
5 hari telah berlalu semenjak kejadian pertengkaran Yoan dan Zen di sekolah telah menjadi kenangan buruk.
Kini Haara dapat merasakan ketenangan dalam hidupnya lagi tanpa ada gangguan Zen di sekolah maupun di luar sekolah.
Seketika pria itu telah lenyap dari kehidupannya.
Rasa leganya kini dapat ia rasakan, namun semua kesedihan kini menghampirinya.
Bagaimana tidak?
Yoan pergi keluar kota dua hari lalu.
Yoan dengan berat hati meninggalkan Haara pergi keluar kota untuk urusan pekerjaannya dan membuat Haara harus tinggal di rumah kedua orang nya.
Kesedihan yang paling menyesakkan karena hari ini adalah tanggal 13, dimana tanggal ini adalah tanggal anniversarry nya dengan Yoan yang ke 4 bulan.
Ia sangat sedih karena dirinya tak dapat merayakannya dengan pria itu.
Pria itu sungguh sangat sibuk, namun pria itu masih menyempatkan waktu telfonan saat jam luang dan video call saat malam harinya.
Pria itu bahkan akan kembali di hari Minggu, masih ada 4 hari lagi, itu cukup membuat rasa rindunya pada Yoan bertambah berkali-kali lipat.
Kini saparuh rindunya terobati, dirinya kini sedang ber video call an dengan Yoan.
Yoan:
"Sungguh dia tak mengganggumu lagi??"
Haara:
(Mangangguk) "bahkan dia sudah menghilang entah kemana."
Yoan:
"Syukurlah, aku lega mendengarnya."
Haara:
"Yoan."
Yoan:
"Ya?"
Haara:
"Aku sungguh sedih sekali hari ini." (cemberut)
Yoan:
"Aku juga sedih tak bisa merayakan hari Anniversarry kita tepat hari ini."
Haara:
(Mengerjapkan matanya) "kenapa sama?"
Yoan:
(Terkekeh) "bertelepati."
Haara:
"Huwaaa~ Yoan cepatlah pulaaang~" (merengek)
Yoan:
"Ahahaha~ iya iya, aku akan menyelesaikan secepatnya, ya?"
Haara:
"Bahkan hari Minggu itu masih lama sekali!! Yoan jahat!" (kesal)
Yoan:
"AtHaara~ tolong pahami aku ya?"
Haara:
"Aku rindu sama kamu~ bahkan ini baru dua hari!"
Yoan:
"Aku juga sama, betapa rindunya aku denganmu, tidak hanya kamu." (ucapnya lembut)
Haara:
"..."
Yoan:
"AtHaara?" (melihat wajah Haara yang menunjukkan raut kesal)
AtHaara:
"..."
Yoan:
"Saat aku pulang ... Kamu mau dibelikan apa sebagai kado anniversarry? Kau mau boneka? Atau ... 2 bucket es krim? Lolipop? Atau ..."
AtHaara:
"Aku ingin kamu tidak kurus saat kembali!" (menatap Yoan cemberut)
Yoan yang mendengarnya sontak tertawa.
AtHaara:
"Aku akan kesal jika kau pulang dengan tubuhmu yang semakin kurus dan wajahmu yang kelelahan atau kurang tidur!"
Yoan:
(Tertawa sambil mengangguk)
"Baiklah, akan aku turuti kemauan istriku yang perhatian ini."
AtHaara:
(Tersipu malu) sudah malam, kamu tidurlah, besok kamu akan kembali perang dengan pekerjaanmu." (tersenyum)
Yoan:
"Kamu juga langsung tidur, aku merasa di rugikan karena sudah dua hari ini aku tak mendapat jatah pagi dan malam ku." (hilang mood)
AtHaara:
"Ahahah~ salah sendiri kenapa pergi keluar kota, wleee~" (meledek)
Yoan:
"Aku akan menagihnya, aku suka hutangmu yang berbunga." (tersenyum licik)
AtHaara:
"Lebih baik kau menjadi tukang penagih hutang saja sana! Suka sekali menghitung bunga." (gerutu)
Yoan:
"Tak boleh seperti itu, saat aku pulang bersiaplah." (menggoda)
AtHaara:
"Dasar mesum! Sudahlah aku tutup, makin dilanjutin alur pembicaraannya makin ngga benar!" (wajah memerah)
Yoan:
"Ucapan selamat malam nya mana?"
__ADS_1
AtHaara:
" ... Selamat malam Yoan."
Yoan:
"Selamat malam juga sayang~"
Blush!
Terdengar Yoan tertawa terbahak-bahak melihat wajah Haara yang sangat memerah.
Haara dengan cepat ia mengakhiri video call nya dengan Yoan.
"Huwaaa!!! Yoaaan~ jantungku ya ampun! Yoan manggil aku sayang~" histeris Haara berguling-guling di kasur nya.
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
Keesokan harinya.
Bruk!
Haara tersenyum pada sang papa yang kini menggantikkan peran Yoan yang mengantarnya ke sekolah.
"Hati-hati papa!" seru Haara.
Suara klakson singkat terdengar, mobil Juan sang papa pun melaju pergi.
Haara pun melangkahkan kaki nya masuk ke dalam area sekolah.
Gadis itu fokus memainkan ponselnya untuk bertukar pesan dengan Yoan, mereka saling bertanya sedang apa satu sama lain.
"Ah! Untung ingat, baju olaharaga di loker!" ingat Haara saat sedang membahas pria itu yang sedang jogging di luar sana.
Haara melangkah cepat ke arah lokernya.
Gadis itu terdiam saat membuka pintu loker nya yang entah kapan terakhir gadia itu buka.
Tidak ada surat, coklat, dan juga bunga.
"Kenapa? Kecewa gak dapat surat dan embel-embel lainnya?"
Haara sontak menatap seseorang di sampingnya.
"Rizal! Yifan! Ngagetin saja!" seru Haara menepuk-nepuk dadanya.
Rizal yang melihat reaksi terkejut Haara atas ucapan Yifan tadi terkekeh.
"Matamu aku kecewa! yang ada aku senang." seru Haara melipat kedua tangannya menatal Yifan menantang.
"Wah! Sungguh kosong?? Tak ada satupun?? Pasti anak cowok lain setelah melihat perdebatan antar tunanganmu dengan kak Zen itu membuat anak cowok takut." takjub Rizal melihat ke dalam loker Haara.
"Takut??" bingung Haara.
"Iya, boleh jika aku jujur, tunangan mu itu benar-benar menyeramkan sekali jika sedang emosi, wajar saja tapi tunanganmu itu emosi seperti itu, namun hak itu membuat teman-temanku takut dan kalah saing dengan tunanganmu." jelas Rizal.
Haara terkekeh mendengarnya.
"Tapi tidak dengan anak cewek yang melihat pertengkaran kakak sepupuku dengan si Zen itu, mata mereka berbinar, dan mengatakan jika kakak sepupuku itu keren habis! Dan sangat idaman melindungi Haara." jelas Yifan pada Rizal.
"Benar! benar! Pasti kau dengar pembicaraan anak cewek di kelas waktu itu membicarakan tentang kakak sepupumu, mereka itu lebih tepatnya terpana dengan visual kakak sepupumu." sahut Rizal.
"Terpana??" kesal Haara.
"Ya, mereka terus membicarakan visual tampan calon suamimu itu, mereka bahkan bertanya-tanya siapa nama tunanganmu dan umur tunanganmu itu, mereka terheran-heran karena para guru pembimbing memanggilnya tuan lho." seru Rizal.
Haara terdiam tak bisa menjawab.
"Tunanganmu itu sungguh masih kuliah??" tanya Rizal.
"Ah itu .."
"Hanya penasaran saja."
"Tunanganku itu masih kuliah, dia juga bagian dari penyelenggara bimbingan belajar ini." jelas Haara.
Rizal mengangguk-angguk paham.
"Tunanganku memang keren, tampan, dan garang aku tahu itu." sahut Haara memasukkan baju olahraganya ke dalam tas nya dengan tertawa kaku.
Yifan mengerjapkan kedua matanya menatap Haara, baru kali ini ia mendengar gadis itu membanggakan kakak sepupunya.
"Hahh~ aku akui itu semua." hela nafas Rizal.
Haara tersenyum senang mendengarnya.
"Kalian ngapain kesini? Yifan, apa kau sedang mengawasiku?" curiga Haara.
"Ah, aku lupa, kak Ammar tadi kirim pesan padaku, sepulang sekolah kita pergi ke rumah nya bersama, kau tahu?" tanya Yifan.
"Iya aku tahu, kaka Anna kirim pesan padaku untuk mengajakku makan bersama di rumahnya, entah apa maksudnya itu, kau di ajak juga?" tanya Haara.
Yifan mengangguk.
"Lumayan makan gratis, ya sudah kami mau ke kantin." sahut Yifan pergi.
"Sampai jumpa Haara." seru Rizal pergi juga.
Haara membalas dengan anggukan.
"Adik AtHaara."
Haara yang terpanggil pun menatap seseorang yang memanggilnya.
"Kak Ray, ada apa?" tanya Haara.
Terlihat Ray merasa gugup saat itu juga.
"Kak?" panggil Haara bingung melihat ekspresi Ray.
"Ini." seru Ray singkat menyodorkan sepucuk surat.
Haara dengan perlahan mengambilnya sambil mengerutkan keningnya.
"Ini bukan dariku." sahut Ray ragu.
"Lalu .. Ini dari siapa?" tanya Haara bingung.
"Kau akan tahu jika kau membaca isi suratnya." sahut Ray.
Haara menatap Ray curiga.
"Aku hanya menjalankan perintah saja, tugas ku sudah selesai, tolong di baca." seru Ray yang paham dari tatapan Haara.
Haara mengangguk samar.
"Ya sudah, masuk ke kelas, sedikit lagi akan bel masuk." seru Ray.
"Baik kak." sahut Haara pergi meninggalkan Ray.
Haara menatap surat yang ia pegang saat ini, ia merasa penasaran dengan isi surat itu dan dari siapa surat yang di titipkan ini?
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
Sepulang sekolah kemudian.
__ADS_1
Yifan mematikkan motornya dan mencopot helm nya saat telah tiba di pekarangan rumah Ammar dan Anna.
"Wah! Kalian sudah datang! Ayo masuklah!" antusias Ammar yang mengetahui kedatangan Yifan dan Haara sudah datang.
Yifan dan Haara saling pandang sekilas, mereka pun masuk ke dalam rumah.
Tercium aroma masakan yang sangat enak di indra penciuman mereka berdua membuat Haara dan Yifan merasa lapar saat itu juga.
"Ah! Kalian sudah datang! Ayo duduk di kursi makan! Kita makan bersama!" seru Anna menata makanan di atas meja makan.
"Lho? Riza dan Alka kemana?" tanya Ammar.
"Iya juga, mereka kemana?" tanya Anna juga.
"Mereka sekarang ada acara klub, ganti hari jadi hari Kamis, jadi tak bisa ikut." sahut Haara.
"O? Kak Yuu? Kau juga di sini?" tanya Yifan.
"Lho? Kok iya?" bingung Haara.
"Aku di suruh datang untuk makan gratis, kalau kalian ngapain?" tanya Yuu.
"Makan gratis juga." sahut Yifan duduk di kursi makan.
Haara pun ikut menduduki dirinya di tengah di antara sebelah kanan kiri nya ada Yuu dan Yifan.
"Nah! Ayo makanlah!" senyum Anna terlihat bahagia.
Yifan dan Yuu yang mendengarnya pun langsung menyendok nasi, lauk pauk dan menyantapnya.
Anna menatap Haara di depannya bingung dengan tatapan Haara.
"Kenapa tak makan Haara?" tanya Anna.
"Kak Ammar bukannya ikut dengan Yoan pergi keluar kota?" tanya Haara.
"Aku? Urusanku sudah selesai kemarin dan Yoan menyuruhku pulang lebih dulu, ia tahu jika aku dan Anna akan membuat acara makan besar seperti ini." jelas Ammar memakan nasinya.
"Acara?? Acara apa? Dalam rangka apa kak Ammar dan kak Anna membuat acara makan besar kemarin dan sekarang??" bingung Haara.
Anna tersenyum lebar dengan mata berbinar.
"Dalam rangka menyambut calon baby kami!"seru Anna antusias.
"Uhuk! Uhuk!!" kompak Yifan dan Yuu tersedak.
Ammar, Anna dan Haara menatap Yifan dan Yuu bergantian.
"Ya ampun kalian, makan pelan-pelan dong!" terkejut Haara dengan cepat memberikan segelas air pada Yuu dan segelas air juga pada Yifan.
"Kak Anna sedang mengandung??!" terkejut Yifan menetralkan tenggorokkannya.
Anna mengangguk cepat.
"Uhuk! Uhuk! Selamat uhuk!! Uhuk!! Selamat untuk kalian berdua!" seru Yuu yang jelas masih merasa gatal dan perih di tenggorokkannya.
Haara menepuk-nepuk pundak Yuu.
"Minum lagi, masih tersedak tak usah bicara." seru Haara Sedikit panik.
"Ucapan mereka mengejutkan sekali, membuat aku dan Yifan tersedak!" seru Yuu kesal.
"Hey bocah! Apa kau tak senang??" tanya Ammar.
"Senang sekali, saking senangnya aku sampai tersedak!" sahut Yuu.
Haara memutar bola matanya malas mendengar perdebatan Ammar dan Yuu.
"Jika kak Yuu menikah nanti apa kak Yuu tak boleh macam-macam sama kak Hanabi dulu, apa boleh kak Hanabi melangkahi Haara?" tanya Yifan polos.
Yuu dan Ammar menghentikan perdebatan mereka.
"ee~ sepertinya Yoan akan iri." sahut Anna yang paham dengan ucapan Yifan.
"Bicara yang jelas dong, melangkahiku maksudnya apa??" tanya Haara menuangkan air dalam teko ke gelasnya.
"Cih! Polos sekali kamu, pantas kak Yoan lebih suka menonton video p*rno." sahut Yifan kembali makan.
"Kok nyambungnya ke video sih??" tanya Haara bingung meminum air nya.
"AtHaara." panggil Yuu, hal itu membuat Haara menatap Yuu.
"Maksud Yifan itu, aku tak boleh buat Hanabi hamil dulu sebelum kau hamil lebih dulu, karena itu di sebut ..."
byuuurrrrrr .....!!!
"Pffttt!!! Whahahhahah!!!!"
Suara tawa seketika pecah di ruang makan kecuali Yuu dan Haara.
Bagaimana tidak? Haara tanpa sengaja yang terkejut menyembur kan air dalam mulutnya ke wajah tampan Yuu.
"Ya ampun! Uhuk uhuk! Yuu!! Maaf-maaf!! Aku tak sengaja!!" panik Haara mengelap wajah Yuu dengan lembaran tisu.
"Dasar kalian bertiga tamu tak sopan, suka sekali menyembur! Tapi tak apa-apa lihat Yuu disembur itu menjadi sebuah lelucon bagus! Whahahah~" tawa Anna pecah.
"Yuu maaf!! Huwaaa!!" panik Haara terus berusaha mengeringkan wajah Yuu.
"AtHaara~" seru Yuu menahan emsoi nya.
"Iya Yuu? Masuk mata ya?"
"Jika saja aku tak takut dengan kak Yoan, aku sudah menceburkan mu ke kolam renang." seru Yuu tersenyum.
Haara yang mendengarnya menelan saliva nya berat.
"Ma-maaf~"
...•...
...•...
...●...
...🎐Bersambung🎐...
...●...
...•...
...•...
...Author: "sembur sesuka hati Haara, nanti kalau ada yang marahin tinggal ngadu😆hmm~ surat? dari siapa kah kira-kira?🤔"...
...•...
...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...
...⭕Jangan lupa:...
...👍 Like,...
...🏷Vote,...
...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...
...❤Favorite,...
...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...
...💃谢谢大家!💃...
...(Xièxiè dàjiā!)...
...(Terima kasih semuanya!)...
...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...
__ADS_1
...see you next tomorrow❤...
🎐我的命运是赵先生🎐