My Crazy Husband

My Crazy Husband
Firasat


__ADS_3

"Shittt... Gue nabrak orang!!"


Remon bukannya tidak tahu jika tadi dirinya menabrak orang bahkan perempuan yang ditabrak itu sampai berguling-guling di tengah jalan tetapi ia sendiri pengecut dan tidak mau bertanggung jawab ya sepertinya Remon takut untuk masuk ke dalam penjara karena sudah menabrak seseorang.


Ya kecelakaan yang menimpa Aruna adalah murni kecelakaan tidak ada unsur kenyang sengajaan atau bagaimanapun juga ataupun dendam dari saingan bisnis Digo maupun musuh bebuyutan dari Aruna sendiri yang mana Remon dari tadi memang melajukan motornya dengan kecepatan tinggi hingga sampai di depan sekolahan Aruna laki-laki itu sedikit oleng saat teleponnya berdiri tentu saja Remon gelagapan dan ingin meraih ponselnya alhasil yang tidak fokus malah menabrak Aruna yang saat itu menyeberang jalan.


Remon memang laki-laki pengecut, setelah menabrak Aruna ia langsung saja kabur padahal dirinya sama sekali tidak terjatuh tetapi sayang korban yang ditabraknya suhu dan berada di tengah jalan dan Remon sendiri tidak tahu bagaimana nasibnya perempuan yang sudah ditabraknya itu.


Dan Remon terus saja melajukan motornya dengan kecepatan tinggi takut saja jika ia nanti dimangsa orang-orang di sana apalagi sampai diikuti oleh sekumpulan siswa yang masih ada di depan sekolah Aruna.


Cittt....


Remon menghentikan motor yang tepat di depan sebuah kafe di mana ia sudah janjian dengan perempuan yang membuat dirinya harus buru-buru untuk melajukan motornya.


"Lama banget? gue kan sudah nungguin lo dari tadi,.jadi nggak sih lo mau ngajakin gue ke mall kalau nggak jadi ya udah gue pergi dengan yang lain saja."


"Naik, jangan banyak omong, gue lagi ada masalah."


Dengan cepat Remon menarik tubuh Vika untuk segera naik ke atas motornya laki-laki itu segera melajukan motornya dengan kecepatan tinggi sebelum ada yang mengetahui jika dirinya sudah menabrak perempuan di depan sekolah yang pastinya saat ini Remon ketakutan ia tidak mau sampai keluarganya tahu apalagi keluarga dari omnya yang nyatanya memang Kakak sepupunya itu bener-bener kejam dan benar-benar mendidik Remon dengan baik meskipun Remon sendiri belum berubah baik selamat tinggal bersama dengan keluarga omnya itu.

__ADS_1


"Lo kenapa? kenapa naik motor kayak kesetanan gini? sudah telat narik-narik tangan aku segala emangnya nggak sakit emangnya nggak bosen nungguin kamu lama?"


Dari tadi tidak tahu alasan mengapa Remon sampai telat menjemputnya dan juga mengapa Remon mengatakan seperti itu hingga membuat Vika mengeratkan pelukannya karena takut terjatuhnya memang tancap gas begitu saja dan apa-apa sama sekali..


"Nanti gue ceritain."


Keduanya saat ini sudah sampai di mall di mana Remon yang masih khawatir jika dirinya dikenali oleh salah satu orang yang berada di sekolahan Aruna yang pastinya Remon memilih tempat yang nyaman dan tidak ada seorangpun yang tahu.


"Kenapa kita makan di tempat sepi seperti ini dan kenapa juga kamu gelisah dan selalu melihat ke belakang? Ada apa sebenarnya?"


Tanya Vika penasarannya dari tadi melihat gelagat Remon yang sangat aneh sekali dan terus melihat ke belakang padahal di belakang tidak ada siapa-siapa palingan juga pengunjung mall sama sedang ingin makan siang di sini.


"Gue habis nabrak orang!!"


"Gue nggak tahu setelah gue tabrak gue langsung buru-buru nemuin lo gue juga nggak berani turun apalagi melihat keadaannya ya kali kunyarahin diri nanti gue dipenjara bisa-bisa habis gue dimarahin sama Om dan juga orang tua gue maka dari itu gue minta lo cepat-cepat untuk naik dan saat ini gue benar-benar khawatir takut saja jika ada orang yang mengenali gue tadi dan ngikutin gue sampai sini."


"Kenapa juga lo nggak pastiin dulu bagaimana korban yang lo tabrak bisa-bisa korban itu mati dan gentayangan lalu nyariin lo ke sini?amit-amit deh gue jalan sama orang yang selalu dikentayangin sama hantu!!"


"Anjir!! gak kali .. gue tadi lihat dia masih gerak-gerak kok, jangan nakut-nakutin gue .. cepat makan habis itu kita ke hotel gue nggak mau lama-lama berada di sini!!"

__ADS_1


"Astaga lo gila! bisa-bisanya lo yang lebih salah malah ngajak gue ngamar."


"Banyak omong loh !! gue udah tepatin apa yang lo inginkan dan saatnya lo juga lakuin apa yang gue mau."


Remon benar-benar khawatir saat ini di mana ia tidak tahu bagaimana nanti akhirnya jika ia harus masuk penjara tentu saja ia tidak mau berakhir dalam penjara karena kesalahannya yaitu murni adalah kesalahannya padahal perempuan yang ditabraknya tadi sudah berhati-hati tetapi karena Remon yang oleng dari membuat dirinya tidak bisa konsentrasi dan langsung menabrak saja tubuh Aruna.


****


Setelah seminggu lebih berlalu, jujur Firman bisa bernafas dengan lega karena ia mendapatkan berita dari asisten pribadinya jika masalah yang ada di perusahaannya di sini sudah cepat teratasi dan firman bisa pulang ke Indonesia saat ini juga.


Lega, akhirnya ditunggu-tunggu akan tercapai juga Firman bergegas untuk merapikan semuanya dan langsung saja memerintahkan asisten pribadinya untuk menyewa mempersiapkan pesawat pribadi, dan Firman tidak ingin berlama-lama berada di sini karena ia harus menjalankan misinya bertemu dengan Aruna mungkin saja pertemuan Aruna bukan malam ini walaupun besok tetap tidak masalah yang penting ia akan mempersiapkannya dan sudah kembali ke Indonesia.


Sembari menunggu asisten pribadinya menyiapkan semuanya Firman mengambil pasalnya ia yang sudah 1 minggu lebih tidak mendengar kabar Aruna karena memang sengaja Firman lakukan supaya pekerjaan lebih cepat selesai akhirnya ia berniat ingin menghubungi Aruna ingin mendengar suara aroma yang sudah membuatnya rindu.


Tetapi sayang sekali baru saja Firman memencet nomor Aruna terdengar suara operator yang menyahutnya itu berarti ponsel karena tidak aktif Firman juga mengirimkan pesan kepada perempuan cantik itu dan mengabarkan jika dirinya malam ini sudah kembali ke Indonesia dan kemungkinan besar besok akan berkunjung ke rumahnya tetapi juga sayang sekali ponsel arena masih centang satu dan itu berarti memang ponsel amanah benar-benar tidak aktif.


"Kenapa? kok tumben-tumbenan ponsel Aruna tidak aktif?"


Tentu saja ia berpikir mengapa kita tidak akan memaksanya padahal ini sudah jam pulang sekolah dan juga sedikit raksasa menyelimuti di dalam pikiran Firman saat ini.

__ADS_1


Sepertinya firasat Firman tidak enak mengapa terjadi rasanya sakit seperti ini. Apa yang terjadi atau jangan-jangan terjadi sesuatu dengan Aruna.


Ya meskipun Aruna tidak mencintainya dan tidak ada ikatan sama sekali antara dirinya dengan Aruna tetapi Firman merasa kalau sudah terjadi sesuatu dengan aroma bahkan ia segera meminta kepada asisten pribadinya itu untuk mengecek keberadaan Aruna di sana tentu saja Firman sudah menyewa beberapa orang untuk memberikan informasi tentang Aruna yang benar-benar hati Firman saat ini mendadak gelisah.


__ADS_2