
Haara menghela nafasnya pelan, ia menyimpan ponselnya di atas nakas untuk menghilangkan kejenuhan.
Tangan sebelahnya kini masih sibuk mengelus-elus rambut semir hitam pria itu,
Nafas pria itu berhembus sangat teratur sekali, pria itu kini semakin jatuh kedalam dunia mimpi.
Haara memeluk Yoan erat sambil memejamkan mata, ia ingin menikmati moment ini lebih dalam lagi.
Cup!
Haara mengecup kening Yoan lama.
Yoan sungguh tidur sangat terlelap, hingga tak merasa jika Haara tengah mengecup keningnya lama.
"Lelap sekali, sampai tak sadar aku mengecup keningnya? Biar sajalah, dari pada ia sadar aku mencium keningnya, yang ada dia akan minta lebih." oceh Haara pelan.
Drtt!! Drtt!!
Terdengar suara dering panggilan masuk, hal itu membuat Haara menengok ke arah meja nakas dan menatap ponsel pria itu yang berada di sebelah ponsel miliknya.
"Kak Ammar?" gumam Haara.
Haara yang tadi berniat ingin membangunkan Yoan pun merenungkan niatnya.
"Angkat sama aku saja deh."
Ammar:
"Hallo Yoan."
Haara:
"Hallo kak Ammar."
Ammar:
"Lho? Haara? Ku kira Yoan yang angkat, hey gimana keadaanmu adik ipar? Apa masih samar-samar terasa sakit perutmu?"
Haara:
"Hehe, ngga kak, aku sudah sembuh total."
Ammar:
"Syukurlah, aku merindukanmu sekali, ah! Tak cuma aku, kami tentu nya merindukan kalian berdua."
Haara:
"Aku juga rindu sekali dengan kakak, aku rindu semuanya~"
Ammar:
"Maka dari itu cepatlah pulang, kenapa kalian menunda kepulangan kalian lagi sih~ betah sekali seperti nya kalian berdua-dua di Guangzhou." (terkekeh)
Haara:
"Bukan ... Eh? Menunda? Kami pulang hari ini lho kak, Yoan bilang nanti siang jadwal penerbarangan kami.
Ammar:
"Sungguh?? Nanti siang?? Tapi Yoan bilang dia membatalkan jadwal penerbangan kalian untuk hari ini, dan ia bilang kalian akan kembali tanggal 1 Januari." (bingung)
Haara:
"Lho? Yoan bilang begitu kak?"
Ammar:
"Iya, Jadi sebenarnya kalian pulang kapan sih? Aku menelfon karena ingin bertanya apa kalian sungguh pulang tanggal 1 atau tidak, soalnya Yoan harus mengurus pekerjaannya yang tertunda bulan ini secepatnya."
Haara:
"Eumm~ aku tak tahu kak, aku bingung deh."
Ammar:
"Coba kasih ponselnya ke Yoan, aku ingin bicara, hahh pasti aku kena marah dengan itu anak karena melanggar ucapannya untuk tak menghubungi nya sampai sekembali kalian ke Indonesia." (mengoceh)
Haara:
(Terkekeh) "sebentar kak."
Haara melirik Yoan yang tak terusik sedikitpun dengan suaranya yang sedang mengangkat telfon.
"Yoan~ bangun hey, kak Ammar menelfon dan ingin bicara padamu."
"..."
Haara menghela nafasnya, ia akan menguras energi untuk membangunkan pria itu.
"Yoan~"
Ammar:
"AtHaara, letakkan ponselnya di telinganya saja."
Haara yang mendengarnya menuruti ucapan sang kakak ipar.
Ammar:
"YOAAANN!!"
Haara terkejut bukan main saat Yoan sontak membuka matanya dengan tubuh respon terkejut.
Gadis itu bisa memaklumi keterkejutan Yoan, bahkan ia juga terkejut karena ia juga dapat mendengar Ammar teriak sangat kencang lewat sambungan telfon di ponsel milik Yoan.
__ADS_1
Yoan mengerjapkan matanya sambil mengambil ponselnya dari tangan Haara dan menatap layar ponselnya.
"AMMAAAR!!!!!" seru Yoan emosi, ia menyebut nama sahabatnya itu dengan penuh penekanan.
Dengan segera pria itu menduduki dirinya, Yoan mengusap-usap telinganya bergantian kini mengusap dadanya, jantungnya hampir meloncat mendengar teriakan Ammar.
"Dimana etika mu huh!! Berteriak ditelingaku saat kau menyuruh Haara meletakkan ponselku di telingaku, aku sedang tidur bodoh!!!" marah Yoan pada panggilan.
Haara menelan ludah nya, ia merinding seketika melihat Yoan yang kini tengah berdebat dengan Ammar, perdebatan saling mengoceh satu sama lain.
Ucapan-ucapan savage terdengar dari mulut Yoan yang di lontarkan untuk Ammar.
"Hoi! Bodoh! Aku sudah mengatakannya padamu, aku akan menunda jadwal kepulanganku besok, kenapa kau bertanya lagi?! Apa ucapanku kemarin belum jelas???" seru Yoan dalam panggilan.
Haara yang mendengarnya terheran-heran, ia telah membenarkan ucapan Ammar yang mengatakan Yoan menunda jadwal penerbangan mereka besok.
"Katakan, meeting akan di adakan tanggal 3 Januari nanti, aku menolak untuk diadakan tanggal 2!" seru Yoan lagi dengan nada tak bersahabat.
Haara mengerutkan keningnya, bahkan ia mengingat jika ia akan masuk sekolah tanggal 4 di hari Senin.
'Tanggal 3? Apa ia akan mulai bekerja di hari minggu???' batin Haara.
"Yayaya, tanggal 4, dihari Senin. Katakan rapat diadakan di hari Senin awal bulan Januari." seru Yoan memijat pelipisnya.
'Kenapa ditunda penerbanganku dengan Yoan? Apa Yoan masih ada urusan di sini ya?' batin Haara bingung.
"Apa dia itu adalah seorang CEO nya? kenapa ia merasa keberatan dengan keputusanku? Katakan padanya aku tak akan mengubah tanggal meetingnya, jika tak bisa menghargai keputusan ku sebagai seorang CEO diperusahaanku sendiri, aku akan menarik ucapanku yang setuju bekerja sama dengan perusahaannya." jelas Yoan pada Ammar.
'Sepertinya pembicaraan mereka akan lama, lebih baik aku pergi masak deh semoga masih ada bahan-bahannya.' batin Haara beranjak dari kasur.
"Kamu mau kemana?" tanya Yoan menahan tangan Haara.
"Ammar, sampaikan pesanku padanya, ku tutup." seru Yoan mengakhiri panggilan.
Haara melirik Yoan, pria itu kini sudah mengakhiri panggilan telfonnya dengan Ammar.
"Buat ... sarapan." sahut Haara, ia kini kembali terduduk di tepi kasur.
"Tidak perlu, kamu langsung mandi, siap-siap, kita pergi keluar." seru Yoan mengusap-usap pipi Haara lembut.
"Pergi ... keluar??" bingung Haara.
Yoan mengangguk.
"Katanya mau pergi ke taman hiburan naik banyaknya wahana-wahana, hm?" seru Yoan.
Seketika Haara mematung, hatinya perlahan berbunga-bunga mendengarnya.
Mata gadis itu seketika berbinar serta senyuman mengembang di bibirnya.
"Yoan serius??? Mau ajak aku kesana???"
"Serius, kita banyak schedule kan? Di hari ini, jadwal saat ini bersiap-siap pergi sarapan di luar, lalu pergi ke taman hiburan, dan malamnya kita jalan-jalan malam untuk menunggu dan menyambut malam tahun baru." jelas Yoan.
Haara yang mendengar ucapan Yoan pun terharu bukan main.
Yoan tersenyum ,ia mengusa-usap rambut Haara.
"Ya, mana mungkin aku akan biarkan kamu mengubur keinginanmu itu, aku tak ..."
Grep!
Tubuh pria itu terdorong kebelakang, beruntung ia sigap menahan dirinya agar tak jatuh tiduran di atas kasur.
"Huwaaa!! Yoaaaann terima kasih~" histeris Haara mrnghamburkan pelukan pada Yoan.
Yoan terkekeh, ia sangat senang sekali mendengar gadis nya ini sangat senang, ia dapat merasakan kebahagiaan yang di rasakan gadisnya itu.
"Aku sayaaaang ... sekali sama Yoan~ sangat sangat sangaatt sekali!! huwaa ... terima kasih Yoan~" seru Haara lagi mendongakkan kepalanya menatap Yoan.
Cup!
Yoan mengecup kening Haara sekilas, hatinya ikut berbunga-bunga saat mendengarnya.
"Padahal aku kemarin berfikir takut kau marah padaku karena aku itu bercerita tentang imajinasi ku ke taman hiburan dan jalan-jalan malam menyambut tahun baru, tapi Yoan buat kejutan untukku~"
"Marah? Kenapa aku harus marah?" tanya Yoan bingung.
"Habisnya saat aku bercerita imajinasi ku kamu seperti menghindari tatapanku!" cemberut Haara.
Yoan terkekeh mendengarnya, ia mencubit hidung gadis itu pelan.
"Maafkan aku membuatmu berfikir seperti itu, tapi ku tak menghindar, aku itu hanya larut dalam fikiranku untuk bisa membujuk kedua orang tua mu untuk bisa menunda penerbangan kita ke Indonesia. dengan alasan ini, kedua orang tua mu sangat mengizinkan sekali." jelas Yoan.
"Terharu sekali aku mendengarnya~ Yoan terima kasih sekali~" seru Haara menyembunyikan wajahnya di dada bidang pria itu.
"Iya sama-sama~" kekeh Yoan.
"Aku akan mandi sekarang, huhu senangnya~" antusias gadis itu melepaskan pelukannya dan lari masuk ke dalam kamar mandi.
Yoan bangkit berdiri dan tersenyum cerah menatap pintu kamar mandi yang tertutup itu.
Ceklek!
Tak disangka Haara kembali keluar dari kamar mandi, gadis itu melangkah cepat menghampiri Yoan.
"Kenapa ..."-Yoan,
Cup!
Yoan membulatkan matanya saat mendapat kecupan singkat di bibirnya dari Haara.
Dengan wajah malu, gadis itu lari masuk ke dalam kamar mandi.
"I love you Yoaan!" seru Haara sebelum menutup pintu kamar mandinya.
Yoan seperti mendapat banyak hantaman bunga dalam hatinya.
__ADS_1
Wajah masih terkejut karena ciuman singkat tadi dan ucapan cinta dari gadis itu membuat dirinya tak bisa berkata-kata.
Pria itu memegang bibirnya perlahan, senyuman lebih cerah telah terbit di wajahnya saat ini.
"AtHaara~ kau membuatku semakin gila karena mu~" seru Yoan menutup wajahnya, wajahnya kini sudah memerah tersipu bahagia.
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
Ceklek!
Lirik kanan lirik kiri dan menatap kedepan.
Aman!
Haara melangkah keluar dari kamar mandi dengan langkah hati-hati.
Ia merasa malu sekali saat ini, verani mencium tapi kini berujung malu hingga tak kuat berhadapan dengan suaminya sendiri, jantung nya berpacu cepat.
"Ekhem!"
Deg!
Gerakan langkah hingga tubuhnya terhenti.
"Kenapa jalan nya mengendap-endap begitu? Kau seperti seorang pencuri saja." seru Yoan melipat kedua tangannya di depan dada.
Gadis itu tak bisa menjawab, bibirnya bungkam karena ia tertangkap basah.
"Ah! Kau memang seorang pencuri, bahkan tadi kau mencuri kecupan di bibirku, tapi itu tak masalah, aku senang." kekeh Yoan mencoba menatap Haara.
Haara merapatkan bibirnya rapat-rapat, ia ingin teriak saat ini karena mengingat hal tadi.
Yoan memiringkan wajahnya menatap Haara yang membuang pandangannya.
Pria itu menangkup kedua pipi gadis itu hingga membuat gadis itu kini menatapnya.
"Aku mau lagi." seru Yoan.
"Tidak!"
"Ha?? Kenapa?" kecewa Yoan.
"Ka-kamu belum mandi, bau!" dusta Haara, jujur saja jika ia sangat suka wangi khas pria itu tercium lebih jelas saat baru bangun saat ini.
Yoan memicingkan matanya menatap Haara.
"Apa lihat-lihat? Mandi sana! hush hush hush." usir Haara mendorong tubuh Yoan agar masuk ke dalam kamar mandi.
"Tidak, berikan aku kecupan lagi." tolak Yoan menahan dirinya.
"Yoaaan~ kamu ini!"
"Cium dulu." seru Yoan membungkukkan tubuhnya, jari telunjuknya menunjuk bibirnya.
Wajah Haara terasa panas saat ini, ia bingung harus mencium pipi pria itu atau tidak.
"Nanti saja deh, setelah mandi, kau berhutang padaku nona." seru Yoan berdiri tegak dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
Gadis itu bernafas lega mendengarnya.
"Ku do'akan kau lupa Yoan." seru Haara pelan.
...•...
...•...
...●...
...🎐Bersambung🎐...
...●...
...•...
...Author: "sudah mulai nakal nih Haara😂"...
...•...
...Hallo kakak-kakak Readers dan kakak-kakak author hebat😍...
...Terima kasih telah setia membaca karya pertama ku ini ya😇...
...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...
...⭕Jangan lupa Like, Vote, Rate 5 star, +Favorite, dan komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...
...Please penilaiannya ya kakak-kakak semua😇...
...karena itu semua sangat berharga untuk author sendiri😇🙏...
...💃谢谢大家!💃...
...(Xièxiè dàjiā!)...
...(Terima kasih semuanya!)...
...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...
...see you next tomorrow❤...
🎐我的命运是赵先生🎐
__ADS_1