My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Fakta Dari Sebuah Kesalah Pahaman


__ADS_3

"Pada bulan Oktober lalu di Moskow, itulah pertemuan kami berawal. aku mendapat sebuah panggilan dari nomor asing, itu sangat mengangguku sekali. lalu aku memuuskan untuk mengangkat telfon itu."


"Telfon itu dari Yoan, dalam sebuah sambungan, ia memastikan terlebih dahulu jika aku itu kak Irene atau bukan. lalu aku mengatakan, jika aku adalah adiknya kak Irene."


"Secara mengejutkan ia memintaku untuk bertemu, awalnya aku menolak keras, karena mengetahui Yoan adalah orang asing, bahkan dia adalah warga asing di negaraku."


"namun Yoan terus berusaha untuk bisa mengajakku bertemu dengan cara ia memperkenalkan dirinya sebagai teman dekatnya kakakku, Irene."


"Yoan meyakinkan diriku dan aku pun akhirnya mau bertemu dengannya."


"Lalu kami pun bertemu saat itu juga, Yoan terkejut saat melihatku begitu mirip dengan kakakku, lalu ia menjelaskan tujuannya mengapa ia mengajakku untuk bertemu. Alasan pertama ia mencariku itu untuk memastikan jika aku itu kak Irene atau bukan,"


"Alasan kedua yaitu Yoan menjelaskan padaku kejadian tentang tragedi kebakaran gudang yang menyebabkan kakakku meninggal beberapa tahun lalu padaku,"


"Yoan menceritakan secara detail tragedi kebakaran gudang itu terjadi, ia mengatakan jika kematian kak Irene disebabkan oleh kak Irene yang menyelamatkan Yoan dari kebakaran itu terjadi."


Haara pun mendengar lebih fokus lagi dengan ucapan Yifan yanng menjelaskan dari ucapan Irene.


"Aku yang mendengarnya terkejut, aku tak menyangka jika orang itu adalah Yoan, aku tak menyangka jika akhirnya aku bertemu dengan seseorang yang menyebabkan kematian kakakku, Irene."


"Yoan meminta maaf padaku berulang kali dengan wajah sangat bersalah, ia juga mengatakan sebuah kebenaran jika dia tak membunuh kakakku, itu semua murni sebuah kecelakaan. ia menjelaskan secara detail kejadian yang sebenarnya padaku, namun penjelasan dirinya dan kakak tertua ku Bastian Wang berbeda jauh."


Haara mengerutkan keningnya bingung,


"Jelas saat itu aku tak mempercayai ucapannya, namun ia berusaha untuk membuatku yakin jika penjelasannya itu tidak mengada-ada, dan akhirnya ia membuktikan sebuah bukti yang sesungguhnya!"


Haara tak menyangka jika pria itu sampai segitunya ingin membuktikan pada Rynne tentang tragedi kebakaran gudang beberapa tahun lalu itu adalah murni sebuah kecelakaan. dan pria itu mencoba meluruskan sebuah kesalah pahaman yang menimpa pria itu.


"Lalu aku datang ke Indonesia untuk mencari keberadaan kakakku Bastian Wang yang kuliah di Indonesia, jujur aku tak tahu kak Bastian itu kuliah dimana saat itu, karena aku dan kak Bastian tidak sedekat dulu saat kak Irene masih hidup."


"Aku pun meminta bantuan pada Yoan untuk mencari kakakku, aku ingin menjelaskan kebenaran dari kesalah pahaman yang kakakku dapat mengenai kecelakaan kebakaran gudang itu tak benar."


"Selama satu bulan penuh hingga sampai sekarang aku masih di sini di Indonesia, aku baru saja menemukan keberadaan kakakku, dan kenyataannya kakakku tidak untuk kuliah ke Indonesia, melainkan untuk mengincar Yoan."


"Ap-apa??" terkejut Haara tak menyangka.


"Kak Bastian berbohong Rynne, niat kak Bastian ke Indonesia adalah untuk ... membunuh Yoan!?" jelas Yifan menatap Rynne yang menunjukkan wajah terkejut.


Haara terkejut saat mendengarnya, ternyata ia dibohongi oleh pria yang ia anggap sebagai kakak angkatnya sendiri itu,


Seketika nafas Haara tertahan, ia benar-benar tak percaya Bastian adalah musuh yang ia banggakan sebagai seorang teman dekat.


"Maka dari itu selama satu bulan penuh aku selalu di sisi Yoan untuk tujuan melindungi Yoan dari niat jahat kakakku, karena aku yakin kak Bastian tak akan berani melukai orang yang sedang bersamaku."


Haara menatap Rynne yang menangis, Haara tak menyangka jika dirinya telah salah paham, namun rasa belum puas mengetahui kebenaran masih ada dalam hatinya.


"Akhirnya aku bertemu kak Bastian dan menjelaskan semua kesalah pahaman yang ia dapat dari Zhao Finn Ti En, kak Bastian yang mendengar ceritaku pun ingin menemui Yoan secara lansung, kak Bastian ingin Yoan menjelaskannya sendiri padanya, saat itu juga aku datang ke kantor Yoan untuk memberitahu semuanya."


Haara semakin fokus mendengarnya,


"Aku mengatakan semuanya pada Yoan jika kak Bastian ingin bertemu, lalu Yoan pun memutuskan akan bertemu dengan Kak Bastian, tapi aku melarang karena aku takut kakakku membohonginya lalu melukainya."


"Kami pun berdebat karena aku terus melarang keras dia untuk bertemu kak Bastian, Yoan marah dan memintaku tak usah perdulikan dirinya, tanpa sadar aku menyatakan perasaanku padanya."


Rynne menunduk ia merasa bersalah,


Haara yang mendengarnya membuang pandangannya.


"Yoan terkejut, namun saat itu juga ia langsung menolakku dengan wajah dinginnya."


"Tapi yakinlah! saat aku menyatakan perasaanku pada Yoan yang ku tahu Yoan itu masih lajang!"


"Cih! yang benar saja," gumam Haara kesal.


"aku tak tahu saat itu jika Yoan sudah menikah, karena aku tak mendapati Yoan memakai cincin pernikahan, bahkan Yoan pun tak pernah berbincang mengenai dirinya yang sudah beristri."


Haara yang mendengarnya tercegang, ia teringat dimana dirinya pernah memergoki Yoan tak memakai cincin pernikahannya dengan alasan pria itu mencopotnya karena cuci tangan dan menyimpannya didalam tas nya.


"Aku tak terima ia menolak perasaanku, akupun bertanya padanya, kenapa ia menolakku? Lalu ia mengatakan jika dirinya hanya menganggap diriku itu hanyalah sebatas temannya."


Haara menunduk, entah kenapa Haara yang mendengarnya merasa senang.


"dan juga ia mengatakan jika dirinya sudah memiliki seorang gadis yang harus ia jaga hatinya, ia harus menjaga perasaan gadisnya."


Haara langsung menatap Rynne tak percaya, ini terdengar sungguhan, memanglah sungguhan!


"Aku tidak percaya sedikit pun saat itu, karena aku tak pernah mendapati Yoan bersama wanita lain selain dengan diriku selama satu bulan belakangan itu. jadi saat dimana aku bertekad untuk menciumnya dengan tujuan untuk membuktikan jika Yoan sedang berbohong padaku."


Haara meremas celana tidur nya kuat, ini adalah kejadian dimana dirinya memergoki mereka berciuman,


"but me and Yoan don't kiss! Yoan refused a kiss from me!

__ADS_1


(tapi aku dan Yoan tidak berciuman! Yoan menolak ciuman dariku!)" seru Rynne menegaskan.


"Pembohong! Bahkan wajah kalian sangat dekat sekali saat itu!" seru Haara meninggikan suaranya.


"Sabar sayang~" seru Lucy menenangkan anaknya.


"Kita dengarkan penjelasannya dulu ya, jika ada pertanyaan belum jelas dari penjelasannya kamu bertanya padanya ya," seru Juan ikut menenangkan Haara,


Haara kembali tenang.


Yifan mendengarkan baik-baik ucapan Rynne,


"Dia bilang, Rynne sengaja memberikan gerakan mendadak dan mengejutkan untuk Yoan. Namun, sebelum bibir Rynne menyentuh bibir Yoan, Yoan menutup bibirnya dengan sebelah tangannya karena refleks terkejut, jadi Rynne hanya dapat mencium tangan Yoan, Yoan lakukan itu karena pergerakkan Rynne sangat mengejutkan dan terkesan tiba-tiba." seru Yifan mengerutkan keningnya, ia menatap Haara yang terkejut.


Haara memijat pelipis nya pening, satu persatu kerugiaan dari kesalah pahaman telah terjawab.


Ia merasa senang mendengar pria itu yang refleks melindungi bibirnya dari wanita lain.


"Yifan, tolong katakan, lalu bagaimana dia tahu jika Yoan sudah menikah dan aku adalah istrinya? Dan apakah dia tahu kenapa Yoan mencopot cincin pernikahannya?!" tanya Haara menuntut,


Yifan pun bertanya pada Rynne menggunakan bahasa Russia.


"Pada tanggal 28 November lalu," gantung Yifan,


Haara mengerutkan keningnya, itu adalah tanggal dimana dirinya bersama Yuu dan melihat dimana Rynne dan Yoan berpelukan.


"Malam itu Kak Yoan menjelaskan pada Rynne jika kak Yoan itu sudah menikah, dan kak Yoan menunjukkan cincin pernikahannya pada Rynne, Rynne kecewa setelah mengetahuinya." jelas Yifan.


"Rynne bertanya pada kak Yoan kenapa menyembunyikan hal sebesar ini dan sepenting ini darinya? Namun, kak Yoan mengatakan jika kak Yoan tak ingin kak Bastian mengetahui jika dirinya sudah menikah, kak Yoan takut kalau kak Bastian akan berlaku jahat dan melukai mu, AtHaara."


Yifan menatap Rynne dan Haara bergantian, ia benar-benar terkejut bukan main saat mengetahui semuanya.


Haara menutup mulutnya, ia menangis saat itu juga, ia telah salah paham pada pria itu, sudah sangat salah paham.


"Bodoh! Aku bodoh! Seharusnya aku mendengar penjelasannya saat itu!" isak Haara menutup wajahnya, ia sangat menyesal sekali saat ini.


Lucy memeluk Haara dan mengusap usap punggung anaknya,


"Yoan says always put your safety first, he deliberately hides it from you because he doesn't want you to be afraid, he wants you to go about your daily life without fear." seru Rynne menggunakan bahasa Inggris.


"Dia bilang, jika kak Yoan selalu mengutamakan keselamatanmu, kak Yoan sengaja menyembunyikannya darimu karena kak Yoan tak ingin kau takut Ra~ kak Yoan ingin kamu menjalani kehidupan sehari-hari tanpa rasa takut." seru Yifan dengan tatapan kosong.


"I'm sorry, if I knew Yoan was married, I wouldn't have the slightest intention to do anything out of the ordinary to Yoan." seru Rynne menundukkan kepalanya dengan wajah bersalah,


"Rynne meminta maaf, jika saja ia tahu jika Yoan sudah menikah, ia tak mungkin berfikir untuk melakukan hal di luar batas kepada Yoan." seru Yifan.


"I'm also sorry for accusing you~


(Aku juga minta maaf karena telah menuduhmu~)" seru Haara,


Rynne tersenyum sendu.


"Rynne akan kembali ke Russia besok, karena ia sudah menyelesaikan tugas yang seharusnya ia luruskan padamu." seru Yifan.


Haara melangkah mendekati Rynne dan memeluknya,


"I'm so sorry Rynne~" seru Haara menangis dipelukan Rynne.


"It's okey, please believe Yoan okey?


(Tidak apa apa, tolong percaya Yoan ya?)" seru Rynne.


Haara mengangguk dan tersenyum.


●•●•●•●•●


Haara menduduki dirinya di kursi meja belajarnya, ia menatap gelang milik pria itu yang sudah putus.


Haara mulai memperbaiki gelang itu, meski sulit, Haara pun berusaha sebisanya untuk memperbaikinya.


Haara tersenyum senang saat gelangnya berhasil ia perbaiki


Perlahan senyumnya luntur,


"Kenapa perasaanku hanya sebatas lega saja saat mengetahui semuanya" seru Haara


Haara memegang dadanya


Benaknya terlintas wajah Yoan yang tersenyum tipis padanya


"Ada apa denganku? Aku merasa jantungku tak berdegup kencang saat memikirkan tentangnya?" bingung Haara

__ADS_1


"Apa aku sungguh sudah membuang perasaanku padanya??".


●•●•●•●•●


• • •


• •


"Ulangan telah usai!!!" hela nafas Haara senang,


"Iya benar, senangnya~ kita makan makan yuk!" ajak Alka,


"Ayo!" setuju Haara.


Alka dan Haara menatap Riza yang nggan menjawab.


"Za kenapa?" tanya Haara,


Namun bukan nya menjawab, Riza langsung lari balik arah, sontak itu membuat Haar dan Alka terkejut.


"Kenapa sih??" bingung Alka bertanya pada Haara,


"Ikuti saja ayo" seru Haara ikut mengejar Riza.


• • •


Haara dan Alka masuk ke dalam kelas lain, Haara menatap Riza yang menghampiri Yifan yang sedang mengerang.


"Za! Yifan kenapa??" tanya Alka panik,


"Aku juga tidak tahu, Yifan kenapa sih Zal?" tanya Riza kepada Afrizal.


"Aku pun tak tahu, saat aku baru tiba dia sudah seperti ini." jelas Rizal kebingungan.


Haara menatap Yifan yang menghadap tembok dengan pandangan menunduk,


Haara menyadari satu hal, tubuh pria itu gemetar.


Dengan cepat Haara menarik Yifan paksa menghadapnya,


Riza terkejut saat menyadari mata pria itu memerah menahan tangis,


Grep!


Riza terkejut, karena Yifan yang tiba tiba memeluknya.


"Hey Yifan? kamu kenapa hey??" tanya Riza bingung,


"Nenek, nenekku meninggal Za~"


...•...


...•...


...❤Bersambung❤...


...•...


...Author: " senangnya kesalah pahaman telah terungkap😭 Yoan lah pahlawan sebenarnya, alasannya yang di luar dugaan sekali😭😭"...


...Hai, kakak readers dan kakak author-author yang hebat dan keren😍...


...Terima kasih sudah membaca ceritaku🙏...


...❗Jangan lupa untuk❗:...


...✔like,...


...✔vote,...


...✔rate 5 star, dan...


...✔komentarnya yang sellau ku nantikan💐💐💐...


...📜Pesan dari Author:...


..."Selalu jaga kesehatan di saat pandemi seperti ini ya kakak-kakakku❤...


...selalu jaga kebugaran tubuh kalian semua😍...


...Sukses dan bahagia selalu untuk kita semua🤗🤗"...

__ADS_1


__ADS_2