
Haara mengesekkan kedua tangannya sambil meniupnya, salju kembali turun dengan lebat.
Haara memerhatikan salju di luar jendela kedai, sesekali ia berjalan-jalan agar ia merasa tubuhnya tak begitu dingin.
Ia melirik Yoan yang masih berada jauh darinya, pria itu sedang membeli Udon dan minuman hangat.
"Argh~ rasanya seperti akan membeku saja akuuu~" rengek Haara melangkah ke pria itu berada.
• • •
"Hai, sakihodo mōshiageta mono o chūmon shimashita.
(Ya, saya memesan yang saya sebutkan sebelumnya.)" seru Yoan memesan setelah gilirannya.
Yoan bernafas lega saat dirinya mengantre lebih cepat sebelum ramai, karena dapat dilihat semakin banyak saja pengunjung disana.
Yoan keluar dari antrean untuk menunggu pesanannya jadi.
"Yoaan~"
Yoan memutar tubuhnya dan ...,
Grep!
Yoan sedikit terkejut karena Haara tiba-tiba bersandar didada bidang nya, pria itu pun tersenyun dan memeluk gadis itu erat.
"Hey? Ada apa hm?" tanya Yoan menundukkan kepalanya menatap Haara lembut,
"Di-ding-dinginnn~" menggigil Haara menatap Yoan cemberut,
Yoan terkekeh melihat gadisnya yang sangat menggemaskan sekali.
Yoan dapat merasakan tangan gadis itu sangat dingin sekali,
pria itu pun langsung memasukkan tubuh kecil gadis itu ke dalam jaketnya.
Haara memeluk Yoan erat sambil menggigil.
Yoan semakin menutup jaketnya menyembunyikan gadisnya,
ia tak suka jika pria-pria yang sedang mengantre menatap Haara dan memuji Haara dengan mengatakan istrinya ini sangat menggemaskan.
Yoan mencium kepala Haara sayang.
Haara memundurkan langkahnya untuk melepaskan pelukannya pada Yoan, tapi pria itu menahan pergerakan Haara.
Haara mendongak menatap Yoan polos.
"Yoan, lepas~ aku baru ingat ini tempat kunjungan umum, aku malu~" seru Haara malu.
"tapi nyaman?" tanya Yoan menatap Haara lembut.
"mm ... tapi ..."
"kau yang datang sendiri padaku dan memelukku, banyak sekali pria yang mengantre menatapmu dengan tatapan yang membuatku tak suka, tetaplah di pelukanku agar mereka tahu kau itu milikku." seru Yoan mencium kening Haara agak lama,
hal itu, membuat Haara terkejut bukan main,
"Yo-Yoan~" tersipu Haara atas perlakuan Yoan.
pria itu tertawa saat melihat istrinya yang berada di dalam jaketnya salah tingkah.
Haara menutup wajahnya malu.
'huwaaa~ tolong~ ini terlalu membuat jantungku tak berdetak normaaal~' batin Haara menangis.
●•●•●•●•●
• • •
• •
Haara menyeruput habis kuah Udon di mangkuk, ia tersenyum senang karena ia merasa kenyang dan tubuhnya terasa hangat.
"Oishii~(enaak~)"
Yoan tersenyum senang melihat Haara sangat senang.
"Sudah tak dingin?" tanya Yoan,
"Hm, tidak sedingin tadi." sahut Haara tersenyum.
Yoan menumpuk kedua tangannya di atas meja dan menatap Haara dalam,
"Ah! Lihat itu! Saljunya bagus ya! Putih sekali!" seru Haara mangalihkan pandangannya mencoba mengalihkan fokus pria itu,
Tak ada sahutan dari pria itu,
Perlahan Haara mencuri pandang ke arah pria itu.
__ADS_1
Deg!
Haara mengerjapkan matanya, pria itu masih setia menatapnya!
Haara salah tingkah dan berakhir menutup wajahnya,
"Hey? Kenapa menutup wajahmu? Aku sedang menatap asyik wajahmu lho~" seru Yoan mencoba menatap Haara,
"A-apa yang kau lihat dari wajahku, lihat salju saja sana~" seru Haara menunjuk salju yang turun butir demi butir.
Yoan terkekeh saat itu juga.
Haara ingin teriak saat itu juga, ia sangat malu dan juga .. Merasa sangat senang sekali.
Tk Srekk!
Terdengar suara kursi di sebelahnya ditarik.
Haara menatap Yoan yang duduk di sebelahnya,
Yoan menarik tangan kiri Haara dan mengepalnya dengan kedua tangannya,
"Tanganmu dingin sekali~" seru Haara memposisikan tubuhnya menghadap Yoan,
"Tanganmu hangat~" seru Yoan menghembuskan nafasnya kedinginan.
"Habis kenapa tidak beli makanan berkuah sepertiku tadi saja Yoan~" prihatin Haara mengepalkan kedua tangan Yoan dengan kedua tangannya.
Yoan tertawa kecil saat melihat kedua tangan Haara.
"Tanganmu kecil sekali~" tawa Yoan.
Haara cemberut dan melepaskan kedua tangan Yoan,
"Tanganmu yang terlalu besar, tuan~"
"Huhhh, aku tak tahan, dingin sekali!" keluh Yoan meletakan keningnya di pundak Haara sambil menggenggam kedua tangan Haara.
"Aku beli teh hangat dulu untukmu," seru Haara mendorong tubuh Yoan pelan.
Yoan mengangguk sambil memberikan kartu ATM,
"Hanya beli dua teh hangat Yoan, kenapa harus pakai ATM?" tanya Haara bingung,
"Ini bukan di Indonesia AtHaara, apa kau akan membayarnya dengan uang Rupiah??" tanya Yoan meledek,
"Ah! aku lupa," sahut Haara mengambil ATM Yoan dan pergi.
"Yoaaan~ PIN nya berapa?" tanya gadis itu kembali,
"Sama seperti PIN ATM mu," sahut Yoan,
Haara pun melangkah pergi.
Yoan menggeleng-geleng kan kepala nya terkekeh.
Yoan menghembuskan nafasnya sambil menggesek-gesekkan kedua tangannya dan meniupnya,
"Ah, seharusnya aku memakai jaket yang lebih tebal~" seru Yoan menggerutu.
Yoan melirik ka arah gadisnya yang berdiri di depan kasir sambil menggerakkan tubuhnya ke kanan dan kiri,
"Argh~ dia membuatku gila!" seru Yoan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
gadis polos, pengertian, perhatian, kelakuan yang seperti anak kecil, pemalu, dan juga berfikir secara dewasa, itu lah gadis nya.
Pria itu baru menyadari jika semua sikap dan sifat yang di miliki gadis itu sangat ia sukai sekali.
Jantungnya berdegup berbeda dari sebelum sebelumnya, bahkan jantungnya suka berdegup kencang jika berada di samping gadis itu.
Bukan karena gugup atau nervous, melainkan dia ingin sekali di manjakan dan bermanjaan dengan gadis itu, ia inginkan itu.
"Ahh, jantungku benar-benar tak sehat jika memikirkannya~" frustasi Yoan mengusap wajahnya gusar.
Suara kursi tertarik pun terdengar, Yoan menatap Haara yang sudah kembali dengan senyuman ceria nya.
"cepat sekali," heran Yoan,
"antrean bagian minuman tak ada orang, jadi cepat." sahut Haara.
"Ini minum .. Eh? Pipimu juga dingin??" tanya Haara polos melihat Yoan yang meletakan kedua tangannya di pipi,
Dengan cepat Yoan menurunkan kedua tangannya,
"Tidak, aku ...,"
Puk!
Yoan mengerjapkan matanya saat Haara meletakan kedua tangannya di pipinya,
__ADS_1
Hangat~
"Tanganku hangat kan??" tanya Haara.
Yoan menggenggam kadua tangan Haara yang berada di pipinya, pria itu memejamkan matanya sambil mengangguk.
"Hangat sekali~" sahut Yoan bergumam.
Haara terkekeh melihat Yoan menikmati rasa hangat dari tangannya.
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
Hari telah menjelang sore, mereka telah kembali ke rumah sekitar 20 menit yang lalu,
Yoan mengerutkan keningnya saat baru keluar dari kamar mandi, ia baru saja selesai berendam air hangat di bath up kamar mandinya.
"Kemana dia? Laptop di biarkan menyala ia malah pergi keluar." heran Yoan mengeringkan rambutnya yang basah habis keramas.
Kriet!!
Tatapannya terfokus pada pintu yang terbuka, gadis yang sedang ia fikirkan pun berada di pengelihatannya.
Haara menghentikan langkahnya saat melihat Yoan menatap nya dengan tatapan yang sulit di artikan.
Haara pun mengalihkan pandangannya dan berjalan melangkah ke kasur nya untuk mematikan laptop milik pria itu.
"Kenapa di matikan? Film nya belum selesai, bukan?" tanya Yoan menghampiri Haara,
Harum manly dari pria itu tercium wangi sekali di indra penciumannya.
"Nonton nya nanti saja, lagi malas berfikir," sahut Haara menatap Yoan yang berdiri di depannya,
"Malas berfikir? Kau itu menonton film, bukan sedang berada di les online AtHaara~"
"Film pun memiliki teori Yoan, bahkan film yang ku tonton itu tentang film yamg penuh misteri, jika kita itu menontin tanpa berfikir, pasti kita tak akan paham alur ceritanya." jelas Haara panjang lebar.
Yoan tersenyum merasa gemas dengan gadis itu yang menjelaskannya secara dramatis.
Yoan menduduki dirinya di samping nakas dan mengambil ponselnya,
Haara melirik pria itu yang duduk di sampingnya,
Pria itu bermain game di ponselnya.
"Ih! Keringkan rambutmu dulu! Seprei nya jadi basah Yoaan~" protes Haara,
"Nanti juga kering, aku mau main game dulu." sahut pria itu fokus pada ponselnya.
Haara menghembuskan nafasnya kasar, Haara pun bangkit dan pergi.
"Kau mau kemana lagi?" tanya Yoan,
"Ke kamar Xi Cha sebentar, tak lama kok." sahut Haara menutup pintu kamarnya.
Yoan mengerutkan keningnya namun dengan cepat ia alihkan pandangannya ke ponselnya karena gamenya sudah mulai.
...•...
...•...
Author: "ada game Haara di cuekin dong😆"
...❤Bersambung❤...
...•...
...Hai, kakak readers dan kakak author-author yang hebat dan keren😍...
...Terima kasih sudah membaca ceritaku🙏...
...❗Jangan lupa untuk❗:...
...✔like,...
...✔vote,...
...✔rate 5 star, dan...
...✔komentarnya yang sellau ku nantikan💐💐💐...
...📜Pesan dari Author:...
..."Selalu jaga kesehatan di saat pandemi seperti ini ya kakak-kakakku❤...
__ADS_1
...selalu jaga kebugaran tubuh kalian semua😍...
...Sukses dan bahagia selalu untuk kita semua🤗🤗"...