My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Cemas Bukan Main


__ADS_3

"Kamu! Kamu kenapa tampan sekali sih, Yoan~"


"... Ha?"-Yoan


"Kenapa kamu tampan sekali! Kamu pakai skincare apa sih? Wajah kamu kok putih glowing banget ihhh~" iri Haara.


Yoan meyipitkan matanya menatap Haara curiga.


"Kau sedang memuji ku tulus?" tanya Yoan.


"Tentu saja! Aku masih tak percaya memiliki ..."


"Apa kau sedang memberi kode padaku untuk membelikan mu skincare??" tanya Yoan curiga.


Haara yang mendengarnya menarik tangannya yang menyentuh pipi Yoan tadi.


"Ih! Aku memujimu tulus! Kenapa kau mencurigaiku seperti itu sih!?" kesal Haara.


"Ya habisnya kau tiba-tiba bertingkah seperti tadi, membuatku curiga saja." sahut Yoan.


"Kenapa aku harus membujukmu jika ingin beli skincare jika aku bisa minta padamu untuk membelikannya, pujianku yang tadi aku tarik lagi!" kesal Haara bangkit berdiri.


Yoan menahan tangan Haara yang akan melangkah pergi.


"Hey maaf maaf!! Aku kira kau .."


"Lepas! Dasar menyebalkan!" sela Haara denhan nada ketus.


"Hey AtHaara~ maaf ya? Aku bercanda kok hey~" kekeh Yoan


"alasan mu sangat klasik!" sahut Haara.


Yoan bangkit berdiri.


"Aku hanya terkejut saja, sungguh! Karena ini kali pertamanya kau memujiku seperti tadi, sungguh!" seru Yoan serius.


Haara terdiam.


"Terima kasih pujiannya ya, aku senang sekali mendengarnya." senyum cerah Yoan.


"Hih! Bahkan kau banyak mendapat pujian dari banyak wanita, kenapa kau terdengar senang sekali." kerus Haara.


"Karena rasa di puji oleh istri sendiri itu sangat berbeda rasanya, lebih mendebarkan kamu sendiri yang memuji ku." jujur Yoan.


Haara yang mendengarnya tersipu malu.


"Aku mengantuk, aku ingin tidur, besok janji ajak aku ke taman hiburan yang banyak wahana nya ya??" tanya Haara berbinar.


"Aku janji, aku akan mengajakmu kesana." sahut Yoan mengusap rambut Haara sayang.


"Yeyy! Senangnya~" antusias Haara.


"Ya sudah ayo tidur, aku juga mengantuk." seru Yoan menarik tangan Haara masuk ke dalam kamar.


●•●•●•●•●


• • •


• •



Hari masih gelap gulita, rasa kantuk kini tergantikan dengan rasa sakit dan nyeri yang menusuk di perut Haara.


Haara menyingkirkan tangan Yoan yang melingkar di perutnya, ia menduduki dirinya perlahan, ia tak ingin membuat suaminya itu terbangun.


Haara meremas baju bagian perutnya, ia memejamkan matanya rapat-rapat menahan sakit.


'Kenapa perutku sakit sekali? Biasanya saat aku datang bulan tak akan sesakit ini?' batin Haara meringis.


Haara melirik Yoan yang tertidur pulas sekali, ia tak ingin membuat pria itu khawatir.


'Sepertinya minum air hangat dan mengompresnya dengan air hangat nyerinya akan hilang.' batin Haara mencoba tenang.


"Ahaw~" ringis Haara menahan suaranya.


'Kenapa sakit sekali? Kenapa dengan diriku??' batin Haara takut.


Haara mencoba untuk berdiri, namun ...


Bruk!!


Haara meringis kesakitan, ia terjatuh.


Air matanya menetes menahan sakit di perutnya yang semakin terasa sakit, ia benar-benar tak tahan sekali.


"Ya ampun AtHaara!!"


Haara menatap Yoan dengan air mata yang terus membasahi pipinya.


Sebenarnya pria itu baru saja akan terlelap, namun mendengar suara Haara terjatuh, ia langsung terkejut melihat Haara yang jatuh dengan wajah kesakitannya.


Yoan pun dengan cepat membopong Haara naik ke atas kasur dengan wajah panik.


"Kenapa kamu bisa jatuh ke lantai, AtHaara???" tanya Yoan panik karena Haara menangis .


"Yoan~ sakkiitt~" seru Haara terisak.


"Sakit?? Apa yang sakit?? Katakan padaku??" khawatir Yoan dengan raut serius.


"Perut aku sakit Yoaaan~ sakit sekali~" isak Haara terus menangis.


Yoan memijat pelipis nya mencoba menjernihkan fikirannya untuk berfikir.


"ahaw!!!" ringis Haara lagi, gadis itu mencengkram baju Yoan kuat.

__ADS_1


Ia menatap jam dinding, kini jam telah menunjukkan jam 2 pagi.


"Kita ke rumah sakit ya?"


"Aku tidak mau~" rintih Haara.


"AtHaara, kita harus ke rumah sakit, ku mohon jangan menolak, aku tak ingin kamu kenapa-kenapa, turuti ucapanku ya???" seru Yoan dengan nada lembut.


"A-aku tak bisa berjalan Yoan, sakiit!!" histeris Haara.


Yoan menyambar ponselnya dan menelfon ke seseorang.


Pria itu tengah berdebat dengan orang di sambungan seberang sana.


Yoan menduduki dirinya di sebelah Haara, ia menarik kepala Haara untuk bersandar di pelukannya.


"Kuài lái zhèlǐ! Kuàisù de! (Kemari! Cepat!)" bentak Yoan pada seseorang di seberang sana.


"Kita turun ke bawah ya? Kita ke rumah sakit! aku sudah menghibungi seseorang untuk membawa mobil secepatnya ke sini!" panik Yoan.


Haara mengangguk.


Yoan pun membopong tubuh Haara hati-hati dan membawa nya keluar dari apartemennya.


• • •


Yoan menekan tombol lantai 1 dengan kakinya, wajahnya benar-benar panik karena melihat wajah gadisnya yang terlihat sangat pucat sekali.


'Ku mohon agar tak terjadi apa-apa pada nya, ku mohon.' batin Yoan bergemuruh.


"Yoan, aku tak kuat." seru Haara dengan suaranya yang lemah.


"Haara, ku mohon! Jangan menakutiku seperti ini, kamu ..."


Belum Yoan selesai bicara, tubuh gadis itu melemah, gadis itu telah hilang kesadaran.


"AtHaara?? AtHaara ku mohon jangan menakutiku, atHaara??!!!" teriak Yoan panik dan takut telah bercampur aduk.


●•●•●•●•●


• • •


• •



pagi hari kemudian


Di Rumah Sakit~


Yoan menutup pintu kamar rawat Haara.


Ia menghela nafasnya kasar.


Ia baru saja selesai berbincang dengan dokter mengenai penyebab gadisnya kesakitan hingga pingsan.


Penyebab Haara seperti itu karena rasa sakit saat datang bulan di hari pertama, hal yang membuat Haara sampai kesakitan berlebih pada perutnya adalah karena faktor cuaca yang dingin, karena cuaca yang dingin dan salju terus turun itu sangat berpengaruh besar pada rasa sakit berlebih gadis itu pada saat datang bulan hingga pingsan karena kesakitan.


Dokter juga mengatakan jika Haara tak memakai penghangat di perutnya di saat musim sangat dingin seperti saat ini.


Yoan mengusap-usap kening Haara.


Cup!


Yoan mengecup kening Haara yang masih terlelap itu.


"Sepertinya aku akan menyadari satu hal sangat penting ini agar tak terjadi lagi padamu, AtHaara." seru Yoan pelan.


"Aku tak akan biarkan hal ini terjadi lagi padamu." seru Yoan lagi.


Yoan memijat pelipisnya,


Ia baru menyadari ada satu hal yang salah, tak seharusnya ia menuruti permintaan gadis itu membelikan cemilan pedas dan juga membelikan cola pada gadis itu.


Sungguh ia tak mengetahuinya, jika itu adalah makanan dan minuman larangan keras untuk wanita yang sedang datang bulan.


Yoan menduduki dirinya di kursi, ia menatap wajah pucat yang masih tentu terlihat cantik di wajah istri kecilnya yang tengah terlelap.


Ia menggenggam tangan Haara erat.


●•●•●•●•●


• • •


• •



Pengelihatan yang sangat buram secara perlahan-lahan berubah menjadi jelas.


Ruangan putih dan bau obat-obatan tercium menyengat di indra penciumannya.


Haara mengerutkan keningnya, tempat yang sangat asing sekali.


Ia memegang perutnya yang terasa nyeri, ia melihat sekitar nya dan pandangannya terhenti pada satu objek.


"Yoan~"


Pria itu yang terpanggil pun memutar tubuhnya dan dengan gerak cepat menghampirinya.


"Hey~ sudah bangun ternyata, bagaimana perutmu? Masih sakit?" tanya Yoan khawatir.


Haara mengangguk menahan sakit.


"Sudah pagi??" tanya Haara tak percaya.

__ADS_1


"Ya, sudah pagi." senyum Yoan.


"Ta-tapi ... Saat kau membawaku itu malam hari Yoan?" bingung Haara terheran heran.


"Kau pingsan saat aku akan membawa mu ke rumah sakit." jelas Yoan.


Haara yang mendengarnya terkejut.


"Aku mau duduk Yoan." seru Haara lemah.


Yoan pun mengambil tindakan untuk meninggikan kamar pasien yang Haara tiduri itu.


Haara tersenyum tipis menatap Yoan.


"Terima kasih Yoan."


Yoan menduduki dirinya di tepi kasur dan membalas senyuman gadis itu.


"Bukan hal besar." sahut Yoan mengusap-usap pipi Haara lembut.


"Kedepannya aku akan lebih berhati-hari lagi mengawasimu dalam makanan dan minuman, maafkan aku." seru Yoan sedih.


Haara mengelus-elus tangan Yoan yang berada di pipinya.


Gadis itu menggeleng.


"Tak apa-apa, aku juga yang salah, jangan salahkan ketidak tahuanmu itu ya?" seru Haara lembut.


Yoan menghela nafasnya pelan dan mengangguk.


"Aku akan panggilkan perawat untuk membawakan bubur ya, sebentar ya." seru Yoan bangkit berdiri,


"Aku tak mau bubur, aku mau makan nasi saja." seru Haara pelan.


"Baiklah." sahut Yoan meninggalkan Haara.


Haara menghela nafasnya menatap keluar jendela.


Ingatannya yang semalam kini terputar di benaknya,


Dimana Yoan yang terlihat panik sekali saat membopongnya, pria itu terlihat panik melihatnya kesakitan sekali semalam.


Ini kali pertamanya ia sampai mengalami sakit yang berlebihan sekali saat datang bulan.


"Kenapa aku tiba-tiba merasa sakit pada perutku seperti semalam ya? sampai aku pingsan kesakitan?" bingung Haara.


Suara pintu tergeser terdengar, Haara menatap Yoan yang datang membawa nampan berisi makanan dan minuman di atasnya.


Haara terkekeh.


"Kenapa kamu yang membawa makanannya? Kemana perawatnya??" tanya Haara tertawa.


"Tidak ada, sekarang aku yang turun tangan sendiri menjadi perawatmu." seru Yoan menyimpan nampannya di atas meja yang terdapat pada kamar.


Haara menghela nafasnya menatap makanan di depannya.


"Wajahmu terlihat ragu melihat makanannya, ada apa?" tanya Yoan.


"Kebanyakan makanan di rumah sakit itu tidak enak, membuat nafsu makan ku menghilang, Yoan." seru Haara mulai makan.


Yoan menatap Haara yang memakan nasi dan lauk nya.


"Mmm~ tidak buruk." seru Haara kembali menyuap makanannya.


Yoan tersenyum senang saat Haara menilai makanan yang di sediakan di rumah sakit itu tidak buruk.


"Yoan sudah makan?" tanya Haara menatap Yoan, ia baru teringat satu hal penting itu.


"Nanti saja, aku belum lapar." sahut Yoan lembut.


Haara menghembuskan nafasnya kasar.


Yoan mengerutkan keningnya saat Haara menyodorkan satu sendok nasi beserta lauk di depan bibirnya.


"Apa?" bingung Yoan.


"Kita makan bersama." sahut Haara


...•...


...•...


...Author : " mau buat ke uwu an nih meski di rumah sakit juga ya😋...


...•...


...❤Bersambung❤...


...•...


...Hai, kakak-kakak Readers👋 Hai, kakak-kakak author hebat!👋...


...Terima kasih sekali sudah hadir di ceritaku ya😊...


...Jangan lupa:...


...-Like...


...-Vote...


...-Rate 5 star...


...- komentarnya juga ya😊...


...Karena itu sangat berarti untuk aku selaku author😊...

__ADS_1


...Sehat selalu untuk kakak-kakakku ya, disaat pandemi seperti ini selalu jaga kebugaran tubuh kita ya🤗...


...See you tomorrow😇...


__ADS_2