My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Tingkah Ke kanak kanakkan


__ADS_3

"Sebaik apa dia dimatamu?" tanya Yoan datar


"Dia itu memiliki kesukaan yang sama denganku~ saat aku ke toko buku, ia sedang mengantri untuk beli buku yang sangat aku minati saat itu, dan juga ia selalu membelikan aku es krim~ minuman~ bahkan tadi juga memberikan ku permen kapas padaku tanpa aku minta" jelas Haara


"Bahkan aku bisa memberikan itu semua padamu jika kau minta, bahkan aku bisa membeli toko es krim untukmu" seru Yoan menatap Haara dalam


Haara sedikit terkejut saat Yoan mengatakan hal itu dan nada bicara nya terdengar tidak suka


"Jelas kau dan kak Bastian berbeda, Yoan~" sahut Haara menatap Yoan takut


Yoan meghela nafasnya, ia memundurkan langkahnya satu langkah


Haara bernafas lega saat pria di hadapannya ini memberinya jarak


"Kenalkan ia denganku, aku ingin menilai dia, apa dia punya maksud tertentu padamu apa tidak" seru Yoan dengan nada normal


"Sungguh??! Tapi untuk satu minggu ke depan ia akan ke rumah neneknya tanggal 17 mungkin ia akan kembali, nanti aku akan mengajaknya menemuimu" senyum Haara senang


"Terserah apa katamu, tadi kau menawari ku apa?" tanya Yoan melihat sebuah kotak didalam plastik yang Haara bawa


"Ahh! aku beli martabak! kau sudah pernah memakannya?" tanya Haara


"Mar..tabak?" tanya Yoan mengerutkan keningnya


"Iya, ini martabak keju! ini salah satu makanan favoritku lho!" sumrigah Haara menarik tangan Yoan ke ruang santai


Haara menduduki dirinya di sofa dan diikuti dengan Yoan yang duduk disampingnya


Yoan memerhatikkan tangan Haara yang membuka kotak itu


"Tada! Jah! Makanlah!" senyum Haara senang


Yoan mengambil potongan martabak itu dan memakannya


"Bagaimana? Enak??"


Yoan mengangguk, "lumayan"


Haara pun ikut mengambil potongan martabak itu dan memakannya,


"Mm Yoan?"


"Hm?"


"Tanggal 29 November nanti ada konser boyband kesukaanku, kau .. Mau menemaniku tidak?" tanya Haara ragu


Yoan menatap Haara malas


"Jika tidak mau tidak apa apa, aku tak memaksa kok" sahut Haara takut


"Kalau seperti itu aku akan minta kak Bastian menemaniku saja nanti" seru Haara memakan martabaknya


"Tidak ku izinkan" sahut Yoan cepat


"Eh?! Kok begitu??" tak terima Haara


"Baru saja ku bilang tadi, tidak boleh keluar dengan pria lain, bahkan dia belum tentu baik, kau baru saja mengenalnya AtHaara" seru Yoan sabar


"Ya sudah, kau temani aku atau kak Bastian menemaniku??" ancam Haara


Yoan menghela nafasnya sabar


"Pergi denganku" sahut Yoan malas


"Sungguh?? Yeay!!" senang Haara.


●•●•●•●•●


Keesokan harinya~


Haara mencerminkan dirinya di kamera ponselnya sendiri


"Hmm potong tidak ya? Tapi aku melihat di sosial media mereka terlihat cocok sekali, hahh ingin merasakan rasanya diponi seperti apa" hela nafas Haara


Haara melihat Yoan yang turun dari tangga


Yoan menghampiri Haara di meja makan


"Pancake?" tanya Yoan menduduki dirinya dikursi makan,


"Iya, sebentar, aku ambil sirup maple nya terlebih dahulu" seru Haara pergi ke dapur


"Ini" beri Haara kepada Yoan dan kembali duduk


"Ku kira kau tak bisa membuat pancake" seru Yoan menuangkan sirup maple diatas pancake nya

__ADS_1


"Bisa, tapi aku selalu gagal di tingkat kematangannya, kadang aku tak bisa bedain bagaimana warna pancakenya jika sudah matang hingga ke dalam" jelas Haara


"Aku juga tak tahu" sahut Yoan memakan pancake buatan gadis itu


Yoan mengerutkan keningnya saat akan kembali memakan pancake nya


"Kenapa menatapku? Cepat makan" seru Yoan


"Bagaimana?? Apa rasanya enak? Dan sudah matang keseluruhan?" tanya Haara penasaran


Yoan kembali memakan pancake nya


Haara menunggu pria itu bicara, namun pria itu seperti tak menghiraukan pertanyaannya


"Ih, Yoan!~" kesal Haara


"Bahkan aku tidak berkomentar tidak enak" sahut Yoan kembali makan


"Jadi?" tanya Haara


"Enak AtHaara~" sahut Yoan lembut


Haara secara perlahan tersenyum senang, ia juga ingin menjerit saat pria itu mengatakan 'enak' pada pancake buatannya, biasanya pria itu akan menjawab 'lumayan', 'lumayan' dan 'lumayan'.


namun kali ini pria itu mengatakan pancake buatannya enak dan plus menyebut namanya juga, ia sangat bahagia mendegarnya,


"Ah iya Yoan" panggil Haara serius


Yoan menatap Haara sambil mengunyah pancake nya


"Sepulang sekolah aku mau ke toko buku untuk beli buku kumpulan rumus rumus fisika" seru Haara, ia berfikir keras selanjutnya untuk memberi kode ke pria itu untuk minta di temani


"Mau di antar?" tawar Yoan sambil meminum coklat panasnya sambil menatap Haara


'Aku baru bicara, belum memberi kode, tapi .. sudah .. sukses??!' batin Haara ternganga


"Ah, kau mau mengantarku?" tanya Haara tak percaya


"Ucapanku bahkan sangat jelas" sahut Yoan


"Ah iya juga, antar aku Yoan!" cengir Haara.


●•●•●•●•●


Haara membungkukkan tubuhnya sebelum menutup pintu mobil pria itu


"Aku tidak lembur" sahut Yoan santai


"Iya, tapi kalau misalnya kau lembur dadakan bagaimana? Bahkan buku itu sangat penting untuk besok" rengek Haara


"Tidak, aku tidak akan lembur dadakan" sahut Yoan menatap Haara


"Syukurlah, ah! Ya sudah aku masuk dulu, mm berhati hatilah" seru Haara gugup


"Belajar yang rajin, jangan malas, aku tak suka orang yang malas" seru Yoan


Haara mengangguk semangat dan menutup pintu mobil pria itu,


Haara tersenyum cerah menatap mobil Yoan melaju menjauh


"Bahagianya~" senyum Haara melangkah masuk ke dalam area sekolah.


●•●•●•●•●


• • •


• •



Singkat waktu~


Pulang sekolah kemudian~


"Riza~ aku pinjam buku yang kau beli di toko buku kemarin dong~ mau lihat seperti apa warna bukunya~" rengek Haara memakai tas sekolahnya


"Mau kau bawa? Lalu aku menghapalkannya bagaimana? Besok sudah tes lho" seru Riza melangkah keluar diikuti Alka dan Haara


"Tapi kau bawa sekarang?" tanya Haara


"Untuk apa aku bawa sekarang, tidak ada pelajarannya"


"Yahh" hela nafas Haara


"Kau mengingatnya tidak Alka? Bukumu dan bukuku kan sama" seru Riza

__ADS_1


"Bukunya warna biru dan ada tulisannya Kumpulan Rumus - Rumus Fisika Lengkap, tapi tak tahu tuh lengkap tidaknya" seru Alka menjelaskan


"Seperti itulah pokoknya, kau pergi sendiri??" tanya Riza


"Diantar Yoan" senang Haara


"Kau memaksanya?" tnaya Riza lagi


"tidak dooong~ dia yang menawarkan dirinya sendiri~" senyum Haara sombong


"Wah, ada kemajuan nih" kekeh Alka


"Hehe, sungguh terlihat seperti itukah?" tanya Haara malu


"Dari cerita yang ku dengar dari mu, kau terlihat makin lengket saja, bisa aku dan Alka artikan seperti itu" sahut Riza


"Hehe, senang deh~" berbunga bunga Haara,


"Kak Yoan itu pintar Fisika bukan? Kau tanya ia saja sekiranya buku yang bagus yang mana" seru Riza


"Semoga ia membantuku mencari buku nya, kadang jika ia berkata mengantar, ya perannya mengantar saja tanpa niat membantuku" cemberut Haara


"Pura pura merajuk saja, bahkan jika kau merajuk sukses membuatnya menyerah dan menuruti mau mu kan" seru Alka


"Haha ide bagus!".


●•●•●•●•●


Haara mendekati mobil Yoan yang terparkir, menyadari jika pria itu ada di dalam mobil ia langsung masuk ke dalam mobil pria itu,


"Membuatku terkejut saja" seru Yoan mengalihkan pandangannya ke Haara dari ponsel miliknya


"Ah, heheh maaf" cengir Haara


Yoan menyimpan ponselnya, ia menghidupkan mobilnya dan melaju pergi.


"Yoan, nanti bantu aku mencarikan buku nya ya?" seru Haara ragu menatap Yoan


"Iya~" sahut pria itu lembut membuat Haara senang


'Argh!~ makin cinta saja rasanya!!!~' batin Haara berteriak.


• • •


Haara melangkah cepat mendahului Yoan, ia menghirup wangi buku di toko buku yang sangat ia sukai sekali,


"Hahh, suka sekali~" senang Haara


Mata Haara berbinar saat melihat ada satu buku yang menarik perhatiannya


"Wah! Novel ini sudah ada di toko buku ini! Kyaaa!!~" antusias Haara


Haara terkejut saat dirinya di tarik oleh Yoan ke arah lain


"Eh Yoan!~ sebentar aku mau lihat novel baru~" rengek Haara


"Cari buku tujuanmu, bukan untuk ke kumpulan buku novel"


Haara cemberut saat ditarik pria itu, Haara menegok ke arah belakang buku novel yang ia ingin ambil itu


Ia terkejut saat melihat 3 orang siswi sepantaran dengannya sedang mengerumuni buku novel yang ia inginkan itu


"Ih tidak Yoan~ itu buku novel milikku akan dicuri siswi itu! ~" seru Haara menghempaskan tangan Yoan dan lari ke arah novel itu,


Yoan menghela nafasnya sabar


'kenapa aku bisa lupa, jika dia itu masih remaja berumur 18 tahun, tingkahnya jelas saja masih ke kanak kanak kan~' batin Yoan pening.


...•...


...•...


...BERSAMBUNG...


...•...


terima kasih sudah tetap stay di cetitaku😉 semoga makin kesini makin suka dengan ceritanya😍


jangan lupa di :


Like👍


tambah ke favorit❤


Rate⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


dan komentarnya💭 yang selalu aku nantikan❤


__ADS_2