
"Ehem...."
Deheman dari Firman membuat Remon mau tidak mau segera melepaskan tangan Aruna meskipun sudah meminta untuk dilepaskan tetapi ini adalah kesempatan bagi remote untuk memegang tangan lembut Aruna.
Ya baru tangannya saja sudah membuat Remon bergetar bagaimana kalau Remon melihat tubuh indah Aruna apalagi kalau Remon sampai bermain dengan Aruna satu malam yang pastinya Remon akan kecanduan dengan Aruna.
Sialan anak itu sudah diperingatkan untuk tidak tertarik dengan Aruna tetapi kenapa malah tangannya memegang Aruna dan juga tubuhnya dan nempel-nempel dengan Aruna, aku tahu jika Remon tertarik dengan Aruna dan tidak akan aku biarkan itu.
Ada sedikit rasa panas di dalam hati Firman saat ini yang mana ia melihat Remon yang tertarik dengan Aruna, dan tentu saja Firman tidak akan membiarkan itu terjadi terlebih lagi ia tahu bagaimana orang yang Remon adalah laki-laki yang tidak baik-baik saja tidak pantas juga Remon mendapatkan Aruna.
"Bagaimana kabar kamu dek? Senang berjumpa kembali dengan kamu. Ya meskipun aku sudah lama ingin bertemu dengan kamu lagi tetapi sayang sekali pekerjaan yang membuat aku harus menundanya dan Maaf tentang satu minggu yang lalu aku berharap bisa berkunjung ke rumah kamu bersyukur rame kenyataannya Aku harus buru-buru pergi ke Jepang."
Ujar Firman yang saat ini sudah duduk di surga bersama dengan Aruna dan juga yang lainnya yang ikut duduk di sana.
"Kabar Aku baik Kak, kakak bisa melihat sendiri ... untuk masalah kemarin tidak apa-apa aku juga belakangan ini sibuk dengan tambahan pelajaran di sekolah."
Yang pastinya Aruna juga kaget mengapa tiba-tiba ada Firman di sini apa ada hubungan antara Remon dengan firman itu atau kebetulan sekali Firman dengan Remon yang bertemu di rumah sakit yang ingin menemuinya.
Dan juga Aruna berusaha untuk melupakan kejadian 1 minggu yang lalu dimana Firman ingin datang ke rumahnya, yang pasti ia khawatir ketika bertemu dengan Firman kali ini takut saja jika Firman membicarakan tentang hal yang tidak mau Aruna dengar.
"Loh kalian juga sudah saling kenal?"
Tanya papa Dion yang juga kaget mengapa putranya itu bisa mengenal baik dengan Aruna dan sepertinya memang sudah akrab.
"Bukan kenal lagi Om tetapi Bang Firman itu suka dengan Aruna."
Ucapan itu bukan keluar dari bibir Firman tetapi dari mulut receh Remon yang mana laki-laki itu malah tersenyum menyaksikan perubahan wajah dari Firman.
Sialan!! mengapa Remon yang mengatakan jatuh juga harga diriku karena disangka tidak berani mengungkapkan perasaanku kepada Aruna...
Oh jadi benar jika Kak Remon itu suka sama aku? aku bagaimana ini? Lagipula Digo kenapa tidak pulang pulang? kalau ada dia kan jadi aku bisa tambah dan pastinya semuanya akan teratasi dengan mudah.
Tentu saja di saat seperti ini Aruna menginginkan Digo cepat kembali padahal Aruna sendiri tahu jika Digo masih di sekolah dan pastinya masih ada waktu satu jam lagi untuk suaminya keluar dari sekolah itu dan langsung mengunjunginya.
"Benarkah? kenapa kamu tidak cerita sama papa kalau tahu begitu kan Papa langsung saja melamar Aruna untuk kamu."
Tentu saja di samping Firman, Papah Dion juga tersenyum dan berharap jika apa yang didengarnya itu memanglah benar.
Terlebih lagi perempuannya dicintai oleh Firman itu adalah perempuan yang baik-baik berasal dari keluarga yang baik-baik dan juga Papah Dion mengenal betul siapa keluarga Aruna itu.
Apalagi melihat ekspresi wajah putranya malu-malu menyerahkan jika itu memang suatu kebenaran. Dan tentu saja papa Dion bahagia karena Firman sudah lama menjomblo karena patah hati yang dirasakannya sama bertahun-tahun dan Baru kali ini menemukan seorang perempuan yang benar-benar bisa meluluhkan hati putranya itu.
Sementara Aruna tidak menanggapi, perempuan cantik itu malahan memandang ke arah Papah Adi di mana ia meminta pertolongan berikut penjelasannya jika tidak mungkin menerima lamaran dari Papahnya Firman itu.
"Papa jangan begitu, jangan membuat aku malu, lagi pula ini bukanlah waktu yang tepat."
Tidak dipungkiri Firman malu sekali meskipun sebenarnya ingat ia ingin cepat-cepat menghalalkan arona tetapi kondisi arunanya seperti ini membuat Firman mengurungkan niatnya sebentar.
"Oh iya kakak baru ingat, Aruna kan masih sakit sebaiknya kita bicarakan ini nanti setelah arena keluar dari rumah sakit saja dan kondisi Aruna benar-benar sudah pulih."
Aruna ada sedikit kelegaan tetapi tidak mungkin dirinya menyembunyikan statusnya dari keluarga Firman terlebih lagi sepertinya lampu hijau sudah diberikan oleh Papah nya Firman kalau Firman ingin melanjutkan kejenjang yang lebih serius.
"Maaf sekali lagi, aku terburu-buru ingin melamar Putri kamu dan tentu saja aku menunggu sampai Aruna benar benar pulih kesehatan nya."
Mungkin memang ia harus membicarakan ini bertiga dengan Firman dan juga supaya mereka tidak berharap banyak dari dirinya maupun Aruna yang mana memang Aruna sudah mempunyai suami tidak akan membicarakan tentang pernikahan karena dengan Digo tetapi setidaknya mengenai status Aruna yang merupakan tunangan dari Digo. Ya itu yang akan dikatakan oleh Papah Adi ketika nanti bertemu dengan Firman mau pun Papa Adi yang dilain kesempatan Papah Adi akan mengatakan jika Aruna sudah bertunangan dengan Digo.
"Kamu pasti kaget ya dek, kenapa aku bisa berada di sini bersama dengan Remon?"
Iya Firman mencoba sekedar basa-basi dulu dengan aroma ia tahu juga dirinya saat ini canggung menghadapi Aruna yang pastinya ia tidak mau nanti aroma berpikirnya tidak tidak dengan dirinya.
"Iya kenapa juga Kak Remon bisa bersama dengan Remon, apa kah Kak Firman tadi tidak sengaja bertemu dengan Remon?"
"Selain tidak sengaja, aku dan Remon itu adalah saudara sepupu.
"Oh...."
__ADS_1
Sepupu? kenapa wajah dan perilakunya sama sekali tidak mirip meskipun aku baru bertemu dengan Kak Firman, tetapi dia adalah laki-laki yang baik berbeda dengan Remon, dia adalah laki-laki yang menurut aku nggak banget.
Ya hanya itu tanggapan dari Aruna, selebihnya perempuan cantik itu tidak akan menanggapi panjang lebar lagi dan hanya membatin saja kenapa sikapnya benar-benar berubah antara Firman dengan Remon.
"Kamu tidak apa-apa kan dek, jika aku sepupuan sama dia?"
Ya kini Aruna, Firman dan juga Remon saling mengobrol sementara Papah Adi, Papah Diondl dan juga Papah Rocky juga mengobrol dan membicarakan masalah bisnis tentunya.
"Memang kenapa? nggak ada yang di permasalahkan kan Kak? Kalau Kak Firman adalah saudara sepupu dari Remon, lalu apa alasannya dan mengapa aku harus apa-apa atau gimana karena kakak saudaraan sama dia?"
"Ya bukannya begitu, aku takut sakitnya jika kamu ikut-ikutan tidak respek sama aku karena kelakuan Remon kemarin."
*****
Aruna saat ini tersenyum tetapi di dalam hati ia bingung bagaimana mengungkapkannya ingin sekali Aruna mengatakan jika dirinya sudah menikah atau mungkin mengatakan jika tidak kekurangan bukan untuk kamu dapat Bagaimana supaya Firman tidak lagi mengharapkannya.
"Ya nggak lah Kak, kamu sama Remon kan berbeda yang pastinya aku tidak mungkin menyamakan satu sama lain."
Ujar Aruna yang juga ia tidak mungkin membenci Firman yang Firman itu saudaranya Remon, Remon adalah penyebab ia tidak bisa merasakan tendangan dari calon anaknya itu dan yang membuat Aruna berada di rumah sakit selama beberapa hari di sini.
Firman tersenyum ia kemudian menatap wajah cantik karena benar-benar cantik dan mempesona meskipun dalam keadaan seperti ini tetapi aura kecantikan dari wajah Aruna masih saja terpancar yang membuat Firman tidak tahu untuk segera menikahi nya.
Sama halnya dengan Firman, Remon pun begitu dari tadi yang memperhatikan wajah cantik Aruna terlebih lagi ketika Aruna tersenyum sungguh tidak ada wanita yang Remon temui bisa secantik dan terpesona oleh arona dan pastinya setelah ini ia akan berusaha mendekati Aruna, meskipun di mata Aruna dirinya itu bukan laki-laki yang baik atau bagaimana tetapi Remon akan berusaha untuk membuat Aruna tertarik padanya.
Ketiganya masih ngobrol panjang dan lebar apa saja yang dibicarakan oleh Firman kepada Aruna, begitu juga dengan Remon yang mana Remon juga selalu menyerang ucapan dari kakaknya itu.
Sementara ketiga laki-laki paruh baya juga sama masih membicarakan bisnis sembari sesekali Papa Adi melirik ke arah Aruna tanpa Aruna sepertinya tidak nyaman dan menginginkan seseorang untuk datang ke sini Papah Adi juga melirik jam yang melekat di tangannya tetapi belum saatnya untuk Digo pulang, yang artinya tidak mungkin juga jika Papah Adi menghubungi Digo untuk segera ke rumah sakit.
"Eh kita kan satu angkatan ya Run, Bagaimana kalau kita belajar bareng aku nggak begitu paham dengan pelajaran yang membuatku kesulitan untuk menerimanya lagi pula kita kan mau ujian?"
Iya di dalam pikiran Remon, ia harus mencoba mencari cara supaya bisa dekat dengan Aruna dan cara seperti inilah yang mungkin bisa diterima dengan Aruna tidak secara langsung tetapi dengan melalui belajar setidaknya ia bisa mendengar jauh dengan alurnya mencari tahu bagaimana kelemahan dan kelebihan perempuan cantik itu.
"Kamu belajar sendiri, jangan ganggu Aruna lagi pula Aruna juga tidak mau belajar sama kamu Kamu juga lebih banyak keluyuran daripada belajarnya dan itu resiko kamu jika kamu kesulitan menghadapi pelajaran."
Belum lagi Aruna berucap tetapi Firman sudah menjawabnya ia tahu bagaimana kelakuan adik sepupunya itu dan Firman juga mempunyai firasat jika Remon akan merebut Aruna darinya sudah terlihat jelas dari gerak berirama dan juga tatapan mata tajam preman ke arah Aruna yang membuat Firman geram sendiri padahal tadi sudah diperingatkan untuk tidak jatuh cinta dengan Aruna tetapi malahan Remon seakan-akan melupakan itu dan kini menantangnya untuk bisa bersaing mendapatkan Aruna.
Tentu saja tidak mungkin jika ia belajar barang bersama Remon, selain ia tidak suka dengan kelakuan laki-laki itu yang jelas saja Aruna juga tidak pandai-pandai amat bahkan ia selama ini selalu belajar bersama Digo dan Digo yang mengajarinya.
"Jangan sama gue deh, gue nggak pinter gue aja masih banyak bimbingan. Mendingan lo cari teman lo yang pintar saja atau cari guru les privat supaya bisa mengajarkan lo pelajaran."
Tolak Aruna secara halus perempuan cantik itu tidak mau basa-basi lagi terlebih lagi Bagaimana mungkin jika dirinya belajar dengan Remon, ada Digo nantinya yang pastinya juga tidak suka dengan Remon bukan hanya Remon yang sudah menyebabkan semuanya kacau tetapi melihat gerak-gerik dari Remon, Aruna bisa yakin kalau suaminya itu setuju dengan apa yang dipikirkannya.
"Tapi gue maunya sama lo , Run... mau belajar sama lo, ya setidaknya kalau tidak belajar masalah pelajaran Kita bisa belajar yang lainnya belajar mencintaiku salah satunya..."
Anjirr!! Mulut gue hebat banget ya bisa modusin Aruna dan berharap jika Aruna klepek-klepek dengan apa yang diucapkan seperti perempuan-perempuan di luar sana...
Sialan nih anak berani mencuri start gue duluan padahal sudah aku peringatkan jangan macam-macam eh malah dia terang-terangan.
"Seperti nya nggak deh gue masih mau belajar nggak mau mikirin tentang itu.."
Aruna sudah kesal sendiri mungkin jika di sini hanya ada Firman dan orang tuanya, Aruna tidak apa-apa tetapi ditambah dengan Remon, laki-laki yang sok akrab itu membuatmu arona menjadi berangkat berantakan.
Ingin rasanya Aruna mengusir Remon dari dalam ruangan ini tetapi tentu saja ia tidak bisa ia juga tidak mau jika Papah Adi dinilai buruk oleh orang tuanya Remon karena tingkah lakunya yang melakukan saat ini adalah mencoba untuk menahan kesabarannya dan tidak meluapkan emosinya kepada Remon padahal Aruna ingin sekali mencakar wajah Remon dan merobek mulut remon yang sok manis itu.
"Mendingan lo diam aja deh, sudah tahu Aruna nggak mau masih saja lo pepet dan mulut lo itu kalau ngomong dijaga jangan asal ngucap!!"
"Kenapa Bang? cemburu? takut kalah saiangan sama gue Dan nantinya yang kalah Bang Firman ? Bagaimana kalau kita bersaing secara sehat saja, aku atau Abang yang nantinya akan mendapatkan Aruna."
Sepertinya ucapan mereka semakin ngawur saja dan membuat Aruna menghilangkan kepalanya pelan bingung menghadapi tingkah kakak beradik itu yang sama-sama gilanya.
"Diam!! kalau lo nggak diam gue lempar sekarang dari sini yang pastinya tuh badan lo akan hancur!!"
Ancam Firman lagi yang sepertinya ia juga sudah geram dengan ucapan Remon bisa-bisanya dia mengatakan seperti itu, padahal Remon sendiri belum menyatakan cintanya kepada Aruna.
"Sudah sudah jangan pada ribut. Sebaiknya kita pulang saja, Aruna masih butuh istirahat tidak kalian ganggu seperti itu kalian tidak lihat Bagaimana ekspresi wajah Aruna melihat kalian yang memperebutkannya?"
__ADS_1
Ujar Papa Rocky yang sedari tadi melihat dan melirik ke arah putranya bukan untuk apa-apa tetapi memastikan juga putrinya itu tidak berbuat macam-macam dan selalu mengontrol mulutnya agar tidak ceplas-ceplos dan bertindak semaunya.
Firman melihat jam yang melingkar di tangannya sebentar lagi ia akan ada meeting dengan pelayanan penting dan tentu saja sebenarnya beriman masih ingin berlama-lama dengan Aruna ingin mengungkapkan perasaan dengan Aruna meskipun waktunya tidak tepat tetapi tidak ada cara lain lagi apalagi Remon yang dengan terang-terangan menyatakan suka dan tertarik dengan Aruna.
******
Ketiga laki-laki paruh baya itu saling berjabat tangan dan juga berpamitan tentu saja masalah kecelakaan yang menimpa Aruna kemarin sudah selesai dan pastinya Papa Rocky akan terus memantau putranya itu meskipun dari jarak yang jauh begitu juga dengan papa Dion yang akan mengawasi keponakannya tidak mau kecolongan seperti kemarin.
Berbeda dengan Firman yang remot rupa-rupanya kedua laki-laki Tampan itu tidak mau beranjak dari ruang perawatan Aruna padahal jika Firman sebenarnya lagi akan ada meeting dan layanan penting begitu juga dengan Remon yang akan dikenalkan oleh paparagi kepada temannya berniat supaya Remon juga bisa memimpin perusahaan dengan belajar sedikit demi sedikit nantinya.
Karena Papah Rocky ingin mewariskan semua perusahaan nya itu untuk Remon, baik yang ada di Bandung maupun yang ada di Jakarta dan sekaligus melihat perkembangan perusahaan yang ada di sini dan tentu saja Papa Rocky sudah berpikir terlebih dahulu akan mewariskan semua kekayaannya kepada Remon dan pastinya Remon harus belajar dulu supaya bisa mengembangkan perusahaannya.
Ya jika Remon mau maka lulus sekolah nanti sembari kuliah Remon sudah menduduki jabatan di perusahaan yang dikelola oleh Papah Rocky tentu saja dengan bantuan dari Papa Dion itu kunci supaya Remon bisa berubah tidak menjadi nakal dan suka balapan liar.
"Kalian mau di sini terus atau bagaimana? apa nggak Kasian lihat Aruna? biarkan Aruna istirahat jangan kalian ganggu!!"
Papa Dion tahu jika putranya itu masih belum puas menjenguk Aruna tetapi apa boleh dikata lagi selain Firman memang ada meeting sebentar lagi Firman harus membiarkan Aruna beristirahat.
"Sebentar lagi Pah, Papah dan Om keluar saja dulu nanti aku menyusul."
Ya sepertinya memang Firman tidak bisa memendam perasaannya terhadap Aruna laki-laki itu harus mengatakan saat ini juga sebelum Aruna jatuh cinta dengan Remon.
Di tempat lain, bel panjang berbunyi itu menandakan jika pelajaran sekolah hari ini sudah selesai meskipun waktunya masih satu jam lagi tetapi karena ada pada dadakan guru-guru di sekolah maka semua murid dipulangkan.
Semuanya senang begitu juga Digo yang tampak berseri ia dari tadi sudah mondar-mandir dan juga tidak tenang serta tidak konsentrasi dalam pelajaran pikirannya tertuju kepada Aruna.
Bukan karena memikirkan Aruna yang tidak tidak atau bagaimana tetapi rasanya ada yang aneh perasaannya ada yang mengganjal dan pikirannya juga entahlah yang ada saat ini ia segera membereskan buku-bukunya dan segera bergegas ke rumah sakit.
Udah begitu, jarak sekolahnya dengan Rumah Sakit yang tidak begitu jauh dan Digo pastinya dalam waktu kurang dari tiga puluh menit sudah sampai di rumah sakit.
"Gue cabut dulu ya Perasaan gue nggak enak!!"
"Oke hati-hati kemungkinan nanti sore atau enggak nanti malam gue ke sana jengukin Aruna!!"
Ujar Dito yang dijawab anggukan kepala dari Digo, untuk saat ini Digo memang membutuhkan sahabat-sahabatnya dan juga sahabat Aruna untuk menemani Aruna tidak seperti kemarin yang tidak mengizinkan orang lain untuk menjenguk Aruna yang nyatanya memang kejadiannya itu berbeda saat ini yang Aruna butuhkan adalah semangat dari dirinya keluarga maupun teman-temannya yang bisa membuat Aruna bangkit kembali dan juga tersenyum.
"Hati-hati jangan ngebut!!"
Teriak Dito lagi yang juga mendapat acuan jempol dari Digo, laki-laki itu bergegas untuk masuk ke mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sudah tidak sabar untuk melihat keadaan Aruna diriku sendiri juga tidak membelikan apa-apa untuk Aruna, ia hanya berpikir nanti saja setelah sampai di rumah sakit dan bertemu dengan Aruna serta melihat kondisi Aruna maka Digo akan meminta orang yang berjaga di depan pintu ruangan Aruna untuk membelikan sesuatu tentunya yang Aruna inginkan.
Iya setelah menempuh jarak kurang lebih dari dua puluh menit sudah sampai di parkiran rumah sakit, laki-laki itu dengan segera keluar dari mobil dan bergegas untuk menuju ke ruangan Aruna.
Sementara Firman, laki-laki itu terus melirik ke jam yang melingkar di tangannya dan juga beberapa pesan masuk dari asistennya yang mengabarkan jika Firman harus siap-siap untuk meeting sebentar lagi yang pastinya Firman sendiri harus meninggalkan Aruna di sini mungkin nanti sore atau nanti malam Firman akan datang lagi untuk menjenguk Aruna.
"Maaf Dek, aku harus pulang karena sebentar lagi ada meeting."
"Iya nggak papa Kak dan terima kasih atas kunjungannya."
"Tapi aku masih ingin berada di sini karena ada sesuatu yang ingin aku ungkapkan sama kamu."
Aruna tahu kalau Firman ingin menyatakan cinta kepadanya ingin rasanya menolak supaya Firman tidak mengatakan itu tetapi sayang sekali apa Aruna mempunyai hak jatuh cinta itu adalah hak setiap orang dan mencintai siapa saja larangan tetapi yang jelas Aruna saat ini tidak bisa dan tidak boleh mencintai laki-laki lain selain suaminya.
Firman berdiri kemudian Aruna juga ikut berdiri, tujuan Aruna berdiri itu untuk mengantarkan Firman dan kedua laki-laki paruh baya itu keluar dari ruangannya bukan untuk macam-macam.
"Dek, aku sayang kamu dan aku cinta sama kamu."
Ya akhirnya kalimat itu keluar juga dari bibir Firman meskipun Firman mati-matian menahan perasaan ini tetapi ia tidak mau juga sampai keduluan dari Remon Remon saja yang secara tidak langsung tadi sudah menyatakan jika Remon tertarik dengan Aruna tetapi mengapa Firman yang benar-benar tidak dibuat main-main perasaan ini harus menanya dulu itu rasanya tidak adil dan juga nanti Aruna berpikir jika Jerman adalah laki-laki yang pengecut.
Aruna hanya diam, ia tidak tahu harus menjawab apa, bukan karena ia tidak mau mengakui statusnya sudah menjadi istri ataupun tunangan dari Diego tetapi pasalnya ia masih menunggu kedatangan suaminya takut saja jika nanti Firman atau yang tidak percaya kalau dirinya sudah ada yang punya.
"Bagaimana dek,. apakah kamu juga mempunyai perasaan yang sama atau bagaimana kalau aku langsung melamar kamu dan kita langsung saja menikah aku yakin cinta itu akan tumbuh di hati kamu untuk aku dan aku berjanji untuk selalu menyayangi dan mencintai kamu dan akan membuat kamu jatuh cinta padaku. Jujur saja perasaanku kepada kamu begitu dalam dan aku tidak ingin kehilangan kamu apalagi sampai kamu menolak aku ya, pokoknya tidak ada penolakan dari kamu ya setelah kamu sembuh aku akan segera menikah di kamu tentunya kita akan belajar bersama-sama saling memahami. Bagaimana?"
Sepertinya memang Firman kalau sudah jatuh cinta bucinnya Bukan main, laki-laki itu bahkan berucap panjang dan lebar dan juga mengatakan tidak mau ada penolakan dari Aruna, apakah ini? apakah Mungkin perasaan Aruna bisa dibalik seperti itu padahal Firman sendiri tidak tahu bagaimana perasaan Aruna yang malahan langsung saja mengatakan dan meminta Aruna untuk menjadi istrinya.
__ADS_1
Sedangkan Diego, laki-laki itu sudah berada di depan ruangan arona tentu saja melihat di depan tidak ada petugas yang menjaga Aruna, Digo semakin panik apakah istrinya ada di dalam atau tidak.