My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Mood yang Buruk


__ADS_3

Acara perayaan besar-besaran pun dimulai.


Acara pembukaan pun di mulai dari sambutan dari kepala sekolah hingga orang-orang penting yang di undang datang.


Haara cukup terkejut saat Yoan mengatakan jika pria itu adalah salah satu tamu yang di undang untuk datang ke sekolah nya juga, jadi inti dari pria itu datang tak hanya karena hadir ke acara kelulusan, nmun juga turut hadir dan memberikan sambutan pada acara meriah di sekolahnya.


Ia hampir lupa, jika Yoan itu ikut membantu untuk anak kelas dua belas dengan mempekerjakan guru-guru pembimbing dan separuh alumni terbaik tahun lalu yang sangat profesional untuk mengajar anak kelas 12.


Bahkan alumni tahun ini di nobatkan lulusan terbaik dari sebelum-sebelumnya.


Haara terus memandang Yoan dari kejauhan, pria itu sedang asyik berbincang dengan Billy entah apa yang sedang mereka bicarakan.


Terkadang juga Yuu dan Hanabi juga ikut berbincang dengan Billy dan Yoan di tempat duduk baris paling depan.


"Kenapa kau sampai melupakan jika kak Yoan itu peran penting dari anak kelas 12 sekarang, bahkan kita sampai di nobatkan alumni terbaik lho." heran Alka.


"Aku lupa Ka, mana aku ingat~" sahut Haara terus terfokus menatap Yoan dari kejauhan.


"Lihatin terus sampai matamu kering, kak Yoan gak akan di rampok ibu-ibu orang tua murid AtHaara, sebelum itu terjadi pasti mereka akan di tarik suami mereka masing-masing." oceh Riza.


"Pfft!!" tahan tawa Alka, Vika, dan Diana.


"Tak ku sangka Riza juga bisa melawak!" tahan tawa Diana hal itu mendapat persetujuan dari Alka dan Vika.


"Kau bilang seperti itu aku jadi takut." sahut Haara menganggap ucapan Riza itu serius.


"Hey, masa iya sih! Jika itu benar pun ibu-ibu tak ingat umur kah?? Masa iya mau sama su ... Brondong!" sahut Riza hampir keceplosan.


"Ada banyak kakak-kakak perempuan juga tahu! Umurnya juga pasti sepantaran dengan Yoan, mereka pasti berfikir genit!" kesal Haara memakan rotinya kesal.


"Protektif nya calon istrinya tuan ... Zhao ini~" kekeh Vika.


"Dia itu terlalu tampan, wajahnya juga bukan seperti orang Indonesia pada umumnya, itu semakin menambah perhatian." sahut Haara cepat.


"Ya ya ya, kau memang benar AtHaara." sahut Vika.


"Oh iya, tadi aku dengar ada seorang wali yang aku yakini kakak perempuam dari salah satu murid bilang jika calon suamimu itu oppa-oppa dari Korea lho." kekeh Diana.


"Ya aku dengar juga Na! Bahkan ada yang manggil Kak Yoan Mas juga lho." kompor Alka.


Hal itu membuat Haara panas seketika.


"Mas?? Dikira Mas tukang bakso! Geramnya aku!" gemuruh Haara.


Riza merasa jika Haara bertingkah sangat cemburuan dan protektif sekali dengan Yoan yang tidak seperti biasanya, bahkan sahabatnya itu sangat mudah marah sekali dan sangat sensitif membahas fans dadakan Yoan selaku suami sahabatnya itu.


'Biasanya ia akan menimpali dan menyombongkan diri atau membangga-banggakan kak Yoan, tapi dia seperti sangat cemburuan sekali, sangat protektif nya.' batin Riza.


"Bu Nasya ngapain sih itu!" geram Haara.


"Bu Nasa?" tanya Alka.


"Bu Nasya Alka, bukan Nasa, eh bu Nasya yang mana sih?" tanya Vika.


"Bu Nasya guru bahasa Inggris di kelas 10, ku dengar dia masih lajang lho." kompor Diana.


"Wah~ seperti nya bu Nasya mau minta nomor tunanganmu tuh Ra." goda Vika.


"Guru idaman berpuluh-puluh umat siswa laki-laki di sekolah tuh." sahut Alka mengakui.


Dengan cepat Haara memainkan ponselnya, gadis itu langsung menelfon Yoan.


"Langsung di telfon lho~" tawa Diana.


'Aneh juga sikap Haara ini, kenapa ini anak jadi cemburuan akut? Sejak awal kak Yoan tiba di sekolah pun posesif sekali dia.' batin Riza.


Yoan:


"Hallo AtHaara?"


"Loudspeaker coba Ra." bisik Alka.


Haara pun menurut.


Yoan:


"AtHaara? Hallo?"


Haara:


"Yoan! Menjauh dari bu Nasya!"


Yoan:


"Bu ... Kau dimana?"


Terlihat Yoan dari kejauhan mencari AtHaara di sekeliling.


Haara:


"Biasanya juga tak pernah respon wanita lain! Kenapa sekarang jadi playboy kamu! Apa jangan-jangan kamu mau jadi playboy ya!"


"Pfftt!!" tahan tawa empat gadis di sana.


Yoan:


"Hey apa sih kamu, ngga~ aku hanya berbincang saja, dia itu guru ..."


Haara:


"Dia bukan guruku! Dia guru dari kelas 10! Guru-guru yang mengajar kelas 12 itu tua-tua! Tak ada yang masih lajang seperti guru di sampingmu saat ini! Jadi aku mau kau tak perlu ajak bicara dia! Aku tak suka lihatnya!"


Yoan:


"(Tertawa kecil) jadi kamu sedang mengawasiku seperti seorang penguntit ya hm?"


"Omg, meleleh aku sama suaranya~" seru Vika dramatis.


"Stt! Di hajar Haara nanti lho." sahut Riza.


Haara:


"Kenapa?? Tak suka kamu aku awasi??!"


Yoan:


"Suka, aku suka sekali di awasi sama kamu dari jauh."


Haara:


"Bohong!"

__ADS_1


Yoan:


"Serius, kamu dimana??"


Haara:


"Ngapain nanya aku dimana?"(nada ketus)


Yoan:


"Mau tahu saja kamu ada dimana, biar bisa lihat posisi kamu memata-mataiku dimana."(terkekeh)


Haara:


"Tak penting aku dimana! Jangan ajak bicara! Cuek seperti Yoan yang ku tahu! Aku tak suka!"


Yoan:


"Cemburu nih ya~" (tertawa)


Haara:


"Ihh!! Yoaan~ aku lagi marah sama kamu~ dengar aku gak sih??" (kesal)


Yoan:


"Iya AtHaara sayang~ aku dengar sayang~"


Haara yang mendengar Yoan memanggilnya sayang tersenyum malu-malu.


"Ehem ehem! Dipanggil sayang langsung padam kayanya api cembururnya tuh whahahha!!" tawa Alka.


Hal itu pun membuat Riza, Vika, dan Diana tertawa.


"Apasih kalian~" tersipu malu Haara.


Yoan:


"Di loudspeaker?"


Haara:


"Iya~"


Yoan:


(Tertawa pecah)


Haara:


"Ngga lucu Yoan~"


Yoan:


"Lucu sayang~"


Haara tak bisa menahan senyumnya, wajahnya terasa panas sekali kali ini.


"Ehem ehem!! Tersedak biji semangka aku." dehem Vika.


Haara seketika salah tingkah saat teman-temannya menggooda dirinya.


Haara:


Yoan:


"Apa sayang~ jangan cemburu dong, oke tak akan aku ajak bicara lagi."


Haara:


"Hm, bagus."


Yoan:


"Mau berpesan apa lagi?"


Haara:


"Pasang wajah ketus biar orang pada takut sama kamu."


Yoan:


"Haruskah?"


Haara:


"Harus!"


Yoan:


"Hey~ ayolah, itu keterlaluan~(tertawa)"


Haara:


"Terserah deh, kalau kami di kerumunin ibu-ibu buat minta foto dan di upload di sosial media, tunggu hukuman dariku!"


Tut!


Haara menutup panggilan, ia menatap ke empat temannya.


"Ibu-ibu zaman sekarang dikit-dikir upload di sosial media, hati-hati nanti ada satu ibu-ibu upload foto tunanganmu nanti di akuin selingkuhan lagi." tawa Diana.


"sebelum itu terjadi, kak Yoan bakal menghindari, kak Yoan takut sekali lho sama Haara." jelas Riza untuk mengakhiri agar mereka tak lagi mengompori Haara.


"Bucin parah tuh, tqpi please, tunanganmu responnya manis banget~ mau kaya Haara Ka~" rengek Diana pada Alka.


"Cari pacar makannya sana, masa kalah sama Haara, dia saja sudah mau nikah~" seru Alka.


"Sama nya juga kau!" kesal Diana.


●•●•●•●•●


• • •


• •



Acara pun telah usai, hari pun telah hampir menjelang Sore, semua orang pun telah bubar meninggalkan sekolah.


Yoan kini telah tiba di UKS yang di antarkan oleh Yifan.

__ADS_1


Ia mendapat pesan jika Haara mengeluh lelah dan kepalanya pusing sekali.


"AtHaara???" panggil Yoan.


Haara yang mendengar namanya terpanggil pun membuka matanya.


"Yoan~" seru Haara lemah.


"Alka, Riza, apa yang terjadi pada Haara?" tanya Yoan.


"Dia terlalu bersemangat tadi mungkin itu penyebabnya ia kelelahan." sahut Riza.


"Dan juga setelah makan coklat yang entah bungkus keberapa, ia mengeluh mual dan pusing." sahut Alka.


"Coklat?? Apa coklat itu sudah kadaluarsa?" tanya Yoan khawatir.


"Tidak kok, rasanya tidak aneh, bahkan kami juga memakannya, tapi AtHaara yang paling banyak beli dan makan coklat." sahut Riza.


"Berapa banyak?" tanya Yoan.


"Banyak sekali, mungkin 10 batang coklat lebih, entah kenapa Haara tiba-tiba mau coklat tadi, itu membuat kami bingung." heran Alka.


Yoan yang mendengarnya menghela nafasnya lega.


"Aku tadi sedang mau makan coklat Yoan." sahut Haara mencoba menduduki dirinya dan besandar di dada bidang pria itu.


"Segitu banyak nya, nanti gigi mu berlubang bagaimana?" tanya Yoan.


"Aku bukan anak kecil!"


"Baiklah, bagaikana kalau gigimu sakit?" tanya Yoan.


"Habisnya coklatnya enak." sahut Haara.


Yoan tersenyum tipis sambil mengusap-usap rambut Haara, Haara pun yang mendapat respon manis dari Yoan memeluk tubuh Yoan dari samping.


Riza, Alka, Diana dan Vika pun mengalihkan pandangan mereka saat melihat tingkah manja Haara pada Yoan.


"Hey, ada teman-temanmu lho." kekeh Yoan.


"Biarin~"


"Za, pulang yuk." seru Yifan masuk ke dalam UKS.


"Hm, ayo." sahut Riza.


"Aku juga mau pulang, supir ku sudah tunggu di luar." seru Alka juga melihat isi pedan dari supir nya.


"Kami juga pulang." tambah Vika dan dapat anggukan dari Diana menyetujui.


"Kalian hati-hati ya." seru Haara.


"Iya Haara, kak Yoan kami pamit." seru Riza.


"Hm, terima kasih kalian sudah menjaga Haara." seru Yoan.


"Sama-sama kak, sampai jumpa." pamit Alka.


Haara dan Yoan pun mengangguk.


"Kak, Haara, aku duluan, jangan mesra-mesraan di UKS, ada CCTV." bisik Yifan pergi.


"Sungguh??!" terkejut Haara.


"Ada di sudut kanan belakang, tertutup tirai." sahut Yoan.


"Huwaaa~ aku tak tahu~ untung saja." hela nafas Haara lega.


"Untung saja? Kenapa?" tanya Yoan.


"Nggak, tadinya mau tiduran di pangkuan mu dulu tapi tak jadi, Yoan ayo pulang, aku mau tiduran di penthouse rasanya." rengek Haara pelan.


"Mood ibu hamil memang aneh ya." bisik Yoan terkekeh.


"Aneh gimana?"


"Iya gitu, tadi marah-marah karena cemburu, lalu sekarang manja sekali." sahut Yoan.


"Tau ah! Malas bahas tentang cemburu!" kesal Haara turun dari tempat tidur dan melangkah pergi meninggalkan Yoan.


"Sepertinya aku salah berucap, emosinya naik turun, hahh~" sabar Yoan mengejar Haara.


...•...


...●...


...🎐Bersambung🎐...


...●...


...•...


...•...


...Auhor:...


..."wajar Yoan~ namanya juga ibu hamil, maklumin aja mood nya kadang naik turun😆 Riza paling sadar perubahan Haara nih, curigakah??...


...•...


...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...


...⭕Jangan lupa:...


...👍 Like,...


...🏷Vote,...


...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...


...❤Favorite,...


...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...


...💃谢谢大家!💃...


...(Xièxiè dàjiā!)...


...(Terima kasih semuanya!)...


...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...

__ADS_1


...see you next tomorrow❤...


🎐我的命运是赵先生🎐


__ADS_2