
"Aku tak perduli kau takut denganku atau tidak, yang ku pastikan kau akan tetap bersama denganku." seringai Yoan.
Haara bergidik ketakutan,
"Kau sudah gila, Yoan!!" teriak Haara.
"Haaa?? Ahahahahaha! ya, aku gila! Aku gila karena mu! jadi kau harus bertanggung jawab AtHaara~" tawa Yoan menunjukan seringaian dan tatapan tajam yang membuat AtHaara semakin ketakutan bukan main.
Haara mendorong tubuh pria itu, namun hal itu tak sedikit pum membuat pria itu bergerak,
gerakan Haara melemah.
"Tolong jangan menyiksaku lebih menyakitkan lagi Yoan," seru Haara menunduk,
Yoan menatap Haara,
"Lepaskan aku, dan pergilah kembali ke pelukan Rynne,"
"Kau mencintainya bukan? Pergilah temui Rynne sekarang dan peluk dirinya seerat-eratnya seperti yang kau lakukan kemarin malam." kekeh Haara.
Yoan membelalakan matanya,
"Ahh, kemarin itu adalah adegan romantis sekali ya, berpelukan di bawah sinar rembulan." kekeh Haara.
Yoan tak dapat berkata-kata saat itu juga,
"Hati Rynne pasti akan sakit sekali jika melihat kau bertindak seperti seorang pahlawan di depanku, jangan seperti ini Yoan~ jika perasaannya kau lukai dan ia memutuskan untuk tak mencintaimu lagi, apa kau akan mengemis sama seperti kau lakukan saat ini padaku??" seru Haara miris.
"AtHaara~ aku tidak ...,"
"Hey, Yoan? Kenapa kau mengejarku?? Kenapa kau datang seperti seorang pahlawan di hadapanku?? kau tahu? aku tak butuh bantuanmu." senyum Haara.
Yoan menatap Haara tak percaya,
"Pergilah sebelum menyesal, Rynne tengah menunggumu." seru Haara.
tatapan tak percaya Yoan perlahan berubah,
"Ahahahaha!!" tawa Yoan, sontak terkejut Haara menatap Yoan yang tertawa.
"Usaha yang bagus, apa kau sedang mencoba mengusirku baik-baik lalu kau akan terbebas?? Sepertinya ucapanmu tak mempan padaku AtHaara~"
Hati Haara yang mendengarnya mencelos, pria itu mengetahui rencananya.
"Dasar gila! Tidak waras!!" seru Haara teriak ketakutan.
"Iya, aku gila!! Aku sudah tak waras!! Sudah kubilang Itu karena dirimu, AtHaara!!" sahut Yoan meninggikan nada bicara nya.
Haara menatap Yoan dengan tatapan penuh kebencian,
"ka-kau menyeramkan!" seru Haara dengan nafas menahan emosi,
"Aku semakin yakin dengan keputusan dengan kelanjutan status kita!" seru Haara tertawa hambar,
Yoan menatap Haara tajam dan dalam,
"Lepaskan aku sepenuhnya, karena ...," seru Haara menggantung,
"aku! akan! menggugat 'CERAI' dirimu!!" seru Haara menatap Yoan dalam dan penuh kebencian.
DEG!!
Yoan menurunkan kedua tangannya lemas, ucapan gadis itu pun terngiang di benaknya,
'Cerai?' batin Yoan melemah.
Tatapan Haara terfokus ke belakang pria itu, dari kejauhan ia dapat melihat itu adalah Yuu, Yuu sedang mencarinya.
"Yuu~" seru Haara pelan ia tersenyum sumrigah saat itu juga, ia pun berniat akan menghampiri pria itu namun lagi-lagi ...,
Bruk!!!
Haara terkejut, Yoan kembali menyudutkan dirinya di dinding.
"ap .. Mmphhh~~!"
Haara membelalakan matanya lagi, tubuhnya bagai tersengat listrik!
Yoan mencium bibirnya!
pria itu mencium bibir gadis itu sangat brutal dan memaksa!
Haara mendorong dada bidang pria itu, namun pria itu mengunci kedua tangannya.
Ciuman yang pria itu semakin brutal dan penuh nafsu,
"Mmhhpp~~" -Haara berusaha untuk teriak.
Belum sempat gadir itu mengambil nafas, pria itu kembali menciumnya penuh nafsu dan kasar.
Haara memukul-mukul dada bidang pria itu kuat, namun pria itu tak berekspresi sakit sedikitpun.
Haara meringis saat bibirnya di gigit pria itu,
betapa terkejutnya saat ia membuka mulutnya saat megeluarkan rintihan karena pria itu menggigit bibirnya, tanpa permisi lidah pria itu masuk kedalam mulutnya!
Bagai menggelitik sekali diperutnya, ia tak dapat melawan pria itu, tubuhnya melemah tiba-tiba, pria itu seperti telah mengambil semua energinya.
Yoan menahan tubuh Haara yang melemah dan hampir jatuh, dengan memeluk gadis itu erat.
hal itu, membuat ciuman mereka semakin mendalam.
Jantung Haara berdegup kencang karena menahan amarah, Haara membatin jika pria ini benar-benar sudah sangat tidak waras dan sudah kelewat batas!
Haara menangis, air matanya menetes membanjiri pipi putihnya.
Yoan perlahan melepaskan ciuman panas mereka, ia menatap Haara yang menangis.
"Nghh~" hela nafas Yoan
Yoan mengusap bibirnya yang basah, belum sempat ia mengusap bibir Haara, gadis itu mendorongnya kuat dan ...,
PLAK!!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Yoan, Yoan membelalakkan matanya saat Haara menamparnya.
Rasanya sangat menyakitkan,
Perlahan Yoan menatap Haara sambil memegang pipinya yang terasa panas,
Haara mengusap bibirnya kasar dan menatap Yoan jijik.
"Benar-benar psikopat! tak waras! dasar brengs*k!!"
"Kau .. Menjijikan!! Jangan pernah temui aku lagi sampai hari perceraian kita!!!" teriak Haara pergi meninggalkan Yoan
__ADS_1
DEG!
CTAZZ!!
Sebuah sambaran dan sengatan kuat terasa pada diri Yoan, seketika ia merasa hatinya telah remuk dan akan hancur mendengarnya,
tubuh pria itu melemas, pria itu jatuh terduduk di rerumputan.
"Apa yang telah aku perbuat?~" tanya pria itu pada dirinya sendiri.
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
Satu minggu telah berlalu, dimana kejadian yang menegangkan di tanggal 29 November telah berlalu.
Musim hujan semakin menunjukkan kehadirannya, hari ini adalah hari Senin pertama di bulan Desember, tanggal 7 Desember 2020 adalah hari dimana ulangan akhir semester di berlangsungkan.
Haara menghela nafasnya saat dirinya tiba di kelas yang berbeda, ia mencari meja yang akan ia tempati selama 6 hari ke depan,
Haara mengehentikkan langkah nya pada meja baris ke dua di urutan ke tiga dari kiri ruangan itu,
Ia menduduki dirinya dan membuka buku catatannya untuk belajar sebelum ulangan di mulai.
"Eh? Kak AtHaara??"
Haara pun menatap seseorang yang menyebut namanya,
Seorang gadis itu adalah adik kelas nya, namun yakinlah Haara tak mengenal gadis itu, ia merasa heran karena gadis itu mengenal dirinya.
"Mm iya?" seru Haara tersenyum,
"Ka-kakak duduk disini??" antusias gadis itu,
Haara mengangguk polos.
"Kyaa~ senangnya aku bisa duduk sebangku dengan kakak!" seru gadis itu menduduki dirinya di kursi sebelah Haara,
Haara terkekeh kecil melihat gadis itu kegirangan mengetahui duduk sebangku dengannya.
"Kak, perkenalkan namaku Fellysha!" seru gadis itu memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya,
Haara pun menjabat tangan Fellysha,
"Hallo Fellysha!" senyum Haara.
"Uuu~ kakak~ senangnya bisa berjabat tangan dengan kakak~" antusias Fellysha,
"Kenapa senang?" tanya Haara bingung,
"Karena aku mengidolakan sekali kakak~"
"Mengidolakanku?? Bahkan aku bukan artis~" kekeh Haara menutup buku nya.
"Kakak seperti artis! Artis di sekolah ini, bahkan banyak teman sekelasku, ah tidak, bahkan anak anak kelas 10 mengidolakan kakak lho~" seru Fellysha antusias,
"Ha? Sungguh??" tak percaya Haara,
Fellysha mengangguk.
"Apalagi sekarang rambut kakak berwarna coklat, aku makin nge fans dengan kakak, makin cantik~" seru Fellysha gemas pada Haara.
"Aku serius kak AtHaara~ bahkan teman-temanku sering membicarakan kakak, bahkan kami memiliki panggilan khusus kakak lho!" seru Fellysha duduk menghadap Haara,
"Panggilan khusus???"
"Iya! panggilan khususnya kakak cantik! Saat kakak lewat, pasti mereka bilangnya seperti ini, 'kakak cantik tadi lewat lho~' begitu," seru Fellysha,
Haara yang mendengarnya terkekeh,
"Apa aku cantik??" tanya Haara bingung.
Felly mengangguk semangat.
"Anak cowok dikelasku bahkan ingin sekali memilki pacar seperti kakak, tapi mereka takut untuk mendekati atau mengirim surat untuk kakak, karena takut kakak tak suka dengan cowok yang lebih muda dari kakak." jelas Fellysha.
"Benar, aku tak suka dengan cowok yang lebih muda dari ku~" kekeh Haara…
"Sudah ku duga! lagi pula kakak sudah punya pacar, bahkan ku dengar kakak akan bertunangan."
Haara tertohok mendengarnya, ia tak menyangka jika berita tentang ia bertunangan menyebar begitu luas ke sekolah.
"Ahahah, iya~ ah aku tak menyangka kalian juga tahu jika aku akan bertunangan,"
"Mana mungkin berita itu tak akan menyebar kak, selagi kakak itu sangat populer dikalangan siswa siswi di sekolah ini." seru Fellysha.
Haara mengangguk angguk paham.
"Wah, gelang yang kakak pakai itu gelang couple dengan pacar kakak, aku suka melihatnya dari jauh, tak ku sangka aku melihatnya lebih dekat!" kagum Fellysha.
Haara melirik gelangnya datar, gelang itu adalah gelang pemberian pria itu.
"Kau sampai melihatnya sedetail itu."
"Hehe, bahkan banyak yang menyadarinya, setelah tahu kakak itu memiliki pacar dan berita jika kakak juga akan bertunangan, banyak sekali teman cowok di kelasku yang kecewa berat!"
Haara menggaruk-garuk belakang leher nya malu,
"Ah aku jadi malu~ jangan dibahas lagi deh" malu Haara.
"Ahahah, kakak saat lagi malu sangat lucu, ahh aku ingin sekali seperti kakak atau memiliki kakak seperti kakak, jika kakakku tahu aku mengatakan ini pasti sudah kena jewer!" tawa Fellysha.
"Ahahah, makannya jangan bicara seperti itu." tawa Haara.
"Weheee asyik sekali, apa yang sedang kalian bicarakan??" tanya Alka yang baru datang,
"Ahh, kami hanya bercerita-cerita saja," kekeh Haara,
"Ahh~ ikutan deh aku!" seru Alka,
"Kursimu dimana?" tanya Haara,
"Tepat disebelahmu, heheh," cengir Alka.
"Sungguh? Wah asyik dong!" seru Haara,
Alka mengangguk semangat.
"Riza di kelas mana??" tanya Haara,
"Kelas sebelah kita."
__ADS_1
"Syukurlah aku satu kelas dan duduk bersebrangan dengan AtHaara!!" seru Dio yang tiba-tiba datang membuat adik kelas disana menatap nya aneh,
"Yahh~ Yo, tukeran dengan ku dong!" seru Adrian,
"Ogahaha!" sahut Dio meledek.
"Ribut banget kalian ini, tinggal duduk saja!" kesal Alka,
"Tukeran Ka, kau kan sebelahan sama AtHaara," seru Adrian.
"Tidak tidak, masing-masing!" sahut Alka,
"Jahat betul, .. Wehe!! Dio, beruntung aku tak tukeran sama kamu!!" seru kegirangan,
"Duduk dimana kau?" tanya Dio meremehkan,
"Depan AtHaara dong, lebih deket wleee~" ledek Adrian,
"Tukeran sama aku lah Adrian hoi!" tak terima Dio langsung berdiri.
Haara mengehela nafasnya, ia menatap Dio dan Adrian yang bertengkar.
"Ahahaha, mereka teman sekelas kak AtHaara ya?" tanya Fellysha,
"Hehe iya, mereka berisik ya?" tanya Haara,
"Sangat berisik sekali, sampai aku tak fokus belajar" kekeh Fellysha,
Haara yang mendengarnya langsung merasa tak enak.
Haara melirik kesekitar, semua sedang belajar, karena Dio dan Adrian mereka semua mempertontonkan tingkah mereka berdua,
"Hoi berisik Dio, Adrian!!" omel Diana dengan suara nyaringnya,
"Mulutmu yang berisik kali Diana!" seru Dio menutup telinganya.
"Dio? Adrian?" panggil Haara.
"Iya AtHaara??" sahut mereka bersamaan,
"Adik-adik kelas dan teman-teman sedang belajar, bisa kalian tenang dan kembali ke kursi kalian yang sudah ditentukan?" seru Haara.
"Ah, maaf Haara kami menganggumu." kekeh Dio.
"Bukan aku saja, mereka semua terganggu lho~" seru Haara.
"Ahh maaf, aku mengganggu." seru Dio duduk dikursi Adrian.
"Kursi ku ini hoi! Kursi mu disana!" seru Adrian menggendong Dio ke kursi Dio sendiri.
Hal itu membuat adik kelas tertawa atas tingkah mereka, karena Adrian membopong Dio ketempatnya.
"Mereka lucu deh!" seru Fellysha.
Haara terkekeh mendengar ucapan Fellysha.
Bel pun berbunyi, semua pun duduk dikursi masing masing.
"Semua buku masukkan kedalam tas serta ponselnya, diatas meja hanya ada papan ulangan, pensil dan penghapus, tas kumpulkan didepan kelas!" seru pengawas.
Mereka pun menuruti.
Kertas ulangan pun dibagikan oleh pengawas satu persatu,
"Kak Haara?" panggil Fellysha,
Haara menengok ke arah Fellysha,
"Semangat!"
Haara tersenyum dan mengangguk.
"Semangat juga!" sahut Haara.
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
Haara menutup bukunya, ia baru saja selesai belajar untuk ulangan esok hari.
ZTAZZ!!
Haara sontak terkejut menatap ke pintu kaca balkonnya, suara petir bergemuruh membuatnya terkejut.
Haara melangkahkan kakinya cepat untuk menutup pintu balkonnya dan tirai untuk menutup pintu kaca nya.
"Petir memang membuat aku terkejut belakangan ini," seru Haara.
Tuk!
Langkah kakinya terhenti, ia menatap benda yang terjatuh itu.
Perlahan Haara mengambil benda itu,
Haara menatap benda itu dengan tatapan datar.
"hm? tiba-tiba saja putus." seru Haara menatap tali gelang itu datar.
...•...
...•...
Author: " bertanda apakah gelang nya putus?"
...♥Bersambung♥...
...•...
...❗❕❕❗...
...Terima kasih sudah membaca part ini kakak Readers dan kakak Author yang hebat hebat!❤...
...Jangan lupa untuk di...
...Like👍...
...Vote🎟...
...Tambah ke Favorite❤...
...Rate ⭐⭐⭐⭐⭐...
__ADS_1
...Dan komentar yang selalu ku nantikan💭♥...