
🚨Jangan lupa like nya dan komentar setelah membacanya ya kakak-kakakku😊🚨
Happy reading🤗
-------------------------------------------------------------------
Haara menelan salivanya berat,
Yoan membungkukkan tubuhnya untuk memberi kemudahan gadis itu untuk mengalungkan dasi itu ke leher nya.
Haara mengalungkan dasi itu, ia menghindari tatapan menggoda Yoan padanya.
Yoan kembali berdiri, tatapannya tetap terfokus pada gadis yang ia cintai di depannya itu.
"mendekatlah." seru Yoan.
"tidak, disini saja." sahut Haara.
Yoan menghela nafasnya.
Yoan menarik pinggang ramping Haara untuk mendekat, karena jarak gadis itu membuat gadis itu sendiri kesulitan memakaikan dasi untuknya.
Jantung Haara hampir loncat karena terkejut.
"E-eh! Yoan! Lepas!" panik Haara.
"Kenapa kau menjaga jarak seperti itu, hm?" seru Yoan menatap Haara dalam.
"Oh my god, Wǒ hěn jídù kàn dào tāmen de qīnmì guānxì.
(Oh tuhan, aku merasa iri melihat kemesraan mereka.)" kekeh sang paman,
Para penjaga yang mendengarnya pun terbawa suasana kemesraan Yoan dan Haara.
"Yo-Yoan." gugup Haara malu.
"Tak usah perdulikan mereka, aku ingin mereka tahu jika kau adalah istriku." seru Yoan menatap Haara menggoda.
"Mereka sudah tahu lho! jika aku ini istrimu!" sahut Haara mencoba mendorong tubuh Yoan, namun itu membisikkan kalimat yang membuat Haara tercegang.
"Jika seperti itu aku ingin mereka tahu jika aku itu sangat mencintaimu dan kau adalah milikku seorang." bisik Yoan.
Deg!
Jantungnya berdebar saat Yoan mengatakan kalimat yang dibisikkan pria itu padanya.
"Kau adalah wanitaku, milik Zhao Yoan Ti En seorang." seru Yoan menatap Haara lembut.
Darahnya mendesir cepat di sekujur tubuhnya, ucapan pria itu sukses membuatnya merinding.
"Ayo, pakaikan." seru Yoan menunjukkan smirk nya.
Haara menetralkan tenggorokkan nya dan mulai fokus melipat dasi pria itu.
Jantung nya berdegup kencang sekali saat pria itu terus menatapnya, sampai dimana ...
"Aish, salah!" gerutu Haara menyadari jika dasi pria itu terlihat aneh.
Yoan terkekeh sambil menyelipkan rambut gadis itu di telinga nya.
"Yoan, bisa kah kau jangan menatapku? Kau benar-benar membuatku mengulur waktu!" seru Haara kesal.
"Tidak." senyum Yoan.
Haara kembali mencoba melipat dasi itu dengan fokus penuh, ia berusaha tak memperdulikan Yoan yang menatap nya dalam.
'Fokus Haara, fokus! kau tak boleh megulur waktu karena masalah dasi!' batin Haara sambil menggigit bibir bawahnya.
Hal itu membuat Yoan menarik bibir bawah yang Haara gigit itu.
"Jangan di gigit bibirmu, nanti luka lho~" seru Yoan berat.
Haara berusaha tak memperdulikannya.
"Bolehnya aku saja yang gigit." seru Yoan dengan suara beratnya.
Haara merapatkan bibirnya, ia benar-benar merutuki pria itu yang terus-menerus menggodanya.
Haara menatap Yoan tajam.
Yoan tertawa kecil melihat ekspresi istrinya yang kesal.
"End?" tanya sang paman.
"Yes." sahut Yoan menahan tawanya.
"Let go."
Yoan menatap Haara yang membuang wajahnya nggan menatapnya.
"Kita akan masuk, nona." seru Yoan.
Haara menatap Yoan datar, Yoan mengisyaratkan tangannya untuk gadis itu menggandeng tangannya.
Gadis itu pun langsung menggandeng tangan Yoan dan melangkah masuk.
• • •
Cekrek! Cekrek!!
Cekrek! Cekrek!!
Lampu blitz saling bersahutan membuat mata Haara sangat terganggu sekali akan lampu blitz itu semua.
__ADS_1
Haara mencoba menahannya agar tak dipandang aneh, namun matanya tak kuat terbuka.
Haara sedikit terkejut saat Yoan merangkul pundaknya, ia mendongakkan kepalanya menatap pria itu.
"Menunduk saja, nanti matamu sakit." seru Yoan.
Haara pun yang paham menundukkan kepalanya.
• • •
Haara menghela nafasnya lega, rasa gugup nya di depan reporter pun menghilang, namun ia membutuhkan toilet sekarang.
"Yoan."
"Hm?"
"Aku .. Mau ke toilet."
Yoan menghentikan langkahnya membuat para penjaga berjas semua berhenti.
Haara menatap Yoan yang tengah berbicara pada pamannya menggunakan bahasa mandarin, sang paman yang paham pun memberi intruksi pada para penjaga.
Para penjaga dan sang paman pun pergi.
"Ayo." seru Yoan menarik tangan Haara.
"Eh! aku bisa pergi ke toilet sendiri Yoan." sahut Haara menahan.
"Aku akan tunggu di depan toilet, jika kau ku tinggal, kau tak akan bisa masuk ke dalam studio VIP nya." sahut Yoan.
"Ah, baiklah."
• • •
Haara mencerminkan dirinya sambil mengeringkan tangannya yang basah dan melangkah untuk keluar toilet.
"Ya ampun! Yoan! Ka-kamu ngapain masuk ke toilet wanita!" terkejut Haara.
"Kenapa kau lama sekali." seru Yoan sayu.
"Aku sudah selesai kok, ayo keluar!" panik Haara menarik Yoan keluar dari toilet.
"Kamu ini! Kalau ada yang lihat ba ..."
Srett bruk!!
Haara terkejut bukan main, mata nya membelalak saat pria itu menariknya dan menyudutkannya di sudut dinding, pria itu mengurungnya.
"Yoan? Ka-kamu mau ngapain?" tanya Haara curiga.
Yoan memajukan kepalanya menatap lebih dekat wajah cantik istrinya.
"Acaranya akan di mulai 20 menit lagi," gantung pria itu.
Pria itu balas menatap Haara dengan tatapan sangat sayu.
"Bisakah kau berikan aku satu ciuman?"
Haara tertohok mendengarnya.
"Apa?! Tidak!" tolak Haara.
"Kalau seperti itu biar aku yang menciummu." seru Yoan bersiap akan mencium Haara.
Sigap Haara menutup mulutnya sambil menggeleng kuat.
"Kenapa tidak?" tanya Yoan lemah.
"Nan-nanti kalau ada yang lihat bagaimana?? Nanti ada yang nonton lewat CCTV bagaimana?? Aku tak mau reputasimu jelek Yoan!" panik Haara.
"Tak ada CCTV di sini, lagi pula apa reputasiku akan jelek jika aku mencium istriku sendiri?" tanya Yoan dengan nada sangat lemah.
Ucapan pria itu benar.
"Boleh ya?" izin Yoan memohon.
Haara terdiam sejenak, perlahan tangan yang menutupi bibirnya pun turun.
"Hanya sebu .. Mmphh~"
Haara membelalakan matanya terkejut.
Pria itu menarik Haara kedalam pelukannya, pria itu dengan cepat menerkam bibirnya dengan sangat semangat itu membuat Haara kualahan.
Wajah gadis itu merah padam atas perlakuan Yoan yang sangat brutal itu.
Haara memejamkan matanya rapat rapat saat Yoan ******* bibir nya terus-terusan.
Haara membuka matanya saat rasa nafasnya hampir habis, ia memukul dada bidang pria itu kuat.
Pria itu pun melepaskan ciumannya, Haara pun dengan capat mengambil oksigen untuk memenuhi jantungnya.
"Hahh~ hahh~ hahh~" ngos ngosan Haara lemas bersandar di dada bidang Yoan.
"Kau .. Membuat ku hampir pingsan kehabisan nafas, Yoan!" kesal Haara menatap Yoan.
Yoan tersenyum senang sambil terkekeh.
"Maafkan aku, itu karena kau juga yang menggoda ku tadi, dengan menggigit bibirmu sendiri." sahut Yoan memegang dagu Haara.
Haara menatap Yoan datar.
"Sekali lagi ya?" pinta Yoan.
__ADS_1
"Eh tidak tidak! Mmph~"
Lagi-lagi pria itu menerkam bibir istri kecilnya yang sudah menjadi candunya itu.
"... Awh!!" ringis Haara.
Haara meringis memegang bibir bawahnya, pria itu menggigit bibir bawahnya.
"Yoan sakittt!!" marah Haara memukul pundak pria itu.
Yoan tertawa kecil melihat Haara yang merajuk.
"Kau ini suka sekali menggigit ya! Kesal aku sama kamu!" emosi Haara.
"Kau benar, aku suka lakukan itu padamu." goda Yoan.
Haara membuang wajahnya malu.
Yoan menarik dagu Haara, ia mengusap bibir gadis itu karena ulahnya tadi.
"Hasrat ku sudah terkabul oleh mu, sekarang ayo kita masuk ke studio." seru Yoan senang sambil menarik tangan Haara.
Haara hanya diam pasrah.
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
Suara tepuk tangan meramaikan isi studio saat seorang pengisi acara naik ke atas panggung.
Haara dan Yoan pun turut bertepuk tangan, Haara merasa gugup karena dirinya beserta Yoan dan sang paman duduk di baris paling depan.
Haara terkagum-kagum melihat studio yang mewah elegan sekali, terlihat sangat modern sekali.
"Aku tak paham apa yang ia ucapkan~" seru Haara sedih.
Yoan yang mendengarnya terkekeh,
"Di layar itu ada translate otomatis bahasa inggris saat MC itu berbicara, kau pasti paham sedikit-sedikit." sahut Yoan lembut.
Haara mengangguk.
"Hǎo ba, wǒmen huānyíng gāi gōngsī de shǒuxí zhíxíng guān Zhao Yoan Ti-En xiānshēng!
(baiklah, kita sambut CEO perusahaan ini, tuan Zhao Yoan Ti-En!)" seru pengisi acara itu.
Suara tepuk tangan terdengar dan blitz kamera lagi-lagi terlihat saling bersahutan.
"Aku ke atas panggung ya." seru Yoan lembut.
"Eh? I-iya, semangat Yoan!" seru Haara menyemangati.
Yoan mengangguk.
"Terima kasih." sahut Yoan, pria itu pun bangkit dan melangkah naik ke atas panggung.
Tatapan Haara tak bisa berpaling pada Yoan, pesona pria itu benar-benar keluar tanpa pria itu lakukan.
Haara menahan senyumnya, jantungnya berdegup kencang saat tak bisa memalingkan pandangan dari pria itu.
'Sial! Kenapa dia tampan sekali! Benar-benar tampan yang tidak manusiawi!' rutuk Haara pada suaminya sendiri.
Dapat dilihat pria itu tersenyum, pria itu meulai membuka pidato nya.
'Apa dia sungguh suamiku?? Sungguh dia suamiku??' batin Haara masih tak percaya akan kenyataan.
Haara menggigit jempol tangannya karena jantungnya berdegup kencang sekali.
'Umurnya sudah 25 tahun! Benar-benar wajahnya menolak untuk tua!' batin Haara lagi.
Yoan pun mulai membicarakan gambar yang di tampilkan di layar dengan sangat profesional.
"Sungguh sangat tampan sekali~" seru Haara terkagum-kagum dengan kharisma pria itu yang sangat terlihat sempurna.
...•...
...•...
...Author : " huhh, akhirnya aku bisa update di tengah kesibukan real life nih, heheh🤗 saatnya putar imajinasi lagi untuk part selanjutnya nih hehe❤"...
...•...
...❤Bersambung❤...
...•...
...Hai, kakak-kakak Readers👋...
...Hai, kakak-kakak author👋...
...Terima kasih sekali sudah hadir di ceritaku ya😊...
...Jangan lupa Like, Vote, Rate 5 star, dan komentarnya ya😊...
...Karena itu sangat berarti untuk aku selaku author😊...
...Sehat selalu untuk kakak-kakakku ya, disaat pandemi seperti ini selalu jaga kebugaran tubuh kita ya🤗...
...See you tomorrow😇...
__ADS_1