My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Menghilang


__ADS_3

Sebelas hari telah berlalu,


Dimana sebelas hari yang lalu Haara pergi meninggalkan penthouse dan sebelas hari ini Haara menghilang entah kemana.


Tak ada kabar tentang dimana keberadaan gadis itu berada,


Gadis itu sungguh meninggalkan pria itu sendiri dalam sebuah penyesalan.


pria itu mendapat saksi mata dimana gadis itu naik kedalam sebuah mobil


bukan lah taksi atau semacamnya, bahkan orang yang membawa Haara itu berpakaian serba hitam dan juga topi, membuat orang orang tak bisa menggambarkan wajah pria itu.


Kedua orang tuanya , kedua mertuanya, Anna, Ammar hingga keluarga besarnya sudah mengetahui jika AtHaara menghilang akibat pertengkaran hebat mereka.


Hal itu benar benar sangat meresahkan mereka dan memendam kekecewaan yang sangat mendalam karena kebodohan dan kenaifan Yoan sendiri.


Juan Martin sangat marah sudah mengetahui anak nya yang telah di khianati oleh Yoan, bahkan Juan tak ingin bicara pada Yoan, menerima kedatangannya pun nggan.


Juan mengancam jika Yoan tak bisa menemukan AtHaara, Juan akan memberi pelajaran yang tak akan pernah terlupakan untuk Yoan, tak perduli jika Yoan adalah anak dari sahabatnya sendiri, baginya anaknya tentu lebih berarti dan berharga daripada sebuah persahabatan.


Begitu juga dengan Lucy yang mendiami Yoan saat Yoan datang kerumah, Lucy benar benar kecewa dan kasihan dengan anaknya yang sekarang entah dimana dan bagaimana keadaannya.


Lalu bagaimana dengan Tao Ming dan Stephannie? Stephannie pun tentu sangat marah pada Yoan membuat sang ibu itu tak menyangka jika Yoan mengkhianati Haara hanya karena cinta masa lalu yang masih ia simpan dan di pelihara hingga sekarang.


Tao Ming yang merasa dipermalukan pun main tangan kepada anaknya karena telah melakukan hal yang sangat memalukan keluarganya.


Ia akan menerima kekerasan yang Tao Ming berikan padanya, karena ia berfikir jika dirinya sangat pantas mendapatkannya.


Yoan menyadari satu hal jika ini adalah kedua kalinya hal sangat menyakitkan dialami olehnya, pertama mengenai kepergian Irene untuk selama lamanya dan yang kedua mengenai Haara yang meninggalkan dirinya karena kenaifannya.


Alka dan Riza juga turut mencari keberadaan Haara tanpa membocorkan hal kehilangan Haara pada teman teman sekolahnya,


Hal lebih mengejutkan, jika ada surat yang dikirim ke sekolah, jika gadis itu akan mengambil cuti sekolah, namun tak tertulis, kapan, tanggal berapa gadis itu akan kembali ke sekolah.


Panggilan demi panggilan yang tanpa membawa hasil pun terus Yoan lakukan, ponsel gadis itu tidak aktif, itu membuat rasa bersalahnya semakin besar sekali.


"Kamu dimana AtHaara~ bahkan aku sudah mencarimu kemana mana, namun aku tak menemukanmu ada mendapatkan pentunjuk apapun~ kau benar benar menyiksa diriku~" seru Yoan memijat pelipisnya


"Tolong kembalilah~ aku tak ingin papamu mengambil tindakan antara hubungan kita AtHaara~" frustasi Yoan


Yoan berfikir keras tentang siapa orang yang menculik AtHaara itu, ia mencurigai satu nama, 'Bastian'.


Ia merutuki kebodohannya, seharusnya dirinya menyimpan nomor pria itu dan melacak keberadaannya


Namun saat ia mencari keberadaan pria itu, hasilnya nihil, dan sangat sulit mencari identitas pria itu.


Suara pintu ruangannya terbuka, menampakkan Ammar yang membawa makan siang untuk sahabatnya itu


"Makanlah dulu, kau harus mengisi energimu, sehabis itu aku akan obati luka di sudut bibirmu" seru Ammar prihatin


Yoan merasa nyeri pada bagian sudut bibirnya, ya~ ia dapat kan luka itu hasil dari tao Ming papanya yang menampar wajahnya dengan tenaga penuh emosi.


"Aku tidak nafsu" sahut Yoan melamun


"Yoan, bahkan kau belum sarapan, makanlah dulu"


"Bagaimana aku bisa makan jika diriku terus memikirkan keberadaan AtHaara, Ammar!" emosi Yoan


Ammar menatap Yoan datar


"Apa kau merasa bersalah sekarang?" tanya Ammar


Yoan menarik rambutnya sendiri sambil mencaci maki dirinya dalam hati.


"Aku sungguh kecewa padamu Yoan, aku benar benar tak menyangka jika kau akan melakukan hal itu dengan Rynne, adik Irene. apa kau berniat menjadikan Rynne sebagai pengganti AtHaara istrimu? setelah kau berhasil membuat Rynne mencintaimu. kau akan menceraikan AtHaara??!" tanya Ammar emosi


"Tidak seperti itu Ammar~! dengarkan penjelasanku dan percayalah padaku!" sahut Yoan frustasi


"Lalu bagaimana? Bisa kau jelaskan?" tanya Ammar menatap Yoan sinis


"Saat itu Rynne menelfonku untuk mengajakku bertemu, ada hal penting yang harus ia sampaikan katanya, jadi aku menyuruhnya datang ke kantorku, setelah itu dia mengatakan hal penting apa yang ia maksud, aku tak menyangka jika hal penting itu ternyata adalah sebuah pernyataan cintanya padaku~" jelas Yoan frustasi


"Lalu? Kau menerima cintanya dan menciumnya?" tanya Ammar


"Tidak Ammar! Aku tidak menciumnya!" tolak keras Yoan


Ammar yang mendengarnya mengerutkan keningnya bingung


"aku tak menyangka jika Rynne berniat ingin memberiku sebuah ciuman, tapi perlu kau ketahui, aku menolak ciuman itu dengan menutup bibirku sendiri Ammar~ " jelas Yoan sangat frustasi


"Bahkan Rynne pasti tahu jika kau sudah menikah bukan??" tanya Ammar heran


Yoan terdiam sejenak


"Ia tak tahu jika aku sudah menikah" sahut Yoan pelan


Ammar terkejut, ia mengusap wajahnya gusar, ia benar benar menahan emosinya saat ini

__ADS_1


"Sungguh! Sungguh aku jngin menghajarmu Yoan! Kau .. Kenapa kau sangat kejam pada AtHaara Yoan!! Kenapa kau menyembunyikan status mu yang sudah menikah dari Rynne?!" sulut emosi Ammar


Yoan tak menjawab, ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya


"Apa kau berniat akan menjadikan Rynne istri keduamu Yoan! Maka dari itu kau mengejar AtHaara yang memergokimu! Atau kau berniat akan menceraikannya setelah .."


"Niatku bukan untuk itu Ammar! aku tak berniat untuk menjadikan Rynne istri kedua ku ataupun mengkhianati AtHaara istriku sendiri!" sahut Yoan membentak ia menutup wajahnya menahan emosi


"Lalu jika Haara telah ditemukan atau kembali dengan sendirinya, apa yang ingin kau lakukan padanya?" tanya Ammar menuntut


Yoan terdiam sejenak


"Aku .. Ingin membuatnya percaya padaku jika itu semua hanya salah paham, dan aku ingin ia kembali ke sisiku" sahut Yoan menunduk


"Jika ia tak ingin berada disisimu lagi bagaimana?"


Yoan menatap Ammar terkejut lalu ia kembali menunduk,


"Walau ia membenciku, aku tak akan melepaskan dirinya" sahut Yoan dengan tatapan kosong


"Apa kau baru merasa kehadiran Haara sekarang itu penting bagi hidupmu? Kemana saja kau selama ini??" tanya Ammar frustasi


Yoan tak menjawab


"Apa kau akan mencintainya Yoan? Dan melupakan Irene dan menjauh dari Rynne?" tanya Ammar.


●•●•●•●•●


• • •


• •



Tirai berwarna putih transparan tertiup angin dari jendela yang terbuka di kamar nya


Tatapan yang tak pernah bosan untuk ia pancarkan terus ke arah tirai itu


Kamar yang gelap dengan diri yang berbaring menghadap ke jendela, tak ada niat sedikit pun untuk bangkit dan meninggalkan kasur itu.


Suara decitan pintu terdengar, namun dirinya nggan berniat menatap seseorang yang masuk itu


Kasur bergerak sedikit, seseorang itu duduk dihadapannya


"AtHaara, makan dulu yuk? Kau harus makan ya? Lihat! Aku bawa makanan yang kau sukai, makanan yang pedas~!" seru pria itu tersenyum


Pria itu mengusap air mata AtHaara dengan lembut


"Makan dulu yuk? mm~ bagaimana habis ini kita pergi ke pantai?"


Haara menatap pria itu dengan wajah sedikit bersemangat


"Pantai??" tanya Haara


"Iya pantai, hahh~ sebelum kita kembali ke kota, kita akan jalan jalan ke pantai terlebih dahulu, oke??" senyum pria itu semangat


Haara mengangguk semangat


Pria itu tersenyum senang saat dirinya berhasil membuat gadis itu bersemangat


"Ya sudah yuk, kita ke ruang tengah" ajak pria itu tersenyum.


• • •


Pria itu menatap AtHaara yang memakan hot spicy chicken yang dirinya beli dengan lahap, pria itu tersenyum senang.


"Wahh! Kau suka sekali makan makanan pedas, bahkan aku benci sekali makan makanan pedas~"


"Enak lho, kau mau coba?" tanya Haara menyodorkan chickennya kepada pria itu


"Tidak tidak tidak, itu pedas, aku tidak suka makan makanan pedas" sahut pria itu


"Payah kamu" kekeh Haara


Pria itu ikut terkekeh


"Mama dan papamu sudah mengetahui jika kau bersama denganku, aku sudah memberitahu mereka"


Haara terkejut mendengarnya


"Apa?? Sejak kapan??"


"Sejak awal kau menghilang, aku tak ingin membuat mereka khawatir" sahut nya


Haara tersenyum senang saat dirinya merasa lebih tenang sekarang karena kedua orang tuanya tahu jika dirinya bersama pria itu


"Terima kasih banyak ya~ aku benar benar beruntung sekali mengenalmu~" senyum Haara

__ADS_1


Pria itu mengangguk dan tersenyum


"Mm tapi .. setelah melihat pemandangan pantai, apa kau bisa mengantarku?" tanya Haara


"Antar? Kemana?".


●•●•●•●•●


Haara tersenyum sumrigah saat melihat pemandangan pantai sangatlah indah


Haara melangkahkan kaki nya meloncati bebatuan disana


Pria terlihat sangat senang melihat gadis itu tersenyum lebar


Pria itu mangambil ponselnya di dalam saku jaketnya


"AtHaara"


Cekrek!


Haara terkejut saat pria itu yang tiba tiba memfotonya


"Heey~ kenapa kau memfotoku!~"


"Aku akan mengirim foto ini kepada kedua orang tuamu, aku hanya ingin mereka tahu kau baik baik saja dan terlihat senang" sahut pria itu menatap layar ponselnya


"Coba ku lihat, wajahku apa terlihat aneh?" tanya Haara melihat ke layar ponselnya


Haara tersenyum melihat fotonya yang terlihat tersenyum senang


"Aku tak tahu jika aku tak mengenalmu, bagaimanakah aku sekarang?" senyum Haara terharu


"Beruntungnya kau mengenalku, iyakan?" seru pria itu


"Iya iya, aku beruntung sekali" sahut Haara ikut terkekeh


Seketika pria itu dan Haara menatap langit, tiba tiba saja gerimis, hal itu membuat Haara dan pria itu kembali ke mobil dimana pria itu memparkirkan mobilnya.


• • •


Haara melihat ke luar jendela, hujan yang tak begitu lebat, itu membuatnya sedikit kecewa karena tak bisa menikmati pantai seindah itu dengan sedikit lama


"Bajumu basah, lebih baik kita cari toilet umum untukmu berganti baju, nanti kau masuk angin~" seru pria itu melirik Haara di sebelahnya khawatir


"Bajumu juga basah lho~" kekeh Haara


"Aku mengenakan jaket, bukan baju" kekeh pria itu


"ahaha iya juga" kekeh Haara


"mm AtHaara?" panggil pria itu dengan anda ragu


"Ya?"


"Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu" seru pria itu ragu


"Hm? Apa itu?" anya Haara bingung menatap pria itu


Haara menatap pria itu bingung karena pria itu tak kunjung bicara


"Ah iya, kamu mau minta antar kemana??" tanya pria itu mangalihkan pembicaraan


Haara yang mendengarnya tersenyum tipis.


...•...


...•...


...♥Bersambung♥...


...•...


...❗❕❕❗...


...Terima kasih sudah membaca part ini kakak Readers dan kakak Author yang hebat hebat!❤...


...Jangan lupa untuk di...


...Like👍...


...Vote🎟...


...Tambah ke Favorite❤...


...Rate ⭐⭐⭐⭐⭐...


...Dan komentar yang selalu ku nantikan💭♥...

__ADS_1


__ADS_2