My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Catatan Takdir


__ADS_3

"Buka semua kancing bajuku dengan kedua tanganmu, AtHaara~" seru Yoan lagi penuh penekanan.


Haara menatap Yoan takut, tatapan yang pria itu pancarkan padanya sangat tajam di matanya.


"Aku hanya memintamu membukanya, aku tak memiliki niat untuk macam-macam denganmu, AtHaara." seru Yoan mengusap rambut Haara lembut.


"Kenapa kau menyuruhku membuka kancing bajumu?? Itu membuatku berfikir kalut, Yoan." sahut Haara berusaha tenang.


Yoan mengusap pipi Haara.


"Pegang ucapanku, aku tak akan macam-macam padamu." seru Yoan lagi tak menghiraukan pertanyaan Haara.


Dengan gerakan takut dan ragu, tangan Haara gemetar untuk membuka kancing baju pria itu,


Nafas Haara tertahan saat satu kancing baju pria itu terbuka,


Tk! ...,


Tk! ...,


Tk! ...,


Tk! ...,


Sedikit demi sedikit dada pria itu terlihat di pengelihatannya,


Jantungnya berdetak kencang saat ia telah melepas 4 kancing baju pria itu, tersisa 2 kancing lagi yang belum ia buka.


Gerakan Haara terhenti menatap Yoan, Yoan mengalihkan pandangan dari tangan gadis itu ke wajah gadis itu yang menatapnya.


"Kenapa berhenti membukanya?" tanya Yoan sayu.


"Janji padaku tak akan macam-macam padaku, aku tak tahu apa maksud dari keinginanmu ini, entah apa aku tak tahu, Yoan." ragu Haara.


Yoan mengangguk lembut,


"Percayalah padaku." seru Yoan meyakinkan Haara.


Haara kembali membuka kancing baju pria itu.


Tk! ...,


Tk!


Haara menunduk saat semua kancing baju pria itu telah ia buka semua.


Yoan memejamkan matanya menunjukkan smirk nya saat kancing bajunya telah di buka semua oleh gadis di hadapannya.


Haara mengepalkan tangannya kuat, ia memejamkan mata nya rapat-rapat saat menyadari Yoan membuka bajunya dan baju pria itu di jatuhkan ke lantai.


Pria itu kini bertelanjang dada di depannya.


Yoan mengusap lembut helai rambut Haara lagi, ia menarik dagu gadis itu untuk menatapnya, namun gadis itu menolak.


Cup!


Deg!


Haara membuka matanya cepat.


Satu buah ciuman singkat Yoan berikan pada Haara.


"Ada satu hal yang ingin aku tunjukkan padamu, AtHaara." seru Yoan.


"Lihat tubuhku."


"Ha?! Untuk apa???" tanya Haara cepat.


"Lihatlah." seru Yoan lagi.


"Aku tidak mau!" sahut Haara menolak.


"AtHaara~" panggil Yoan lembut.


Haara menatap wajah tampan suaminya itu tak percaya,


Dengan mengumpulkan tekad, perlahan Haara menatap tubuh pria itu.


oh tidak!


Ia tak menyangka jika tubuh pria itu ...


Sangat lah bagus sekali.


Tubuh yang terawat dan bugar bagai tubuh yang selalu melakukan gym.


Namun jika di ingat-ingat, setahunya pria itu tak pernah melakukan gym rutinitas sama sekali.


Ini kali pertama ia melihat seorang pria bertelanjang dada di hadapannya.


Haara mengerutkan keningnya, ia menyadari satu hal yang mengejutkan, ia menatap perut sixpack pria itu terkejut.


Yoan tersenyum tipis saat gadis itu telah menyadari suatu hal yang ia maksud dari awal telah di sadari gadis itu.

__ADS_1


"Kau tahu bekas luka apa di perutku ini?" tanya Yoan menatap Haara dalam.


"Bekas ... jahitan." sahut Haara mengalihkan pandangannya menatap wajah pria itu.


"Kau benar."


Haara masih di bingungkan oleh ucapan pria itu.


"Jahitan ini ku dapat pada sebuah kejadian tepat 2 tahun yang lalu pada tanggal 30 Juli 2018, disebabkan oleh luka tusukan yang ku dapat dari Finn saat pelarianku darinya di Jepang." jelas Yoan menunduk.


Haara mengerutkan keningnya, ia merasa tak asing dengan tanggal itu.


"Dimana aku hampir tertangkap lagi olehnya, namun akhirnya aku berhasil kabur darinya yang jatuh pingsan."


Haara yang mendengarnya merasa sedih.


"Aku tak kuat lagi saat itu untuk menahan luka sobek di perutku, lalu aku memutuskan untuk mencari taksi."


"Namun, tubuhku hilang kesadaran saat itu dan aku jatuh pingsan pada saat akan memberhentikan sebuah taksi yang di tumpangi oleh seorang gadis SMP."


Haara tercegang ia mematung seketika.


"Gadis itu menolongku dan membawaku ke rumah sakit dengan taksi yang ia tumpangi, kesadaranku tak lah penuh, awal pemandangan yang ku lihat adalah seorang gadis SMP yang terlihat panik dengan keadaanku."


"ia berusaha menghentikkan darah yang terus keluar dari perutku dengan selimut yang ia punya." seru Yoan menatap Haara yang mematung.


"Bukannya terlihat takut saat diriku yang terluka, gadis itu malah menolongku dengan pengetahuan dasarnya itu."


Nafas Haara naik turun, jantungnya berdegup kencang.


"Lalu saat aku di rumah sakit aku kritis karena kehilangan banyak darah, dengan baik hati tanpa perduli siapa aku ini, gadis itu mendonorkan 1 kantong darahnya yang kebetulan sama dengan golongan darahku, nyawa ku sungguh tertolong olehnya." seru Yoan menatap Haara sendu.


"Nyawaku tertolong olehnya, aku terselamatkan karena nya. aku pun tersadar dari koma ku yang cukup lama."


'Tidak mungkin! Tidak mungkin pria itu adalah Yoan!' batin Haara, ia merasa sesak seketika di hatinya.


"Aku sangat bahagia dan sangat senang mendapati diriku bisa bertemu lagi dengan semua orang yang ku sayangi, mama dan papa, adikku, kedua sahabatku dan saudara saudaraku semuanya.


"Saat aku tersadar dan pulih, aku mencari keberadaan gadis yang telah menyelamatkan ku. Dokter mengatakan titipan pesan dari gadis itu, jika gadis itu tak bisa menjengukku karena dirinya telah terbang ke Indonesia dengan keluarganya, ia juga memberikan ucapan agar diriku cepat pulih dan hidup bahagia."


Ts!


Air mata Haara keluar.


Satu tetes, dua tetes dan seterusnya, Haara menatap Yoan dalam.


Yoan mengusap rambut Haara mengusap air mata Haara lembut.


"Aku pun memutuskan untuk pergi ke Indonesia dan membuka cabang di Indonesia dengan tujuan awal untuk mencarinya. hampir 2 tahun aku hampir putus asa mencari keberadaan gadis itu yang entah dimana."


Haara yang mendengarnya terkekeh di sela sisi ia sedang terisak menahan air matanya.


"Padahal aku hanya bertanya rumahnya dimana, karena aku ingin bertemu gadis itu lagi untuk mengatakan terima kasih telah membuat ku hidup normal. Aku tak menyangka aku akan kehilangan gadis itu lagi."


"Sampai tiba saat nya aku dipertemukan lagi dengan gadis itu, aku terkejut bukan main karena gadis itu adalah adik dari sahabatku sendiri, dan gadis itu akan di jodohkan denganku." seru Yoan tersenyum tulus.


Haara makin terisak, ia menutup rapat-rapat mulutnya, ia sungguh tak menyangka sekali.


"Akhirnya aku pun dan ia bertunangan lalu menikah, kami pun telah sah menjadi suami istri." seru Yoan menyandarkan dirinya.


"Dia, tak hanya sebagai penyelamat hidupku saat tragedi itu, ia juga adalah seorang penyembuh trauma ku hingga aku sembuh karena nya." senyum Yoan.


"Aku benar-benar merasa beruntung memilikinya, sangatlah beruntung, aku merasa bingung, karena kenapa ia mau menerima ku sebagai suaminya? Bahkan aku berfikir ia terlalu sempurna untukku." tunduk Yoan.


"lalu hubungan kami hampir terpecah belah karena sebuah kesalah pahaman, namun akhirnya kami kembali bersama dan begitu bahagianya aku ia memutuskan akan tetap berada di sampingku."


"Yoaan~" isak Haara dengan suara serak.


"Karena semua itu, ia sukses membuatku jatuh cinta padanya, kini aku sangat mencintainya, gadis itu telah menjadi istriku, ah! Ralat, ia masih menjadi istri kecilku." senyum Yoan.


"Sekarang apa kau ingin tahu dimana gadis itu? Biar ku beritahu, gadis itu kini sedang berdiri di hadapanku, ia sedang menangis karena telah mengetahui satu hal yang belum ia ketahui tentang siapa aku ini di masa lalu nya dulu." seru Yoan terkekeh.


"Ah! aku lupa memberitahu siapa nama gadis itu ya? gadis itu bernama AtHaara Martin." seru Yoan tertawa kecil.


Tangis Haara pecah saat itu juga, ia pun langsung memeluk Yoan erat seerat-eratnya.


Ia sungguh tidak menyangka sekali, pria yang dulu dirinya tolong adalah suaminya sendiri!


Rasa sakit di hatinya terasa perih, ingatan dulu saat ia menolong pria itu pun terlintas di fikirannya.


Ia dapat merasakan penderitaan suaminya itu dulu, dimana pria yang ia peluk ini ingin terbebas dari kurungan sang kakaknya hingga satu tahun lamanya.


"Menyesakkan! Hatiku sesak! Pria itu adalah kamu! Aku tak menyangka jika itu kamu Yoan~" isak Haara menangis sejadi jadinya di pelukan pria itu.


Yoan memejamkan matanya, hatinya pun terasa sakit saat mengingat kejadian dulu dan juga gadisnya ini sekarang tengah menangis di pelukkannya.


"Aku paham, aku dapat merasakan bagaimana sakit nya kamu dahulu yang ingin kabur dan tak ingin tertangkap lagi oleh Finn, aku dapat merasakan penderitaanmu! Hatiku sakit sekali Yoan, sakit sekali!!" histeris Haara mengusap rambut Yoan sayang.


Yoan meneteskan air matanya, ia memeluk Haara erat, ucapan gadis itu membuat dirinya melemah,


Dengan sangat mudah sekali gadis itu telah meruntuhkan pertahanan nya,


"aku merasa senang dan berguna sekali saat itu, aku merasa bersyukur aku ada pada saat itu untuk menolongmu, aku senang sekali~" seru Haara masih terisak.

__ADS_1


"Aku tak tahu harus mengatakan apalagi untuk menggambarkan perasaan terima kasihku padamu, kau sungguh menyelamatkan hidupku AtHaara~" seru Yoan lemah.


Haara melepaskan pelukkan nya untuk menatap pria itu.


Yoan menatap gadisnya yang masih menangis.


Ia mengusap air mata Haara lembut.


"Sebuah takdir memang sungguh nyata, pertemuan kita yang dahulu kini membuat kita kembali di pertemukan lagi aku sungguh berterima kasih sekali pada takdir, Yoan~" isak Haara.


"Ya, takdir menyatakan dan menginginkan kamu menjadi milikku, AtHaara." senyum Yoan.


Haara memeluk pria itu lagi, ia sungguh terharu dengan hal yang ia ketahui saat ini.


●•●•●•●•●


Haara menunduk memainkan jarinya, ia tak ingin menatap Yoan yang duduk di sampingnya yang tengah memakai baju.


Ia merasa malu karena ini pertama kali ia berpelukkan dengan pria bertelanjang dada.


Cup!


Haara memegang keningnya sambil menatap Yoan.


"Kenapa dengan wajahmu, hm? Kau selalu terkejut saat aku menciummu, mau itu cium kening, pipi, dan juga ... Bibirmu, padahal ini bukan pertama kali aku melakukannya, bukan?" tanya Yoan santai naik ke atas kasur.


"Aku pun tak tahu." senyum Haara menatap lantai.


"hm, Yoan?"


"Hm?"


Haara menduduki dirinya disebelah pria itu, hal itu membuat Yoan menatap Haara bingung.


"Kenapa kau baru mengatakan hal sepenting ini padaku?" tanya Haara.


"Aku tak mampu memberitahumu saat diriku masih trauma, AtHaara~"


Haara mengangguk-angguk paham.


"Mm ... Kau ingin aku memberikan hadiah apa untukmu? mungkin sebuah cake sama sekali tak cukup." tanya Haara menatap Yoan disampingnya.


Yoan menyandarkan punggungnya pada kepala dipan kamarnya.


"Cintamu." sahut Yoan menatap lurus ke depan.


Haara terdiam, ia tertunduk.


"Aku hanya ingin kau kembali mencintaiku, aku tak perduli sedikit apapun kau mencintaiku, yang terpenting kau mengakui jika kau sudah mencintaiku." seru Yoan.


Haara tak bisa berkutik.


"Jangan di fikirkan, aku tak akan memaksamu mengatakan cinta padaku, aku ingin kau mengatakannya tulus dari hatimu kepadaku tanpa terpaksa." seru Yoan menatap Haara tersenyum.


"Maafkan aku." seru Haara merasa bersalah.


"Sudah ku bilang tak usah di fikirkan, yang terpenting aku yakin jika masih ada kesempatan dan waktu entah itu kapan untuk kau mengatakan cinta padaku." sahut Yoan.


Haara menatap Yoan ragu,


"Tidurlah." seru Yoan.


Haara mengangguk dan menidurkan dirinya.


'Tolong jangan menyerah untuk membuatku mencintaimu lagi, Yoan.' batin Haara.


...•...


...•...


...Author: " tak disangka-sangka kalau sudah takdir😭"...


...❤Bersambung❤...


...•...


...Hai, kakak readers dan kakak author-author yang hebat dan keren😍...


...Terima kasih sudah membaca ceritaku🙏...


...❗Jangan lupa untuk❗:...


...✔like,...


...✔vote,...


...✔rate 5 star, dan...


...✔komentarnya yang sellau ku nantikan💐💐💐...


...📜Pesan dari Author:...


..."Selalu jaga kesehatan di saat pandemi seperti ini ya kakak-kakakku❤...

__ADS_1


...selalu jaga kebugaran tubuh kalian semua😍...


...Sukses dan bahagia selalu untuk kita semua🤗🤗"...


__ADS_2