My Crazy Husband

My Crazy Husband
Tentang Firman


__ADS_3

Seperti yang diucapkan oleh Papah Adi kemarin jika setelah pulang sekolah Aruna diminta untuk bertemu dengan Papah Adi, tentu saja Aruna mengatakan itu semua kepada Digo tetapi tidak mengatakan tujuan utamanya Aruna bertemu dengan Papah Adi itu, hanya saja Aruna kangen dan ingin makan bersama dengan Papah Adi saja dan pastinya Digo juga tidak melarangnya toh juga pertemuan Aruna dengan Papahnya itu di kafe di sebelah kantor Digo, pas sekali Digo melakukan meeting dengan klien siang ini setelah pulang sekolah.


Baik Aruna maupun Digo saat ini sudah sampai di mobil, ya setelah mengetahui istrinya hamil diiku tidak pernah memakai motor, alasannya bahaya untuk kesehatan dan keselamatan Aruna padahal Aruna tidak apa-apa dan ia ingin sekali diboncengkan Digo menggunakan motor tetapi tetap saja Digo kekeh untuk tidak memakai motor sementara waktu entah nanti setelah kehamilan Aruna sudah kuat dan biasa diajak pergi ke mana-mana, Digo akan mempertimbangkannya lagi.


"Anak Papa pengen makan berdua dengan Opa ya sayang?"


Digo menyetir tetapi satu tangannya mengusap lembut perut Aruna tentu saja Mungkin ini karena permintaan dari anak yang ada di dalam perut Aruna itu ingin makan berdua dengan opanya dan Digo pun tidak mempermasalahkan itu terlebih lagi tidak begitu jauh dan pastinya Aruna akan senang jika bisa berdua dengan papanya karena dari kecil Aruna memang sudah begitu dekat dengan Papah Adi.


"Iya papa, nggak papa kan Papa nggak aku ajak?."


"Nggak apa apa sayang lagi pula Papa juga harus meeting siang ini dan Maaf sekali Papa tidak bisa nemenin kamu mama dan juga opa."


Digo sama sekali tidak curiga mengenai makan siang ntar istrinya dengan Papah Adi itu di mana ia mengira itu adalah permintaan dari anaknya.


Hingga akhirnya mobil yang diajukan oleh Digo sudah sampai di depan perusahaannya, Digo turun terlebih dahulu kemudian membukakan pintu untuk istrinya dan tentu saja Papah Adi sudah standy menunggu di perusahaan karena memang Papah Adi tidak mau naik ke atas padahal sedari tadi asisten pribadi Digo sudah menawarkan Papah Adi untuk ke atas menunggu Digo dan Aruna tetapi Papah Adi menolaknya.


"Kenapa Papa tidak menunggu di atas saja kenapa di sini?"

__ADS_1


"Tidak apa-apa Di, papa males untuk naik turun dan juga tidak lama Papa juga baru saja sampai, kamu mau ikut makan siang bersama kami apa nggak?"


Tawar Papah Adi basa-basi meskipun beliau tahu jika itu tidak mungkin ikut makan siang karena sebentar lagi Digo meeting, tetapi daripada membuat Digo curiga lebih baik Papah Adi memberikan tawaran itu kepada Digo.


"Terima kasih Papa, lain kali saja... Digo sebentar lagi ada meeting dan titip istri Digo ya."


"Tentu saja nak, Papah akan menjaga istri dan cucu Papa dengan baik-baik, kamu meeting saja dan tidak perlu khawatir kami juga makan siang di cafe sebelah tidak jauh-jauh dari sini dan nanti papa pastikan jika selesai makan siang papa akan mengantarkan istri kamu ke sini lagi."


Digo menganggukan kepalanya setelah salaman kepada Papah Adi dan juga memberikan ciuman di kening Aruna laki-laki itu segera bergegas menuju ruangannya untuk mempersiapkan meeting yang akan berlangsung sebentar lagi.


Sementara Aruna dan Papa Adi langsung saja menuju ke cafe sebelah dengan jalan kaki yang memang kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh hanya beberapa langkah saja sudah sampai di sana.


Mereka berdua sudah sampai di cafe dan Papah Adi meminta Aruna untuk memesan makanan terlebih dahulu meskipun Papah Adi tahu jika Aruna sudah makan tadi siang sewaktu istirahat di kantin tetapi beliau tidak akan membiarkan Aruna dan calon cucunya itu kelaparan dan pastinya obrolan mereka nanti akan sangat panjang dan lebar lebih baik ngobrol sembari makan daripada tidak ada makanan sama sekali yang nantinya akan menunjukkan ketegangannya.


"Papa mau tanya tentang Firman?"


Aruna mendongakkan wajahnya ia tidak kaget dengan pertanyaan dari Papanya itu yang mana memang ia sudah menebak-nebak jika memang Firman itu mengenal Papahnya ataupun sebaliknya dan juga pertemuan kali ini memang Aruna sengaja untuk membahas tentang Firman.

__ADS_1


"Firman? maksud Papa Firman yang mana?"


Bukannya mencoba pura-pura tidak tahu tetapi Aruna mencoba untuk menjelaskan saja siapa itu Firman siapa tahu memang Firman di dunia ini banyak.


"Firman Nugraha, yang mempunyai perusahaan N group."


Aruna menganggukkan kepalanya ternyata apa yang di dalam pikirannya itu memang benar jika Firman yang baru ia kena beberapa hari ini adalah Firman yang sama dengan yang diceritakan Digo maupun yang dikenal oleh Papa Adi.


"Papa mau bertemu dengan aku hanya untuk membahas ini saja? kebetulan sekali aku juga sama kemarin pasti aku cerita banyak tentang teman barunya yaitu bernama Firman karena cerita dari Mas Digo itu sama dengan apa yang aku alami kemarin ya meskipun aku tidak begitu mengenal Kak Firman tetapi dengan ciri-cirinya aku yakin jika ini disebutkan oleh Mas Digo itu adalah Firman yang aku kenal. Papa juga mengenalnya?"


"Iya bukan mengenalnya lagi, Papa seringkali bekerja sama dengan perusahaannya bahkan kemarin bapak bertemu dengan Firman waktu meeting bersama dengan suamimu juga dan kamu tahu apa yang dia katakan sama papa?"


Aruna tentunya menggelengkan kepalanya yang sama sekali tidak tahu apa yang dikatakan oleh Firman kepada bapanya dan juga kebetulan sekali Aruna belum membaca pesan yang dikirimkan Firman semalam yang mengatakan jika Firman ingin berkunjung ke rumahnya sore ini bahkan Aruna tidak mengajak ponselnya jika ponselnya dalam keadaan mati.


"Firman ingin datang ke rumah nanti sore tentu saja ada maksud terselubung di sana, Papa takut jika Firman tertarik dan jatuh cinta sama kamu dan ingin melamarmu."


Aruna menutup mulutnya ia tidak tahu jika Firman sampai berbuat seperti itu pada setahunya ia hanya berkenalan dengan Firman saja tidak lebih dari itu, Aruna juga tidak menunjukkan sifat-sifat manja atau bagaimanapun di depannya.

__ADS_1


"Kenapa Papah tidak tolak saja kenapa bapak tidak bilang jika aku sudah menikah?"


"Bagaimana mungkin Papah bisa menolak dia datang katanya ingin bersilaturahmi dan ingin mengenal kamu lebih jauh,.sebenarnya Papa juga sudah ingin mengatakan tentang status kamu tetapi rupanya itu tidak baik karena  kemarin Firman menemui Papa di ruangan meeting dan tentu saja banyak orang di sana. Lagi pula itu urusan pribadi kamu dan juga Digo, Papah takut jika mengatakan itu semuanya nanti kamu yang salah paham."


__ADS_2