
Haara bergegas menuruni tangga dan berlari ke arah dapur,
Dengan cepat ia mengambil roti dan mengoles selai nanas di atasnya, ia mendesain secantik mungkin rotinya, ia pun bersiap akan memakan roti itu
"Mau kemana?"tanya Yoan merebut roti ditangan Haara,
"Rotiku~, aku mau sekolah lah" sahut Haara mencoba mengambil roti nya, namun Yoan mengangkat tinggi tinggi roti itu,
"Yoan kembalikan rotiku~" mohon Haara,
"Bahkan kemarin paman Billy menelfonku untuk memberimu cuti selama 3 hari" ucap Yoan,
"Cu cuti?? ahh~bahkan aku ada ulangan harian pelajaran Matematika di hari Selasa~aku tak ingin mengerjakkannya sendiri~" rengek Haara berjongkok,
Yoan menduduki dirinya di kursi bar dapur,
"Ulangan itu dikerjakan sendiri, bukan bersama sama seperti kerja kelompok" seru Yoan menunduk menatap Haara,
Haara menumpuk tangannya dan menumpunya di kedua lututnya, ia menenggelamkan kepalanya di tumpukkan tangannya,
"Aku tak bisa mengerjakkannya sendiri, bahkan jika aku ulangan bersama, aku akan meminta contekan kepada teman sekelasku~" rengek Haara,
Yoan menghela nafasnya, ia benar benar tak menyangka jika gadis yang tengah ia pandang ini melakukan suatu kecurangan,
"Kau menyontek pada temanmu apa teman yang kau contek itu benar?"
"Tak apa, yang penting aku mengerjakkan~" sahutnya masih menenggelamkan kepalanya ditumpukkan tangannya,
"Apa kau akan senang jika nilaimu 10?" tanya Yoan lagi,
"Tak masalah, yang penting kami remedial nya bersama, kami susah senang bersama~" sahut Haara yang membuat Yoan tak habis fikir,
"Jika teman mu tak lulus kau juga akan ikut ikutan??"
"Tentu saja tidak!" sahut Haara cepat menatap Yoan,
Yoan menghela nafasnya,
Haara berdiri dihadapan Yoan,
"Berikan rotiku" pinta Haara cemberut,
"Buatkan roti untukku, baru aku berikan rotimu" sahut Yoan,
"Ambil saja rotiku, biar aku buat roti yang baru" jawab Haara kesal,
"Aku tidak suka roti selai nanas, buatkan aku roti selai kacang dan coklat" perintah Yoan,
Haara menghela nafas sabar dan mulai membuat roti sesuai keinginan pria disampingnya itu,
"Kau tak bisa masak?" tanya Yoan memecahkan keheningan,
"Tentu aku bisa masak" sahut Haara fokus mengoles selai,
"Masak apa siang nanti?"
Haara terdiam sejenak saat Yoan bertanya padanya,
Haara memberikan rotinya pada Yoan, begitu juga Yoan yang mengembalikan roti milik Haara, Haara duduk di kursi bar samping pria itu,
Haara mencuri pandang kesampingnya sekilas, Ini adalah kedua kali tentunya melihat Yoan memakai baju lengan pendek over size berwarna hitam, dan juga memakai celana panjang longgar santainya,
"Kau .. Tak bekerja?" tanya Haara menghabiskan rotinya,
"Aku meliburkan diri" sahut Yoan,
Haara mengangguk paham, ia melangkah ke dapur untuk membuat minuman,
Tercium aroma coklat panas membuat Yoan memutar kursinya ke arah meja bar,
"Kau .. Membuat coklat panas?" tanya Yoan,
"Hm~kau mau?" tanya Haara menawarkan,
"Mm ya" sahut Yoan pelan,
Haara memberikan secangkir coklat panas di depan Yoan,
"Kenapa tak ada kopi disini?" tanya Haara mencari cari di rak dapur,
"Masih pagi jangan meminum kopi" peringat Yoan yang meminum coklat panasnya,
"Aku hanya bertanya saja, aku ingin meminumnya nanti siang"
__ADS_1
"Hahh jangan membuat kopi" ucap Yoan membuat Haara menatap Yoan bingung,
"Kenapa? bahkan kopi enak"
"Aku benci kopi" sahut Yoan cepat,
Ia baru ingat sekarang, bahkan hampir melupakan kejadian saat ia mengajak Yoan ke taman kota, dirinya menumpahkan es kopi di hoodie pria itu, bahkan Yoan pernah berkata jika ia benci kopi,
"Ah aku lupa jika kau membenci kopi" kekeh Haara,
"Kau tahu?"
"Mm, saat itu~kau lupa ya? aku pernah menumpahkan es kopi ke hoodie mu" sahut Haara tak enak,
"Beruntungnya itu es kopi yang tak mengeluarkan aroma kopi yang besar" sahut Yoan meminum kembali coklat panasnya,
Haara menghela nafasnya malas,
"Jika aku libur selama 3 hari apa yang harus aku lakukan ya?" tanyanya pada diri sendiri,
"Ah!nonton dra .." -Haara
"Pergi belajar sana"
"Masa belajar? bahkan aku mendapat libur selama 3 hari,aku harus menikmatinya" protes Haara,
"Kau akan ulangan susulan, pergi belajar"
"Ahh tidak, membuka bukunya saja sudah membuatku pusing" alasannya,
"Aku tak suka dengan orang pemalas" sindir Yoan menatap Haara tajam,
"Aku itu tak malas, hanya saja aku tak mengerti!" sahut Haara membela diri,
"Materi apa yang tak kau pahami?" tanya Yoan,
"Mm itu .. Aku tak tahu nama materinya,
tapi itu tentang lim, cos, sin,tan dan semacamnya" jelas Haara mengingat ingat,
"Coba kulihat buku mu" pinta Yoan,
"Eh untuk apa?"
●•●•●•●•●
Seperti ucapan Yoan tadi, Yoan kini sedang membaca tulisan milik Haara,
"Katanya ingin menjelaskan? apa jangan jangan kau tak mengerti juga?" tuduh Haara,
Yoan mengisyaratkan Haara untuk diam, pria itu tengah fokus sekarang untuk memahaminya,
Haara melihat Yoan yang menyalin contoh soal di bukunya dan mulai mengerjakkannya,
Haara menatap bukunya dan juga coretan yang Yoan tulis, pria itu sedang menguji dirinya sendiri dengan contoh soal di buku pelajarannya sendiri,
Haara menatap tulisan Yoan takjub, pria itu mengerjakkan contoh soal di kertas lain dan memiliki jawaban yang sama,
Yoan mendorong kesamping kertas yang berisi tulisannya tadi ke Haara,
"Jawabannya benar tidak?" tanya Yoan,
Haara bergantian melihat dari buku ke kertas milik Yoan,
"Wah! bagaimana bisa? apa kau menghafalnya??" takjub Haara,
"Bukan menghafal tapi memahami hasil hasilnya darimana saja" sahut Yoan,
Haara ternganga mengakui kecerdasan Yoan,
"Benar benar mengesankan~bagaimana bisa? bahkan kau tidak butuh penjelasan~"
"Aku dulu pernah sekolah, aku tadi hanya mengingat nya saja" jelas Yoan membalikkan kertasnya tadi,
Haara iri dengan otak encer Yoan dsn juga Yifan sepupu pria itu, sungguh sangat pintar,
"Perhatikan, aku akan mulai menjelaskan padamu" seru Yoan,
Haara pun mencari posisi nyaman dan mulai serius,
●•●•●•●•●
"Ah,aku lelah~!" keluh Haara pelan,
__ADS_1
"Sudah selesai?"
"Belum~sebentar sebentar" sahut Haara cepat kembali fokus,
Ia benar benar bosan sekali karena jam telah menunjukkan jam 11 lewat ia masih saja belajar,
"Ini, sudah!" seru Haara menatap Yoan yang tengah membaca buku pelajaran milik Haara,
Yoan meliriknya dan mengambil buku yang sudah ia beri tugas untuk gadis itu isi,
Yoan melihat tulisan Haara takjub,tulisan nya sangatlah rapih,
"Bagaimana? benar?" penasaran Haara,
"Hm, sudah benar" sahut Yoan mengangguk angguk,
"Yes!!" senang Haara antusias,
Yoan tersenyum tipis,
"Haara?"panggil Yoan,
Haara menyahut dengan deheman,
"Aku lapar"ucap Yoan pelan,
Haara mengerjapkan matanya saat mendengar ucapan Yoan yang sangat lembut,
"Ah,a aku lupa sudah siang ternyata, aku akan pergi masak dulu" sahut Haara kikuk,
Yoan mengangguk mendengar jawaban Haara,
• • •
Haara menata makanan yang sudah ia makan di meja makan, ia memasak sayuran berkuah dan juga daging dagingan,
"Tinggal nasinya, sudah matang belum ya~"serunya,
Yoan melangkah ke meja makan dan duduk,
Suara decitan kursi terdengar membuat Haara menengok ke arah meja makan,
Haara menatap Yoan yang kebingungan melihat makanan yang ia masak tadi,
"Kenapa kau terlihat bingung?" tanya Haara menyimpan nasi di meja,
"Apa yang kau masak ini?" tanya Yoan mengernyitkan keningnya,
Haara perlahan duduk di kursi seberang kanan Yoan, ia menatap Yoan bingung,
"Kau .. tak menyukainya??" tanya Haara ragu,
"Bukan itu maksudku, apa ini makanan .. Yang suka orang Indonesia buat?" tanya Yoan menatap Haara polos,
Haara tertawa kecil saat mendengar dan meilhat ekspresi polos pria itu,
"Oi, aku bertanya padamu kenapa tertawa? apa ada yang lucu dari ucapanku?" tanya Yoan tak terima ditertawakan,
"Apa kau belum pernah memakan masakan khas Indonesia?" tanya Haara terkekeh,
"Belum pernah"
"Cih, apa saja yang kau makan jika sudah hampir satu tahun kamu di Indonesia" seru Haara menyendok nasi ke piringnya,
"Makanan Jepang, atau China" sahut Yoan,
"Keterlaluan kau tak pernah memakan masakan khas negaraku"sahut Haara tak percaya,
Yoan menyendok nasi dan mulai menyendok sayur dan daging yang Haara masak tadi, lalu memakannya perlahan,
"Bagaimana enak?" tanya Haara,
"Hm~" sahut Yoan menyuap nasi kemulutnya,
Haara cemberut saat pria itu hanya menjawab dengan deheman.
...•...
...•...
...{Bersambung}...
...•...
__ADS_1
Hai Readers👋jangan lupa vote,like dan juga komentarnya ya kakak,tolong tinggalkan jejak kalian❤