
Haara mengakhiri pelukan dengan sang mama,ia telah berpamitan dengan kedua orang tua serta mertuannya,kedua kakaknya serta sahabatnya,dan juga kepada Yifan.
Haara memerhatikan Yoan yang menutup bagasi mobilnya,sudah saatnya,
Yoan dan Haara pun berpamitan,Yoan naik kedalam mobil diikuti dengan Haara yang juga naik kedalam mobilnya.
●•●•●•●•●
Tidak ada pembicaraan antara mereka berdua,Haara membatin jika ini bukan pertama kalinya ia satu mobil dengan pria disampingnya imi,namun rasanya sangatlah canggung,
Ia mencoba tak perduli,karena ia ingat jika dirinya masih marah dengan Yoan,ia mencoba biasa saja dan menatap kesamping jendela mobil,
Haara baru tersadar,jika ini bukan jalan ke apartemen Yoan,
"Kau mau membawaku kemana??"tanya Haara bingung,
"Penthouse-ku"sahut Yoan singkat,
Haara hanya ber'oh' pelan,
Jujur saja,ia masih ingin bertanya dengannya,namun ia mengurungkan niatnya,mendengar jawaban yang singkat dari mulut pria itu,membuatnya geram,
• • •
Mereka pun tiba di sebuah gedung yang agak tinggi,ia tak tahu gedung apa itu,
Yoan memberikan kunci mobilnya pada petugas disana dan mengatakan sesuatu entah apa itu,
"Ikuti aku"seru Yoan jalan lebih dulu,
"E eh,kopernya .."
"Mereka akan membawanya nanti"sahut Yoan makin menjauh,
"Oi!tunggu!"seru Haara ditinggalkan,
• • •
Haara lari kedalam lift,nafasnya ngos ngosan,namun Yoan tak menghiraukan hal itu,dalam hati Haara merutuki suaminya itu,benar benar membuatnya emosi,
Bukannya menekan tombol lift,namun Yoan menempelkan sebuah kartu ke sebuah sensor yang entah apa namanya ia tak tahu,
Secara otomatis lift tertututup,
Haara mengangguk anguk saat mengetahui jika gedung ini memiliki 20 lantai,ia memerhatikan layar diatas lift yang menampilkan angka demi angka,
Haara panik saat layar itu menampilkan sebuah bintang,pintu lift secara otomatis terbuka,
Ia membututi Yoan sambil ternganga saat melihat sekitar,ia berdecak kagum dengan Penthouse milik pria itu,benar benar elegan,dinding yang hampir semuanya kaca itu menampilkan keindahan pemandangan disana,ia benar benar menyukai tempat ini,
Haara melangkah mendekati kaca disana,mata nya berbinar,
"Aku akan turun sebentar"seru Yoan,
Haara membalikkan tubuhnya,
"Bolehkah aku melihat lihat?"tanya Haara ragu,
"Kenapa harus meminta izinku?"
"Karena .. Ini penthouse mu"sahut Haara,
Yoan membalikkan tubuhnya dan pergi,
"Penthouse-ku penthouse-mu juga"ucap Yoan,
"Eh?"
Terdengar suara pintu tertutup,
Haara menggaruk rambutnya yang tak gatal,
__ADS_1
"Apa sih dia itu"malu Haara linglung,
• • •
Haara menaiki tangga untuk kelantai atas,Penthouse nya memiliki dua lantai,
Ia melangkah mendekati pintu di lantai itu,dengan perlahan dan bersikap sopan ia membuka pintu ruangan itu,
Ternyata ruangan itu adalah kamar tidur yang agak besar,ia bisa menebak jika pintu lain diruangan itu adalah kamar mandi,
Haara menutup pintu kamar itu,ia memutar tubuhnya,ada pintu ruangan lain,ia mencoba membuka pintu itu,namun pintu itu terkunci,
"Kenapa ter .."
Ia tak menyadari ada tulisan dipintu itu,tentu saja tulisan itu tidak semapai dengannya,
"No entry .. Private room??apa ini ruangan pribadinya ya?"tanya nya pada diri sendiri,
ia melirik ke sebuah pintu dekat tangga tadi,ia tersenyum senang,
"Pasti itu kamar lain"seru Haara melangkah gontai,
Ia tersenyum lebar saat pintu itu tidak dikunci,
Namun perlahan senyumannya luntur,
"Ru ruang kerja??"tak percaya Haara,ia menutup kembali pintu nya,ia tak percaya jika Penthouse nya hanya memiliki satu kamar,
Ia pun turun kebawah Penthousenya,ia berkeliling mencari ruangan disana,ia benar benar tak percaya jika Penthouse yang ia tempati sekarang hanya memiliki satu kamar,
Ketakutannya benar,jika Penthouse itu hanya memiliki satu kamar,ia menjatuhkan dirinya diatas sofa,
"Kecewa aku"serunya lesu,
Suara bel berbunyi,sontak ia terdiam sejenak,namun tak lama bel itu kembali berbunyi,sigap ia berlari kearah pintu masuk Penthousenya,
Ia melihat layar kamera disamping pintunya,nyatanya itu bukanlah Yoan,melainkan orang pengantar barang barang miliknya dan Yoan,
Dengan cepat Haara membuka pintunya,
Haara menunjuk dirinya sendiri tak percaya,
"Ee tentu saja anda nyonya muda Zhao"kekeh karyawan satunya lagi itu melihat ekspresi polos Haara,
Haara terbatuk mendengarnya,
"Aa .. Tuan Yoan menyuruh kami agar membawa barang barang anda dan tuan Yoan didalam,boleh kami masuk?"tanya ramah karyawan itu,
"A ah tentu,silahkan masuk"linglung Haara mempersilahkan masuk,
Kedua karyawan itu tersenyum ramah,mereka pun masuk kedalam,
Haara memerhatikan karyawan itu meletakkan barang barang nya dan milik Yoan,ia malu dan tak enak karena ini kedua kalinya karyawan itu mengambil barang barangnya yang begitu banyak di lift,
"Terima kasih sudah mengantarnya"senyum Haara,
"Sama sama nyonya muda Zhao"
Haara mengusap belakang lehernya,ia merasa aneh dengan panggilan itu,
"Tugas kami sudah selesai,kami permisi"pamit kedua karyawan itu pergi,
Haara menutup pintunya,
"Nyo nyonya muda .. Zhao?ahh!aku hampir sesak jantung saat mendengarnya"ucapnya memegang dadanya,
Secara tiba tiba ia meringis dan teringat jika diPenthouse hanya memiliki satu kamar,
"Aih~sungguh hanya memiliki satu kamar??masa aku harus satu kamar dengannya?"
Secara tak sadar ia berhalusinasi hal hal yang tidak tidak,ia bergidik saat membayangkannya,
__ADS_1
"Fikiran kotorku aduh aduh! jauh jauhlah!"serunya bergidik ngeri,
Ia tersenyum jahat sambil menirukan suara tawa pemeran antagonis saat menatap setumpuk barang barangnya,
Ia mengambil sebuah tas dan memeluknya erat,
"Syukurlah aku membawamu!!aku tertolong!!~"serunya merubah ekspresinya seperti anak kecil,
"Ah,selagi ia belum kembali!aku harus bergegas mandi dikamar mandi di kamarnya"serunya berkobar,
Dengan cepat ia membongkar isi kopernya untuk mengambil baju tidurnya dan yang lainnya dan secepat kilat lari kelantai atas.
●•●•●•●•●
Yoan menutup panggilan dari seseorang,ia menghela nafasnya lega saat ia telah menjawab semua pertanyaan dari seseorang itu,
Yoan melirik kesamping,terdapat minimarket disana,ia pun melangkah pergi ke minimarket,
• • •
Ia melangkah menuju kulkas minuman disana,ia mengambil minuman bir disana,
Fokus nya ia alihkan saat ia mendengar seseorang berbisik bisik,
Ia melirik sekilas ke asal suara itu,
Tiga orang wanita berbisik bisik dan cekikikan sambil menatap dirinya,
Yoan menghela nafasnya,namun tak lama dari itu ia menyeringai,
Ia mengambil minuman yang ia ingat Anna sahabatnya selalu membelinya saat saat tertentu,
Suara cekikikan dari wanita wanita itu terhenti tiba tiba,Yoan melangkah ke tempat makanan makanan,ia mengambil 4 snack berbeda jenis dan mengambil 2 buah eskrim,
Terdengar sebuah bisik bisik keputus asaan dari wanita wanita itu,ia menatap cincin pernikahannya tersenyum,ia tak menyangka jika wanita wanita itu memerhatikan sampai sedetail itu,kalimat yang paling ia dengar jelas adalah, 'sayang sekali jika dia sudah memiliki seorang istri'
Yoan tersenyum membanggakan kemenangannya,ia melangkah ke kasir untuk membayar.
• • •
Yoan melangkah masuk ke dalam gedung apartemen miliknya,
Ya,apartemen miliknya dan ia mengkhuskan lantai paling atas untuk di buat Penthouse,
Ia sengaja memilih salah satu apartemen nya yang ini adalah karena lokasinya yang tak padat bangunan dan juga masih luas di area itu,agar tak terlihat pengap,
"Tuan Yoan,kami sudah mengantar barang barang milik tuan dan nyonya muda ke Penthouse tuan"seru karyawan yang mengantar barang barang tadi,
"Ah baguslah,kembali bekerja"perintah Yoan,
Yoan pun masuk kedalam lift.
• • •
Pintu lift terbuka,ia memilih memasukkan nomor pin Penthouse nya,dan pintunya pun terbuka,
Yoan membuka sepatunya,lalu melangkah masuk,
Langkahnya terhenti tiba tiba,ia ternganga melihat pemandangan didepannya,
"Apa yang ka .. Sedang apa kau???"tanya Yoan tertohok ia mendekati gadis itu,ia sungguh tak mengerti apa yang Haara lakukan,
"Tentu aku akan tidur,hush hush"usir Haara
Yoan menghela nafasnya sambil memijat pelipisnya pening dengan keanehan gadis itu yang sudah istrinya sekarang.
...•...
...•...
...{Bersambung}...
__ADS_1
...•...
Hai Readers👋jangan lupa like dan komentarnya ya kakak❤