
Suara pintu Penthouse terbuka pun terdengar, kaki jenjang pria itu masuk ke dalam penthousenya.
Helaan nafas lelah dari nya terdengar sangat tak bersemangat,
Ia baru saja keluar untuk mencari udara segar di malam hari, karena pria itu merasa bosan menghabiskan waktu di Penthouse sendirian di hari Minggu.
Yoan melirik ke arah dapurnya,
Sunyi.
Penthousenya sangat sunyi tidak seperti saat saat lalu,
Ia jadi teringat dimana gadisnya sedang berkutat dengan bahan-bahan untuk dimasak dan tersenyum padanya, lalu gadis itu mengajak dirinya makan bersama.
Dan juga dimana di ruang santai, gadis itu menonton drama yang sangat gadis itu sukai sambil memakan es krim sambil tertawa girang.
Ia merindukan itu semua, ia merindukan gadis itu, merindukan semua yang ada di di dalam diri gadis itu.
Senyumnya, tawanya, saat gadis itu marah dan juga malu, ia ingin melihat itu semua lagi.
Yoan memijat pelipis nya, sambil melangkah naik ke lantai atas penthouse nya,
"Fikiranku selalu di penuhi dengan mu AtHaara~" gumam Yoan masuk ke dalam ruang kerjanya dan menduduki dirinya di kursi kerjanya.
Yoan menghela nafasnya, ia menyandarkan dirinya di kursi kerjanya.
Ia merasa kesal karena tak dapat menemukan keberadaan Finn. ia sedikit bernafas lega tentang pria itu belum mengetahui jika dirinya sudah menikah.
Ia merasa takut jika Finn tahu, takut jika pria itu memiliki niat jahat pada Haara saat Yoan tak bisa melindungi Haara saat ini.
Ia merasa Haara aman-aman saja, karena gadis itu tinggal dirumah kedua orang tuanya.
Kegelisahannya terganti oleh rasa senang,
dimana dirinya yang telah mengatakan sebuah kebenaran pada Rynne kemarin malam di sebuah toko es krim.
...'I'm married, and the girl who came to my office at that time was my wife.'...
...'(Saya sudah menikah, dan gadis yang datang ke kantor saya saat itu adalah istri saya.)'...
Rynne yang mendengarnya terkejut bukan main.
Rynne kecewa dengan Yoan, karena Yoan baru memberitahu wanita itu jika dirinya itu sudah 'menikah'.
Rynne merasa dirinya memalukan karena ia sudah berlaku tidak sopan pada Yoan yang sudah beristri, dan juga perlakuan kurang sopannya pada Yoan di saksikan secara langsung oleh Haara, istrinya.
Rynne memahaminya sekarang, kenapa pria itu menolak ciuman yang akan ia berikan namun ditolak dengan cara menutup bibir,
Karena saat itu gerakannya Rynne yang 'memotong jarak' pada Yoan terlalu 'mengejutkan' dan 'tiba-tiba' sekali.
Yoan yang saat itu tak sempat menghindar, sontak sigap menutup mulutnya agar Rynne tak dapat menciumnya.
Rynne menangis saat itu juga karena Rynne merasa sangat bersalah dan menganggap dirinya sebagai orang ketiga dalam hubungan Yoan dengan Haara, bahkan ia sampai membuat Haara salah paham dan membuat hubungan mereka di ujung perpisahan atau bisa disebut perceraian.
Yoan membenarkan jika itu bukan salah wanita itu sepenuhnya, itu juga salahnya karena baru memberitahu Rynne bahwa dirinya sudah menikah.
Yoan pun turut menjelaskan alasan kenapa ia menutupi status nya yang sudah menikah pada wanita itu,
penjelasan Yoan membuat Rynne kagum dan terharu, bahkan alasan yang Yoan berikan sangat diluar dugaan.
Rynne pun berfikir dan berinisiatif ingin menjelaskan kesalah pahaman ini kepada Haara secara langsung.
Sebelum dirinya akan kembali ke Russia, ia akan berusaha membuat Haara yakin dan kembali pada Yoan, Yoan yang mendengarnya pun merasa tertolong.
Yoan pun berterima kasih pada Rynne karena wanita itu akan membantunya menjelaskan kesalahpahaman diantara dirinya dan Rynne pada Haara.
Rynne pun langsung memeluk Yoan dan terus mengucapkan kata maaf.
Rynne terus memaki dirinya sendiri dipelukan Yoan, karena dirinya telah membuat hubungan Haara dan Yoan pecah.
"Aku bergantung padamu, Rynne." seru Yoan memejamkan matanya sambil tersenyum.
...'After I succeed, I'll go back to Russia and I'll say goodbye to my brother, you know? my brother became an exchange student in Indonesia!...
...(Setelah aku berhasil, aku akan kembali ke Rusia dan aku akan mengucapkan selamat tinggal kepada kakak ku, kau tahu? Kakakku menjadi siswa pertukaran di Indonesia!)'...
Drrt! Drrt!
Yoan membuka matanya perlahan, ia mengambil ponselnya di meja nya,
Ia mengerutkan keningnya saat melihat siapa yang menelfonnya.
●•●•●•●•●
Haara masuk ke dalam toilet dengan nafas ngos ngosan.
Ia meminta izin ke toilet setelah memberi peringatan lewat tulisan yang ia ketik diponselnya pada Alka dan Riza.
Tulisan yang Haara ketik di ponselnya mengenai,
Agar kedua sahabatnya jangan bertanya tanya atau bercerita tetang marga Zhao pada Finn dan Bastian dan juga jangan membahas Yifan, Yuu apalagi membahas Yoan didepan Finn dan Bastian.
__ADS_1
dia memberi peringatan besar pada kedua sahabatnya itu saat ia akan pergi ke toilet untuk menelfon Yifan dan Yuu.
Haara mendecak kesal saat telfonnya tak di angkat oleh Yuu,
"Yuu~ angkat telfonku, ku mohon!" kesal Haara, namun hasilnya tetap nihil.
Haara pun mengirim spam chat pada Yuu dan memberikan shareloc pada pria itu.
Haara mengatur nafasnya, ia menenangkan dirinya agar tidak tegang, ia akan menuruti ucapan Yifan untuk terlihat santai dan tidak tegang.
"AtHaara, kamu pasti bisa, bertahanlah sampai makan makan selesai, aku akan memilih pulang dengan Alka nanti, aku tak mungkin pulang bersama Riza, yang ada Finn akan bertemu dengan Yifan." seru Haara.
• • •
Haara telah keluar dari toilet, tatapannya dan Riza bertemu.
"Sudah selesai?" tanya Riza,
"Sudah kok!" senyum Haara menduduki dirinya.
Tanpa sengaja tatapan Haara bertemu dengan Finn yang menatapnya, dengan cepat Haara mengalihkan pandangannya ke makanannya.
'Aku harus cepat menghabiskan makananku dan segera pergi dari sini!' batin Haara mencoba agar tidak terlihat tegang.
Bastian yang melihat tingkah Haara yang aneh pun melirik Finn yang menatap Haara,
"Jangan membuatnya takut!" seru Bastian menatap Finn,
"She is really so beautiful, (dia benar-benar sangat cantik,) " seru Finn tertawa.
Deg!
Seketika Haara merasa lebih takut sekarang, sangat takut sekali.
"Ahahaha, anda tak boleh menyukainya~" seru Alka,
Haara tercegang,
'Alka~ jangan bicara ku mohon~' batin Haara memohon.
"Why?" tanya Finn,
"Karena dia akan bertunangan!" sahut Alka,
"Iya benar, dan saya berharap anda tak memberikan tatapan seperti itu, dia itu anaknya selalu takut dengan orang baru," seru Riza santai.
"Ah, sorry, aku .. telah membuatmu takut," seru Finn tak enak,
Ia bernafas lega.
●•●•●•●•●
Singkat cerita, mereka telah selesai makan, dan mereka pun keluar dari lestoran itu.
Haara tak bisa bernafas lega untuk beberapa puluh menit belakangan itu, Riza dan Alka menatap Haara dengan tatapan bingung, mereka masih bertanya tanya kenapa sahabatnya itu terlihat tegang dan ketakutan apalagi mengenai pesan AtHaara.
"Mm, kak Bastian?" panggil Haara,
"Hm?"
"Aku ... Sepertinya pulang bersama kak Aldo dan Alka saja deh," gugup Haara,
"Kenapa?" bingung Bastian,
"Mm, ada temanmu lho kak, dia baru tiba di Indonesia, masa kakak mengantarku pulang?" seru Haara tersenyum.
Bastian melirik Finn di sampingnya.
"Kau yakin?" tanya Bastian,
Haara mengangguk.
"Aku akan ke parkiran untuk bilang pada Aldo jika kamu ingin pulang bersama dan mengantarmu sampai rumah." seru Bastian pergi.
Haara menatap Bastian pergi dengan batin mengatakan 'Jangan pergi! Jangan tinggalkan aku Bastian!'
"You are okay? Your face looks so pale~
(Kau baik baik saja? Wajahmu terlihat pucat~) " seru Finn mendekati Haara,
"A-aku baik baik saja." takut Haara memundurkan langkahnya.
"Hey, calm down,(hey, tenanglah,) aku hanya khawatir dengan mu." seru Finn terlihat khawatir dan kembali melangkah mendekati Haara.
Riza dan Alka yang melihatnya ingin melarang Finn untuk berhenti mendekatinya, karena mereka merasa ada yang tidak beres dari Haara, sahabatnya kelihatan ketakutan sekali dengan Finn,
Bruk!
"Akh!" ringis Haara tersandung dan jatuh,
"AtHaara!" panik Alka dan Riza.
__ADS_1
"It's okey, aku akan membantu nya" seru Finn mencegah Alka dan Riza mendekat,
"Biar ku bantu," seru Finn mencoba membantu Haara,
"A aku bisa sendiri tuan." seru Haara menolak,
"Aku hanya ingin membantu, what's wrong?(apakah salah?) " bingung Finn.
Tubuh Haara gemetar hebat, Alka dan Riza langsung panik karena sahabatnya terlihat tak baik baik saja sejak tadi,
"To-tolong menjauh dari saya, saya mohon~" isak Haara menunduk,
Finn, Alka dan Riza terkejut saat menyadari Haara menangis.
"Ra?? Kamu ...,"-Alka.
BUGH!!
Alka dan Riza terkejut bukan main, mereka pun melangkah mundur.
"Argh!" ringis Finn terjatuh kebelakang.
Haara terkejut, ia mendongakkan kepalanya, betapa terkejutnya dirinya,
'Yoan!??' batin Haara membelalakan matanya.
"Jangan coba-coba kau mendekatinya!!" seru Yoan menekankan kalimatnya.
Haara melirik kesampingnya, ada Yifan yang datang dan membantunya berdiri.
"Yifan" seru Haara,
"Kau baik baik saja?? Apa yang ia lakukan padamu??" tanya Yifan khawatir,
Haara melihat kedua sahabatnya mendekat kepadanya dan Yifan.
"Dia ... Dia tak ...," - Haara.
"Wah!! ahahaha!! tak ku sangka sekali ternyata yang memukulku tanpa permisi kamu, Zhao Yoan Ti En. tak ku sangka aku bertemu dengan mu disini, adik manisku~" seringai Finn yang sempat terkejut dengan kedatangan Yoan yang tiba tiba,
"Hey! Ada apa ... Kau!" seru Bastian terkejut melihat Yoan,
Yoan terkejut bukan main.
"Kau?? Kau adalah ...," terkejut Yoan,
"Wow! Sebuah kejutan sekali! pertemuan kakak dan adik tengah berlangsung disini, tak ku sangka aku juga turut bertemu denganmu di sini, baru saja aku dan kakakmu berencana akan menemuimu besok, Zhao Yoan Ti En~" seru Bastian menyeringai.
Haara terkejut saat mendengar ucapan Bastian, Bastian dan Yoan saling mengenal. tentu saja, Bastian dan Finn berteman.
"Sebenarnya apa yang terjadi??" tanya Aldo panik,
"Sebuah permasalahan keluarga, kak Aldo lebih baik pulang saja," seru Yifan menatap Alka dan Aldo.
"Mereka bertengkar! Bagaimana bisa kau memisahkan mereka sendiri nantinya??" seru Aldo khawatir,
Aldo, Riza, dan Alka larut dalam pembicaraan mereka sampai pembicaraan mereka terhenti saat menyadari Haara yang terkejut bukan main,
Haara menutup mulutnya terkejut setelah mendengar perbincangan Yoan, Finn, dan Bastian. air matanya kembali menetes, sebuah kebenaran kembali terungkap!
"Ap-apa?! Ja-jadi ...," gantung Haara,
Yifan memegang pundak AtHaara dengan wajah panik,
"Jadi Bastian ... Bastian adalah kakaknya Irene dan Rynne??!" terkejut Haara lemas.
...•...
...•...
Author: "whehehe, terbongkar sudah deh siapa Bastian itu😂"
...♥Bersambung♥...
...•...
...❗❕❕❗...
...Terima kasih sudah membaca part ini kakak Readers dan kakak Author yang hebat hebat!❤...
...Jangan lupa untuk di...
...Like👍...
...Vote🎟...
...Tambah ke Favorite❤...
...Rate ⭐⭐⭐⭐⭐...
...Dan komentar yang selalu ku nantikan💭♥...
__ADS_1