My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
You are Mine


__ADS_3

...❗please, baca Attention di slide akhir setelah membaca part ini ya kakak-kakakku😍❗...


__________________________________________


"Ya, kau memang sangat bodoh."


Haara sontak langsung menatap seseorang yang bicara itu.


Matanya terbelalak sempurna, tubuhnya gemetar bukan main.


"Yo-Yoan!?"


Ia terkejut bukan main, karena saat ini wajahnya berada tepat berada di depan wajah pria itu.


Tatapan menusuk dan sangatlah menyeramkan, itulah yang tergambar saat ini.


Haara membuang wajahnya, ia tak bisa menghindar atau menjauh, tubuhnya melemah, tatapan pria itu seperti mengunci pergerakan tulang-tulangnya.


Haara merasa dagu nya kini di tarik pria itu.


Pria itu menatap gadis di depan wajahnya ini dalam seperti meneliti.


Yakinlah, kini Haara sedang menahan nafasnya karena mulut pria itu sangatlah bau alkohol.


"Aku memang tak salah, ini kamu AtHaara, istri kecilku yang lucu~" seru Yoan terkekeh.


Haara menelan ludahnya susah, ia ketakutan saat ini.


"Inilah gadis yang telah membuatku jatuh cinta mati padanya, namun dengan teganya dia membuang cintanya untukku~"


Haara kembali meneteskan air matanya.


"Don't cry~ aku tak akan menyakitimu, I promise." seru Yoan dengan suara bergumam.


Entah kenapa ucapan pria itu membuat Haara merasa sedikit lebih tenang.


"Aku hanya ingin bercerita tentang isi hatiku saja, jadi tolong dengarkan ya~" kekeh Yoan dengan wajah khas orang mabuk.


"Kamu, tanpa ku izinkan masuk kedalam hatiku, namun kamu sangat memaksa ignin masuk? bahkan kau masuk sangat dalam sekali kedalam hatiku dan kau telah membuat pertahanan ku hancur." seru Yoan.


"Namun setelah kau menghancurkannya, kenapa kau tak bertanggung jawab? Kau pergi begitu saja tanpa ada tanggung jawab sama sekali, AtHaara~" seru Yoan kesal.


Mata sayu tergambar pada pria itu saat ini.


"aku benar-benar frustasi sekali, harus bagaimana lagi aku harus membuatmu mencintaiku lagi! Bagaimana caranya AtHaara!? Tolong beritahu aku!"


"Rasa takutku, akan kehilanganmu terus menghantuiku setiap detiknya, apa kau tahu? Aku sangat menderita sekali, menderita menunggu cintamu itu." seru Yoan sendu.


"Kapan kau akan mencintaiku kembali Haara!? Jangan membuatku semakin bertambah gila karena dirimu AtHaara!" seru Yoan kesal.


"Hatiku semakin besar sekali rasa ingin memilikimu, berikan aku cintamu Haara, aku butuh cintamu~" seru Yoan dengan nada memohon.


"Aku hanya sengaja mengatakan padamu kalau aku akan pergi bertemu Jessi saat itu, aku ingin melihat eskpresi dan tanggapanmu, namun tanggapanmu membuat aku muak!" emosi Yoan.


"kau tahu? sekarang kau membuat goresan di hatiku dengan sebuah kejahatan kau menyuruhku untuk pergi bersama wanita sialan itu!"


Air mata Haara kembali menetes.


"cih! untuk apa aku pergi dan satu motor dengannya."


Haara mengerutkan keningnya bingung.


"Mana mungkin aku membiarkan diriku sendiri disentuh oleh wanita sepertinya, rasanya tubuhku sangatlah kotor jika dia akan menyentuhku, menjijikan!" seru Yoan merendahkan Jessi.


Haara tertegun mendengar jawaban pria itu, pria itu telah menjaga dirinya sendiri agar tak di sentuh Jessi.


namun, semua berakhir dengan Yoan yang pulang di rangkul oleh Jessi, itu sungguh memuakkan.


Srett!


Haara terkejut bukan main saat Yoan akan membuka bajunya.


"apa yang kau lakukan! Kenapa kau ingin membuka bajumu!!" panik Haara menahan pergerakan Yoan yang ingin membuka bajunya.


"Jangan sentuh bajuku!" seru Yoan menyingkirkan tangan Haara yang akan menyentuh bajunya.


"Yo .."


"Diamlah!" seru Yoan penuh penekanan.


Tubuh Haara gemetar hebat, ia benar-benar takut merasa takut sekali pria itu akan berlaku macam-macam padanya.


Haara berdiri menjauh dari Yoan.


"Ka-kau sudah janji untuk tidak macam-macam padaku Yoan!!" seru Haara takut.


Yoan turun dari kasur nya dengan jalan seloyongan dan membuang bajunya ke tempat sampah.


ketakutan Haara pun kini tercampur rasa bingung dengan hal yang di lakukan pria itu.


pria itu telah membuang bajunya ke tempat sampah.


"Baju sialan itu telah di bersentuhan dengan tubuh wanita sialan itu! jangan kotori tanganmu menyentuh baju sialan itu!!" seru Yoan melangkah mendekati Haara.


Haara melangkah mundur.

__ADS_1


Langkah Yoan terhenti, pria itu memegang kepalanya, dan selanjutnya tubuh pria itu ...


Buk!


Haara menahan tubuh Yoan yang akan tumbang itu.


"ka-kau baik-baik saja Yoan??" tanya Haara khawatir.


terdengar Yoan terkekeh mendengar ucapan Haara.


"Tangkapan yang bagus, istriku~" seru Yoan memeluk Haara.


"tidak~ aku tidak baik baik saja, hatiku sakit sekali AtHaara~" seru Yoan.


"Hatiku sakit sekali AtHaara dengan tanggapanmu tentang kau yang memaksaku pergi bersama wanita sialan itu." seru Yoan pelan.


"Apa sebegitu sulitnya mempercayai ketulusan cintaku padamu?" seru Yoan sedih.


"Aku sunguh mencintaimu tulus dalam hatiku, AtHaara! aku akan berjanji padamu dan aku akan bersumpah padamu aku tak akan menyakiti hatimu lagi seperti saat itu, aku akan membuatmu bahagia sepenuh hatiku, aku akan lakukan segalanya dan memberikan semuanya padamu, AtHaara~" seru Yoan dengan suara baritonnya.


Haara yang mendengarnya tak bisa menahan isaknya.


"Aku berjanji tak akan ada air mata tersakiti yang kau teteskan lagi gara-gara aku. Aku bersumpah!"


Haara menghentikkan isaknya saat merasa pundaknya basah.


Pria itu menangis.


"Yoan??" seru Haara khawatir mencoba menatap pria itu.


Namun Yoan memeluk Haara erat,


Tubuh pria itu gemetar dan terdengar terisak.


"Aku ingin hatimu AtHaara, aku ingin cintamu AtHaara~ tolong cintai aku lagi AtHaara, ku mohon berikan semua itu padaku AtHaara~"


Deg!


Detak jantung yang sudah lama ia rasakan kembali ia rasakan kembali bedetak.


Haara menutup matanya sambil tersenyum.


ia mengusap rambut pria itu sayang.


'akhirnya.' batin Haara.


●•●•●•●•●


• • •


• •



Haara sontak membuka matanya, ia menduduki dirinya.


Nafas yang naik turun membuatnya ketakutan bukan main.


semalam setelah ia mendapati Yoan yang tertidur di pelukannya sehabis mabuk, ia pun ikut tidur setelah menidurkan pria itu di kasur sebelahnya.


namun,


Ia bermimpi buruk sekali.


ia bermimpi jika Yoan pergi meninggalkan nya dan memilih pergi bersama Jessi.


Haara melirik ke kasur sebelahnya.


Ia tak mendapati Yoan di sampingnya.


Haara pun dengan gerak cepat turun dari kasurnya.


Ia mencari pria itu di kamar mandi, ruang tengah dan dapur, ia tak mendapati keberadaan pria itu.


Haara lari keluar dari apartemennya dan dengan cepat masuk ke dalam lift.


• • •


Ada beberapa karyawan di apartemen itu yang kepapasan dengan Haara menatapnya kebingungan.


Haara lari keluar apartemennya dan lari kearah taman di apartemen.


Langkahnya terhenti saat melihat pemandangan di depannya.


Yoan sedang berbincang dengan Jessi.


Tubuhnya melemah seketika,


Air matanya menetes, ia memegang dadanya yang terasa sakit.


"Ini adalah kejadian di dalam mimpiku, kenapa aku merasa ini adalah Deja Vu?" seru Haara takut.


Haara menguatkan dirinya dan mengumpulkan keberaniannya.


'Aku akan hancurkan mimpi buruk di dunia nyata ini.' batin Haara menekankan tekad.

__ADS_1


●•●•●•●•●


"Okey, i'm Sorry." seru Jessi pasrah dimarahi Yoan.


"I want you to explain it along with friends later!


(Aku ingin kamu menjelaskannya bersama teman-teman nanti!)" seru Yoan datar.


Bruk!


Tubuh Yoan terhuyung kedepan secara tiba-tiba.


Yoan membelalakan matanya terkejut saat ada tangan yang melingkar di perutnya.


"Yoan! Maafkan aku, tolong maafkan aku!"


Yoan sangat kenal sekali dengan suara ini, ini adalah suara gadisnya.


"AtHaara? Hey, ada apa?" tanya Yoan kebingungan.


Yoan merasa jika punggungnya terasa basah, gadis itu menangis.


Yoan yang panik mengetahui Haara menangis pun melepaskan tangan gadis itu yang melingkar di perutnya dan memutar tubuhnya untuk menghadap gadis itu.


Dengan gerak cepat Haara kembali memeluk Yoan, memeluk pria itu sangat erat.


"Maafkan aku Yoan, aku minta maaf telah membuatmu terluka Yoan~ tolong jangan tinggalkan aku~" isak gadis itu.


Yoan mencerna semua ucapan gadis nya itu.


"Maafkan aku telah melukai hatimu dengan perilaku dan sikapku, maafkan aku~" isak Haara semakin histeris.


Yoan merasa gadis itu mencengkram bajunya kuat, ia merasa bingung dengan gadisnya ini seperti ini.


Ia baru mengingat sesuatu, kejadian semalam dimana ia menangis di pundak gadisnya ini dan mengutarakan semua keluhan rasa sakitnya pada gadisnya.


"Hello sweet girl, Yoan and I are talking, can you ...


(halo gadis manis, Yoan dan aku sedang berbincang, bisa kamu ...)"-Jessi.


"I don't allow it! I told you not to approach Yoan! He is mine!


(Aku tidak mengizinkannya! Sudah kubilang jangan mendekati Yoan! Dia milikku!)"


Yoan yang mendengar ucapan bahasa Inggris Haara yang lancar dan artinya itu membuatnya tergegang bukan main.


"Hey, calm down, i know ..."-Jessi.


"Yoan! Jangan tinggalkan aku! Aku mohon maafkan aku!" histeris Haara mendongakkan kepalanya menatap Yoan dengan tatapan memohon.


"Hey, AtHaara tenanglah~ aku ..."


"Aku cinta sama Yoan!!!" teriak Haara histeris.


Yoan tercegang mendengarnya, ia mematung seketika.


"Aku sayang sama Yoan! aku cinta sama Yoan! Yoan itu milik aku seorang! Aku tak akan izinkan dan biarkan Yoan di ambil wanita lain! aku tak akan biarkan Yoan pergi dari aku!! Yoan itu milikku!!" teriak Haara lebih kencang.


Deg!


...•...


...•...


__________________________________________


...🚨ATTENTION PLEASE!!🚨...


...❗Untuk hari ini spesial dari othor akan memberikan double up-nya di jam 4 sore-an ya kakak-kakak **ditunggu ya**~😍❗...


__________________________________________


...•...


...❤Bersambung❤...


...•...


...Hai, kakak-kakak Readers👋 Hai, kakak-kakak author hebat!👋...


...Terima kasih sekali sudah hadir di ceritaku ya😊...


...Jangan lupa:...


...-Like...


...-Vote...


...-Rate 5 star...


...- komentarnya juga ya😊...


...Karena itu sangat berarti untuk aku selaku author😊...


...Sehat selalu untuk kakak-kakakku ya, disaat pandemi seperti ini selalu jaga kebugaran tubuh kita ya🤗...

__ADS_1


...See you tomorrow😇...


__ADS_2