My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Sebuah Rencana


__ADS_3

"Hahh, mengharukan sekali, aku turut berterima kasih karena telah membuat Finn sadar dengan kesalahannya, nona AtHaara~" seru kepala keluarga Zhao tersenyum.


Haara tersenyum dan mengangguk menatap Finn yang tersenyum tipis padanya.


"Baiklah, karena semua sudah berkumpul. Aku akan menjelaskan maksud kedatanganku kembali lagi ke Jepang."


Yoan mengeratkan genggaman tangannya yang menggenggam tangan Haara.


"Aku akan bertanya padamu nona AtHaara, apa kau telah memutuskan keputusanmu?" tanya kepala keluarga Zhao,


"Aku membatalkan gugatan cerai ku pada Yoan."


Yoan yang mendengarnya sangat senang.


"aku akan tetap mempertahankan pernikahanku dengan Yoan." sahut Haara menatap Yoan yang tersenyum hangat padanya dengan sekilas.


"Baiklah, aku senang sekali mendengarnya." sahut kepala keluarga Zhao lega, begitupun semua orang di ruang keluarga yang mendengarnya lega.


"Dan yang kedua mengenai perjodohan Zhao Cheng Yuu dengan keluarga Tanaka." jelas kepala keluarga Zhao.


Yuu menduduki dirinya mencoba fokus.


"Mengingat kau sekarang berada di Jepang, mungkin pertemuan antar keluarga akan di percepat." sahut kepala keluadga Zhao.


"Aku lupa namanya, siapa nama gadis itu?" tanya Yuu.


"Tanaka Hanabi, umurnya beda satu tahun denganmu, dia sedang kuliah D3 di Indonesia dengan jurusan yang di pelajarinya adalah jurusan Hukum." jelas Zhao Bao Yu, anak kepala keluarga Zhao.


Haara terkekeh kecil.


"Kenapa?" tanya Yoan berbisik,


"Aku ingin bertemu dengan calon istrinya Yuu,dari jurusan Hukum. Pasti dia akan menghakimi Yuu terus jika berbuat sedikit kesalahan." sahut Haara terkekeh.


Yifan, Ammar dan Anna yang mendengar ucapan Haara menahan tawa.


"Jangan tertawa kalian." seru Yuu tajam.


"Di Indonesia? Jadi dia kuliah di Indonesia??" tanya Yuu.


"Dia adalah mahasiswa pertukaran dari Jepang ke Indonesia." sahut kepala keluarga Zhao.


"Tanggal 20 bulan ini, kita akan datang ke rumahnya, dia akan pulang ke Jepang 3 hari mendatang, jadi persiapkan dirimu."


Yuu menghela nafasnya pelan sambil mengangguk.


• • •


Semua orang di ruang keluarga berbincang dari satu ke satu yang lain, mereka berbincang secara berkelompok setelah kepala keluarga Zhao dan Zhao Bao Yu pamit pergi.


"Aku mau ke kamar mandi sebentar ya," seru Haara bangkit berdiri.


Yoan mengangguk dan melepaskan genggamannya.


"Yoan,"


Yoan mendongakkan kepalanya.


"Bisa kita bicara?"


●•●•●•●•●


Haara tersenyum senang saat sudah merasa lega. Ia mengerutkan keningnya saat melihat Yoan tak ada di ruang keluarga.


"Eh, kak Anna? Yoan mana? Eh? Xi Cha juga tidak ada?" bingung Haara,


"Kedua mertuamu, Xi Cha dan Yoan sedang berbincang dengan Finn di atas." senyum Anna.


Haara mengangguk-angguk paham.


Gadis itu tersenyum sambil menduduki dirinya agak jauh dengan Anna dan Ammar, ia tak menyangka jika tindakannya tadi membuat keadaan berbalik menjadi baik.


Haara masih tidak begitu bisa memaafkan Finn, ia masih marah dengan Finn mengingat dulu Finn menyiksa Yoan sampai mengalami trauma berat, meski ia tahu jika saat itu Finn itu gangguan kejiwaan, tapi tetap saja ia tak rela harus memaafkan Finn.


"Tindakanmu tadi membuat kami semua terkejut bukan main." seru Yuu.


Haara menatap Yuu dan Yifan yang duduk di samping kanan kirinya, ia terkekeh.


"Sungguh??"


"Ya, ku kira kau akan bertindak seperti apa yang kak Finn katakan, nyatanya sebaliknya dan mengatainya ibu-ibu tukang gosip, lumayan lucu lah~" seru Yifan memakan cemilan.


"Kau terlihat menakutkan sekali tadi, apa Yoan mengajarimu cara menatap dan bersikap menyeramkan seperti tadi?? Savage~" tanya Yuu penasaran,


"Ha? Tidak."


"Jangan-jangan Haara ketularan kak Yoan, makannya jadi se savage tadi." seru Yifan.


"Mana mungkin, itu tak akan mungkin." sahut Haara malu.


"Hahh, bulan ini kau terus memberikan kebahagiaan untuk kak Yoan, senang rasanya dapat melihat kak Yoan kembali seperti beberapa tahun yang lalu." seru Yuu meminum cola nya.


Haara tersenyum sendu,


"Aku tak menyangka semua berubah karena diriku sendiri." sahut Haara terharu.


"Ya, aku juga, seorang bocah seperti mu bisa membuat kak Yoan yang menyeramkan dan dingin menjadi tunduk padamu dan menjadi pria yang bucin tingkat dewa." seru Yifan salut.


"Bisa saja kau, aku bukan bocah tahu!" kesal Haara.


"Iya maaf kakak ipar." sahut Yifan mengalah.


Haara tersenyum bangga.


"Dulu saja tidak mau di panggil kakak ipar, sekarang kau terlihat bangga dengan panggilan itu dariku dan Yifan ya~" seru Yuu terkekeh.


"Ah? Ahahahah, tak usah dibahas lagi~" sahut Haara tersipu malu.


"Bagaimana persiapanmu? Sudah siap?" tanya Yifan.


"mm~ belum sih, tapi sepertinya akan sederhana sekali." sahut Haara menekuk bibirnya.


"Jika itu inisiatif mu sendiri, aku yakin semua akan terasa spesial baginya." sahut Yuu.


"Ku harap seperti itu~" malu Haara.


"Waktunya sisa sedikit, pergilah jika belum selesai, nanti ia akan aku dan Yifan tahan ke kamar jika belum saatnya." seru Yuu.


"Baiklah, minta bantuannya ya!" seru Haara bangkit berdiri dan melangkah pergi.

__ADS_1


●•●•●•●•●


• • •


• •



Yoan menghela nafasnya saat urusan keluarga nya telah selesai,


Finn kakaknya memohon maaf sebesar-besarnya padanya.


Rasanya sulit sekali memafkannya, namun bagaimana pun dulu Finn menyiksanya karena pria itu telah gangguan kejiwaan.


Yoan menduduki dirinya di sofa ruang tamu sambil memijat pelipisnya pening.


..."Awal aku melihat nya, dia adalah gadis yang unik dan berbeda, aku tertarik padanya pada pandangan pertama."...


..."Maaf aku telah berfikir pula untuk merebut istrimu dari mu."...


..."Ucapannya sederhana, tapi sangat menyentuh hati dan membuat ku sadar akan kesalahanku padamu, adikku sendiri."...


..."Aku ingin melihatmu bahagia, kau beruntung telah mendapatkan seorang wanita yang menyayangimu seperti AtHaara."...


Yoan menghela nafasnya gusar.


"Kenapa banyak sekali pria yang mengagumimu, AtHaara~" seru Yoan kesal.


Yoan merasa takut, takut jika ia gagal membuat gadis itu mencintainya lagi, sedangkan cintanya pada Haara semakin mendalam setiap waktunya.


Yoan bangkit berdiri dan melangkahkan kakinya ke ruang keluarga.


Sudah tak ada orang disana,


Yoan menatap jam dinding, jam telah menunjukkan jam 00:12 malam,


"Aku tak sadar, aku terlalu larut dalam fikiranku selama beberapa puluh menit." gumamnya melangkah pergi ke kamarnya.


●•●•●•●•●


Kamar yang gelap,


Dulu ia takut gelap karena trauma nya, namun sekarang ia merasa bingung kenapa ia takut dengan kegelapan.


Yoan menatap istri kecilnya yang sudah tertidur lelap di kasurnya.


Yoan berlutut untuk menatap dekat wajah gadisnya.


Yoan mencium kening Haara agak lama dengan perasaan sayang pada gadis itu.


"Terima kasih AtHaara~ terima kasih telah memilih tetap bersamaku~" seru Yoan menatap Haara yang telah pulas.


Yoan melangkah ke kamar mandi untuk berganti baju menjadi baju tidur.


Tak perlu waktu lama pria itu pun keluar dari kamar mandi, iatelah berganti baju menjadi baju tidur.


Matanya membelalak sempurna, tubuh nya mematung seketika.


• • •


"Happy Birthday Mr. Zhao Yoan Ti En~" seru Haara tersenyum manis dan tulis menatap Yoan dengan tangan memegang cake dengan beberapa lilin warna warni yang menghiasi atas cake itu.


"🎼Happy Birthday to You🎶


🎼Happy Birthday to You🎶


🎼Happy Birthday Dear Yoan~🎶


🎼Happy Birthday to ... You~🎶" nyanyi Haara dengan malu-malu.


Yoan tak bisa menahan senyumnya,


Ia tak menyangka!


Ia tersenyum lebar dan mengusap wajahnya tersipu malu.


"Tiup lilinnya dong~" seru Haara terkekeh melihat Yoan yang malu.


Yoan mengangguk dan meniup lilinnya.


"Yeeeee!!! Selamat ulang tahun yang ke-25 tahun ya Yoan~" seru Haara antusias memberikan cake nya pada pria itu.


Yoan menerima cake yang Haara berikan, namun tatapannya masih senantiasa menatap Haara dengan tatapan terharu.


"Oke! Do'a dariku, semoga panjang umur~ sehat bugar selalu~ lalu ... apa lagi ya?" bingung Haara dengan wajah polos.


Yoan terkekeh,


"Kau tahu aku berulang tahun hari ini??" tanya Yoan tak habis fikir.


Haara mengangguk mantap,


"Xi Cha memberitahuku tadi pagi, bahwa ulang tahunmu besok, eh maksudku hari ini, di tanggal 15 Desember!" sahut Haara bangga.


Yoan memejamkan matanya.


"Banyak sekali kebahagiaan yang menghampiriku di bulan Desember yang telah kau berikan untukku, AtHaara~" seru Yoan tersenyum tipis.


Haara yang mendengarnya salah tingkah.


"Tapi .. Maaf aku memberi kejutan padamu ini sangat sederhana sekali~" tak enak Haara.


Yoan menyimpan kue nya di atas meja sofa,


Ia menarik Haara kepelukannya, ia memeluk Haara erat.


"Apa yang kau katakan? Aku sangat menyukainya, semua terasa spesial karena kau yang memberi kejutan itu sendiri padaku." seru Yoan lembut.


"A-aku tak menyiapkan hadiah apapun untukmu, hanya sebuah cake~ aku tak punya uang banyak untuk membeli hadiah untukmu lho~" seru Haara mengelak.


"Hadiah ku adalah kamu, itu sudah sangat spesial."


" ... Eh??"


Yoan melepaskan pelukkan nya ia memegang kedua pundak Haara dan membungkukkan tubuhnya menatap Haara dekat.


"Kau memilih tetap tinggal denganku itu sudah membuatku sangat senang sekali, AtHaara~" sahut Yoan menatap Haara dalam.


Haara menatap pria itu tersipu malu.

__ADS_1


"Terima kasih ya?" senyum haru Yoan.


Haara mengangguk~


Yoan berdiri tegak dan mengacak-acak rambut Haara gemas.


"Awh, jangan acak-acak rambutku~" rengek Haara.


Yoan tertawa sambil menduduki dirinya di sofa.


"Ayo kita makan cake nya~ aku lapar~" seru Haara menduduki dirinya di sebelah Yoan.


Yoan menatap Haara gemas.


"Boleh ku potong cake nya?" tanya Haara penuh harap.


"Potonglah."


Haara tersenyum senang dan memotong cake nya.


"aaa~" menyodorkan potongan cake pada Yoan, tentu Yoan memakannya tanpa berfikir lama.


"Enak tidak?" ragu Haara.


Yoan mengangguk.


"Syukurlah, tadinya aku ingin buat cake sendiri untuk ulang tahunmu, tapi aku takut ketahuan aku akan buat kejutan untukmu." cemberut Haara.


"Kau bisa membuat cake?" tak percaya Yoan,


"Bisa, itu mudah." sombong Haara.


"Masak apa yang tidak kau bisa?" tanya Yoan,


"Mmm~ banyak, masakan yang memiliki banyak bahan-bahan, bumbu dan berbagai takaran, aku tak bisa memasak itu." jelas Haara memakan cake nya.


"Kau bahkan bisa memasak makanan kesukaanku, Carbonara. Kau bilang saat itu kau perdana membuatnya di penthouse, bukan?"


"Ya, aku takut kau marah jika aku gagal membuatnya, kata kak Ammar jika kau sedang berada di mode ON lapar, sikapmu berubah 100% seperti anak-anak, itu terbukti! Kak Ammar bilang aku harus menuruti makanan apa yang mau kau makan, jika tidak hal yang menyeramkan akan terjadi, maka dari itu lebih baik aku memilih selamat." jelas Haara meminum cola nya.


Yoan meminum cola nya dan membuang pandangannya malu.


"Yoan, boleh aku bertanya sesuatu?" ragu Haara.


"Apa?"


"Apa yang Finn katakan padamu tadi?" tanya Haara ragu.


Yoan terdiam.


Haara merasa tak enak, suasananya berubah canggung.


"Ahahah~ sepertinya tidak usah di jawab deh, ayo kita makan cake nya la ..."


"Dia menyukaimu pada pandangan pertama." sela Yoan.


Haara menatap Yoan terkejut bukan main.


"Dia juga meminta maaf sebesar besarnya padaku, atas nasihat mu ia tersadar."


Haara diam tak berkutik.


"Aku masih belum bisa memaafkannya sepenuhnya, aku mengatakan padanya butuh waktu untuk memaafkan nya sepenuhnya, ia menerima jawaban yang ku berikan tadi." jelas Yoan datar.


"Ia tak akan merebutmu dariku, ia ingin melihatmu bahagia denganku begitupun sebaliknya, aku merasa lega mendengarnya."


Haara menggenggam erat tangannya.


Yoan menatap Haara datar, hal itu membuat Haara membuang pandangannya.


Ia menarik Haara dan melangkah ke arah jendela besar yang memancarkan sinar rembulan.


Yoan menyandarkan dirinya di jendela besarnya sambil menatap Haara dalam.


Haara menundukkan pandangannya takut.


Yoan meletakkan tangan Haara kancing bajunya sendiri.


Haara menarik tangannya terkejut.


"Apa yang ingin kau lakukan??" tak percaya Haara.


"Buka kancing baju ku." seru Yoan tajam.


Haara sontak menatap Yoan terkejut bukan main.


"Ap-apa??!"


"Buka semua kancing bajuku dengan kedua tanganmu, AtHaara~" seru Yoan lagi penuh penekanan.


...•...


...•...


...Author: " aduh Yoan mau ngapain tuh ya??🙈"...


...❤Bersambung❤...


...•...


...Hai, kakak readers dan kakak author-author yang hebat dan keren😍...


...Terima kasih sudah membaca ceritaku🙏...


...❗Jangan lupa untuk❗:...


...✔like,...


...✔vote,...


...✔rate 5 star, dan...


...✔komentarnya yang sellau ku nantikan💐💐💐...


...📜Pesan dari Author:...


..."Selalu jaga kesehatan di saat pandemi seperti ini ya kakak-kakakku❤...


...selalu jaga kebugaran tubuh kalian semua😍...

__ADS_1


...Sukses dan bahagia selalu untuk kita semua🤗🤗"...


__ADS_2