My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Aku Akan Menjadi Rumahmu


__ADS_3

Haara menghela nafasnya menahan kesal, ia pun menekan tombol bel apartemen Yuu berkali kali


"Huhh! Jika saja aku tidak bosan, lebih baik aku pulang langsung ke penthouse!" gerutu Haara


Dan tak lama pintu itu terbuka,


"Ahh hentikan, kau bisa merusaknya" seru Yuu protes sambil menutup telinganya


"Aku kesini membawa hal baik, kau benar benar menyebalkan Yuu~!" kesal Haara


"Maaf, aku baru bangun" sahut Yuu menggaruk siku tangannya


Haara tak menyahut, ia menatap Yuu tajam


"Ayolah kakak muda, jangan marah, ayo masuk ayo masuk~" seru Yuu membujuk dan menarik Haara masuk.


Haara mematung saat melihat apartemen pria itu


sangatlah berantakan sekali!


"Ya ampun Yuu, ini apartemenmu??"


"Berantakan, aku tahu itu" seru Yuu memungut baju dan sampah di sofa dan meja


"Kenapa kau malas sekali membersihkan apartemenmu Yuu, ya ampun kotor sekali~" heran Haara membuka tirai jendela apartemennya, cahaya pun langsung memenuhi apartemennya


Haara membuka jendela apartemn pria itu juga


"Aku tak punya waktu, aku selalu memiliki kesibukan, jika tak ada kesibukan pun aku pergi mencari kesibukan" sahut pria itu ingin menidurkan dirinya di sofa


"Hey hey hey, jangan tidur lagi, bangun dan pergi mandi, lalu makan pizza ini bersama, sana!" seru Haara tegas


"Heuheu~ aku masih mengantuk, aku ingin tidur lagi~" rengek Yuu


"Wah, kau tak menganggapku? Sungguh kecewa aku" seru Haara kecewa


"Aku akan pergi mandi" sahut pria itu pergi ke dalam kamar dengan langkah cepat


Haara tersenyum saat melihatnya


"Hahh, benar benar pria itu pandai membuat berantakan saja huhhh" seru Haara mulai merapihkan ruangan itu.


●•●•●•●•●


Yuu keluar dari kamarnya sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk


Yuu ternganga saat melihat apartemen ruang utama nya sudah rapaih dan bersih


"Wah, kakak muda? Kau yang lakukan ini??" tanya Yuu melihat sekitar


"Iya, dasar malas!" sahut Haara yang sedang mencuci piring di dapur


"Ahh, aku merasa tak enak denganmu, tapi terima kasih" senang Yuu menghampiri Haara


"Iya, lain kali bersihkan apartemenmu, sempatkan waktu, daripada mencari kesibukan hal hal yang tak penting, lebih baik cari kesibukan membersihkan apartemenmu" nasihat Haara menutup kran air


"Baiklah, siap!" sahut Yuu senang


"Ayo makan Pizza" senyum Haara.


• • •


Haara menatap Yuu yang memakan Pizza sedikit lahap,


"Ku lihat tak ada bahan bahan makanan dikulkas mu, kau makan apa jika malam?" tanya Haara bingung


"Aku tak bisa masak, jadi terkadang aku beli makan diluar" sahut Yuu


"Hahh, makanan diluar belum tentu sehat Yuu"


"Aku tak bisa masak" sahut Yuu lagi


Haara membenarkan ucapan pria itu, ia merasa pria itu sangat malang


"Makanan diluar lebih enak, aku lebih suka makan makan diluar dengan teman temanku" sahut Yuu meminum cola nya


"Jagalah kesehatan Yuu, lagi pula kenapa harus memilih tinggal sendiri di apartemen sih?" tanya Haara


"Aku tak ingin merepotkan bibi Roselie dan paman Xi Bai, aku merasa malu saja" sahut Yuu


"Kenapa malu?" bingung Haara


"Karena aku merasa jika diriku merepotkan di sana, melihat bibi dan paman yang suka menelfonku menayakanku keadaan itu membuatku juga merasa diriku menjadi beban mereka" sahut Yuu santai dan memakan pizza nya


"Karena paman dan bibi menyayangimu, bahkan mereka khawatir"


Yuu menatap Haara,


"Mereka akan lebih khawatir jika kau tinggal beda tempat dengan mereka, selebihnya pun papa dan mama mu menitipkan mu pada bibi dan paman"


"Kekhawatiran mereka semata mata kayaknya bukan karena pesan yang dititipkan mama dan papamu saja, namun juga karena kalian bersaudara pula" jelas Haara

__ADS_1


Yuu terdiam


"Paman, bibi dan Yifan selalu memintaku untuk tinggal dirumah mereka" sahut Yuu pelan


"Tuh kan, apa kataku"


"Lalu apa aku kembali tinggal bersama mereka saja ya?" tanya Yuu menatap Haara meminta pendapat


"Mereka akan senang sekali mendengar keputusanmu, jujur~ aku merasa kau lebih baik tinggal bersama mereka, jika sendirian seperti ini, tak ada orang yang mengkhawatirkanmu sudah makan belum, tidur tepat waktu atau tidak dan sebagainya" sahut Haara


Yuu menatap Haara tak menyangka, gadis itu memberi sebuah pencerahan di fikirannya


Yuu tersenyum


"Baiklah aku akan kembali tinggal bersama mereka nanti jika seperti itu" seyum Yuu


"Bagus, senang mendengarnya"


"Baru kali ini aku mendengar nasihat yang menyentuh sekali" kekeh Yuu


"Sungguh? Mungkin seseorang sebelumnya tak pandai memberi nasihat" kekeh Haara


"Hmm, bisa jadi" tawa Yuu


Mereka pun tertawa


"Bagaimana hubunganmu dengan Yoan? Kalian makin akrab?" tanya Yuu


Haara mengangguk


"Ia lebih terbuka denganku" senyum Haara


"Apa kau berniat akan mencintainya?" tanya Yuu


Gerakan Haara untuk meminum cola nya terhenti


"Apa .. Kau sudah mencintainya?" tanya Yuu menatap Haara dalam


Haara bungkam seketika, ia tak dapat berkata kata,


"Sepertinya sudah ya" kekeh Yuu


Haara seketika salah tingkah,


"Hahh, sebaiknya kau membuat dirinya jatuh cinta dulu kepadamu, baru kau mencintainya" seru Yuu


Haara menatap Yuu, ia menunjukkan wajah bingung namun ia sudah paham maksud dari ucapan pria itu


"Mm .. Jujur saja, Yoan itu .. Sangat susah mencintai seorang wanita, aku hanya tak ingin kau sakit hati karena ia tak peka padamu" seru Yuu gelagapan


Haara menatap Yuu tersenyum tipis, ia meminum cola nya yang sempat tertunda tadi


"Saranku kau jangan mencintainya lebih dulu, tapi jika sudah terjadi .. Aku harap kau jangan mencintainya terlalu dalam sebelum ia menyatakan jika ia mencintaimu" jelas Yuu memakan snack nya


"Yuu, bagaimana jika aku terluka karena nya?" tanya Haara tersenyum


"Terluka?" tanya Yuu


"Perasaanku terluka karenanya, mengetahui Yoan yang kepribadiannya itu sangat misterius, sangat sulit sekali memahaminya, apa yang akan kau lakukan?" tanya Haara tersenyum tipis


Yuu terdiam sejenak, ia larut dalam fikirannya


"Aku akan ada untukmu" sahut Yuu dengan tatapan kedepan,


"Aku akan menjadi tempat bersandarmu saat ia menyakitimu, aku akan membuat mu kembali tersenyum dan juga akan menjadi rumahmu" seru Yuu menatap Haara tersenyum tulus


Haara terkejut atas ucapan Yuu yang benar benar diluar dugaannya,


Haara pun perlahan larut dalam fikirannya, ucapan Yuu terdengar sangat aneh ditelinganya


"Jangan berfikir terlalu jauh, aku sudah menganggapmu sebagai adikku sendiri, tak perlu berfikir macam macam" kekeh Yuu


Haara tersenyum,


"Terima kasih Yuu" senyum Haara menatap meja


"Tak masalah, mulai andalkan aku saja jika dia tak bisa kau andalkan" seru Yuu tulus


"Baiklah kakak Yuu ku~" kekeh Haara


"Kakak? Wah! Sepertinya kalau kau memanggilku kak, aku tak perlu memanggilmu kakak ipar ya" tawa Yuu


"Tidak sopan kamu, panggil aku kakak ipar!" omel Haara


"Wehe, sekarang kau menyuruhku memanggilmu kakak ipar, kemarin kemarin kau tidak suka aku memanggilmu kakak ipar, dasar bocah!" ledek Yuu


"Bo bocah? Aku bukan bocah!" kesal Haara


"Kau itu seperti bocah, bahasaku gaul juga ya, bocah whahaha" tawa Yuu


"Hiih norak! Bocah itu bukan bahasa gaul tahu!" kesal Haara

__ADS_1


"Tapi terdengar keren, bocah~" ledek Yuu


"Zhao Cheng Yuu! Berhenti memanggilku bocah!" kesal Haara melempar Yuu dengan bantal sofa


"Whahaha, panggil aku kakak, dasar bocah songong!" ledek Yuu


"Kau! Yuu bodoh!"


"Wah, tidak sopan~, panggil aku kakak, kakak Cheng Yuu, ayo adik Haara yang lucu~" goda Yuu


Nafas Haara naik turun, ia bangkit berdiri dan menghampiri Yuu


"Hwa hwa hwa! A a ampun, a aku minta maaf, maafkan aku kakak ipar!" takut Yuu bersiap akan lari,


"Tidak ada maaf untukmu Yuu~" seru Haara menekankan kalimatnya


Nada dering ponsel terdengar, itu barasal dari ponsel Haara,


Haara pun duduk ditempatnya semula, Yuu memerhatikan Haara yang sedang mengangkat panggilan, tentu nya untuk menguping


"Dari Yoan?" tanya Yuu


Haara mengangguk


"Dia akan lembur hari ini, hahh menyebalkan" seru Haara menyandarkan dirinya,


"Kau bosan?" tanya Yuu


"Sedikit, jika aku pulang ke penthouse akan makin membosankan~" sedih Haara


"Mau main PS denganku?".


• • •


Haara menghela nafasnya, suara teriakan kemenangan terdengar dari pria di sebelahnya,


"Aku menang lagi!!! whahaha, kau payah sekali Haara~" sombong Yuu


"Gara gara kamu! aku yang tak perduli akan menang atau kalah saat bermain game, aku jadi punya keinginan ingin mengalahkan mu Zhao Cheng Yuu~" kesal Haara


"Silahkan kalau bisa" ledek Yuu


Haara pun menduduki dirinya dan menatap televisi serius.


●•●•●•●•●


• • •


• •



Yuu membuang box pizza, plastik snack dan kaleng cola ke tempat sampah didapur nya,


Ia menatap Haara yang tertidur pulas di permadani, Yuu melangkah ke dalam kamarnya dan kembali membawa selimut


Yuu melebarkan selimutnya dan menyelimuti Haara yang tidur terlelap


"Berisitirahatlah, entah kapan kau akan merasakan sakit hati karenanya, cepat lambat kau akan mengalaminya, aku akan selalu ada untukmu, AtHaara~" seru Yuu menatap wajah cantik gadis itu


'Begitu tega kau mengkhianatinya Yoan, dia terlalu polos dan baik untukmu, aku tak mau lihat senyum ceria nya menghilang karena kau Yoan, apa yang ada di logika mu sampai kau tega mengkhianati ketulusannya?' batin Yuu


Haara pun terlihat menarik selimut yang Yuu berikan tadi


Yuu pun menarik selimut itu untuk menutupi tubuh gadis itu sampai leher


'Jika dia milikku, aku tak akan pernah berfikir untuk mengkhianati bahkan menyakitinya, aku tak ingin melihat kesedihan di wajahnya dan kehilangan senyuman ceria dari bibirnya' batin Yuu mengusap rambut Haara pelan,


'Jika kau membuat hatinya hancur, aku akan merebutnya darimu Yoan' -Yuu.


...•...


...•...


...❤Bersambung♥...


...•...


...❗❕❕❗...


...Terima kasih sudah membaca part ini kakak Readers dan kakak Author yang hebat hebat!❤...


...Jangan lupa untuk di...


...Like👍...


...Vote🎟...


...Tambah ke Favorite❤...


...Rate ⭐⭐⭐⭐⭐...

__ADS_1


...Dan komentar yang selalu ku nantikan💭♥...


__ADS_2