My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Rasa Khawatir


__ADS_3

"Aku benar benar khawatir dengan keadaanmu jika terus terusan tak memperdulikan dirimu sendiri".


Yoan membulatkan matanya terkejut atas alasan yang Haara ucapkan,


ia tadi salah menyimpulkan kemarahan gadis itu,tadi ia menyimpulkan jika gadis itu tak memahami posisi nya sebagai seorang CEO,namun alasannya membuat ia terkejut,


"Aku .. Aku mengantuk,kau pulang sana"usir Haara membalikkan tubuhnya,


"Terima kasih sudah mengkhawatirkan ku,AtHaara"seru Yoan,Haara mematung seketika saat mendengarnya,namun dengan cepat ia menyadarkan dirinya,


"Pulang dan istirahatlah"sahut Haara pelan dan menutup pintunya,namun ia tak sengaja menatap Yoan yang menatapnya tersenyum tulus,


Suara pintu tertutup sepenuhnya,Yoan melangkah pergi,


Disisi lain,


Jantungnya berdegup kencang,Haara memegang jantungnya,


"Apa yang salah dengan diriku?padahal aku sedang marah dengannya,kenapa aku berikan alasan jika aku mengkhawatirkannya??kau bodoh Haara~!"seru Haara pada dirinya sendiri.


●•●•●•●•●


H-1 sebelum pernikahan,calon pengantin dilarang bertemu,namun karena kemarin malam terpaksa harus bertemu untuk sebuah penjelasan,keluarga dari dua pihak tak mempermasalahkannya,


Ponsel gadis itu berdering,menandakan ada notifikasi pesan masuk untuknya,


Haara menaruh kembali ponselnya saat layar ponselnya menunjukkan jika itu pesan dari Yoan,alias ia menulis nama kontak pria itu 'tukang bully',alasannya karena Yoan selalu saja meledeknya,pertemuan mereka tak pernah damai.


Anna duduk disebelah adiknya yang sedang di manicure dan pedicure,


"Tukang bully?maksudmu Yoan ya?"tanya Anna yang tidak sangka mengintip tadi,


Haara hanya diam,


"Masih marah dengannya ya?"tanya Anna menggoda adiknya


"Jelas!"sahut Haara tegas,


"Kata Yoan kemarin kamu sudah tidak marah?"kekeh Anna,


"Orang itu mengada ngada!"jawab Haara,


"Orang itu?wah,sepertinya mulai esok kau tak boleh menyebutnya orang itu"goda Anna,


"Jangan buat aku tambah bad mood kak Anna~"rengek Haara,


"Oke baiklah baiklah"kekeh Anna merasa gemas dengan adiknya,


"Haara sayang~kamu sudah merapihkan bajumu?"tanya Lucy,


"Baju?"


"Iya,mulai esok kamu akan tinggal dengan Yoan lho"


CTAZZ!!


Sebuah hantaman saat mendengarnya,


"Heee~!!tu tunggu dulu,a aku tinggal bersama dia?!ka kami akan tinggal satu atap?!"seru Haara memberikan beberapa pertanyaan kepada sang mama,


Lucy terkekeh dan melangkah pergi


"Tentu saja,masa mau tinggal terpisah,kau ini"sahut Anna tertawa,


"A apa kami akan satu kamar?"tanya Haara ragu,


"Tentu saja!kau akan satu kamar dengan Yoan,kau harus berhati hati,kata Ammar,Yoan itu maniak video 21+!"seru Anna,


Wajah nya terasa panas,Haara menelan ludahnya saat mendengarnya,


"Aku tak mau satu kamar dengannya!!"teriak Haara merengek pada Anna,


"Lah,masa tidak mau,itu kan kewajibanmu~"tertawa Anna,


"Aku masih SMA~aku masih di bawah umur kak Anna~!!"rengek Haara,


Tawa Anna pecah,ia benar benar tak tahan menahannya,ia sukses menggoda adiknya,

__ADS_1


"Anna~jangan menggoda adikmu terus~tentu saja ia masih SMA,ia tak boleh melakukan 'hal itu' sampai ia lulus"seru Lucy menenangkan Haara,


Haara melupakan sesuatu,jika ada pegawai yang sedang memotong dan memberi perawatan di hadapannya,


Kedua pegawai itu tertawa dengan tingkah Haara yang menggemaskan,


"Kak Anna menyebalkan"seru Haara kesal.


●•●•●•●•●


Terdengar suara notifikasi pesan terdengar 2x,Haara mencari ponselnya,karena saat ini ia sedang memasker wajahnya,


Pesan itu ternyata dari Yoan,


'Kenapa tak membalas pesanku?'-1


'Masih marah denganku?'-2


Haara hanya meng read nya saja,


"Pesan dari siapa sih?kenapa tak dibalas?"tanya Alka,


Ya Alka dan Riza akan menginap dirumahnya,


"Tukang bully"sahut Haara,


"Siapa maksudmu?"bingung Riza,


Tak lama ponselnya berdering,ada sebuah panggilan untuknya,


"Adududuh,kenapa dia menelfon sih,namun tak lama Yoan membatalkan panggilannya,


"Tukang bully?siapa Za?"tanya Alka,


Riza mengangkat kedua pundaknya sekilas,


"Tukang bully itu Yoan~"sahut Anna ikut begabung dengan mereka,


"Lho Haara?kenapa kontaknya dinamakan tukang bully?"tanya Alka,


Alka,Riza dan Anna terkekeh,


"Kak Anna,kapan tuan Yoan pulang?"tanya Riza,


"Iya kak Anna,kapan tuan Yoan kembali?kami bertanya pada Haara,ia nggan menjawab"


"Aduh kalian berdua formal sekali"kekeh Anna


"Ah kami tidak enak,jadi kami memanggil tuan Yoan dengan embel tuan"kekeh Alka,


"Yoan pulang .. Jam berapa ya semalam,saat ia baru tiba di bandara,ia langsung kesini"jelas Anna,


"Lho?kesini?"tanya Riza,


"Tuh"tunjuk Anna kepada Haara menggunakan dagunya,


"Haara marah pada Yoan karena ingkar janji,Yoan menjanjikan padanya pulang Rabu atau paling lambat Kamis,eh nyatanya ia pulang hari Jum'at malam"jelas Anna lagi,


"Kalian bertengkar?"tanya Alka,


"Tidak mau membahasnya"ketus Haara pergi,


"Mereka bertengkar kak Anna?"tanya Riza,


"Dapat terdengar kemarin mereka bertengkar,namun tak lama mereka tenang,setelah itu Yoan turun dan pulang"sahut Anna mengangguk angguk,


Alka dan Riza mengangguk paham,


"Apa .. Laki laki brengsek itu tak pernah datang lagi kesekolah?"tanya Anna,


"Tidak pernah kak Anna,ia tak pernah datang dan menunjukkan dirinya lagi"sahut Riza,


Anna bernafas lega,


"Jadi waktu kakak bertemu dengan kakakku kak Aldo,kak Anna dan Kak Ammar datang kerumah kak Daniel?"ranya Alka ragu,


Anna mengangguk,

__ADS_1


"Saat aku dan Ammar bertanya kepada tetangga,mereka bilang dia sudah beberapa hari tidak pulang,rumahnya pun gelap saat malam,tak ada satupun lampu hidup dirumahnya"sahut Anna mengingat jelas,


"Namun saat si Daniel itu tahu tangan Haara terluka akibat ulahnya,ia benar benar tak perduli dan terus memaksa Haara ikut dengannya,untungnya Yifan datang cepat,dan berakhir mereka bertarung"ucap Riza,


"Memaksa Haara??dan Yifan Bertarung??"terkejut Anna,


"Iya kak,Yifan tak membuatnya terluka saat itu,namun ia lari saat aku dan Riza minta bantuan"jelas Alka,


"Tak usah dibahas lagi,jika aku teringat,itu menakutkan"seru Haara menyimpan cemilan di meja,


"Aku hanya ingin tahu lebih jelasnya,jika sudah bertemu dengannya,aku ingin melapor pada polisi!"seru Anna serius,


Haara mencoba tak perduli meski dalam hati ia juga berharap laki laki itu tertangkap,


"Tanganmu sudah membaik?"tanya Riza,


Haara menunjukkan tangannya,


"Sudah kering"sahut Haara,


"Syukurlah~"ucap Alka,


"Jika Yoan tak memaksamu untuk jujur,aku tak tahu jika kau terluka"seru Anna,


"Kakak itu bersahabat dengan Yoan sudah berapa lama?"tanya Haara,


"Sejak kecil"sahut Anna,


"Pantas kalian bertiga akrab sekali"sahut Haara,


"Kau tak mengetahui nya Haara?"tanya Alka,


"Saat Haara masih kecil,aku pergi ke China dengan papaku selama setengah tahun,aku Sekolah Dasar di China,kalian tahu?aku benar benar seperti orang bodoh!aku hanya diam saja karena aku tak bisa bicara bahasa Mandarin saat itu. namun,Ammar mengajakku bicara menggunakan bahasa Indonesia,walau bahasa Indonesianya tak cukup mahir,aku senang ada seseorang yang berusaha mengajakku bicara"jelas Anna terkekeh,


"Papa Yoan,papaku,adalah sahabat,namun saat papa Ammar ikut bekerja sama dengan perusahaan papa Yoan,mereka bertiga bersahabat"


"Akhirnya aku dan Ammar berteman,aku tak tahu jika Ammar memiliki seorang teman yaitu Yoan~Yoan sudah satu minggu saat itu tak masuk karena sakit,Ammar mengenalkan ku pada Yoan,meski sikapnya sedikit menyebalkan dan dingin,akhirnya kami bertiga berteman"jelas Anna tersenyum mengingat masa dulu,


"Menyebalkan?apa tuan Yoan itu cuek saat kecil?"tanya Alka,


"Cuek sekali,namun ia itu sangat perduli padaku dan Ammar saat itu,aku tak menyangka di balik sikap dingin dan cuek seorang Yoan itu memiliki sikap hangat juga"kekeh Anna,


"Pantas saja,sudah dari lahir seperti itu"oceh Haara,


"Kau mengatakan hal ini karena kau belum tahu sikap lain dan sisi lain Yoan,lama kelamaan kau pasti memahami ucapanku ini"sahut Anna serius,


"Ehem ehem"kode Alka,


"Ha!mulai!"kesal Haara,


●•●•●•●•●


Jam menunjukkan jam 6 sore,hari begitu cepat berlalu,jantungnya tidak berdetak dengan normal,jantungnya terus saja berdetak kencang,ia takut menghadapi hari esok,


Haara mengingat cerita kakaknya saat itu,ia sedikit menyetujui ucapan kakaknya,ia merasa ia sudah merasakan sikap lain Yoan,pria itu sangat perhatian dengannya saat dirinya bermasalah saat itu,


Haara menutup resleting kopernya,ia menatap kamar nya,mulai esok ia tidak tidur dan tinggal dirumah bersama kedua orang tua nya,


"Bagaimana aku menghadapi dan berhadapan dengannya nanti~"gumam Haara kebingungan,


Haara memegang bibirnya sendiri,


"Apa first kiss ku akan diambil olehnya ya~"cemasnya,


Haara menggeleng geleng kasar dan menepuk pipinya,


"Tentu saja!siapa yang aku harapkan!bahkan besok ia akan menjadi suami sah ku!tentu ia akan mengambil pengalaman pertamaku!!"seru Haara untuk menerima kenyataan.


...•...


...•...


...{Bersambung}...


...•...


Jangan lupa like dan komentar nya ya kakak❤❤

__ADS_1


__ADS_2