My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Welcome Back to the Penthouse


__ADS_3

Lucy membukakan pintu rumah nya dan menampakkan Yoan dengan wajah lelahnya.


"Yoan, malam sekali baru pulang." seru Lucy khawatir.


"Lagi banyak pekerjaan mah di kantor." seru Yoan tersenyum.


"Ayo masuk, kamu sudah makan belum?" tanya Lucy.


"Sudah mama, AtHaara mana, mama?" tanya Yoan.


Lucy mengalihkan pandangannya ke sofa, Yoan pun mengikuti arah pandang mama mertua nya itu.


Yoan tersenyum saat melihat Haara tertidur di atas sofa dengan selimut menyelimuti tubuh mungil gadis itu.


"Dia menunggumu pulang, sampai dia ketiduran, mama bangunkan dia du ..."


"Tak usah mah, apa ia sudah siapkan koper nya, mah?" tanya Yoan.


"Sudah, ada di kamarnya." sahut Lucy lembut.


"Aku akan ambil di atas." seru Yoan naik ke lantai atas.


• • •


Yoan menutup bagasi mobilnya dan kembali masuk ke dalam rumah.


Yoan berlutut di samping sofa dimana Haara tertidur pulas, pria itu mengusap-usap pipi gadis itu sayang.


Pria itu berdiri dan membopong tubuh istri kecilnya itu.


"Yoan, kenapa tidak di bangunkan saja Haara nya?? Kamu cape lho~" tanya Lucy sedikit terkejut Yoan membopong tubuh Haara ya g tertidur pulas.


"Tak apa mama, aku tak tega membangunkannya." senyum Yoan menatap Haara yang sedikit menggeliat di pelukkannya.


"ah, baiklah."


"Kalau seperti itu kami pulang dulu mama, salam kan juga untuk papa." seru Yoan sedikit membungkukkan tubuhnya sekilas.


"Iya, hati-hati ya. kalau kamu kerepotan, bangunkan saja dia, mama jadi khawatir sama kamu, pasti kamu lelah." khawatir Lucy.


"Iya mama, kami pamit pulang." seru Yoan.


"Ya, berhati-hatilah." srru Yoan mengusap-usap pundak Yoan.


Yoan pun melangkah keluar.


●•●•●•●•●


• • •


• •



Yoan menidurkan Haara di kamar nya dengan hati-hati dan menyelimuti gadisnya itu.


Yoan menidurkan dirinya di sebelah Haara sambil memeluk tubuh mungil gadis itu.


Yoan menegakkan kepalanya menatap lekat Haara yang wajah nya hanya beberapa senti dengan wajahnya itu.


Pria itu menatap wajah polos Haara yang tertidur sangat pulas sekali.


"Akhirnya, kau kembali lagi kesini AtHaara, Penthouse ini kini kembali berwarna karena kehadiranmu lagi, AtHaara." senyum sendu Yoan merasa bersyukur.


Cup!


Yoan mencium bibir Haara, tanpa ia sadari ia ******* bibir gadis itu kuat membuat gadis itu merengkuh hal itu pun membuat Yoan mengakhiri aksinya.


Ia mengusap bibir mungil gadis itu, ia menelan saliva nya berat.


"Kenapa bibirmu membuatku candu sekali AtHaara." fruatasi Yoan berbisik.


"tidurlah yang nyenyak, aku sedang menagih jatah malamku yang hampir kau lewatkan." seru Yoan berbisik.


Yoan memejamkan matanya dan kembali mencium bibir Haara lama, ia ******* bibir mungil Haara dengan sangat pelan dan hati-hati sekali, ia tak ingin membuat gadis nya itu terbangun karena aksinya.


"Yo ... aann~" mengigau Haara pelan dengan mata masih terpejam.


Pria itu terkekeh mendengar Haara memanggil namanya.


"Yoaann~" panggil gadis itu lagi.


"Iya AtHaara~ kenapa, hm?" tanya Yoan pelan.


Gadis itu menggeleng,


Haara memiringkan tubuhnya ke arah Yoan dan memeluk Yoan erat.


Kini Yoan merasa gemas sekali dengan Haara yang berlaku manja padanya.


Tentu Yoan membalas pelukan gadis itu, menyembunyikan gadis itu di pelukkan nya.


"Mimpi yang indah, AtHaara." seru Yoan memejamkan matanya untuk menyusul Haara ke dunia mimpi.


●•●•●•●•●


• • •


• •



Nyaman~


Sangat nyaman~


Haara membuka matanya perlahan.


Matanya pun mulai menelusuri setiap sudut ruangan.


'Ini ... Dimana?' batin nya sambil mengerutkan keningnya.


Haara menatap tangan kekar yang melingkar di perutnya.


Deg!


Haara membelalakan matanya, ia baru teringat sesuatu.


'Ke-kemarin seingatku aku tidur di sofa, ta-tapi kenapa sekarang aku berada di ... Oh tidak! Ini kamar Yoan! Kami sudah di penthouse!!' batin Haara menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


Ia melirik Yoan di sebelahnya, pria itu masih tertidur pulas.


'Jangan bilang ... Yoan membopongku saat aku tidur lalu membawaku ke penthouse??' batinnya lagi.


Haara menutup wajahnya ingin berteriak.


'Huwaa~ aku malu!! Kenapa dia tak membangunkan ku saja sih? Membayangkannya saja aku tak kuat! Pasti banyak sebagian orang mempertontonkan kami!' menangis batin Haara.


Haara menyingkirkan tangan Yoan yang memeluknya dengan hati-hati, setelah berhasil ia berjalan keluar dari kamar nya untuk ke lantai dasar.


●•●•●•●•●


Suara rengkuhan terdengar samar-samar dari pria itu.


Puk! .. Puk! Puk!


Yoan membuka matanya saat menepuk-nepuk kasur di sebelahnya yang kosong.


"AtHaara~" panggil pria itu dengan suara seraknya, terdengar sangat pelan sekali.


Kriet!

__ADS_1


Suara pintu terbuka terdengar.


"Yoan~ bangun~" seru Haara menyimpan koper yang ia bawa di pojok kamar, ia melangkah mendekati Yoan.


"Eh? Sudah bangun ternyata, ahaha!" tawa kecil Haara yang mengira Yoan masih terlelap.


Yoan menduduki dirinya, ia menarik tangan Haara untuk duduk di tepi kasur tepat di hadapannya.


Srett!


Pria itu memeluk leher Haara erat.


Haara bergidik geli saat Yoan mengendus leher nya.


"Wangi sekali." seru Yoan.


Haara terkekeh mendengarnya.


"Tentu saja, aku sudah mandi, kamu mandi sana." seru Haara.


"sungguh?" tanya Yoan bergumam.


"Bahkan aku sudah pakai seragam lho~" kekeh Haara.


"Hmm~"


"Yoan, ayo bangun dan pergi mandi sana." seru Haara mendorong tubuh Yoan.


"Aku mengantuk."


"Memang nya kamu tidak ke kantor, hm?" tanya Haara.


"Ke kantor kok, jam berapa sekarang?" tanya Yoan.


"Jam ... Setengah tujuh." sahut Haara.


"Nanti lagi tiga puluh menit lagi."


"hey~ kau belum mandi, belum siap-siap, belum sarapan, masa iya minta waktu tiga puluh menit lagi, kamu harus siap-siap, bukan tidur lagi, ayo bangun." seru Haara.


Yoan menduduki dirinya tegak, mata pria itu terlihat sangat sayu sekali.


Puk!


Haara menangkup kedua pipi Yoan.


"Ayo buka mata nya lebar-lebar Mr.Yoan~" seru Haara.


Yoan membuka matanya menatap Haara dalam.


"Kiss morning dulu." seru Yoan.


Cup!


Haara mencium Yoan sekilas dan bangkit berdiri melangkah ke lemari.


"Wah! Terlalu mendadak, aku belum siap." seru Yoan membuka matanya lebih lebar.


"Cepat mandi Yoan, aku marah ya?" ancam Haara membuka lemari baju Yoan untuk menyiapkan setelan pakaian untuk Yoan


Yoan menghela nafasnya, ia pun menuruti ucapan Haara untuk mandi.


●•●•●•●•●


Haara tersenyum senang saat telah selesai menata sarapan untuknya dan Yoan.


"Selesai juga! Ahh, tinggal panggil Yoan tu ..."


Srett!


Haara terkejut saat Yoan yang tiba-tiba datang memeluk Haara yang kebetulan membalikkan tubuhnya.


Haara memicingkan matanya saat Yoan menunduk menatapnya dalam.


"Apa?" tanya Haara menatap Yoan curiga.


"Kiss morning."


"Ta-tadi kan sudah!"


"Katanya jika mau tinggal minta saja, sekarang aku ingin kiss morning." kecewa Yoan.


"Nanti kamu telat ..."


"Aku CEO nya, aku bukanlah karyawan yang akan di marahi oleh atasan." sela Yoan.


Haara menghela nafasnya kasar menatap Yoan malas.


"Mana sisi profesionalmu Mr.Yoan? Sepertinya kau semakin kesini semakin meremehkan tugasmu." seru Haara.


Yoan terdiam.


"Ayo kita sarapan, tak ada waktu untuk memberimu kiss morning yang hingga memakan beberapa menit."


"Aha~ AtHaara~" rengek Yoan memohon dengan puppy eyes pria itu.


"Ppffft ... Ya ampun!! Yoan~ apa ini benar kamu??" tanya Haara tertawa tak percaya dengan ekspresi dan suara Yoan yang sangat menggemaskan


"Ha?" polos Yoan.


"Huwaa!!! Yoan gemesin!! polos sekali wajahmu, lucuuuu~" tak tahan Haara, ia pun mencubit kedua pipi Yoan.


"Aku bilang aku tak suka di bilang lucu." cemberut Yoan.


"Hey~ kemana Yoan yang dingin, datar, tak pernah berekspresi lah intinya, yang sekalinya berekspresi menunjukkan wajah seram dan tatapan kilat, kenapa sekarang jadi gemesin gini sih~" seru Haara histeris karena sangat gemas dengan Yoan.


"Mana ku tahu, sepertinya ini kali pertama aku berlaku seperti ini, perdana!" seru Yoan gugup.


"Sungguh?? Kak Anna dan kak Ammar tahu tidak ya??"


"Mereka tak tahu, ini perdana dan aku akan menunjukkannya padamu saja." salah tingkah Yoan.


"Yoan saat salah tingkah makin-makin gemesin deh ya ampun~" greget Haara.


Yoan menutupi mulut dan hidungnya dengan punggung tangannya malu.


"AtHaara, berhenti menggodaku." seru Yoan.


"Apa? Apa? Hey, bagaimana rasanya di goda?? Malu bukan? Itulah yang ku rasakan saat kau terus menggodaku." seru Haara.


"hm."


"Coba, merengek lagi padaku sambil tunjukkan puppy eyes mu, mau aku foto dan di jadikan wallpapper ponselku." seru Haara.


"Tidak." sahut Yoan cepat.


"Ayolah~ tak adil jika kau tak menuruti ucapanku~" sedih Haara.


Yoan menghela nafasnya.


"Aku tak bisa melakukannya lagi, sikapku yang tadi keluar dengan sendirinya." keluh Yoan.


"Yahh, aku kecewa, ayo saparan nanti kau telat." seru Haara.


"Ahaa~ AtHaara~" seru Yoan tanpa sadar kembali merengek.


Haara menahan senyumnya.


"Mission complete!" seru Haara tertawa.


Yoan mengerutkan keningnya bingung.

__ADS_1


"Mission ... complete?"


"Ya, membuatmu kembali merengek padaku." senyum kemenangan Haara.


Yoan memejamkan matanya rapat-rapat.


Ia di jebak.


"Baiklah, akan ku beri satu kecupan." seru Haara.


Cup!


Yoan membelalakkam matanya saat Haara mencium bibirnya lama.


Yoan perlahan memejamkan matanya dan mulai meraup habis bibir mungil gadisnya itu.


●•●•●•●•●


• • •


• •



Haara tersenyum pada Yoan saat mereka telah sampai di depan gerbang sekolah.


"Aku sekolah dulu ya." seru Haara.


Yoan mengangguk dengan senyuman hangat di wajahnya.


"Aku akan lembur lagi, maaf aku tak bisa menjemputmu lagi ya?" seru Yoan ragu.


"Tidak apa-apa, semangat ya~" seru Haara menyemangati Yoan.


"Ahahah~ iya terima kasih AtHaara." tawa Yoan mengusap rambut Haara sayang.


"Sama-sama Mr.Yoan." kekeh Haara.


Yoan ikut terkekeh, pandangannya teralih ke depan mobilnya sebentar.


"Sepertinya teman-temanmu merindukan mu sampai mereka seperti itu." seru Haara menatap Haara dalam.


"Ha?" bingung Haara melihat ke depan mobil.


Di depan mobil terdapat Alka dan Riza yang saling dorong mendorong untuk menyuruh Haara segera keluar.


"Alka! Riza!" antusias Haara turun dari mobil.


Alka dan Riza yang melihat Haara keluar pun berteriak girang.


Mereka bertiga pun berpelukkan.


Yoan yang melihatnya tertawa kecil melihat tingkah tiga gadis di depan mobilnya.


"Kalian berdua kenapa tak beri tahu aku jikankalian tak sekolah kemarin! mengabariku saat sudah aku sudah di sekolah!" cemberut Haara.


"Mana aku tahu jika Alka juga tak masuk, aku bangun kesiangan dan tubuhku meriang." jelas Riza.


"Kalau aku ketiduran, sehabis sarapan dan minum obat aku tidur, maaf ya Haara kemarin kabarinnya telat." cengir Alka.


"Hahh, sekarang kalian sudah sembuh?" tanya Haara.


Riza dan Alka mengangguk bersamaan.


"Kemarin kamu sama siapa saja?" tanya Riza.


"Ada Diana dan Vika, dan juga ada Fikri, Dio dan Andre." sahut Haara.


"Hihhh~ tiga semprul itu jika tak ada aku berani deketin kamu!" kesal Alka.


"Jadi kemarin kau makan siang di kantin bersama mereka?" tanya Riza.


"Dia makan siang bersama ku."


Alka dan Riza pun menatap Yoan yang jalan menghampiri mereka.


"Lho? Sama kak Yoan??" tanya Alka.


"Hehe, iya. Kemarin Yoan kesini untuk mengurus program bimbingan belajar untuk ujian, sungguh mengejutkan sekali!" seru Haara melirik Yoan yang berdiri di sampingnya.


"Ini tas mu, kau melupakannya." seru Yoan.


"Ah iya lupa, terima kasih Yoan." senyum Haara.


"Ya sudah aku berangkat ya? Sudah ada mereka juga." seru Yoan.


Haara mengangguk.


"Hati-hati." seru Haara.


"Iya."


Haara terus terfokus pada Yoan sampai mobil pria itu melaju jauh.


"Coba cerita dong, penasaran aku, kok bisa sih??" tanya Alka.


"Dengan senang hati aku menjelaskan!" senyum merekah Haara.


...•...


...•...


...●...


...🎐Bersambung🎐...


...●...


...•...


...•...


...Author: "bagaimana pendapatnya nih? bagian mana yang menarik perhatian kakak sekalian di part ini? tulis di komentar ya~🤗"...


...•...


...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...


...⭕Jangan lupa:...


...👍 Like,...


...🏷Vote,...


...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...


...❤Favorite,...


...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...


...💃谢谢大家!💃...


...(Xièxiè dàjiā!)...


...(Terima kasih semuanya!)...


...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...


...see you next tomorrow❤...


🎐我的命运是赵先生🎐

__ADS_1


__ADS_2