
"Nenek, nenek meninggal Za~" seru Yifan terisak.
Sontak Rizal, Alka, Haara, dan Riza terkejut.
Haara menutup mulutnya, tubuh Haara lemas seketika, Haara diliputi ketidak percayaan, air matanya pun tanpa sadar membasahi pipinya.
Terdengar suara telfon membuat Haara fokus pada Yifan yang masih memeluk Riza terisak.
"Yifan! Angkat telfonmu!" seru Haara tak sabaran karena tak ada pergerakan dari pria itu. untuk berniat mengangkat telfonnya
"Ambil saja Ra di saku jas nya coba," seru Riza,
Haara pun langsung mangambil ponsel itu di jas sekolah pria itu.
"Hallo, Yuu?? Ini aku Haara." seru Haara mengangkat telfon.
Alka dan Rizal pun turut sedih,
Riza mengusap-usap punggung pria itu yang tak dapat membendung rasa sedihnya,
"Aku turut sedih mendengarnya Yifan, aku tak akan menyuruhmu berhenti menangis, maka menangislah." seru Riza berbisik.
Yifan yang mendnegarnya memeluk Riza makin erat.
"Yifan! Kita harus urus penerbangan ke Jepang sekarang, ayo!" seru Haara,
"Haara benar, cepatlah mengurus penerbanganmu dengan Haara ke Jepang ya?" seru Riza melepaskan pelukan Yifan dan mengusap air mata pria itu sendu.
"Aku akan ke Jepang, jaga dirimu baik baik ya? aku akan mengabarimu jika aku sudah merasa sudah baik-baik saja." seru Yifan mengusap rambut Riza dan menatap Riza sendu.
Riza mengangguk dan tersenyum sendu.
"Aku pamit duluan ya semua, selamat hari libur! sampai jumpa lagi nanti!" seru Haara.
"Iya Haara hati-hati ya," seru Alka memeluk Haara sekilas,
"Hati-hati, aku titip Yifan ya?" seru Riza memeluk Haara sekilas,
"Iya Riza, sampai jumpa juga Rizal, ayo Yifan." seru Haara sedikit panik.
Yifan pun menarik tangan Haara keluar dari kelas.
"Pasti dia sangat sedih sekali dan sangat terpukul, ia selalu bilang ingin ulangan ini cepat-cepat selesai dan ia ingin pergi ke Jepang segera untuk menemui neneknya. namun saat ulangan selesai, ia mendapatkan berita duka." seru Riza menangis memeluk Alka.
Alka mengusap pundak sahabatnya.
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
◈Tokyo, Jepang◈
Haara dan Yifan turun dari taksi setelah mereka tiba.
Rasa letih tak menganggu mereka untuk terus lari masuk ke dalam, lorong demi lorong akhirnya mereka tiba.
hati Yifan seakan mencelos saat melihat pemandangan di depannya,
dirinya terlambat.
Mereka terlambat karena sang nenek sudah di kremasi atau pengabuan.
• • •
Haara dan Yifan menatap kosong ke sebuah foto sang nenek.
Yifan jatuh lemas, Haara pun berlutut dengan menumpukan kedua lututnya di lantai.
"Kita beri penghormatan terakhir untuk nenek ya?" seru Haara menatap Yifan,
Pria itu mengangguk.
Haara dan Yifan memberi penghormatan terakhir pada sang nenek, Haara mengusap pundak pria itu yang menangis.
"Yifan, kamu sabar ya, tak apa menangislah~" seru Haara sedih.
Yifan menyandarkan kepalanya dipundak Haara, nafas pria itu tersegal-segal.
"Nenek sudah tiada, Haara. aku sangat menyesal karena datang disaat nenek sudah tiada, Haara. aku tidak sempat melihatnya hidup diterakhir kalinya~ aku menyesal sekali, AtHaara~" seru Yifan terisak.
"Iya aku paham, aku paham sekali Yifan, tapi nenek disana sudah bahagia, karena apa? Nenek sudah tidak sakit lagi, penyakit nenek sudah sembuh di sana." seru Haara mencoba menenangkan.
"Bahkan aku ingin memeluknya untuk terakhir kalinya, aku sangat merindukannya~" seru Yifan memeluk Haara,
Haara membalas pelukan pria itu, ia menepuk-nepuk pundak pria itu lembut.
Air mata Haara menetes saat menatap foto sang nenek, pertemuan mereka memang baru satu kali, tapi Haara merasa jika dirinya dengan nenek sangat lah dekat,
__ADS_1
...'Yoan sekarang memilikimu, meski pernikahan kalian terjadi karena perjodohan, nenek berharap kalian bisa mencintai, nenek ingin melihat Yoan yang dulu, Yoan yang selalu ceria.'...
Deg!
Seketika ucapan itu terlintas di benaknya.
...'Nenek sangat sedih saat melihat keadaan Yoan yang ditemukan selama satu tahun menghilang, senyumnya yang ceria menghilang, semua telah di gantikkan oleh raut kesedihan dan ketakutan, itu membuat hati nenek sangat sakit.'...
...'Cukup lama Yoan menderita, jadi nenek ingin kamu bisa membuat nya senang dan bahagia, nenek akan senang melihat kalian bahagia, jadi nenek mohon lambat laun waktu berjalan tolong cintai Yoan dan buat ia mencintaimu.'...
Ingatan itu terngiang, ucapan bibi Roselie yang menerjemahkan pesan nenek pada dirinya
'Bahkan aku sudah berjanji pada nenek jika aku akan mencintai dan membuat Yoan bahagia, tapi aku telah melukai perasaannya dan juga rasa cintaku pada Yoan telah menghilang tanpa ku sadari.' batin Haara sambil menangis
'Maafkan aku nenek~' batin Haara merasa bersalah.
●•●•●•●•●
Kini mereka telah duduk ditempat lain,
Haara meminum air botolnya hingga habis setengah, ia benar-benar sangat haus karena menangis.
Haara melirik Yifan yang bersandar dipundaknya,
Pria itu hanya bisa bersandar di pundaknya, Haara tak mempermasalahkannya, karena Haara merasa jika tempat bersandarnya disini hanya dirinya saja.
Ia mengambil air botol baru dan menyodorkan pada Yifan,
"Minumlah, pasti kau haus." seru Haara lembut.
Yifan melirik Haara sebentar, pria itu mengangguk,
Yifan menuduki dirinya tegak sambil mengambil air botol ditangan Haara dan meminumnya.
"Kau datang?"
Haara mendongakkan kepalanya,
"Yuu? Hmm, tentu aku datang." sahut Haara pelan.
Yuu menduduki dirinya disebelah Haara,
Srett!
Yuu menyandarkan kepalanya dipundak Haara, Haara menghela nafasnya pelan.
"Pasti sangat menyesakkan sekali dihatimu, tapi semua sudah takdir, takdir ingin nenek keluar dari penderitaan sakitnya di dunia, nenek akan lebih bahagia di sana, kau boleh sedih, tapi jangan terlalu larut ya, nenek pasti akan sedih." seru Haara menatap Yuu dipundaknya,
"Sangat menyesakkan sekali, aku tak akan bertemu nenek selamanya AtHaara~" seru Yuu dengan tatapan kosong,
Haara merangkul Yuu, namun pria itu memeluk Haara erat, hal itu membuat Haara sedikit terkejut.
Haara merasa jika pundaknya terasa basah, pria itu menangis sejadi-jadinya.
"Aku bahkan tak bisa berfikir, tak bisa membedakan ini sungguhan atau mimpi~" seru Yuu dengan suara serak,
"Menagislah, agar hatimu terasa lebih lega, tak baik jika menahan kesedihanmu, Yuu." seru Haara lembut.
Suara isakkan terdengar dari pria itu, tubuh pria itu gemetar, ini kedua kalinya ia merasa hatinya sakit saat melihat Yuu dan Yifan menangis.
Bahkan mereka menangis dipelukkannya, Yuu dan Yifan menjadikan dirinya sebuah sandaran, jika dilihat memang dirinya sajalah yang berada disekitar kedua pria itu.
"Sudah malam, kamu tidurlah, pasti perjalanan dari Indonesia ke Jepang melelahkan." seru Yuu melepaskan pelukannya.
"Nanti saja, aku masih ingin di sini." sahut Haara tersenyum,
Haara melirik ke sekitar nya, dan menghela nafas kecewa.
Ia ingin sekali bertanya pada Yuu, tapi ia mengurungkan niatnya.
"Gishi~!!(kakak ipar~!!)"
Haara menatap kedepannya, ia begitu terkejut saat tiba-tiba gadis itu yang memanggilnya kakak ipar memeluknya,
"Dia Zhao Xi Cha Ti En." seru Yuu menatap Haara yang kebingungan,
Xi Cha melepaskan pelukannya pada Haara,
"Kawaii~"
"Arigatou." sahut Haara tersenyum,
Xi Cha menyerobot duduk di samping Haara hal itu membuat Yuu terpaksa menggeser,
Xi Cha memeluk Haara dari samping, hal itu membuat Haara salah tingkah.
"Xi Cha itu anaknya seperti itu, kamu jangan heran AtHaara." seru Yifan meminum air nya lagi.
"Kalian kapan tiba?" tanya Xi Cha pada Yifan dan Haara,
"Kami ehhh??! Ka-ka-kau bisa ...,"
__ADS_1
"Hehe, bagaimana bahasa Indonesia ku kakak ipar?? Apa aku lancar??" tanya Xi Cha berbinar,
"Bahasa Indonesia mu sangat baik!" sahut Haara takjub.
"Hontōni?? Arigatōgozaimashita!!
(Sungguh?? Terima kasih!!)" seru Xi Cha senang dengan mata sembabnya.
"Hontōni, Anata no Indoneshia-go wa totemo ryūchōdesu!
(Sungguh, bahasa Indonesia mu sangat fasih!)" sahut Haara.
Yifan dan Yuu menatap Haara terkejut,
"Wah! Kakak ipar bisa berbicara bahasa Jepang??" tanya Xi Cha takjub.
"Hehe, Ha'i, watashi wa Nihon no chūgakkō ni itanode.
(Hehe, iya, karena aku sekolah SMP di Jepang.)"
"Sugoi!(hebat!)" takjub Xi Cha,
"Watashi wa Indoneshia-go to nihongo no2Tsu no gengo shika shūtoku shite inainode, Sore hodo subarashī to wa iemasen~
(Aku baru menguasai 2 bahasa, Indonesia dan Jepang, jadi tidak terlalu bagus. Bahasa Inggris saya tidak bagus. Dan aku tidak bisa berbahasa Mandarin~)" seru Haara malu.
"Tetap hebat, kakak bicara denganku menggunakan bahasa Indonesia saja ya? Agar aku bisa lebih fasih lagi!" seru Xi Cha semangat.
Haara mengangguk,
"Aku senang! Oh iya Kakak?" panggil Xi Cha menduduki dirinya meantap Haara serius.
"Iya?" sahut Haara,
"Kakak tak menemui kakak Yoan?" tanya Xi Cha polos,
Seketika Haara terdiam.
"Kak Yoan benar-benar sangat sedih sekali. saat kak Yoan baru tiba di rumah nenek, kak Yoan tak bergairah sekali, kak Yoan banyak melamun. Aku tak tahu kak Yoan itu kenapa." seru Xi Cha bingung.
"Dia dimana? Aku belum melihatnya." tanya Yifan,
"Ada dikamar, ia mengunci dirinya didalam kamar. baru saja aku membujuknya untuk keluar tadi dan ingin mengantarkannya makanan." sahut Xi Cha
"hahh, sudah beberapa hari ini ia tak makan, makan juga hanya sedikit saja." seru Xi Cha sedih.
Haara yang mendengarnya hanya menunduk,
"saat itu jika kak Yoan habis menjenguk nenek di rumah sakit, sepulangnya dia akan masuk ke dalam kamar dan mengurung diri di dalam kamar. aku bingung sekali apa yang terjadi dengannya." seru Xi Cha malas.
"Aku sudah memanggilnya beberapa kali untuk membuka pintu kamarnya, namun percuma saja karena kamar nya kedap suara!" seru Xi Cha cemberut.
"Lalu apa kamu tak punya kunci cadangan untuk membuka pintu kamarnya??" tanya Haara mulai berbicara.
"Ada didalam kamarnya, aku tak pernah sempat mengambilnya, kak Yoan selalu menatapku tajam jika aku melakukan hal yang tidak ia sukai huhu." sahut Xi Cha merengek.
"aku khawatir dengan kak Yoan karena dia pasti sangat~ sangat~ sedih sekali, dia selalu saja memendam rasa sedih nya sendiri, bahkan ia terus terusan melamun tanpa meneteskan air matanya sedikit pun, itu membuatku takut." jelas Xi Cha pelan.
Haara merasa kasihan dengan pria itu, sungguh sangat kasihan, ingin sekali ia menemui pria itu, namun mendengar penjelasan Xi Cha saja membuat dirinya merenungkan niatnya.
"Haara, bisa kita bicara berdua?" seru Yuu menunduk,
"Hm? Berdua?" tanya Haara.
...•...
...•...
...❤Bersambung❤...
...•...
...Hai, kakak readers dan kakak author-author yang hebat dan keren😍...
...Terima kasih sudah membaca ceritaku🙏...
...❗Jangan lupa untuk❗:...
...✔like,...
...✔vote,...
...✔rate 5 star, dan...
...✔komentarnya yang sellau ku nantikan💐💐💐...
...📜Pesan dari Author:...
..."Selalu jaga kesehatan di saat pandemi seperti ini ya kakak-kakakku❤...
...selalu jaga kebugaran tubuh kalian semua😍...
__ADS_1
...Sukses dan bahagia selalu untuk kita semua🤗🤗"...