My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Api Cemburu


__ADS_3

Yoan melirik kearah Haara yang sedang merapihkan selimut.


Dengan langkah ragu pria itu menghampirinya.


Pria itu menelan saliva nya berat saat raut wajah gadis itu terlihat sangat dingin.


"anu ... AtHaara??"


Tak ada sahutan.


"AtHaara??" panggil Yoan lagi.


"Langsung bicara." sahut Haara datar.


Glek!


Seketika nyali pria itu menciut.


"Apa??" tanya Haara ketus.


"A-aku mau minta maaf, maaf telah buat kamu kesal." tunduk pria itu.


Haara kini masih mempertahankan raut tak bersahabatnya dengan Yoan, dan juga ia mempertahankan pertahanannya saat melihat Yoan yang memelas karena pria itu minta maaf padanya.


" ... hm."


"Hm, apa?" tanya pria itu.


"Kau pasti tahu jawabanku." sahut Haara melangkah keluar meninggalkan Yoan.


Yoan menduduki dirinya di tepi kasur, ia menghela nafasnya kasar.


"Aku ragu jika aku sudah di maafkan atau belum dengannya, awh~ aku rindu pada sikap manisnya~" lamun Yoan.


"Hoooaaam~ ah, aku sama sekali tidak bisa tidur semalaman karena ia tak mau aku yang tidur sambil memeluknya, hahh benar-benar menyebalkan." keluh pria itu.


• • •


Suara bising terdengar dari lantai bawah, pria itu mengerutkan keningnya saat melihat siapa biang onar pembuat suara bising, siapa lagi jika bukan Yifan dan Yuu, dan di tambah dengan kehadiran Ammar disana.


"Biang rusuh." hela nafas Yoan malas.


"Hey, kak Yoan kemarilah makan cemilan buatan kak Hanabi dan Haara bersama, enak lho." seru Yuu


Yoan pun melangkah menghampiri kerusuhan itu.


Tatapan pria itu terfokus pada Haara dan Yifan, seketika ia merasa tak suka saat melihat pemandangan dimana Haara yang tertawa bersama Yifan, dan hal yang membuatnya sesak adalah dimana Haara yang menyuapi Yifan makan keripik kentang dengan santainya.


"AtHaara." panggil Yoan dengan raut datar.


Haara yang terpanggil menatap Yoan, namun Yoan mengurungkan niatnya untuk merajuk.


"Yiran dan Sissy mana??"


"Mama dan papa membawa mereka jalan-jalan." sahut Haara.


Yoan menahan kesal saat melihat Haara dan Yifan kembali bercanda bersama, ia merasa dirinya tak di anggap oleh gadisnya itu.


"Ihh Yifan, enak tahu, tak enak apasih maksudmu~ cobain ini, buka mulutmu." paksa Haara.


"Tidak! Itu pedas, aku tak suka!" tolak Yifan.


"Hukumanmu lho, kamu kalah dariku, ayo, aaa~"paksa Haara lagi.


"Hey Yoan, kemarilah." seru Ammar menepuk-nepuk sofa di sebelahnya.


Yoan dengan berat hati dengan tatapan tetap terfokus pada Haara dan Yifan pun menghampiri Ammar.


"Kemana Anna?" tanya Yoan.


"Dia sedang jalan-jalan dengan mama ku, karena Yuu bilang Haara ada di sini, jadi aku kesini deh." jelas Ammar.


Yoan hanya mengangguk-angguk paham.


Tatapannya terus terfokus pada Haara yang sungguh mencuekinya, benar-benar tak menganggapnya.


●•●•●•●•●


• • •


• •



Malam hari kemudian.


Entah bagaimana sudah ia duduk, Yoan tak memperdulikannya, matanya pun sudah kering dan panas saat melihat kedekatan Haara dengan Yifan, dan kini di tambah lagi dengan Yuu yang bercanda ria bersama Haara.


"Ayo kita main game, yang kalah harus makan keripik pedas ini, ayo!" seru Xi Cha.


"Setuju! Ayo!" semangat Haara.


"Pertama, adu kekuatan antara kak Yoan dan kak Yifan! Ayo!" seru Xi Cha.

__ADS_1


"Ayo Yifan semangat!" seru Haara menyemangati Yifan.


"Pijat pundakku agar aku bisa ..."


Brak!!


Semua sontak terkejut saat mendengar pukulan meja yang kuat.


Siapa lagi yang bisa membuat semuanya terkejut dan memilih membisu, pelakunya adalah Yoan seorang.


Yoan bangkit berdiri dan segera menghampiri Haara.


"Aduh aduh, apasih!" ringis Haara sast tangannya di tarik kuat dengan Yoan.


"Ikut aku, aku mau bicara." seru Yoan tajam.


"Bicara tinggal bicara, apa salahnya bicara disini sih??!" sahut Haara menghempaskan tangan Yoan.


Yoan memijat pelipisnya dan menghela nafasnya kasar.


"Apa kau sadar yang telah kau lakukan padaku???" tanya Yoan menahan emosi.


"Lalukan apa??" tanya Haara kesal.


"Aku sudah tak bisa menahan diriku lagi untuk tak marah padamu AtHaara!" kesal Yoan


"Marah?? Marah kenapa kamu??"


"Belakangan ini sikap mu benar-benar berubah padaku, kau bersikap tak perduli dan cuek padaku! Jika aku punya salah padamu, bisakah kah beritahu aku?? Tidak begini caranya kau mendiamiku seperti ini??!" seru Yoan emosi.


"Kenapa kau tanya aku?? Tanya pada dirimu sendiri kenapa aku begini!" tak kalah emosi Haara.


"Jika kau marah padaku karena tak bisa menemani keseharianmu bersama anak kita, aku akan lakukan sesuai kemauanmu! Seharusnya kau bicara baik-baik padaku, agar kita berakhir bertengkar seperti ini!" sulut emosi Yoan.


Haaara menyisir rambutnya ke belakang merasa pening.


"Dan juga, apa maksudmu tadi bercanda seperti orang pacaran saja bersama Yifan dan Yuu!? Apa kau lupa menghargai diriku ini sebagai suamimu AtHaara?? Bermesra-mesraan di depan mata kepalaku sendiri dan tak menghiraukan tatapan peringatan dariku!" seru Yoan lagi.


"Inilah yang ku benci darimu, berfikir jika semua pria di sekitar ku seperti yang kau kira! Apa kau sedang menuduhku selingkuh ha??!" tanya Haara.


"Aku tak menuduhmu ..."


"Aku benci sekali dengan keposesifan mu itu padaku, itu sangat mengganggu ku sekali." seru Haara pelan.


Deg!


Yoan membulatkan matanya terkejut.


"Aku benci sama kamu Yoan." seru Haara melangkah pergi naik ke lantai atas.


"AtHaara, hey tunggu, aku belum selesai bicara, AtHaara tunggu!" seru Yoan mengejar Haara.


"Siap kena hajar kak Yoan lho kalian berdua, hehehe." kekeh Xi Cha.


"Ahh~ dari awal aku tak mau ikut rencana ini~" kesal Yifan.


"Fan, kabur yuk??" ajak Yuu.


"Ayo ayo, takut kak Yoan berniat hajar kita sungguhan nanti, sungguh tak lucu." seru Yifan melangakh pergi dan diikuti oleh Yuu.


"Hey hey, jangan kemana-mana kalian, jam 11 lewat sudah di sini." seru Ammar.


"Siap!" sahut Yuu dan Yifan bersamaan.


• • •


Belum sempat Haara menutup pintunya, Yoan dengan cepat ikut masuk ke dalam kamar dan memeluk tubuh Haara erat.


"Lepas!"


"Tidak akan ku lepas." sahut Yoan pelan.


"Aku benci sama kamu! Jadi lepaskan aku! Keluar sana!!" berontak Haara.


"Ucapanmu kenapa berubah??" tanya Yoan.


"Ucapan apa maksudmu!"


"Ucapan dimana kau bilang jika kau menyukai sikapku yang posesif padamu, dan sekarang kenala kau bilang kau benci drngan sikap posesifku?" tanya pria itu dengan nada kecewa.


"Aku berubah fikiran." sahut Haara dingin.


Yoan memegang kedua pundak Haara menatap kedua mata Haara.


"AtHaara, kenapa kamu jadi berubah seperti ini? Kau seperti bukan AtHaara yang ku kenal." heran Yoan.


"Aku tak perduli." sahut Haara membuang wajahnya.


"AtHaara~" memelas Yoan.


"Lepaskan aku." tunduk Haara.


"AtHaara, tolong jangan seperti ini, ku mohon~ aku minta maaf sekali padamu, aku sudah janji padamu lho untuk menemani keseharianmu dan anak kita setiap hari lho, aku janji padamu, jadi jangan seperti ini lagi ya? Kembalilah seperti Haara yang terlihat dan bersikap mencintaiku ya??" mohon Yoan.

__ADS_1


Haara hanya diam membisu.


"aku sungguh tak suka lihat kamu menyuapi Yifan seperti tadi, aku cemburu AtHaara~" keluh Yoan.


Haara sungguh tak tega melihat wajah memelas Yoan yang memohon seperti saat ini padanya, ia melirik jam dalam diam, jam 12 malam masih ada 1 jam lagi, sungguh masih lama.


●•●•●•●•●


Selama lima puluh menit berada di dalam kamar, sepuluh menit lagi jam menunjukkan jam dua belas malam.


Akhirnya waktunya sedikit lagi untuk mendiami Yoan berakhir, ia sungguh tak tahan mendiami pria ini, ia ingin secepatnya berlalu.


Haara memilih menduduki dirinya di tepi kasur dengan raut wajahnya yang ia usahakan masih terlihat dingin pada Yoan.


Haara merasakan jika Yoan mengikutinya, pria itu duduk di sebelahnya dan memeluk tubuhnya dari samping dengan erat.


Pundak nya terasa berat karena pria itu menyembunyikan wajahnya di lehernya.


Sekuat mungkin Haara menahan rasa geli dari hembusan nafas Yoan di lehernya.


"AtHaara~ ayolah~ maafkan aku~ jangan diami aku, ku mohon~" rengek Yoan.


Haara tak menyahut, namun Haara mengerjapkan matanya saat Yoan menangkup kedua pipinya.


Mata pria itu memerah.


'Ya ampun, apa aku sungguh berlebihan padanya ya?? Tahan Haara tahaaaann~' batin Haara.


"Sayaaaang~" rengek Yoan.


Haara memilih menundukkan pandangannya.


"Sayang, jangan seperti ini ayolah~" rengek Yoan.


Menit demi menit telah berlalu, dan kini saatnya lah telah tiba.


jam telah menunjukkan jam 12:01 dini hari.


Haara menghela nafasnya lega, Haara menatap Yoan dengan senyuman.


Cup!


Yoan membelalakan matanya saat Haara tiba-tiba mencium bibirnya lembut.


Haara terkekeh saat melihat ekspresi polos kebingungan pria itu.


"Happy birthday Yoan sayang~" seru Haara mengelus pipi Yoan sayang.


"H-ha??"


...•...


...●...


...🎐Bersambung🎐...


...●...


...•...


...•...


...Author:...


..."berlalu juga akhirnya, mission accomplished AtHaara🎉🎉 Yoan sudah menginjak umur 26 tahun saja nih, tua ga ya segini? makin cocok di panggil om apa sugar daddy nih😆"...


...•...


...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...


...⭕Jangan lupa:...


...👍 Like,...


...🏷Vote,...


...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...


...❤Favorite,...


...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...


...💃谢谢大家!💃...


...(Xièxiè dàjiā!)...


...(Terima kasih semuanya!)...


...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...


...see you next tomorrow❤...


🎐我的命运是赵先生🎐

__ADS_1


__ADS_2