My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Cium Aku!


__ADS_3

Ceklek!


Pintu penthouse terbuka Yoan melangkah masuk lebih dulu ke dalam.


Gebruk!


Seperti angin ****** beliung, Haara dengan tiba-tiba menabrak pundak kanan Yoan hingga membuat tubuh Yoan seloyongan ke kiri dan berakhir memeluk tembok.


Tak hanya memeluk tembok, namun dengan mulus sekali pria itu pun mencium tembok.


"Awh~" ringis Yoan mengusap-usap hidung mancungnya, bibirnya, dan keningnya yang lebih terasa sakit.


"AtHaara, ap ..."


"Hoekkkk!!"


"AtHaara??" panik Yoan dengan cepat lari ke dapur.


Dapat di lihat, Haara memuntahkan semua isi perutnya saat itu juga.


Yoan dengan raut khawatir memijat tengkuk Haara dan mengusap-usap punggung Haara.


Crazz!!!


Haara membersihkan mulutnya dengan berkumur-kumur.


"Kita ke dokter ya?" seru Yoan.


Haara menggeleng lemah dengan mata terpejam rapat.


"Yoan, kepalaku pusing." keluh Haara mencengkram kedua tangan Yoan erat.


Yoan yang mendengarnya semakin khawatir saat itu juga, ia kebingungan harus apa sekarang.


"Kita ke dokter oke? Tak usah membantah." seru Yoan tegas.


"Ngga mau, jalannya saja susah, aku akan semakin pusing jika naik mobil~" keluh Haara menempelkan keningnya di dada bidang Yoan.


"Aku telfon dokter untuk kesini ya?"


"Ngga mau Yoan~" rengek Haara mencengkram baju bagian dada bidang Yoan erat.


"Aku bingung harus apa AtHaara~ aku tak mau rasa pusing dan mualmu semakin parah~" sahut Yoan lemah.


"Pusingku perlahan hilang saat mencium harum kamu Yoan~" sahut Haara pelan.


"Bahkan kau melarangku pakai parfum sebelum pergi ke sekolahmu tadi, harum bagaimana maksudmu?" tanya Yoan bingung menatap Haara yang perlahan memeluknya.


"Harum khas tubuh Yoan, aku suka." sahut Haara pelan.


Yoan tersenyum saat mendengarnya, dengan cepat Yoan memeluk Haara erat.


"Mmph! Yoan aku tak bisa nafas!"


Yoan dengan cepat melepaskan pelukannya.


"Ah maaf maaf, kau baik-baik saja kan?" tanya Yoan panik.


Haara mengangguk pelan.


"Eh? Kening kamu kenapa merah?? Itu juga hidung kamu juga merah, kenapa??" tanya Haara terkejut.


Yoan memegang hidungnya lalu keningnya perlahan.


"Nabrak tembok." sahut Yoan.


"Nabrak tembok? Perasaan tadi saat di UKS kening dan hidungmu tak merah deh." bingung Haara.


Haara yang yang tak mendapat sahutan perlahan menatap Yoan, pria itu menyipitkan matanya menatapnya tajam.


Haara baru teringat sesuatu.


"Ppfft!!" tahan tawa Haara.


"Apa?" tanya Yoan tajam.


"Jangan bilang ... Ini kerena kau yang tadi tertabrak tubuhku saat aku cepat-cepat mau muntah tadi??" tanya Haara.


"Baru ingat nona??" tanya Yoan merajuk.


Haara tertawa saat teringat dimana saat ia menabrak pundak Yoan tadi, samar-samar terdengar suara benturan tembok, jadi ia bisa mengartikan suara benturan itu berasal dari Yoan.


"Ya ampun! Yoan maaf-maaf! Aku tadi mual sekali, jadi tadi aku tak salah dengar mendengar samar-samar suara benturan dong~ whahahhah!!" tawa Haara pecah.


"Apa kau tahu? Itu sakit sekali, bahkan suara benturan adalah saksi seberapa kerasnya aku terbentur." sahut Yoan dengan kesal berniat menduduki diirnya di sofa.


"Whahahaha~ Yoan maaf~ aku tak sengaja~" tawa Haara mengambil kotak p3k.


"Wah! Sepertinya mual dan pusingnu hilang dalam sekejab dengan menertawaiku, menakjubkan!" sahut Yoan.


"Mungkin karena anak kita senang menertawai papanya." sahut Haara mengusap-usap perutnya.


Yoan yang mendengar ucapn Haara mengerjapkan matanya beberapa kali, pria itu gugup.


"Kebiasaan deh~ setiap aku panggil kamu 'papa' pasti salah tingkah, padahal waktu itu kamu selalu menggodaku dan memanggil dirimu sendiri calon seorang papa lho." heran Haara menduduki dirinya di sebelah Yoan.


"Aku hanya masih tak menyangka saja jika aku akan menjadi seorang papa." sahut Yoan pelan.

__ADS_1


Haara terkekeh.


"Kemarilah, tiduran di pahaku." seru Haara menepuk-nepuk pahanya.


Yoan menatap Haara bingung.


"Mau aku pijat biar tak jadi bengkak keningmu, kemarilah." seru Haara.


Yoan yang paham maksud Haara pun perlahan menidurkan kepalanya di paha gadis nya itu.


Haara memberikan minyak kayu putih di kening dan sedikit di hidung Yoan, sepertinya kesimpulannya benar, jika kening pria itu lebih parah terbentur tembok tadi.


"Kamu masa lemah sekali sih, terdorong denganku sampai seloyongan nabrak tembok?" kekeh Haara.


"Aku sedang mengangkat sebelah kakiku untuk membuka sepatuku, dengan tiba-tiba kau menabrakku, aku yang kurang seimbang pun ... Ya begitulah." sahut Yoan memejamkan matanya.


"Aku sungguh tidak sadar Yoan, sepertinya hidungmu sudah tak merah, namun keningmu masih sangat merah."


"Aku merasa berdenyut sekali keningku." sahut Yoan menarik tangan kiri Haara untuk ia peluk.


"Kasihan~" tawa Haara.


• • •


Beberapa menit terus berlalu, tak ada perbincangan dari mereka berdua.


Haara masih terfokus untuk mengusap kening Yoan lembut.


Sesekali ia menatap Yoan yang memejamkan matanya sejak awal, ia berfikir jika pria itu ketiduran.


Gerakan tangan Haara saat mengusap kening Yoan perlahan berhenti, Haara terfokus untuk menatap tangan kekar milik Yoan yang jelas lebih besar darinya itu memeluk tangan kirinya erat.


Perlahan tatapannya naik ke atas menatap jakun pria itu yang membuat ia terpana, lalu pandangannya kembali naik dan tatapannya terfokus pada satu objek itu.


Tatapannya terhipnotis pada bibir pria itu.


'Bibir Yoan ... Aku ingin menciumnya.' batin Haara melamun.


Glek!


Haara menggelengkan kepalanya cepat.


'Ya ampun AtHaara! Apa yang kau katakan tadi! Kenapa bisa aku tanpa sadar mengatakan itu!' batin Haara merutuki dirinya.


Haara memejamkan matanya sebentar dan tatapannya kembali fokus pada bibir Yoan.


Seketika bayangan saat dirinya berciuman dengan Yoan terngiang di ingatannya, dan juga ia teringat saat mereka saling mencumbu satu sama lain.


Glek!


Haara mendekatikan wajahnya pada Yoan untuk melihat lebih jelas apa pria itu sungguh tidur.


Haara melambaikan tangan di kedua mata Yoan yang tengah tertidur itu.


'Cium sebentar dia tak akan terganggu kan?' batin Haara.


Haara menelan saliva nya berat dan perlahan mendekat dan mendekat dan ...


Cup!


Haara memejamkan matanya saat ia telah mewujudkan keinginan nya untuk mencium bibir pria itu.


Haara perlahan mengulum bibir pria itu, entah kenapa ia terasa lepas kendali.


Ia ingin lebih!


Haara yang berdebat dengan fikirannya pun menyudahi keinginannya yang jika tidak dikendalikan ia bisa-bisa akan semakin lepas kendali, ia memundurkan kepalanya untuk menjaga jarak sedikit dari wajah pria itu.


DEG!!


Tubuh Haara mematung, matanya membulat saat melihat bibir Yoan menyeringai.


Perlahan ia menatap mata pria itu, pria itu menatap nya menggoda saat itu juga.


Sontak Haara menegakkan tubuhnya sempurna.


'Mati aku! Bodohnya kamu AtHaara!!' batin Haara merutuki kebodohannya.


"Ada yang sedang mencuri ciuman ku diam-diam sepertinya~" seru Yoan.


Haara perlahan menatap Yoan.


Pria itu menatapnya dalam, namun dengan cepat Haara mengalihkan pandangannya.


Haara terus merutuki kebodohannya, itu memalukan!


Ia merasa jika Yoan menduduki dirinya, kini pria itu terpaku fokus menatap wajahnya.


"Ka-kau tidak tidur!?" gelagap Haara.


"Aku hanya menikmati sentuhan tanganmu yang mengusap keningku, itu sangat menenangkan." sahut Yoan terkekeh.


"Ta-tapi tadi pergerakan tanganku sudah berhenti! Kenapa kau tak membuka matamu?!" kaku Haara.


"Tadinya aku ingin tidur di pangkuanmu, tapi ... Aku merasa ada benda kenyal yang mencumbu bibirku, hal itu membuatku membuka mataku." jelas Yoan menaikkan sebelah alisnya.


Haara tak bisa menimpali ucapan Yoan, ia hanya merutuki dirinya dalam hati.

__ADS_1


"Sepertinya aku mengganggumu, kau mau melanjutkannya lagi? Jika kau mau, aku akan kembali tiduran di pangkuamu dan memajamkan mataku, dan kau bisa mencumbu bibirku diam-diam lagi seperti tadi." tanya Yoan.


Haara hanya diam membisu, ia mati kutu.


"Atau ... Kita saling mencumbu satu sama lain saja?" tanya Yoan dengan suara baritonnya.


Haara tak bisa menjawab apapun.


Haara merasa jika Yoan menarik dagunya, kini ia dengan sempurna menatap wajah Yoan sangat dekat.


"Aku sedang bertanya padamu, mau mencumbu bibirku sendiri, apa kau mau kita saling mencumbu satu sama lain?" tanya Yoan dengan nada penekanan.


"Ak-aku tidak mau!" tolak Haara.


"Ah~ aku kecewa dengan jawabannya." sahut Yoan drngan nada pura-pura kecewa.


"Ya sudahlah, sudah malam, ayo tidur." seru Yoan yang berniat akan bangkit berdiri.


"Cium aku!!"


Yoan mengurungkan niatnya, ia menatap Haara, perlahan senyuman kemenangan terlukis di wajahnya.


"Cium aku?" tanya Yoan memutar tubuhnya menghadap Haara.


"Ak-aku mau kamu cium aku." sahut Haara pelan.


"Hmm~ hanya sebuah ciuman kecupan singkat saja ya ternyata~" seru Yoan memancing.


"Ti-tidak! Tak hanya sebuah kecupan singkat Yoan." tunduk Haara malu.


"Lalu?" tanya Yoan menaikkan sebelah alisnya.


"Ka-kau pasti tahu jawabannya." tersipu Haara.


Yoan menyeringai, perlahan Yoan memotong jarak wajah mereka.


Yoan tersenyum saat melihat Haara memejamkan matanya perlahan, namun Yoan terdiam dan terfokus pada Haara yang terpejam, ia tak berniat mencium Haara.


Perlahan mata Haara terbuka, ia menatap Yoan yang menatapnya menggoda.


"Menungguku ya?" tanya Yoan terkekeh.


"Yo-Yoan!"


Yoan tertawa kecil saat melihat wajah Haara yang memerah.


Cup!


Haara yang kesal pun perlahan melemah, perlahan ia memejamkan matanya dan mengulum bibir Yoan, Haara meraup bibir Yoan habis.


Yoan merasa jika Haara yang melingkarkan tangannya di lehernya menarik lehernya kuat, Yoan yang terbawa suasana permainan Haara pun memejamkan matanya dan mulai mengikuti permainan bibir Haara.


'Sepertinya bibirku akan terluka karena AtHaara.' batin Yoan menahan sakit di bibirnya.


...•...


...●...


...🎐Bersambung🎐...


...●...


...•...


...•...


...Auhor:...


..."bagian mana nih yang seru? Yoan yang nabrak tembok atau ... slide akhir yang Haara minta di cium Yoan??😋 tulis dinkomentar ya😉"...


...•...


...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...


...⭕Jangan lupa:...


...👍 Like,...


...🏷Vote,...


...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...


...❤Favorite,...


...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...


...💃谢谢大家!💃...


...(Xièxiè dàjiā!)...


...(Terima kasih semuanya!)...


...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...


...see you next tomorrow❤...


🎐我的命运是赵先生🎐

__ADS_1


__ADS_2