
Suara PIN pintu terdengar, pintu pun terbuka, Haara pun masuk ke dalam penthouse setelah ia membeli rumput laut untuk sushi yang Yoan minta
Haara menghidupkan lampu demi lampu, ruang demi ruangan pun menjadi terang
Haara menghela nafasnya,
Ia pun melangkahkan kaki jenjangnya ke arah dapur, ia akan membuat sushi.
Haara melirik ruang santai dan juga kursi bar dapur nya,
Sudah lama sekali rasanya ia tak berduaan dengan pria itu,
Ia sangat rindu hal hal yang dahulu
Saat pria itu menjahilinya, meski menyebalkan ia menyukainya.
Ia sangat jarang sekali melihat pria itu, kadang pria itu pergi pagi sekali dan pulang malam hari, dan kadang bertemu saat sarapan saja, malam nya mereka tak bertemu.
Satu bulan belakangan ini ia sangat jarang sekali ketemu pria itu, di hari minggu pria itu tertidur hingga bangun siang, lalu makan siang, dan kembali tidur, kemudian makan malam, dan ia akan pergi tidur lagi
Dan sekarang ia sudah tak bertemu dengan pria itu selama 7 hari, 7 hari tidak bertemu di pagi hari dan malam hari nya!
Haara meneteskan air matanya tanpa sadar,
Ia dengan cepat mengusap air matanya
"Ahaha, kenapa denganku? Kenapa aku menangis~" seru Haara melanjutkan melipat sushinya yang setengah jadi itu.
• • •
Haara membuka pintu kamarnya, tatapannya teralih pada pintu di seberang kamarnya
Haara merenungkan dirinya untuk masuk kedalam kamarnya, ia pun perlahan membuka kamar pria itu
Harum khas pria yang ia bisa artikan dirindukan tercium di indra penciumannya, jantungnya berdegup kencang saat itu juga
Haara menduduki dirinya di kasur pria itu, tatapan nya terfokus pada sekitar
"Sudah jam setengah 9? Aku belum membersihkan diriku, aku harus mandi dan pergi tidur" seru Haara bangkit dan melangkah keluar dari kamar pria itu.
• • •
• •
•
Terlelap itulah yang digambarkan Haara saat ini,
Suara decitan pintu terdengar, hal itu membuat gadis itu sedikit terganggu dengan suara itu
Haara yang tadinya terlelap membuka matanya dengan menyipit, samar samar ia melihat wajah seseorang tepat dihadapannya,
"Yo ..an~" gumam Haara sangat pelan dan kembali terlelap.
●•●•●•●•●
Suara alarm berbunyi nyaring dari ponsel gadis yang tengah terlelap,
Haara membuka matanya perlahan, ia menduduki dirinya dan mematikan alarm di ponselnya,
Haara merenggangkan tubuhnya sambil mengerang panjang
"Hoaaamm~ ahh~ malas sekali, kenapa hujan sih~" hela nafas Haara malas.
• • •
Haara melangkah ke arah dapur dengan langkah malas,
Haara tersenyum tipis saat melihat sushi yang ia bikin semalam sudah tidak ada,
"Pulang jam berapa ia semalam ya?" seru Haara malas,
Ia akan membuat sushi pagi ini, karena mengingat masih ada rumput laut yang tersisa beberapa lembar kemarin,
Singkat waktu Haara telah membuat sushi yang akan ia makan untuk sarapan pagi ini dengan secangkir susu putih
Suara notifikasi terdengar, Haara mengambil ponselnya di saku jas nya
"Yoan?"
Haara membuka pesan dari pria itu
'Sebelum berangkat ke sekolah, pastikan kau memakai jaket dan juga membawa payung, jangan hujan hujanan lagi'
^^^-Yoan^^^
Haara berhenti mengunyah sushi dalam mulutnya, hatinya tersentuh membaca pesan itu, pria itu sedang memberi dirinya sebuah perhatian
Haara tersenyum dan membalas pesan pria itu
'Baik, aku tak akan lupa'
^^^-Haara^^^
Haara memasukkan sushi potongan terkahir ke mulutnya dan meminum susu nya habis.
●•●•●•●•●
Haara turun dari taksi setelah ia tiba di sekolah, ia melangkah masuk ke area sekolah sambil memegang payungnya
"AtHaara!" panggil Rizal yang menyerobot ke samping Haara
"Eh! Rizal! Buat aku terkejut saja" terkejut Haara
"Ahahaha, maaf maaf~ aku tak bawa payung, numpang ya?" kekeh Rizal,
__ADS_1
"Ah, baiklah, jaketmu sampai basah lho" seru Haara
"Ahahaha, jaketku boleh saja basah, tapi tidak dengan seragamku" sahut Rizal
"Sini, biar aku yang pegang payungnya" seru Rizal
Haara menyerahkan payungnya pada pria itu
"Kau tak diantar oleh cowokmu? Sepertinya sudah lama sekali rasanya tak melihatmu di jemput dan diantar dengan cowokmu" tanya Rizal
"Mm dia sedang sibuk kuliah, dia juga memiliki kesibukan sendiri" sahut Haara
Rizal mengangguk paham.
• • •
Haara membuka jaket nya dan menyimpan nya di dalam tasnya, ia menduduki dirinya dikursinya
"AtHaara~" panggil Alka duduk di kursi depan menghadap Haara
"Selamat pagi Alka, Riza" seru Haara tersenyum tipis
"Selamat pagi juga Haara~" sahut Alka
"Hm, pagi" sahut Riza tersenyum
"Kau diantar kak Yoan pagi ini?" tanya Alka
Haara yang mendengarnya menghela nafasnya
"Setiap pagi kau selalu bertanya ini, tidak Alka" sahut Haara
"Huhu, kau pasti merindukannya" sahut Alka
"Sedikit" sahut Haara tersenyum palsu
"Sedikit? Saja?" tanya Riza
"Hmm, aku sudah terbiasa" sahut Haara cuek
"Kenapa tak rindu sekali saja?? Mengecewakan~" keluh Alka
"Ahahaha, tidak Alka" tawa Haara
"Kemarin malam ia lembur lagi?" tanya Riza duduk di kursi sebelah Haara
"Dia lembur, aku tak tahu ia pulang .." gantung Haara
Haara teringat sesuatu, tentang semalam ia melihat seseorang didepan wajahnya saat tubuhnya miring ke arah pintu kamarnya
Pintu kamar nya terbuka, dan ia ..
"Apa itu dia ya semalam" gumam Haara
"Dia? Dia siapa?" tanya Alka
"Kalian tidur sekamar?" tanya Riza berbisik
"Eh?? Tidak, aku tidur dikamarku, tapi saat itu pintu kamarku terbuka, dan samar samar aku melihat wajahnya saat aku tidur menghadap pintu kamar" jelas Haara
Alka yang mendengarnya menutup mulutnya terkejut
"Wah! Jangan jangan ia setiap malam masuk ke kamar mu lho Ra" bisik Alka
"Ih masa iya, tidak deh sepertinya aku bermimpi" elak Haara
"Asli kali" seru Riza
"Entahlah, aku tidak tahu" bingung Haara
Haara berfikir, jika pria itu masuk ke dalam kamarnya, untuk apa? Apa untuk mengecek dirinya sudah tidur atau belum? Atau apa? Ia tak paham.
Ia merasa tak adil jika pria itu dapat melihat dirinya, namun tidak dengan dirinya sendiri.
Bel masuk pun berbunyi, semua siswa pun melangkah ke kursi mereka masing masing.
• • •
Haara memandang papan tulis yang gurunya tulis dan menulisnya di buku, fikirannya larut dengan pengheliatannya semalam,
Apa itu mimpi? Atau itu sungguhan?
"Hahh, membuat ku bingung rasanya" gumam Haara kembali fokus untuk belajar.
"Untuk hari Jum'at ibu meminta kalian mempresentasikan pembukaan bab materi berikut nya, dalam 1 bab berikutnya berisi 5 materi pembelajaran, jadi setiap kelompok beda untuk mempresentasikannya" jelas Guru
Semua siswa pun sedikit mengeluh,
"Tak menerima keluhan, 15 menit lagi bel istirahat, ibu akan memberikan kalian waktu untuk membuat kelompok" seru guru itu
Haara menghela nafasnya, pelajaran Kimia adalah pelajaran yang paling sulit dipahami sekali untuk otaknya, ia benar benar malas sekali untuk bertemu hari Jum'at.
• • •
Bel istirahat telah berbunyi, Haara memasukkan buku nya ke dalam tasnya,
"Aku belum membeli buku rumus rumus Fisika, hahh, persiapan untuk try out memang menyusahkan ya" hela nafas Riza
"Hmm, jadi kita akan mencari buku rumus rumus pembelajaran dari kelas 10 ya? Ahh, nama buku apa ya yang lengkap?" bingung Alka
"Coba cari di internet, siapa tahu ada" seru Haara
"Ah, aku tidak percaya dengan internet, aku butuh rekomendasi dari seseorang yang mempunyai buku rumus rumus fisika" ahut Alka,
"Memang batas harinya kapan?" tanya Riza lupa
__ADS_1
"Hari ..Kamis, ada pelajaran Fisika" sahut Haara
"Hahh, bahkan belum terlukis seperti apa warna buku itu, membingungkan" sahut Riza
"Bagaimana sepulang sekolah kita ke toko buku saja? Bagaimana?" tanya Alka
"Boleh, ayo" setuju Haara
Riza ikut setuju dengan anggukan.
●•●•●•●•●
Bel pulang sekolah berbunyi, semua siswa bersorak senang dan bersiap siap akan pulang.
Suara getaran di saku jas sekolah Haara yang berasal dari ponsel miliknya,
Haara mengambil ponselnya di saku jas sekolahnya, layar ponselnya hidup menampilkan ada satu notifikasi pesan
'Aku menunggumu di depan gerbang sekolah'
^^^-Yoan^^^
Haara terkejut bukan main, ia melihat jam berapa pesan itu pria kirim
"I ini baru saja ia kirim tentunya!"
"Ra? Kenapa sih??" tanya Alka bingung,
"Mm Yoan .. Menjemputku" sahut Haara ragu
"Sungguh?!" terkejut Alka
Haara mengangguk
"Wah, ketemu rindu nih" seru Riza
Haara dalah tingkah mendengarnya,
"Za, ayo" seru Yifan yang tiba tiba datang
"Iya, Alka Haara ayo" ajak Riza
Mereka pun melangkah keluar kelas
• • •
"Haara tak ikut ya berarti?" tanya Riza
"Mm, mungkin aku akan minta antar dia ke toko buku" sahut Haara
"Bukannya belakangan ini ia sibuk mengurus pembukaan cabang perusahaan di Korea?" tanya Yifan
"Hm, ia menjemputku hari ini"
"Sudah lama juga ya, benar benar penggila kerja dia itu" seru Yifan cuek
"Kau tahu jika ia akan membuka cabang perusahaan di Korea?" tanya Haara pada Yifan
Yifan mengangguk mantap
"Tentu, rencananya perusahaan di Indonesia kak Yoan akan menyerahkan urusan perusahaan di Indonesia ke papa ku setelah perusahaan di Korea selesai"
Haara terkejut mendengarnya
"Lho? Berarti Haara akan ikut pindah??" terkejut Alka
"Itu baru rencananya, entah papa ku yang akan mengurusnya di Indonesia, atau mengurus perusahaan baru di Korea, masih baru rencana"
"Jika itu papa mu, kau akan pindah ke Korea?" tanya Haara
Yifan terdiam
"Mungkin aku akan kuliah di Indonesia saja" sahut Yifan.
Mereka telah tiba di parkiran, Riza akan menunggu di luar gerbang bersama Haara dan Alka tentunya.
Haara menarik nafas dan menghembuskannya, ia merasa gugup untuk bertemu pria itu
"Gugup ya? Karena sudah lama tak bertemu" kekeh Alka menggoda
"Kami tinggal satu penthouse, sangat menggelikan sekali kami tidak bertemu satu sama lain" sahut Haara
"Aku juga berfikir seperti itu, menggelikan" sahut Riza juga.
Dikit demi sedikit, dapat terlihat jelas
Haara tersenyum memandang pria itu dengan tatapan sendu
'Akhirnya bertemu' batin Haara.
...•...
...•...
...BERSAMBUNG...
...•...
terima kasih sudah tetap stay di cetitaku😉 semoga makin kesini makin suka dengan ceritanya😍
jangan lupa di :
Like👍
tambah ke favorit❤
__ADS_1
Rate⭐⭐⭐⭐⭐
dan komentarnya💭 yang selalu aku nantikan❤