My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Hari yang Telah Berlalu Cukup Lama


__ADS_3

Tanggal 13 Oktober telah berlalu, hari anniversary pernikahan 1 bulan mereka telah terlewatkan, itu adalah hari yang sangat menyakitkan untuk Haara sangat menyakitkan sekali.


Hari demi hari berlalu terhitung setiap 7 harinya menjadi beberapa minggu yang sudah berlalu


Sejak pertanyaan Yoan saat itu, Haara merasa jika pria itu menjaga jarak padanya.


Meski pria itu menjaga jarak padanya, sikap pria itu tidaklah dingin seperti dulu dulu, pria itu tetap bersikap hangat dan lembut padanya.


Hal yang di maksud pria itu menjaga jarak adalah, tak ada lagi candaan dan keusilan yang pria itu berikan, mereka berbicara hanya mengenai hari hari di sekolah Haara dan pekerjaan Yoan di kantor.


Tak ada lagi percakapan lain yang membuat Haara kesal pada pria itu, ledekan pria itu dan keusilan pria itu, jujur saja Haara merindukkan itu semua.


Namun ia hanya mengingat kenangan itu jika ia merindukkan keusilan pria itu,


Pria itu sangat lah sibuk belakangan ini karena mengurus pembukaan cabang perusahaan baru di Korea.


Sudah cukup lama juga Haara tak dijemput dan diantar pria itu di sekolah dan ke sekolah saat pria itu sibuk,


Mereka berdua bertemu saat pagi hari saja saat sarapan, tidak untuk malam hari pria itu selalu pulang malam hari sekali.


Ia memaklumi kesibukan pria itu, dan ia mencoba percaya jika pria itu memang sibuk karena pekerjaan


Hari ini adalah hari Senin tanggal 2 November tahun 2020, hari senin pertama di bulan November


Musim hujan sudah menunjukkan kehadirannya, semua siswa siap siaga membawa payung dan juga jaket, karena hujan tak bisa diprediksi kapan akan turun,


Sebuah rumor Haara putus dengan Yoan pun menyebar karena mengetahui jika Haara selalu berangkat dan pergi sendiri naik taksi, Haara tak lagi memikirkan fikiran siswa siswa disekolah


Namun saat Haara ditanya apa ia sudah putus atau belum, Haara selalu memberi alasan 'bahkan kami akan bertunangan, bagaimana kami akan putus?' dan jika ditanya dirinya tak pernah diantar dan dijemput Yoan, Haara menjawab 'dia mempunyai kehidupan sendiri, walau kami terlihat masing masing, tapi perasaan kami tetap sama' itulah jawaban Haara.


Dan juga belakangan ini Haara selalu pergi ke toko buku dan ke taman, pertemanan antara Haara dan Bastian semakin dekat karena pertemuan mereka selalu tak di duga duga.


Berawal dari menolongnya yang hampir tertabrak mobil saat menyebrang, memberinya nasihat saat dirinya hujan hujanan malam hari, bertemu di minimarket dan juga bertemu di toko buku, hal yang membuat mereka seperti teman sekali adalah, mereka memiliki hobi yang sama, yaitu suka pergi ke toko buku dan membaca buku buku yang menarik perhatian mereka berdua.


Haara melangkah keluar dari area sekolah dengan ponsel ditelinganya, ia sedang mengangkat sebuah panggilan sejak tadi


Haara:


"Maka dari itu jemputlah aku disekolah~ selalu menyuruhku cepat cepat saja~ sepulangnya kakak dari kampus kenapa tak ke sekolahanku saja?"


Bastian:


"Malas, aku tunggu di toko buku biasa, aku sedang memboking tempat, karena makin ramai saja pengunjungnya"


Haara:


"Ada saja alasannya jika suruh menjemputku, menyebalkan"


Bastian:


"Aku tak dengar ocehanmu~ cepatlah, aku tak mau bayar double uang bokingannya"


Haara:


"Iya dasar cerewet!".


• • •


Haara menghela nafasnya saat baru tiba di toko buku yang ramai, ia mencari keberadaan Bastian,


Ia tersenyum senang saat melihat Bastian melambaikan tangan padanya, ia pun menghampiri pria itu


"Lama sekali kau"


"Aku baru pulang langsung kesini tahu! Belikan aku air" merajuk Haara


"Iya sebentar" sahut Bastian pergi


Haara tersenyum senang, Bastian seperti seorang kakak kedua setelah Anna


Ponselnya bergetar karena ada panggilan masuk, Haara mengambil ponselnya di jas sekolahnya


"Yoan?" seru Haara mengerutkan keningnya


Haara:


"Hallo?"


Yoan:


"Hallo, kau sudah pulang?"


Haara:


"Mm aku lagi ada di luar dengan teman ku"(ragu ragu)


Yoan:


"Siapa?"


Haara:


"Yaa temanku"


Yoan:


"Temanmu Riza dan Alka maksudmu?"


Haara:


"Mm bukan"

__ADS_1


Yoan:


"Lalu siapa? Pria atau wanita?"


Haara:


"Pria"(dengan nada biasa)


Yoan:


"Siapa?"


Haara:


"Dengan kak Bastian"


Yoan:


"Aku baru mendengar nama temanmu itu" (heran)


Haara:


"Aku memiliki banyak teman, kenapa kau terdengar heran?"


Yoan:


"Jangan pulang malam, beritahu aku jika kau sudah pulang"


Haara:


"Mm baiklah, kau akan lembur lagi?"


Yoan:


"Iya, aku akan kembali lembur entah sampai kapan"


Haara:


"Aku masak makan malam untukmu apa kau akan makan di luar lagi?"


Yoan:


"Aku akan makan masakan buatanmu"


Haara:


(Terdiam sejenak)"Baiklah, kau mau aku buatkan apa?"


Yoan:


"Aku sedang ingin makan sushi"


Haara:


Yoan:


"Tidak untuk beli, bahkan aku ingin kau yang membuatkannya sendiri untukku"


Haara:


"Eh? Mm baiklah, aku akan beli bahan bahannya"


Yoan:


"Hm, jika sudah jam 9 aku belum pulang kau langsung pergi tidur, tak perlu menungguku"


Haara:


"Baiklah"


Haara merasa ada yang aneh dengan pria itu, biasanya pria itu mengiriminya pesan jika ia akan lembur, namun sekarang pria itu menelfon dan banyak bicara padanya


Dan juga pria itu meminta dirinya membuatkan sushi untuk makan malam


"Tumben sekali" bingung Haara


"Tumben? Bahkan aku selalu sering membelikan mu minum, kau kapan?" seru Bastian tiba tiba datang


"Siapa yang bicara pada mu"


"Lalu? Kau bicara untuk siapa?" tanya Batian menduduki dirinya di kursi hadapan Haara


"Mm tunanganku"


"Kenapa dengan tunanganmu?"


"Ia ingin aku membuatkan sushi untuknya" sahut Haara meminum es jeruk nya


"Bukannya kau bilang dia sedang kuliah di luar kota?"


"Ah mm iya, saat ia pulang, ia ingin aku buatkan sushi untuknya" sahut Haara


Bastian mengangguk paham


Bastian memang sudah mengetahui jika Haara memiliki tunangan, itu adalah alasan yang Haara berikan kepada teman temannya tentunya, itu juga berlaku untuk Bastian


"Oh iya, kak Bastian bilang kalau kakak akan mengunjungi museum dengan temanmu, aku sudah mengajarkan kakak bagaimana cara mengajak teman, bagaimana sudah kau ajak temanmu??"


"Sudah lah, namun aku tak jadi pergi esok"


"Lho? Kenapa?"

__ADS_1


"Karena ia akan pergi dating dengan pacarnya" kekeh Bastian


"Apa kakak menyukainya? Bahkan kakak tahu jika dia sudah mempunyai pacar lho?"


"Bodoh, teman yang ku maksud itu pria, bodoh" seru Bastian


"Huh, ku kira kakak ingin mengajak seorang wanita untuk mengunjungi museum, ternyata seorang pria, kakak normal kan?" tanya Haara Curiga


"Apa maksud ucapanmu? Tentu aku normal, aku menyukai wanita!" kesal Bastian tak terima


"Whahah, janganlah marah kak, aku bercanda" tawa Haara


"Sudah jangan dibahas, oh iya, tanggal 29 November kau sungguh ingin datang untuk menonton konser boy band kesukaanmu?"


Haara yang mendengarnya berbinar


"Tentu saja!! Aku akan pergi menonton!!" bahagia nya aku~!" binar Haara


"Jangan pergi sendiri"


"Jika .. Tunanganku tak mau menemaniku .. Kakak mau menemaniku?" tanya Haara ragu


"Tidak ,malas!"


"Ah kak Bastian!~ ayolah~ mau ya??" bujuk Haara


"Masa iya tunanganmu tak mau mengantarmu??"


"Karena ia tak menyukai boy band"


"Aku juga, jadi lebih baik tidak usah pergi" seru Bastian membaca bukunya


"Baiklah, aku akan pergi sendiri saja"


"Jangan macam macam, kau akan pulang malam lho, kau anak gadis sendirian diluar itu sangat berbahaya" nasihat Bastian


"Ya makannya temani aku ya jika ia tak bisa mengantarku, karena aku takut juga ia sibuk" bujuk Haara


"Baiklah, asal kau traktir aku beli banyak makanan snack"


"Setuju!" senyum Haara.


• • •


Jam telah menunjukkan jam 6 petang, Haara dan Bastian keluar dari toko buku rental itu


"Ahh, tahu jika ada toko buku yang tak harus beli seperti disini, lebih baik aku kesini saja" sesal Haara


"Kau menyukai novel dan buku, bahkan toko buku rental saja tidak tahu, payah" seru Bastian


"Mana ku tahu, besok mau kesini lagi ah~" senyum Haara


"Ya sudah" sahut Bastian


"Kakak tunggu seperti tadi ya?" seru Haara,


"Aku? Tidak untuk besok, besok aku sibuk" sahut Bastian


"Hahh, masa aku sendiri?"


"Jika ingin ya datang saja"


"Hmm, bagaimana besok deh, melihat keramaian tadi saat aku baru datang saja tadi sudah membuatku malas" keluh Haara,


"Ah itu taksi yang ku pesan" senyum Haara girang


"Ya sudah aku pergi, sampai jumpa lain waktu" seru Bastian mengacak acak rambut Haara


"Kak Bastian~ aduh rambutku~" keluh Haara,


Bastian terkekeh,


"Jah! Sampai jumpa lagi, kirim pesan padaku jika sudah sampai rumah" seru Basrian melangkah pergi


Haara mengangguk sambil melambaikan tangan pada Bastian,


"Sampai jumpa lagi kak Bastian" seru Haara melambaikan tangan pada Bastian,


Bastian melambaikan tangan tanpa membalikan tubuhnya


Haara tersenyum senang dan melangkah masuk ke dalam taksi.


...•...


...•...


...BERSAMBUNG...


...•...


terima kasih sudah tetap stay di cetitaku😉 semoga makin kesini makin suka dengan ceritanya😍


jangan lupa di:


Like👍


tambah ke favorit❤


Rate⭐⭐⭐⭐⭐ serta Vote🎟


dan komentarnya💭 yang selalu aku nantikan❤

__ADS_1


__ADS_2