My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Dua Kabar yang Mengejutkan


__ADS_3

Yoan baru saja kembali setelah mengantar mama, mama mertuanya, Anna, Ammar dan yang lainnya ke lantai dasar apartemennyam


Kini ia yang merasa penasaran menghampiri Haara yang tengah duduk di sofa sambil mengelus-elus perutnya.


"AtHaara." panggil Yoan menduduki dirinya di sebelah Haara.


"Yoan, terima kasih kejutannya ya~" senyum Haara memeluk Yoan daei samping.


"Sama-sama, mm~ AtHaara, aku mau tanya sesuatu kamu jawab jujur ya?" tanya Yoan ragu dan dengan nada lembut.


Haara menduduki dirinya tegak menatap Yoan serius.


"Mau tanya apa Yoan?" tanya Haara penasaran.


"Sebenarnya ... berapa usia kandunganmu?" tanya Yoan ragu.


"Empat bulan Yoan, sepertinya aku sudah memberitahumu deh." ingat-ingat Haara kaku.


"Kau memang sudah memberitahuku, tapi ... apa kau tak salah dengar?" tanya Yoan lagi.


"Tak salah dengar ... maksudnya?" tanya Haara bingung.


"Salah dengar apa yang di katakan Vey mengenai berapa usia kandunganmu." sahut Yoan.


Haara mengerutkan keningnya mengenai pertanyaan Yoan.


"Aku tak salah dengar Yoan." sahut Haara.


"Tapi aku menyadari sesuatu yang aneh." sahut Yoan menatap Haara serius.


"Menyadari ... Apa itu?" tanya Haara.


"AtHaara, kau tahu bukan? Jika usia kandunganmu dengan kakakmu berbeda satu bulan setengah kan?" tanya Yoan.


"Aku tahu itu." sahut Haara curiga.


"Ammar dan aku menyadari suatu hal yang mengganjal, bahwa perutmu yang buncit ini jika di bandingkan dan Anna, perutmu itu terlihat lebih besar dari Anna." sahut Yoan serius.


Haara terdiam seketika.


"Jadi ... Kau dan kak Ammar juga menyadarinya ya~" sahut Haara pelan.


"Maksudmu??" tanya Yoan bingung.


"Aku ... aku juga merasakan hal itu Yoan, setelah aku menyadarinya, aku berusaha untuk menutupi perutku." sahut Haara ketakutan.


"Saat aku duduk dengan kak Anna, aku merasa jika perutku lebih buncit daripada kak Anna yang jelas-jelas sedang hamil lebih dulu dariku." sahut Haara gemetar ketakutan.


Yoan kebingungan kali ini, ia tak tahu harus menjawab apa dari kekhawatiran Haara kali ini.


"Kita temui Vey di rumah sakit sekarang." seru Yoan serius.


●•●•●•●•●


• • •


• •



Vey menatap Yoan dan Haara yang membuka masker dan topi secara bersamaan, mereka sedang menyamar.


"kalian ini, seperti pasangan selebriti saja~" kekeh Vey.


"Takut jika teman yang suka menggosipkan Haara melihat, lama tak jumpa Vey." seru Yoan membantu Haara duduk.


"Aku baik, lama tak jumpa juga, ya ampun AtHaara hampir tiga bulan kita tak bertemu ya AtHaara, maaf aku selalu memiliki job jika akan mengontrol kandunganmu." sahut Vey sedih.


"Iya kak, aku tak apa, tapi juga aku merasa lebih nyaman saat pertama kali kontrol kandungan dengan kakak, aku kira aku tak bisa di periksa dengan kakak lagi hari ini." sedih Haara.


"Sekarang aku bisa, wah~ perutmu sudah membuncit sekali, ah! Apa kita sudah tak bertemu lebih dari tiga bulan ya?" bingung Vey yang juga menyadari besar nya perut Haara.


"Vey, aku ingin tanya denganmu, terakhir kali tepat bulan petama kau mengontrol Haara, kau mengatakan berapa usia kandungan Haara?" tanya Yoan.


"Hmm ... Satu bulanan deh." sahut Vey mencoba mengingat.


"Satu ... bulan??" -Yoan.


"Berarti sekarang usia kandunganmu menginjak empat bulan, berarti ucapanku benar, kita tak bertemu selama tiga bulan, tapi kenapa ... Perutmu sudah sebuncit ini??" bingung Vey juga.


"Kak, aku juga tak tahu, aku juga menyadarinya tadi, saat aku duduk bersebelahan dengan kakakku yang juga sedang mengandung, usia kandunganya berbeda satu bulan setengah denganku, tapi kenapa perutku lebih buncit darinya yang jelas-jelas mengandung lebih dulu dariku??" tanya Haara panik.


"AtHaara, tenanglah." seru Yoan menenangkan Haara.


Vey larut dalam fikirannya sejenak.


"Coba kita USG, semoga tebakkan ku tak meleset." seru Vey bangkit berdiri.


"Yoan, bantu Haara tiduran di sini." seru Vey.


Yoan mengangguk, ia pun membantu Haara berjalan.

__ADS_1


Dengan perlahan dan hati-hati Yoan menidurkan tubuh Haara.


"Yoan, aku takut~" seru Haara menggenggam tangan Yoan erat.


"Semua akan baik-baik saja." senyum Yoan mengusap rambut Haara sayang.


Vey pun mulai menempelkan alat bernama transduser USG pada perut Haara.


Yoan dengan fokus menatap kearah layar monitor USG, Yoan sungguh tak paham dengan gambar yang ada di layar monitor itu.


Yoan dan Haara perlahan menatap Vey yang terkekeh.


"Sepertinya ini adalah berita ekstra baik." senyum Vey.


Yoan membantu Haara duduk dengan hati-hati.


"Maksudmu? AtHaara tak apa-apa, iyakan??" tanya Yoan tak sabaran.


"AtHaara baik-baik saja kok, sundah sangat baik sekali tidak seperti beberapa bulan lalu." sahut Vey tenang.


"Lalu, berita baik apa yang kau maksud itu Vey?" tanya Yoan cepat.


"Hey tuan, tenanglah, sebelum aku beritahu, aku ucapkan selamat untuk kalian berdua." seru Vey.


"Selamat??" bingung Haara.


"Yoan dan AtHaara, ku ucapkan selamat! karena AtHaara kini sedang mengandung baby twins!" sahut Vey antusias.


"H-ha???" terkejut Yoan.


"Tebakkanku tak meleset jika Haara sedang hamil bayi kembar, so~ itulah yang membuat perut Haara sangat buncit dari usia kandungannya yang baru menginjak empat bulan." sahut Vey.


Haara ternganga, ia sungguh tak menyangka dengan berita ini, sungguh snmangat di luar dugaan tapi nyata.


"Aku tak mengira ini akan terjadi, tapi ... Ini sungguh nyata." terharu Haara mengelus-elus perutnya.


"Yoan, kita ..."


Grepp!!


Haara mengerjapkan matanya beberapa kali, ia terkejut karena tiba-tiba Yoan memeluknya erat.


"Kita akan memiliki dua bayi sekaligus AtHaara~ aku sungguh sangat bahagia sekali mendengarnya! terima kasih telah memberikan kejutan yang membahagiakan sekali untukku AtHaara~" bisik Yoan di sela pelukannya.


Haara tersenyum senang, ia juga tak kalah senang, ia membalas pelukan Yoan erat.


"Sama-sama Yoan~ kita akan memiliki dua bayi!" senyum Haara.


"Ah Vey, bagaimana dengan jenis kelamin calon bayi nya? Apa sudah bisa terlihat?" tanya Yoan melepaskan pelukannya.


"Aku tidak begitu yakin jika bisa memprediksi dengan bantuan alat, karena tak akurat, dan juga sepertinya agak sulit melihat masing-masing jenis kelamin si baby untuk dua baby sekaligus." sahut Vey.


Haara bersandar di dada bidang Yoan yang berdiri di samping kamar pasien yang ia duduki saat ini.


"Aku berharap mereka akan sehat begitu juga dengan Haara." harap Yoan mengusap-usap rambut Haara sayang.


"Berarti kau harus menjaga Haara dengan ketat dan protektif." sahut Vey.


"Yoan menjaga ku selama ini kak Vey, mungkin setelah tahu jika aku mengandung dua bayi sekaligus ia akan semakin protektif sekali padaku." kekeh Haara mendongak menatap Yoan.


"Syukurlah~" senang Vey menatap Yoan.


Yoan terkekeh, ia membalas tatapan Vey.


Yoan mengerutkan keningnya saat melihat tatapan Vey memberikan sebuah kode.


Gerakan bibir tanpa suara Vey berikan pada Yoan, pria itu yang paham pun mengangguk.


●•●•●•●•●


Kini mereka telah tiba di parkiran, Yoan terneyum senang mendengar Haara yang bersenandung, gadis itu terlihat sangat senang sekali.


"Ah! AtHaara." panggil Yoan.


"Ya Yoan??" tanya Haara.


"Kamu bisa tunggu di mobil? aku akan menemui dokter Wang, hanya ingin bertukar kabar, kamu tunggu dimobil ya? aku hanya sebentar." seru Yoan.


"Mm baiklah." senyum Haara.


"Ini kunci mobilnya, jangan keluar dari mobil, tetap di dalam, jika ada apa-apa langsung telfon aku, paham??"


"Iya Yoan, pergilah~" kekeh Haara.


Yoan tersenyum tipis dan melangkah pergi.


●•●•●•●•●


Baru saja Yoan masuk ke dalam rumah sakit, ia bertemu dengan Vey.


Yoan pun mengikuti Vey.

__ADS_1


• • •


"Isi pesanmu bilang ingin menyampaikan suatu hal yang penting, apa ini ada masalah?" tanya Yoan.


"Aku tak yakin harus jawab apa atas pertanyaanmu kali ini, aku hanya ingin menasihati mu mengenai kehamilan Haara yang tengah mengandung dua bayi sekaligus." sahut Vey.


"Bicaralah lagi, aku akan dengarkan dengan baik." sahut Yoan serius.


"ku harap kau bisa mengawasi Haara mulai dari makanan nya, dan juga kau harus mengajak nya jalan-jalan pagi, karena Haara harua menjaga kesehatan dan kebugaran tubuhnya lebih ekstra lagi, karena mengandung dua bayi sekaligus itu berbeda dengan hanya mengandung satu bayi pada umumnya." nasihat Vey.


"Dan juga, mengenai umur Haara yang masih cukup muda dan mengandung satu bayi saja itu masih sangat mengkhawatirkan di fisik Haara yang terbilang lemah, bahkan aku mendapat kabar dari temanku yang mengontrol Haara selama tiga bulan lalu mengatakan jika Haara memiliki fisik yang ... lemah." jelas Vey.


"Lemah? Ku rasa ucapanmu salah." sahut Yoan dengan serius.


"Yoan, aku bicara mengenai fakta, apa kau ingat saat AtHaara mengalami mual-mual hebat selama 3 bulan lalu, hingga saat usia kandungannya akan menginjak 3 bulan Haara di infus selama satu minggu??" tanya Vey tak kalah serius.


Yoan memejamkan matanya, ia tak bisa menimpali ucapan Vey.


"Inilah karena reaksi tubuh Haara yang sedang mengandung dua calon bahi kalian, aku memprediksi jika tubuh Haara memang lemah, tubuh Haara sedang merespon, dengan cara membuat Haara drop saat itu."


Yoan memijat pelipisnya pening.


"Aku tidak sedang menakuti dirimu saat ini, aku hanya berharap kau bisa memberikan perhatian sangat ekstra! menjaga dan memberikan asupan yang cukup untuk AtHaara agar kebugaran tubuhnya tetap terjaga." seru Vey serius.


"Aku mengingatkanmu dan juga sungguh berharap kau bisa menjalankan semua nasihatku, karena ini sangat berpengaruh besar pada pertumbuhan dua calon anakmu dan kesehatan Haara."


"Karena seiringnya waktu berjalan, dua calon bayi kalian akan tumbuh, hal itu akan membuat stamina hingga imun tubuh Haara akan lebih banyak sekali ter-ambil." ucap Vey.


hati Yoan seketika terasa menyesak seketika.


"Apa ... apa Haara akan baik-baik saja kedepannya?" tanya Yoan takut.


"Aku tak bisa membohongimu, kemungkinan besar tubuh Haara akan memberikan respon lebih buruk lebih parah dari saat ... Haara di infus." sahut Vey berat.


DEG!


Seketika jantung Yoan berdegup lebih sakit saat mendengarnya, hatinya sakit saat mendengar ucapan Vey.


"aku harap kau bisa menerapkan nasihatku yang sangat penting ini." seru Vey menekankan.


Sisi lain.


Haara bersenandung dengan senyuman cerah sambil mengelus-elus lembut perutnya.


"Aku jadi tak sabar untuk sesegera mungkin untuk segera menginjak usia 9 bulan kandunganku." senang Haara.


"Dua sayang nya mama dan papa~ papa dan mama tak sabar ingin menimang kalian, mama selalu berharap agar waktu cepatlah berlalu, mama ingin kalian secepatnya hadir di dunia ini." senyum Haara menatap perutnya.


...•...


...●...


...🎐Bersambung🎐...


...●...


...•...


...•...


...Auhor:...


..."say hello to baby twins👶👶🎉...


...kabar gembira dan juga ada kabar tak mengenakan yang Yoan dapat, semoga Haara kuat tak lemah seperti prediksi Vey😊"...


...•...


...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...


...⭕Jangan lupa:...


...👍 Like,...


...🏷Vote,...


...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...


...❤Favorite,...


...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...


...💃谢谢大家!💃...


...(Xièxiè dàjiā!)...


...(Terima kasih semuanya!)...


...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...


...see you next tomorrow❤...

__ADS_1


🎐我的命运是赵先生🎐


__ADS_2