My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Bayi Besarku


__ADS_3

4 Hari telah berlalu.


Keadaan perang dingin masih terus berlanjut hingga saat ini.


Haara gantian mendiami pria itu.


Hari ini adalah hari ke-5 gadisnya mendiaminya.


Selama 4 hari belakangan itu, pria itu pergu untuk membantu pamannya untuk memberikan ide dan pendapat dalam rancangan pembangunan cabang gedung perusahaan baru.


Yoan dengan berat hati meninggalkan Haara di apartemen, karena gadis itu tak ingin ikut bersamanya dengan ucapan penolakan yang sangat singkat dan berakhir gadis itu mengunci dirinya di dalam kamar.


Ia berencana ingin bicara pada gadis nya setelah kembali, namun ia kembali tengah malam dan mendapati gadisnya telah terlelap.


Sesekali Yoan mencuri-curi pandang kepada Haara yang berada didepannya, mereka kini sedang sarapan.


Wajah gadis itu terlihat sama sekali tak berekspresi.


..."Jangan-jangan kau akan menyerah untuk memperjuangkan ku? Menyerah untuk membuatku mencintaimu lagi?"...


Ucapan gadis itu terus terngiang di benaknya.


..."Jangan buat hatiku kembali mati setelah sebelumnya kau telah menyakiti hatiku dengan cara meracuni perasaan cinta yang tengah aku tanam untukmu."...


..."Berikan jawabanmu padaku, jangan disaat aku sudah kembali mencintamu suatu saat nanti, ternyata kau sudah menyerah memperjuangkan ku sudah sangat lama, itu akan membuat hatiku mati akan mencintai karena dirimu."...


Sungguh hatinya sangat sakit saat mengingatnya, gadisnya itu pun mendiaminya seperti ini, ia ingin keadaan kembali baik-baik saja.


Suara kursi terdorong terdengar, gadis itu bangkit untuk mencuci piring bekasnya makan.


Gadis itu selalu menghindar jika Yoan akan mendekatinya.


Mereka tetap tidur satu kamar, namun Haara selalu tidur membelakangi pria itu dan tidur pun Haara menjaga jarak pada Yoan.


Ingin sekali ia memeluk gadisnya itu saat tidur, namun rasa bersalahnya menahan dirinya untuk tidak melakukan itu.


Yoan bangkit berdiri dan melangkah ke dapur untuk mendekati gadis nya itu.


Haara yang menyadari jika Yoan akan melangkah ke dapur pun bersikap acuh tak acuh.


Ia menutup kran air dan akan melangkah ke kamar.


Yoan memejamkan matannya dan mengepalkan tangannya kesal, ingin sekali rasanya ia menghajar wajahnya sendiri karena telah berlaku bodoh pada gadisnya.


• • •


Haara menghembuskan nafasnya kasar, ia melihat pemandangan kota Guangzhou dari sebalik jendela apartemennya, sangatlah indah.


Srett!


Haara tergelonjak kaget saat sebuah tangan melingkar di perutnya, jantungnya berdegup kencang saat itu juga.


Haara hanya diam mematung saat pria itu meletakkan dagunya di pundaknya.


"Aku sungguh tak kuat kau mendiamiku seperti ini AtHaara." seru Yoan dengan anda sangat putus asa.


"Tolong jangan diami aku seperti ini Haara, aku tak kuat!" seru Yoan lagi dengan nada memohon.


"..."


"Aku tak pernah berfikir untuk berhenti menyerah memperjuangkan cintaku padamu, aku tak pernah berfikir seperti itu, AtHaara~"


"..."


"Maafkan aku AtHaara, maafkan aku telah cuek denganmu dan juga membentak kamu saat itu." sedih Yoan.


"..."


"Oke aku jujur, aku kesal sekali saat kau membahas cinta pertamamu itu, itu terdengar menyebalkan karena kau sangat semangat menceritakan pria itu.


Padahal aku hanya bertanya, apa kau memiliki riwayat cinta pertama? lalu kenapa kalian putus? tapi kau itu menjawab pertanyaanku itu malah menjelaskan kedekatan kalian dulu terjadi, itu membuatku sangat terluka." jelas Yoan.


Haara baru menyadari hal itu, jika di ingat-ingat ia memang menjelaskan panjang lebar tentang cinta pertamanya itu.


"Kau sangat semangat membahas cinta pertamamu itu membuatku berfikir kau masih mencintainya, apalagi kalian putus karena masalah jarak kalian." seru Yoan pelan.


"Aku hanya takut hal yang aku lakukan padamu saat itu, dimana kau berjuang tanpa kepastian dariku itu terjadi padaku, aku takut itu." seru Yoan memeluk lebih erat.


"Aku takut sekali di hatimu ada cinta lain, disisi lain kau masih belum kembali mencintaiku." seru Yoan lemah.


"Lalu kenapa kau mendiamiku?" tanya Haara datar.


"Aku hanya merasa tak becus membuatmu kembali mencintaiku, perlakuanku padamu belum bisa meyakinkan hatimu untuk mencintaiku." sahut Yoan pelan.


"Aku baru menyadari jika aku lakukan semuanya padamu hanya untuk kebahagiaanku semata." tambah Yoan.


"Aku terus merasa menyesal karena aku telat mencintai dirimu. Aku juga takut jika cintamu padaku tak akan bisa kembali tumbuh, AtHaara." ucap Yoan pelan.


Haara pun berfikir demikian, namun hatinya menepis ketakutan itu semua.


"Aku benci jika kau berfikir seperti itu." seru Haara dingin.


Yoan yang mendengarnya terdiam.


"Kau mengatakan hal itu seolah-olah kau tak percaya dengan dirimu sendiri, begitu juga kau yang tak yakin dengan hatiku yang masih bisa tumbuh rasa cinta." seru Haara.


Yoan tersenyum tipis.


"Maaf, aku salah berucap." seru Yoan lembut.


"Jangan di ulangi, aku tak suka kau bicara seperti itu." sahut Haara datar.


Haara dapat melihat dari pantulan jendela jika pria itu tersenyum dan mengangguk.


"Aku sangat menantikan cintamu, tolong katakan jika kau sudah mencintaiku saat detik itu juga ya?" seru Yoan lembut.


Haara mengangguk.


"Bisakah kau lepaskan pelukanmu?" tanya Haara.


"Hm?" bingung Yoan.


"Aku mau lihat masih ada stok apa untuk makan siang nanti." seru Haara lembut.


Yoan tersenyum, gadis nya akhirnya kembali bersikap seperti biasa padanya.


"Kau sudah memaafkanku?" tanya Yoan melepaskan pelukannya menatap Haara melangkah menjauh.


"Iya~" sahut Haara tanpa menghentikan langkahnya.


●•●•●•●•●


Hari telah menjelang siang dan kini sudah 30 menit lamanya.


Ia mendapati Yoan yang tidur sambil memeluk dirinya yang tengah duduk santai di kasur sambil menonton drama China di ponselnya.


Sangat membosankan? Itulah yang dirasakan Haara saat ini.


Setelah makan siang, Haara memutuskan untuk duduk santai dikasur kamarnya untuk menonton drama, tanpa disangka pria itu membuntutinya dan tiduran di kasur sambil memeluk dirinya yang asyik duduk santai menonton drama.


Haara mematikkan ponselnya, ia berfikir untuk menonton drama kesayangannya itu di ruang tengah, ia tak ingin mengganggu tidur pria itu, mengingat pria itu pulang sangat malam sekali semalam.

__ADS_1


Ya, ia tahu pria itu pulang tengah malam, ia menunggu pria itu pulang hingga tengah malam kemarin tanpa sepengetahuan pria itu.


Dengan perlahan Haara menyingkirkan tangan Yoan yang melingkar di perutnya dengan hati-hati, setelah berhasil ia pun melangkah pergi ke ruang tengah.


Haara menduduki dirinya di sofa dengan nafas lega, akhirnya ia bisa menonton drama nya dengan santai.


"Akhirnya bisa baper dengan tenang deh!" senang Haara.


• • •


beberapa menit kemudian.


"Huhu, mengharukan sekali, akhirnya mereka bisa dipertemukan kembali." teharu Haara yang ingin menonton episode selanjutnya.


Kriet!


Suara pintu terbuka terdengar, Haara mengerutkan keningnya saat pria itu duduk di sebelahnya.


Wajah bantal dengan rambut acak-acakkan tergambar dari pria itu.


"Kenapa pindah?" tanya Yoan dengan suara khas bangun tidurnya.


"Hm? Seharusnya aku yang tanya, kenapa kamu pindah?" tanya Haara bingung.


"Karena kau tak ada di kamar." sahut Yoan mengacak-acak rambutnya semakin berantakan.


Menggemaskan, itulah yang ada di benak Haara saat melihat Yoan yang seperti sekarang.


"Aku ngantuk." seru Yoan menatap Haara dengan mata yang tak kuat terbuka.


"Ya sudah tidur dikamar sana, aku pindah karena mau nonton drama, aku takut mengganggumu tidur." jelas Haara.


Yoan menidurkan kepalanya di paha Haara membuat gadis itu terkejut.


"Yo-Yoan?!"


Pria itu tak perduli, ia memutar tubuhnya menghadap gadis itu dan memeluk perut ramping gadis itu.


Wajah Haara merah padam saat itu juga,


Posisi pria itu tidur di pahanya sungguh sangat berbahaya sekali untuknya,


Haara memejamkan matanya rapat-rapat untuk menahan dirinya agar tak gugup.


"Usap-usap rambutku, AtHaara~" seru pria itu dengan suara serak.


"Ha? mmm~ i-iya."


Haara mengusap-usap rambut pria itu sayang, ia tersenyum tipis saat pria itu bersikap manja padanya.


Pria yang menyeramkan saat di pameran seni saat itu kini bisa terlihat seperti anak kecil yang manja seperti ini hanya padanya.


Haara merapatkan bibirnya saat pria itu mengeratkan tangannya memeluk perut nya, pria itu menyembunyikan wajahnya di perutnya membuat dirinya merasa geli.


'Huwaa!! Mama papa tolong aku! Yoan nakal~' batin Haara menangis.


"Yoan, posisimu." seru Haara ragu.


"..."


"Yoan, posisi wajahmu membuatku tak nyaman Yoan." seru Haara lagi.


Masih tak ada sahutan dari pria itu.


"Yoan?" panggil Haara.


Haara menatap pria itu, nafas yang lemah dan teratur, pria itu sudah terlelap.


Haara mengusap rambut pria itu sayang.


'Maaf aku telah membuatmu berfikir seperti itu Yoan.' batin Haara menatap Yoan yang tertidur dengan tatapan sendu.


'Aku sangat jahat, ya aku sangat jahat padamu, maaf sekali aku membahas cinta pertamaku dengan sangat semangat sampai tak sadar kau tak suka aku membahasnya tanpa kau minta aku untuk menjelaskannya.' batin Haara.


Drrt drrt!!


Haara menghidupkan layar ponselnya mendapati pesan dari Riza dan Alka saling bersahutan di grup mereka bertiga.


Alka:


"Oleh-oleh nya dari Jepang jangan lupa ya Haara~"


Riza:


"Dia sudah dalam koneksi, kenapa dia tak membalas ya? Mengecewakan."


Haara terkekeh membaca isi pesan grupnya.


Haara:


"Maaf aku baru membalas, tadi aku habis menonton drama china sampai lupa aku sudah masuk koneksi jaringan😁."


Riza:


"Dibalas juga, lupa dunia nih sepertinya jika sudah bersama kak Yoan😑"


Alka:


"Benar Za, huhu aku rindu kamu Haara huhu😭"


Haara:


"Aku juga rindu kalian😭"


Riza:


"Kapan kau pulang ke Indonesia? Apa sekarang kau lebih betah di Jepang ya?😕"


Haara:


"Hehe, aku tak bisa bawa oleh-oleh dari Jepang😋"


Alka:


"Huuu, kenapa?"


Riza:


"Dasar pelit!😒"


Haara:


"Bukan seperti itu Riza, sekarang aku berada di China😆"


Alka:


"Ha?! Serius??"


Riza:


"Lho? Bukannya kamu ke Jepang?"

__ADS_1


Riza:


"Bagaimana bisa kau ada di China??"


Alka:


"Bukannya kamu di Jepang? Kok bisa ada di China??"


Haara:


"Aku ikut Yoan ke China untuk menghadiri sebuah acara, hehe."


Riza:


"Curiga aku😑"


Alka:


"Aku juga, Haara ingatlah kau masih ada 4 bulan lagi untuk sekolah😶"


Riza:


"Kau belum ikut ujian."


Alka:


"Bilang pada kak Yoan untuk jaga nafsunya padamu dulu😶"


Riza:


"Benar, apa kalian sudah melakukannya ya??"


Haara:


"Hey! Mengarang! Tidak! Aku kesini serius menemani Yoan untuk menghadiri sebuah acara! Kalian ini fikirannya kemana-mana deh!"


Riza:


"Ngga bohong?"


Haara:


"Aku serius!"


Alka:


"Baiklah aku percaya, Haara polos mana mungkin bohong😋"


Alka:


"Sekarang kalian sedang apa?"


Haara:


"Sedang balas pesan dari kalian lah."


Riza:


"Kemana suami tampanmu?"


Haara:


"Sedang tidur😊"


Alka:


"Kau di cuekin dan ditinggal tidur? Mengecewakan."


Haara:


"Bahkan aku butuh waktu untuk sendiri, dia benar-benar tak bisa membiarkan ku santai!"


Alka:


"Hm hm, memangnya kak Yoan ngapain kamu?😯"


Riza:


"Fikiranku mulai tak beres🙂"


Haara:


"Apasih, dia selalu menganggu kebebasanku tahu, ia membuatku tak punya waktu bebas dan santai sendiri!"


Alka:


"Wah, ada satu hal yang ga diketahui aku dan Riza nih, kok tiba-tiba kak Yoan bersikap seperti itu padamu, ada apa nih?"


Riza:


"Iya tuh, ada apa nih?"


Haara:


"Yoan telah menyatakan perasaannya padaku😋"


Alka:


"What!!??"


Riza:


"Haaa???!!"


Haara terkekeh saat membaca pesan spam di grup menanyakan jika Haara serius apa tidak dan meminta dirinya untuk menceritakannya.


Haara kembali mengusap-usap rambut suaminya yang tengah terlelap itu sayang.


...•...


...•...


...Author : "semoga mereka saling paham dalam sebuah keadaannya ya, cepatlah bersemi untuk Haara juga😢"...


...•...


...❤Bersambung❤...


...•...


...Hai, kakak-kakak Readers👋...


...Hai, kakak-kakak author👋...


...Terima kasih sekali sudah hadir di ceritaku ya😊...


...🚨Jangan lupa Like, Vote, Rate 5 star, dan komentarnya ya🚨...


...Karena itu sangat berarti untuk aku selaku author😊...


...Sehat selalu untuk kakak-kakakku ya, disaat pandemi seperti ini selalu jaga kebugaran tubuh kita ya🤗...

__ADS_1


...See you tomorrow😇...


__ADS_2