My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Pencerahan


__ADS_3

Yoan langsung turun saat mobil terparkir di garasi,


Ia mendapat telfon dari Haara untuk menyuruhnya cepat kembali.


Yoan terkejut bukan main karena ada kepala keluarga Zhao dan juga hadir nya Finn di rumah.


Ammar ikut lari ke dalam rumah mengikuti Yoan.


●•●•●•●•●


Yoan menghentikkan langkahnya dengan deru nafas yang tak teratur.


Ia menatap Xi Cha yang menunduk di pelukan Yuu.


Ia bernafas lega, lalu ia mencari keberadaan gadisnya.


Tatapannya terhenti dan fokus pada objek yang ia cari.


Gadis itu memegang tangan Anna, sang kakaknya dengan erat dengan Yifan yang membisikkan kalimat untuk menenangkan Haara.


Dapat dilihat gadisnya menatap takut dan benci yang ia lemparkan kepada Finn.


Ruang keluarga hanya ada terdapat Anna, Xi Cha, Yuu, dan Yifan.


Dan mendapati tamu, kepala keluarga Zhao, anaknya, dan juga Finn.


Ya, yang lainnya tidak ada di rumah karena menghadiri sebuah acara dan dalam perjalanan pulang.


"Kak Yoan, kak Ammar, syukurlah kalian telah cepat kembali." seru Yifan.


Hal itu sontak membuat Haara menatap kebelakang untuk melihat Yoan, ia menatap pria itu dengan tatapan gemetar.


Haara pun bangkit berdiri dan dengan cepat menghampiri Yoan yang beberapa langkah dari sofa yang ia duduki.


"Yo ..." -Haara.


Grep!!


Haara membulatkan matanya saat Yoan menariknya kedalam pelukannya,


Haara mendongakkan kepalanya menatap suaminya yang terlihat posesif padanya.


Tubuh pria itu gemetar.


"Untuk apa anda datang membawa dia?" tanya Yoan dengan nada penuh penekanan.


"Dia datang untuk berduka atas meninggalnya nenek setelah dirinya keluar dari rumah sakit." sahut Zhao Bao Yu, putra dari kepala keluarga, Zhao Fang Yin.


"Ku kira dia sudah mati tak terselamatkan, kenapa dia masih hidup ya?" seru Yoan terkekeh menatap Finn, ia memeluk Haara dengan semakin erat.


Tubuh Haara gemetar di pelukan pria itu.


"Wah! adikku! Kau mengharapkan ku mati?? menyeramkan~" tanya Finn ikut terkekeh.


"Ya, seperti kau dulu yang selalu mengharapkan aku mati." sahut Yoan menaikkan sebelah alisnya.


"Kedatanganku kesini bukan untuk mendengar kalian bertengkar, aku kesini untuk membahas kelanjutan hubungan mu dengan nona AtHaara, Yoan." seru kepala keluarga Zhao tajam.


Yoan tercekat mendengarnya,


"Ahh~ mereka membuatku menunggu." seru kepala keluarga Zhao bangkit berdiri untuk keluar. Beliau akan jalan-jalan sekitar rumah.


Yoan menatap tajam Finn, namun tidak dengan Finn yang menatapmya meremehkan.


"Sangat posesif, adikku sepertinya takut aku menyentuh atau melukai istri kecilnya." kekeh Finn.


Haara yang mendengarnya merinding, ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Yoan.


Dapat terdengar detak jantung pria itu berdetak kencang, nafas pria itu naik turun menahan emosi.


"Finn! Berhenti membuat keributan!" seru Bao Yu membentak Finn.


Finn yang mendengarnya terkekeh,


"Hey, AtHaara~ benar kan namamu AtHaara~ aku masih ingat jelas namamu, jika di fikir-fikir sangat mirip namanya dengan AtHanna, ahh~ kalian adalah kakak beradik." tawa Finn.


Anna menatap Finn tajam.


"hahaha~ tatapan yang menyeramkan, AtHanna~" seru Finn tertawa lepas.


"Hey, AtHaara~ ku dengar dari Bastian bahwa kau lari setelah melihat suamimu menghabisi ku layaknya seorang psikopat, tapi kenapa sekarang kau berlindung di pelukkannya dari ku??" tanya Finn bingung.


Deg!


Haara membelalakan matanya, tubuhnya gemetar hebat.


Ingatan malam itu pun teringat kembali.


"Berhenti bicara atau ku buat kau tak bisa berbicara lagi!" seru Yoan emosi.


"Whahah! Lihatlah! bahkan suamimu mengancamku lagi seperti saat itu AtHaara~ apa kau tidak takut? Kau berlindung dengannya?? Apa kau tak takut dia melukaimu??" tanya Finn mencoba membuat Haara takut.


Yoan menundukkan kepalanya dengan wajah panik menatap Haara yang gemetar ketakutan di pelukannya.


"AtHaara~ hey? Jangan dengarkan ucapan dia ya??" seru Yoan takut.


Nafas Haara naik turun, ia menutup matanya rapat-rapat.


"Tahan emosimu, kau bisa membuat Haara ketakutan seperti saat itu." seru Yifan yang berdiri di sebelahnya membisikkan.


Yoan mengusap rambut Haara sayang.


"Haara~ tolong ja ..."


Haara mendorong tubuh Yoan dan membuat pelukan Yoan dan ia terlepas,


Yoan terkejut melihat reaksi Haara yang mendorong tubuhnya dan melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"At-AtHaara~" terkejut Yoan.


Haara menunduk.


"Haara tolong jangan takut denganku, jangan dengarkan ucapannya, ya?" bujuk Yoan menarik tangan Haara.


Gadis itu tak berekspresi, Haara hanya diam saja.


Tubuh Yoan lemas saat tak ada reaksi balasan dan sahutan dari istri kecilnya.


"Wah! Beruntung sekali kau ku sadarkan jika suamimu itu menyeramkan ya~" senyum senang Finn.


Yoan menatap Finn sambil menggertakkan giginya.


"Finn, aku tak ingin ada keributan, berhenti bicara!" ancam Bao Yu.


"Sebentarlah, AtHaara~ kepala keluarga hadir untuk menanyakan kelanjutan pernikahanmu dengan Yoan, melihat reaksimu seperti ini, sepertinya kau akan menceraikannya ya~" seru Finn tersenyum.


Yoan mengepalkan tangannya kuat.


"Yuu akan bertemu tunangannya akhir bulan, lalu kau akan bercerai dan akan di jodohkan kembali." gantung Finn.


"Dan kau tahu? akulah yang akan di jodohkan olehmu~" seru Fin menyeringai.


Hati Yoan mencelos, tubuhnya melemah seketika mendengar ucapan Finn.


Haara menatap Finn datar.


"Kemarilah, duduk di samping ku dan umumkan tentang keputusanmu yang ada di hatimu itu." seru Finn senang.


Yoan menatap Haara takut.


"Datanglah kepelukanku, AtHaara~" seru Finn merentangkan tangannya.


"Cih, jangan terlalu percaya diri ka ..."


Srett!


Ucapan Yoan terhenti saat Haara menyingkirkan tangannya yang menggenggam tangan gadis itu.


"Haara??" tercegang Yoan.


Haara melangkah mendekat ke arah Finn.


Sontak semua terkejut bukan main melihat Haara yang bergerak mendekati Finn.


Finn yang melihatnya tak menyangka dan tersenyum senang.


"AtHaara??! Apa yang kau lakukan!!?" emosi Yoan menahan tangan Haara.


"Lepaskan tanganku," seru Haara pelan.


"Hey? AtHaara?? ada apa denganmu??!Jangan coba-coba kau berfikir untuk meninggalkan ku lagi AtHaara! ku mohon~" mohon Yoan ketakutan.


"Ku bilang lepas." seru Haara lagi melepaskan genggaman Yoan,


Haara menatap Yoan tajam dan datar.


3 pasang suami istri telah kembali, mereka di bingungkan dan di kejutkan oleh kehadiran Finn dan juga Haara yang melangkah mendekati Finn.


"Gishi~" seru Xi Cha lemah.


Yoan menundukkan kepalanya, Yoan memegang kepalanya frustasi.


"senangnya kau lebih memilih ..."


PLAK!!


Semua terkejut bukan main,


Yoan mengangkat kepalanya menatap Haara terkejut.


gadis itu menampar keras pipi Finn hingga pria itu seloyongan ke kiri.


"KAU-"


"Damare. (tutup mulutmu.)" seru Haara menatap Finn datar.


"Ucapanmu membuat telingaku sakit, mulutmu cerewet sekali seperti seorang ibu-ibu tukang gosip." seru Haara dingin.


Semua tertohok mendengarnya,


"Ibu-ibu tukang gosip? pfft~" tahan tawa Anna.


"Beraninya kau ..." -Finn bersiap memukul Haara.


"Hm? Berani memukul seorang wanita? Dasar banci." seru Haara menatap Finn tajam.


Finn terkejut dan langsung menurunkan tangannya.


"Jangan mencoba menghasutku untuk membenci dan takut dengan suamiku sendiri." seru Haara tajam.


Finn membelalakan matanya.


Yoan yang mendengarnya ikut terkejut.


"Aku ingin bertanya, apa keuntunganmu membuat Yoan emosi dengan ucapan sampahmu? Apa karena kau masih dendam dengannya?" tanya Haara tajam.


"Hmm~ jika itu semua karena kematian Irene, kenapa kau menyalahkan Yoan? Bukannya secara tak langsung kau sendiri lah yang membunuhnya?" tanya Haara.


Finn tercegang.


"Kebakaran gudang beberapa tahun lalu, kau telah membunuh dua orang sekaligus, kau telah membunuh wanita mu sendiri dan calon anakmu sendiri." seru Haara tak berekspresi.


Tubuh Finn melemah saat mendengar ucapan Haara.


"Irene mati karena menyelamatkannya!!!" seru Finn membentak.

__ADS_1


"Irene memilih untuk mati dengan calon anakmu, sepertinya ia tak bisa menerima kenyataan jika ayah dari calon anaknya adalah seorang psikopat sepertimu." sahut Haara tanpa berekspresi.


Yoan entah di kejutkan berapa kali dengan ucapan Haara, ia tak menduga jika gadisnya akan mengatakan itu tepat di depan Finn dan se savage itu.


"Semua orang memihak pada Yoan karena Yoan terlihat baik daripada dirimu, coba saja jika kau terlihat baik dan sayang pada adik- adikmu sendiri, orang-orang pasti akan lebih memandang dirimu dan memuji dirimu terlebih dahulu sebelum memuji Yoan dan Xi Cha."


"Berfikirlah dewasa dan berfikirlah lebih jauh, semua orang seperti itu padamu karena perbuatanmu sendiri, perbuatanmu yang menjijikan."


Deg!


Jantung Finn mencelos mendengarnya.


"Orang lain akan lebih tertarik dan memuji orang yang baik dan pantas untuk di puji, orang lain akan malas dan enggan melirik orang yang jahat, berhubungan dengan orang jahat saja mereka akan takut."


Finn membuang pandangannya.


"Jernihkan fikiranmu, sampai kapan kau ingin seperti ini? Terus membenci dan mencoba menghancurkan kebahagiaan Yoan?" tanya Haara menatap Finn sendu.


"Dia adalah salah satu adikmu, seharusnya kau menyayanginya."


Finn menunduk.


"Tolong jangan seperti ini lagi, keluarga mu menyayangimu, apa kau ingin di benci dan tak di anggap sebagai bagian dari keluarga karena perbuatanmu??" tanya Haara.


Yoan tersenyum tipis mendengar ucapan Haara, rasa bangga dalam dirinya berkibar di dalam dirinya.


"Apa kau tak ingat dulu bagaimana Yoan saat kecil sangat menyayangimu sebagai kakaknya? Sampai ia berusaha menjadi adik yang baik di depanmu? Apa kau ingat itu, Finn?" tanya Haara menuntut.


Finn memejamkan matanya rapat-rapat.


"Kebahagiaan sudah di tentukan masing-masing orang, tak semua kebahagiaan orang-orang itu sama, jika kau ingin orang memandangmu, kau tak perlu berlaku jahat, melainkan berusaha agar dipandang dengan apa yang kau punya." jelas Haara.


"Ingat penjelasanku dan simpan di memori ingatanmu," seru Haara.


"Tolong jangan hancurkan kebahagiaan Yoan lagi, kumohon! Biarkan dia bahagia, dan biarkan aku untuk membuat dirinya lebih bahagia lagi." seru Haara meneteskan air matanya.


Yoan tersentuh mendengar ucapan Haara, ketakutannya untuk kehilangan Haara pun lenyap begitu saja.


"Kau paham maksud ucapanku kan? Kakak ipar??" tanya Haara pada Finn.


Finn menatap Haara dalam dan mengangguk.


"Maafkan aku." seru Finn pelan dan melangkah pergi.


Haara menghela nafasnya sambil mengusap air matanya,


Ia terkejut saat melihat orang tua Yuu, orang tua Yifan, mama papanya dan kedua mertua nya sudah kembali menatap nya dengan tatapan sulit di jelaskan.


Haara tersipu malu, ia salah tingkah.


"Terima kasih telah menyadarkan Finn, AtHaara menantuku~" seru Tao Ming senang.


"Mm, iya papa~" sahut Haara,


Stephannie menangis menghampiri Haara dan memeluknya erat.


"Terima kasih sayang~"


"Sama-sama mama~" saht Haara melepaskan pelukan.


"Gishi~ terima kasih~" seru Xi Cha memeluk Haara sekilas,


"Iya Xi Cha sama-sama~" senyum Haara.


Stephannie, Xi Cha dan Tao Ming pun pergi keluar untuk mencari Finn.


Tatapan Haara terhenti fokus pada Yoan yang tersenyum manis dengan mata sendu padanya.


Haara tersenyum manis pada Yoan.


Yoan melangkah mendekati Haara dan memeluk Haara erat dan sayang.


"Kau membuatku takut! Kau bereaksi seolah-olah akan meninggalkan ku dan akan lari ke pelukan Finn, AtHaara~" seru Yoan berat.


"Hehehe, maaf ya~ habis aku kesal ingin tampar Finn." seru Haara mengusap punggung Yoan lembut.


"Terima kasih AtHaara~" seru Yoan tulus.


Haara mengangguk dan tersenyum bahagia.


...•...


...•...


Author: "gimana kakak-kakak?😂 gimana tanggapan tentang Haara yang bikin semua yang ada di ruang keluarga terkejut?😆"


...❤Bersambung❤...


...•...


...Hai, kakak readers dan kakak author-author yang hebat dan keren😍...


...Terima kasih sudah membaca ceritaku🙏...


...❗Jangan lupa untuk❗:...


...✔like,...


...✔vote,...


...✔rate 5 star, dan...


...✔komentarnya yang sellau ku nantikan💐💐💐...


...📜Pesan dari Author:...


..."Selalu jaga kesehatan di saat pandemi seperti ini ya kakak-kakakku❤...

__ADS_1


...selalu jaga kebugaran tubuh kalian semua😍...


...Sukses dan bahagia selalu untuk kita semua🤗🤗"...


__ADS_2