? mendingan Kamu siap siap untuk berangkat sekolah, tidak perlu membantu Mami dan juga bibik, sebentar lagi sarapan akan siap."


Bukan karena tidak mau dibantu oleh Aruna tetapi Mami Nina memang tidak mau jika menantu cantiknya ini terlalu ribet berada di dapur dan juga Digo kemarin sudah melarang supaya Aruna tidak ikut saja, bukan karena apa-apa tetapi kemarin terjadi insiden kecil, tangan Aruna yang terkena peso hingga membuat laki-laki itu sangat khawatir dan tidak membiarkan istrinya berada di dapur.


Tapi memang tidak masalah, karena rasa sayang dan juga cintanya Digo yang berlebihan sehingga laki-laki itu menjadi protektif terhadap istrinya, melindungi apapun dari bahaya dan melakukan segala macam cara supaya Aruna tidak terkena bahaya karena ia benar-benar menyayangi dan mencintai Aruna.


Aruna hanya menggelengkan kepalanya, ia tahu kemarin Digo sempat ngobrol dengan mami Nina dan melarang Aruna untuk masuk ke dalam dapur, namun Aruna dengan cepat mengambil sayuran dan ikut mencucinya, ia juga akan ikut memasak sarapan pagi ini dan sedikitpun tidak akan takut dengan suaminya terlebih lagi suaminya yang terlalu lebay itu yang membuat Aruna jengkel.


"Siapa yang ngopi pagi pagi sekali, Mi? atau Papi sudah berangkat ke kantor?"


Aruna sedikit bertanya kepada Mami Nina kenapa pagi-pagi buta seperti ini sudah ada secangkir kopi di atas meja dapur dan tentunya kebiasaan dari Papi Rendra memang begitu jika buru-buru pergi ke kantor atau kemana selalu menyempatkan minum kopi dulu sebelum berangkat.


"Bukan sayank, itu Nathan.. buru buru ke kantor, katanya ingin menyelesaikan semua urusannya sebelum pergi ke Singapura."


Singapura? ingin meninggalkan Indonesia?


Tentu saja Aruna menolo mendengar ucapan dari mami Nina, ia sama sekali tidak mendengar jika Nathan akan berangkat hari ini meskipun Aruna tahu jika siapa yang kalah akan meninggalkan Indonesia namun Digo sendiri tidak mengatakan apapun juga kepada Aruna mengenai pemberangkatan Nathan sore ini.


"Kak Nathan ke Singapura, Mi?"

__ADS_1


Tanya Aruna sekali lagi yang ia merasa belum percaya jika Nathan akan pergi nanti sore, bukan ia tidak percaya dengan Mami Nina tetapi apa mungkin kedua orang tua Digo itu tidak mencegah Nathan untuk keluar dari Indonesia.


"Iya seperti apa yang dikatakan oleh Nathan kemarin, siapa yang kalah dalam pertandingan maka harus pergi dari Indonesia dan tentu saja Nathan yang kalah pasti dia akan segera ke Singapura, namun bukan untuk selamanya karena memang kebetulan sekali Perusahaan Nathan yang ada di Singapura itu mengalami sedikit masalah hingga Nathan memutuskan untuk menetap sementara di sana sampai benar-benar kondisi perusahaan yang stabil


dan sampai dia bener bener bisa move on dari kamu."


Deg


Lagi dan lagi Aruna merasa tersentuh dan ia merasa bersalah karena dirinyalah keluarga Narendra terpecah belah, meskipun keluarga Narendra tidak berantem atau bagaimana tetapi dengan Nathan yang akan pergi ke Singapura membuat perasaan Aruna menjadi tidak menentu saat ini, bukan karena Aruna ada rasa dengan Nathan tetapi gara gara dirinyalah semua nya menjadi seperti ini. Dan kepergian Nathan membuat Mami Nina, perempuan yang sudah tidak mudah lagi itu pastinya akan merasa kehilangan.


"Jangan dipikirkan sayank, itu semua bukan salah kamu, mereka laki-laki yang sudah sepantasnya melakukan apa yang sudah dikatakannya, terlebih lagi Nathan.. dia yang menginginkan perjanjian ini dan dia seharusnya juga menepatinya."


Aruna hanya diam saja dengan ekspresi wajah yang tidak begitu mengenakkan membuat Mami Nina segera menghampiri menantu cantiknya itu, merasa bersalah dengan kejadian ini karena kedua putranya itu tidak bisa mengendalikan emosi dan hanya mengandalkan ego dan gengsinya saja hingga membuat seperti itu.


Dan aku harus bertemu dengan Kak Nathan, Aku tidak mau dia pergi dengan memendam rasa penasaran seperti ini, aku tahu Kak Nathan penasaran dengan perasaanku padanya.


Aruna berencana akan menemui Nathan siang ini setelah pulang sekolah. Ya karena ia mendapatkan informasi dari Mami Nina pesawat yang ditumpangi oleh Nathan akan berangkat sekitar pukul 4 sore, dan Aruna masih ada banyak waktu untuk berbicara dengan Nathan sebelum Nathan berangkat ke Singapura.


Pulang sekolah dirasa  Aruna tidak ada agenda apapun juga. Yang pastinya ini kesempatan buat Aruna untuk mengatakan sesuatu kepada Nathan sebelum pergi.


Laki-laki itu harus tahu perasaan Aruna yang sebenarnya supaya tidak salah paham supaya Nathan juga tidak terlalu mengharapkan cintanya lagi.


Lagi pula Aruna mantap dengan hatinya saat ini yang sudah mencintai Digo, meskipun belum ada rasa dengan Digo, juga Aruna tidak ada rasa sama sekali dengan Nathan, hanya menganggap Nathan sebagai kakak kandungnya saja dan merasa nyaman berada di samping Nathan karena Nathan benar-benar orang yang dewasa yang sabar menghadapi dirinya.

__ADS_1


Setelah Aruna selesai membantu Mama Nina di dapur, perempuan cantik itu bergegas untuk menuju ke atas, tentu saja membangunkan suaminya yang memang belakangan ini sangat manja padanya. Yang pastinya Aruna juga tidak akan marah atau apapun dengan sikap manja Digo yang jelas Digo saat ini sudah benar-benar di dalam hati Aruna.


"Bangun Di, sudah siang. Apa lo mau dihukum gara-gara telat?"


Mphhh...


Tentu saja Aruna kaget tiba-tiba Digo meraih tubuhnya dan mencium bibirnya dengan begitu ganas, padahal Aruna masuk ke dalam kamar dan melihat Digo masih terlelap di balik selimutnya tetapi tiba-tiba laki-laki itu sudah menarik tubuhnya dan menciumnya membuat Aruna tidak bisa bernafas dengan ulah suaminya saat ini.


"Makanya kalau bicara sama suami itu yang sopan nggak lo gue seperti itu sayank, biasakan diri memanggil suami kamu ini yang benar atau bahkan kalau perlu memanggil suami kamu ini Mas, bukan hanya Da, Di, Da, Di saja ataupun malah pakai lo atau gue. Aku tidak suka sayank."


"Upss..sorry"


Ucap Aruna sembari nyengir yang membuat Digo langsung memberikan ciuman ganas di bibirnya.


"Dimaafin sayank, tetapi mandi bareng."


Aruna menggelengkan kepalanya tentu saja pagi ini ia menolak mandi bareng dengan suaminya, di samping ia sendiri sudah mandi tadi tentu saja ia tahu betul apa yang akan dilakukan oleh suaminya di dalam kamar mandi, pastinya bukan hanya mandi bareng atau membantu menggosokkan punggungnya namun Diego menginginkan lebih dari itu.


"Aku sudah mandi Di, kamu sebaiknya cepetan mandi saja biar aku siapkan semuanya."


"No .. mandi lagi.. lagipula kamu dari dapur kan membantu mami jadinya kamu bau lagi sayank, dan aku sudah berapa kali mengingatkanmu supaya tidak masuk ke dapur, kamu tahu sendiri kamu itu sangat ceroboh memegang pisau saja kamu bisa luka apalagi kalau memegang yang lainnya dan juga Mami sudah aku kasih tahu supaya tidak memperbolehkan kamu masuk ke dapur lagi biar kamu tidak terluka."


"Lebay .. kalau begitu aku nggak enak sama Mami. Sudah ayo cepetan kalau mau mandi kalau nggak ya.."

__ADS_1


Tidak ingin suaminya ngomong-ngomong terus tentang dirinya yang baru masuk ke dapur tentu saja Aruna segera menarik tangan Digo, ia terpaksa pagi ini mandi lagi bersama dengan suaminya meskipun sudah ada di benak Aruna tentang apa yang dilakukan oleh Digo tetapi Aruna pasrah, ia harus melayani suaminya sebaik mungkin supaya suaminya tidak tergoda dengan perempuan lainnya meskipun Aruna tahu sendiri jika Digo tidak akan melakukannya itu meskipun banyak perempuan di luar sana yang menawarkan tubuhnya untuk Digo tetapi Digo tidak akan berpaling sedikitpun darinya.


__ADS_2