My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Hasrat


__ADS_3

Haara membuka matanya perlahan,


Pemandangan awal yang ia lihat adalah pembiasan cahaya matahari yang lebih terik menembus tirai putih transparan di jendela kamarnya.


Gerakan tarikan nafas dan hembusan tenang dapat ia rasakan dari tubuh Yoan yang kini memeluknya erat di belakangnya.


Tunggu.


Ia merasa ada yang aneh.


Dengan cepat Haara meraba-raba perut nya,


Deg!


Tubuhnya mematung seketika, jantungnya berdegup kencang.


Bagaimana tidak?


Tangan pria itu telah masuk ke dalam bajunya, memeluk perutnya, kulit tangan pria itu dapat ia rasakan di kulit perutnya.


Jarak yang terbilang sangat nempel sekali, pria itu memeluknya tanpa kelonggaran sama sekali, posisi mereka benar-benar sangat meresahkan dirinya.


'Ke-kenapa dirinya mulai berani sekali! Jika seperti ini terus, dia bisa menghabisiku!' batin gadis itu.


Deru nafas yang panas pria itu dapat ia rasakan di tengkuknya.


Tubuhnya merinding seketika.


Haara pun menarik tangan pria itu yang melingkar menyelinap masuk memeluk perutnya dengan perlahan.


Srett!


Siapa sangka pria itu makin mengeratkan pelukan nya.


"Kau sudah bangun?" tanya pria itu dengan suara beratnya.


Deg!


Haara membulatkan matanya saat mendengar ucapan pria itu.


Mulutnya bungkam.


Pria itu mengangkat kepalanya untuk menatap gadis itu.


"Sudah bangun nya ..."


"Yoan, tanganmu!" seru Haara memukul tangan Yoan.


"Kenapa tanganku?" tanya pria itu dengan suara serak.


"Tanganmu! Singkirkan tanganmu dari perutku!" seru Haara mencoba melepaskan tangan pria itu.


Tubuh Haara menegang saat pria itu menciumi tengkuk nya.


"Yo-Yoaan, lepas!!" seru Haara meronta.


"AtHaara." panggil pria itu.


Gadis itu tak menyahut saat di panggil, gadis itu sibuk meronta berusaha melepaskan dirinya.


"AtHaara, diamlah." seru Yoan dengan suara tertahan.


"Tidak! Kamu ..."


"Jika kau terus membuat pergerakkan, kau akan membuat tubuhku terespon akan pergerakanmu." seru Yoan memejamkan matanya rapat-rapat, ia sedang menahan agar gejolak hasrat dalam dirinya tak menguasai dirinya.


Seketika gadis itu langsung diam.


"Gadis baik! Menurutlah dengan ucapanku, tubuhku sungguh mudah sensitif belakangan ini, apalagi saat mendapat pergerakan tubuhmu di posisi seperti ini." seru Yoan berat.


"Yoan, lepas." seru Haara takut.


"Tidak."


"Yoaan!"


Bukannya menyahut pria itu kembali menciumi tengkuk leher nya.


"Aku suka harummu."


"Yoan! Apa kamu sadar?? Bahkan kau sendiri yang membuat tubuhmu sensitif seperti ini! Perlakuan mu padaku membuat tubuhmu sensitif!" seru Haara cepat.


"Tidak, aku menyukainya." sahut pria itu.


Haara memutar tubuhnya untuk menghadap pria itu dengan tujuan agar mudah ia mendorong tubuh pria itu menjauh.


Belum sempat ia akan mendorong tubuh pria itu, gerakan tangan nya tertahan, matanya membulat sempurna.


"Yoan!! Ke-kenapa kau tak berpakaian?!!" terkejut Haara.


"Aku hanya melepas bajuku AtHaara, tidak dengan ..."


"Ma-maksudku, baju mu! Kenapa di lepas!!"


"Panas, AtHaara."

__ADS_1


"AC nya hidup Yoan! jangan alasan!"


"Kurang dingin."


"Kalau kurang dingin kenapa tak di tambah saja suhu nya, alasan kamu!"


"Aku takut kamu kedinginan, ingatlah dokter melarangmu untuk tidak berada di tempat yang dingin." sahut Yoan.


Haara terdiam sejenak, ia tertegun dengan alasan pria itu.


"Yoan, mundur." seru Haara mendorong tubuh Yoan.


Pria itu menurut, pria itu memundurkan tubuhnya.


"Yoan, kamu tahu tidak? perlakuanmu tadi membuatku takut! Kau bilsng tubuhmu mudah sensitif, jika hal itu tak ingin terjadi, menjaga jarak denganku." jelas Haara.


"Apa kau marah denganku?" tanya Yoan.


"Ti-tidak, aku tak marah." sahut Haara cepat.


"Kau marah denganku." seru Yoan menunduk.


"Aku tidak marah, tapi aku itu hanya ingin mengingatkan saja, Yoan." seru Haara serius.


"Kau melarangku untuk mendekatimu, bagaimana tidak aku tak berfikir kau marah padaku." seru Yoan.


"Yoaaan~"


"Dalam artian kau juga melarangku memelukmu saat tidur." seru pria itu lagi menekuk bibirnya.


"Aku tak melarangmu tidur sambil memelukku, sungguh! Hanya saja aku mohon jangan seperti tadi, posisi dan tanganmu yang menyentuh kulit perutku membuatku takut terjadi sesuatu." seru Haara menjelaskan.


"Karena aku menginginkannya." seru Yoan pelan.


Deg!


"Yoan~ ku mohon, pahamilah aku." seru Haara.


Pria itu memejamkan matanya dengan senyuman yang terlukis di wajah tampan pria itu.


"Baiklah, aku akan menunggu mu siap." seru pria itu.


"Ha?"


"Kau tahu? Seorang pria memiliki batas kesabaran, mereka bisa saja lepas kendali jika masa kesabarannya telah habis, dimana pun, kapan pun, mereka tak akan perduli situasinya itu, mereka akan melakukannya jika mau." seru Yoan turun dari kasur dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


Haara terdiam, ia masih tak paham maksud ucapan pria itu yang terkesan kusut seperti kaset di dalam benak nya.


●•●•●•●•●


Tk! Tk! Tk!


Irisannya pada wortel terhenti, fikirannya larut dengan ucapan Yoan yang tak ia pahami maksudnya.


'Dimana pun, kapan pun akan melakukannya jika mau, apa susunan kalimatku benar seperti apa yang Yoan katakan tadi ya?' batin Haara pening.


'Aku ingin bertanya, tapi dengan siapa ya? Lalu apa aku harus menceritakannya jika aku sudah bertemu seseorang yang tepat untuk bercerita hal ini??' batin nya lagi.


Haara terperanjat kaget saat melihat wajah Yoan di depan wajahnya, Yoan tiba-tiba di sampingnya itu memiringkan kepalanya sambil menatapnya.


"Melamun?" seru Yoan.


"Eh? Begitukah? Aku tak sadar." sahut Haara kembali memotong wortelnya.


"Melamun itu tidak baik, AtHaara. berhati-hatilah, kau sedang memegang pisau, nanti jika tanganmu ter iris bagaimana??" nasihat Yoan dengan nada serius.


"Ah, maafkan aku." kekeh Haara.


Yoan menyandarkan tubuhnya di kulkas, ia mengusap-usap gemas rambut gadis itu.


"Kamu mau masak apa? Hm?" tanya Yoan.


"Aku mau masak sup, kau suka?"


Pria itu mengangguk.


"Aku suka, asal jangan buat sup nya pedas."


"Pedas saja tak apa ya?" goda Haara.


"Aku tak akan makan." sahut Yoan berdiri di belakang gadis itu.


"Lho? Kenapa?? Enak lho Yoan."


"Tidak, aku tidak suka, jika kau membuatnya aku akan memberi hukuman yang lebih eksrem lagi." bisik Yoan sambil memainkan rambut kuncir kuda gadis itu.


Haara yang mendengarnya merinding.


"Baiklah, tidak pedas." sahut Haara cepat.


Yoan tersenyum puas.


"Yoan."


"Hm?"

__ADS_1


"Apa ada makanan yang kau inginkan? aku akan buatkan untuk makan siang mu." seru Haara tetap fokus pada kegiatannya.


"Aku ... ingin makan daging, sepertinya enak." sahut pria itu.


"Daging?"


"Ya, yang di beri kecap manis, aku tak tahu namanya, tapi kau pernah memasakkannya untukku saat di penthouse." sahut Yoan lagi.


"Ahh~ baiklah, kamu tunggu ..."


"Aku ingin membantumu." sela pria itu.


"Tak perlu, kamu duduk saja sana." usir Haara.


"Biar ku bantu."


"Tidak perlu Yoan."


"AtHaara~" memelas pria itu.


"Yoan~" sabar Haara.


"Biar aku ..."


"Aku bisa sendiri, duduk main game saja sana, undang Yifan dan Yuu main game online di game mu itu sana." seru Haara.


"Haara ..."


"Yoan sayaaang~ dengar apa kataku tidak?" hela nafas Haara.


"Sa-sayang???" ternganga pria itu.


"Iya, Yoan sayang, Kenapa?"


Yoan menahan senyumnya.


"Tidak, terdengar mendebarkan saja aku mendengarnya." sahut Yoan.


"Ya sudah sana, kamu main game saja sana." seru Haara gregetan.


"Baiklah, aku akan main game saja." sahut pria itu malangkah pergi.


Hela nafas panjang di hembuskan dari mulut gadis itu, ia akhirnya berhasil membujuk Yoan.


Cup!


Haara terkejut saat Yoan yang mencium pipinya tiba-tiba.


"Masak yang enak ya, AtHaara sayang~" seru pria itu melangkah ke ruang tengah.


Haara memegang pipinya, wajahnya seketika terasa panas.


Deg!


Ucapan pria itu sukses membuat jantungnya berdebar.


'Di-dia pun memanggilku ... Sayang??' batin Haara.


...•...


...•...


...●...


...🎐Bersambung🎐...


...●...


...•...


...•...


...Author: "Lagi-lagi😌 Yoan kayaknya harus di kasih hukuman tidur di sofa selama satu minggu kali ya?😋"...


...•...


...Hallo kakak-kakak Readers dan kakak-kakak author hebat😍...


...Terima kasih telah setia membaca karya pertama ku ini ya😇...


...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...


...⭕Jangan lupa Like, Vote, Rate 5 star, +Favorite, dan komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...


...Please penilaiannya ya kakak-kakak semua😇...


...karena itu semua sangat berharga untuk author sendiri😇🙏...


...💃谢谢大家!💃...


...(Xièxiè dàjiā!)...


...(Terima kasih semuanya!)...


...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...

__ADS_1


...see you next tomorrow❤...


🎐我的命运是赵先生🎐


__ADS_2