My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Kening yang Merah


__ADS_3

Jam telah menunjukkan jam setengah 1, hari sudah sangat siang tentunya.


Haara membantu Stephannie masak di dapur, hal itu membuat Haara senang, karena banyak pembelajaran yang gadis itu dapat dari Stephannie, mulai dari cara memasak masakan yang belum ia bisa dan juga cara meracik bumbu bumbu.


"Yoan itu sangat menyukai spaghetti carbonara, oh iya, jika ia meminta mu untuk membuatkan nya Spaghetti carbonara, jangan di buatkan terlalu sering ya, itu tidak baik untuk kesehatannya, mengetahui Yoan itu tidak begitu perduli dengan kesehatannya, maka kamu harus perhatikan kesehatannya ya, kamu juga jaga kesehatan ya" jelas Stephannie,


Haara mengangguk paham,


Ia jadi teringat dengan tragedi perubahannya Yoan ke mode anak anak, itu sangat sangat menggemaskan.


"Makanan hampir matang semua, kamu bangunkan Yoan ya, anak itu agak sulit dibangunkan, pastikan dia benar-benar bangun dan turun bersamamu ya sayang, anak itu suka tidur lagi kalau ditinggal turun" peringat Stephannie lembut,


Haara yang mendengarnya terkejut,


masuk ke dalam kamar pria itu dan membangunkannya?


Bahkan ia tadi berani karena ada mertua nya yang menemani.


ditemani saja ia masih merasa gugup apalagi hanya ia seorang diri? membangunkan pria itu?


"Kalau tidak bangun tarik saja telinganya agar bangun"


"Ta tarik telinganya??"


"Mama sering lakukan itu padanya, itu sukses membuatnya bangun, tapi jika tidak yakin jangan ya sayang" kekeh Stephannie,


Haara tak dapat membayangkan jika harus menarik telinga pria itu, bahkan ia memaklumi jika mertuanya itu menarik telinga pria itu, pria itu pasti tak akan protes, karena yang membangunkannya itu mamanya.


"Atau .. Cubit saja perutnya"


"Ahahah, sepertinya menarik telinganya lebih baik" tawa Haara kaku


Dengan berat hati Haara melangkah pergi ke lantai atas.


• • •


Stephannie menata makanan di meja makan, ia tinggal menunggu sup yang masih belum matang.


"Haara kemana?" tanya Tao Ming


"Membangunkan Yoan~hahh, pasti Haara kesulitan membangunkan anak itu" hela nafas Stephannie.


●•●•●•●•●


Haara mengehela nafasnya gusar, sudah berapa kali ia membangunkannya, namun pria itu sama sekali menyahut atau membuka matanya, hal itu membuatnya emosi.


"Yoan" panggil Haara mengguncang tubuh pria itu yang di bungkus selimut itu lagi dengan kencang


"Yoan! bangun~, ihh bangun bagun bangun~ makan siang dulu~" panggil Haara menahan emosi


Haara menguncang kuat tubuh pria itu, hal itu membuat pria itu membalikkan tubuhnya ke arah Haara duduk tanpa berniat membuka matanya,


"Yoan! bangun tidak? Kalau tidak ku tarik telingamu nih" ancam Haara,


"Berisik~" seru Yoan lemah


"Bangun!"


"..."


"Yoan ihhh~!!" rengek Haara,


"Ku tarik telingamu ya" ancam Haara lagi,


Tak ada sahutan dari pria itu,


Karena sudah tak tahan, Haara menarik telinga Yoan,


Hal itu sukses membuat pria itu meringis, pria itu perlahan membuka matanya


"Bangun bangun bangun!" seru Haara,

__ADS_1


"Agh! Iya iya aku bangun, aku bangun!" ringis Yoan menarik tangan Haara yang menarik telinganya,


Yoan menduduki dirinya,


"Beraninya kau menarik telingaku~" seru Yoan dengan suara beratnya, ia menatap Haara dengan mata yang disipitkan, terlihat nyawa pria itu belum terkumpul sempurna


"Habisnya ka .. Aa~!! mataku~!!" seru Haara menutup matanya,


"Kenapa dengan matamu?" tanya Yoan dengan wajah bantalnya menatap Haara bingung,


"Ka ka kau! Kau tidur tidak mengenakkan baju!?" teriak Haara duduk membelakangi Yoan,


Haara terkejut saat Yoan menduduki dirinya dan secara perlahan selimut nya terbuka dan menunjukkan dada atas pria itu, pria itu tak mengenakkan baju.


"Aku kepanasan" sahut Yoan mengacak acak rambutnya


"Pa pakai bajumu tidak?!" seru Haara panik,


"Keluar saja sana, nanti aku turun" seru Yoan dengan suara baritonnya, hal itu membuat tubuh Haara merinding


"Ti tidak! Mama menyuruhku agar menyeretmu ikut turun denganku! Kalau ku tinggal kau akan tidur lagi! Jadi cepat pakai bajumu!" seru Haara menutup kedua telinganya


Terdengar erangan malas dari bibir pria itu, Haara merasa kasur ia duduki bergerak, Haara membelalakan matanya saat melihat Yoan yang merangkak disampingnya,


Dapat dilihat lengan dan punggung pria itu yang sangat putih dan juga otot ditangannya yang tak besar dan tak juga kecil,


Percuma saja ia menghindar agar matanya tetap suci, namun pria itu telah membuat matanya tak suci lagi.


"Ap apa ya yang ka kau la lakukan?" gemetar Haara membuang wajahnya,


"Dimana bajuku? tasi aku simpan disini" tanya Yoan pada dirinya sendiri mencari di dekat Haara


"Awas~" seru Yoan berat,


"Awas apa?" seru Haara mencoba fokus pada wajah Yoan tanoa fokus ke tubuh pria itu,


"Bajuku, diduduki oleh mu" seru Yoan polos menatap bajunya yang diduduki Haara


Sontak Haara langsung berdiri dengan posisi membelakangi pria itu,


Jantungnya benar benar berdetak sangat kencang, entah kenapa ia merasa ia menyukai moment yang tadi.


Haara melirik Yoan yang berjalan melewatinya,


"pintu keluar kamar sebelah sana Yoan" seru Haara,


Yoan menengok ke arah arah sekilas,


"aku mau ke kamar mandi dulu" sahut pria itu pelan, Yoan melangkah ke dalam kamar mandi.


Suara pintu kamar mandi tertutup terdengar, Haara mengusap dadanya dan menghal nafasnya kasar,


"Oh jantungku~ i ini pertama kalinya bagiku, ya ampun! Mataku~" seru Haara menahan agar dirinya tak berteriak,


"Bukan waktu nya untuk berteriak Haara, lebih baik kau rapihkan tempat tidur" seru Haara,


•••


Haara menghela nafasnya lega, ia telah selesai merapihkan kamar tidur pria itu


Haara menatap keluar jendela,


Tirai yang tertiup angin itu membuat ia teringat dengan ucapan Stephannie jika pria itu takut gelap karena traumanya,


Sungguh menderitanya pria itu dulu, namun sekarang Haara merasa bangga sekali melihat Yoan yang sudah terlihat jauh lebih baik.


Haara meringis saat telinganya terasa di tarik,


"A aw! Telingaku~" ringis Haara membalikkan tubuhnya menatap pelaku yang menarik telinganya,


"Balasan karena kau menarik telingaku saat tidur" seru Yoan menatap Haara yang lebih pendek dari nya dengan tatapan tajam,

__ADS_1


wajah pria itu terlihat lebih segar dan pastinya tetap terlihat tampan


"Ya aku lakukan itu karena rekomendasi dari mama kamu, jika Yoan tidak bangun, tarik saja telinganya, atau cubit perutnya begitu" jelas Haara merajuk,


"Mencubit perutku?" tanya Yoan,


"Iya!" sahut Haara membuang wajah,


"Memangnya kau berani mencubit perutku?" tanya Yoan memiringkan kepalanya


Haara hanya terdiam, ia tak bisa menjawab,


Tak!!


Haara meringis saat keningnya di


Sentil oleh Yoan


"Yoan! Sakiit~!" marah Haara mengusap keningnya yang terasa panas,


Terdengar pria itu terkekeh, hal itu membuat Haara tersenyum senang


Sakit dikeningnya tak lah sebanding dengan rasa bahagia di hatinya saat ini, karena pria itu tak cuek lagi padanya.


• • •


Haara membuntuti Yoan yang jalan lebih dulu ke meja makan, mereka langsung di sambut oleh Stephannie dan Tao Ming,


Tao Ming yang melihat Haara yang mengusap usap keningnya merasa bingung,


"Haara? Keningmu kenapa?" tanya Tao Ming,


Haara menduduki dirinya di kursi yang dihadapan Stephannie


"Yoan menyentil keningku papa, dikira keningku kelereng apa!" seru Haara menatap Yoan yang duduk disebelahnya kesal, nyatanya Haara hanya pura pura marah,


"Yoan~ kamu ini" seru Stephannie menatap Yoan yang menduduki dirinya disebelah Haara,


Yoan yang mendengarnya menghela nafasnya kasar sambil menatap Haara datar,


Haara membuang wajahnya mendengus kesal


"Tuh kan Yoan lihat keningnya Haara, merah" seru Stephannie serius


Haara mengerutkan keningnya bingung,


"Nanti setelah makan kasih minyak kayu putih saja ya, sekarang makan dulu" seru Tao Ming,


Haara mengangguk perlahan, tatapannya teralih pada Yoan yang disampingnya, pria itu tengah menatapnya,


"Ap apa?" tanya Haara ketus,


"Keningmu, benar benar merah" sahut Yoan kembali fokus makan,


'Aku memang sedikit merasa panas pada keningku, apa sampai semerah itukah?' batin Haara fokus makan.


...•...


...•...


...BERSAMBUNG...


...•...


terima kasih sudah tetap stay di cetitaku😉 semoga makin kesini makin suka dengan ceritanya😍


jangan lupa di :


Like👍


tambah ke favorit❤

__ADS_1


Rate⭐⭐⭐⭐⭐


dan komentarnya💭 yang selalu aku nantikan❤


__ADS_2