My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Terus Terang dan Fikiran Sensitif


__ADS_3

Puk! Puk!


Yoan menepuk pipi Haara pelan, gadis itu tertidur setelah makan malam bersama Yuu dan Yifan tadi.


"AtHaara? Bangun hey, sudah sampai."


Suara rengkuhan terdengar, perlahan Haara membuka matanya, pemandangan yang ia lihat adalah wajah tampan suaminya.


Haara melihat keluar jendela mobil, ia mengerjapkan matanya beberapa kali.


"Lho? Ini dimana??" tanya Haara bingung.


"Di parkiran apartemen." sahut Yoan menyelipkan rambut Haara di belakang telinga.


"Kenapa tidak ke rumah papa dan mama?? Barang-barangku masih ada di rumah lho" tanya Haara was-was, mengingat dimana Yoan tadi menjanjikan hal 'itu' yang secara sepihak di parkiran sekolah.


"Besok kita ambil nya ya? Aku sudah bilang ke mama dan papa kalau aku akan membawa mu langsung pulang ke Penthouse." sahut Yoan lembut.


"Mmh~ baiklah." angguk Haara kembali terpejam.


"Hey~ bangun dong, kok tidur lagi sih~" kekeh Yoan mencubit hidung Haara.


"Aku ngantuk~" sahut Haara masih memejamkan matanya, di dalam hatinya ia memikirkan cara agar Yoan tak bisa menyerangnya malam ini.


Bruk!


Haara membuka matanya sedikit saat mendengar suara pintu tertutup.


Ceklek!


Haara melirik ke sebelahnya dan menatap Yoan yang membuka pintu nya.


Mata gadis itu membelalak sempurna saat Yoan yang tiba-tiba membopong tubuhnya.


"Yoan! Ngga mau Yoan! turunin! Ak-aku malu!" tolak Haara meronta.


Bruk!


Yoan tak menyahut, ia menutup pintu mobilnya dengan kakinya dan melangkah masuk ke dalam apartemen.


"Yoan! Koper ku! Turunin aku~"


"Kopermu sudah di antar ke depan pintu penthouse kita oleh karyawanku, tak usah di fikirkan." senyum menggoda Yoan.


"Huwaa~ Yoan, turunin aku~" mohon Haara.


"Ee~ tuan Yoan?"


Yoan dan Haara menatap seseorang yang terlihat kikuk di depan mereka.


Lalu bagaimana dengan Haara? Gadis itu sontak langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang pria itu membuat Yoan merasa sangat gemas dan rindu sekali dengan sikap khas gadisnya itu.


"Iya, ada apa?" tanya Yoan.


"Ada paket kiriman dari Gangnam Korea Selatan untuk anda, tuan harus menandatangani surat tanda paket telah di terima." jelas karyawan berjas itu.


"Ah~ sudah datang ternyata."


"Yoan! Turunkan aku! Aku malu!" bisik Haara menatap Yoan.


"Baiklah, kali ini kau menang." sahut Yoan menuruni Haara.


Haara terlihat kikuk karena menahan malu.


"Ah, saya hampir lupa, ada satu lagi, ada paket yang datang satu minggu lalu dari Guangzhou China." ucap pria berjas itu.


"Dari China? Baiklah, AtHaara ... AtHaara??" terkejut Yoan saat tak mendapati Haara disebelahnya.


"Ee~ tuan, nyonya Zhao tadi mengendap-endap masuk ke dalam lift tanpa sepengetahuan anda."


"Masuk ke dalam lift??"


"Benar tuan, sepertinya nyonya Zhao tadi terlihat salah tingkah." sahut pria berjas itu.


"Ah~ sepertinya begitu, tapi sungguh kau melihatnya masuk ke dalam lift??" tanya Yoan memastikan.


"Benar tuan." kekeh pria berjas itu.


Yoan menghela nafasnya pasrah dengan lolos nya Haara, namun ia berfikir gadis itu tak akan bisa lolos darinya malam ini.


●•●•●•●•●


Ceklek!


Yoan melangkah masuk ke dalam penthouse nya, ia memmindahkan satu persatu kotak paket yang agak besar yang berada di depan pintu penthouse kedalam.


Yoan menghela nafasnya setelah selesai memindahkan, kini ia mulai mencari keberadaan gadis itu, ia berniat akan mencarinya ke dapur, namun hasilnya nihil.


Grep!


"Cari aku ya~" kekeh Haara memeluk tubuh Yoan dari belakang.


"Tentu aku mencarimu." sahut Yoan memutar tubuhnya, ia melepaskan tangan Haara yang melingakar di perutnya.


Yoan menarik pinggang ramping Haara secara tiba-tiba membuat Haara terkejut, secara perlahan Yoan membelai kedua pipi Haara sayang.


"Itu ... Paket apa?" tanya Haara memalingkan pandangannya menatap dua kotak besar.

__ADS_1


"Oleh-oleh dari Korea, namun jika dari China aku tak tahu apa isinya." sahut Yoan menarik dagu Haara agar menatap nya.


Deg! Deg!


Jantung Haara berdegup kencang saat ini, ia merasa gugup bukan main saat Yoan terlihat mulai menuntut sesuatu dari nya.


Haara menggigit bibir bawahnya, tubuhnya menegang sekaligus merinding saat merasa Yoan mengendus lehernya.


"Yoan, ak-aku belum mandi, aku berkeringat!" seru Haara dengan suara tertahan.


"Aku lebih suka wangi tubuhmu." bisik Yoan.


Suara rintihan lolos dari mulut Haara, namun dengan cepat Haara menahan suaranya.


Pria itu kini tengah beraksi membuat jejak kepemilikkan di leher Haara.


Cengkraman Haara pada baju Yoan perlahan melemah, dengan perlahan Haara melingkarkan tangannya di leher pria itu, Haara mengusap rambut Yoan sayang.


"Aku sangat merindukanmu Yoan~" seru Haara dengan suara lemah.


Yoan yang mendengarnya mengakhiri kegiatannya, ia meletakkan keningnya di pundak Haara, ia memeluk Haara erat.


"Apa kau tahu? Bagaimana tersiksanya aku menahan rinduku padamu? Apalagi di saat masalah terus datang menghampiriku, emosi terus berusaha menguasai fikiran dan diriku sampai saat dimana aku tak bisa menahannya saat itu, namun kau mengembalikkan mood ku lewat telfon saat itu juga, namun hal itu membuat rasa rinduku padamu semakin bertambah, itu sungguh menyiksa diriku sekali." keluh Yoan.


"Aku paham, aku dapat merasakan bagimana kau saat di Korea menghadapi masalah yang begitu besar, itu sangat sulit sekali." sahut Haara prihatin.


Yoan menegakkan kepalanya menatap Haara dengan tatapan sayu.


Cup!


Dengan gerakan tiba-tiba Yoan mencium bibir Haara lembut dan juga menuntut, Haara memejamkan matanya dan mulai mengimbangi gerakan bibir Yoan yang mulai liar.


Yoan yang mendapat balasan manis dari Haara pun semakin memperdalam ciuman nya, ia sungguh rindu moment-moment seperti ini, sungguh ia tak ingin mengakhiri moment manis seperti ini, ia sungguh sangat menyukainya.


Yoan membuka matanya saat Haara tiba-tiba mendorong tubuhnya membuat ciuman mereka berakhir dengan tiba-tiba juga.


Yoan mengerutkan keningnya bingung saat Haara menutup mulut nya dan wajah gadis itu terlihat menahan sesuatu.


"AtHaara??? Kamu kenapa??" tanya Yoan bingung dan mencoba mendekat.


Namun, saat Yoan akan mendekat Haara dengan cepat lari ke wastafel.


"Hoeeek!! Uhuk uhuk! ... hoeeekk!!"


Yoan yang melihat Haara muntah pun terkejut bercampur panik, ia pun dengan cepat menghampiri Haara.


"Hey AtHaara?? Kamu kenapa?? Ya ampun!" panik Yoan mengusap-usap pundak Haara.


Crazzz!!


Suara air kran pun terdengar nyaring sekilas.


Dengan gerak cepat Yoan mengecek suhu tubuh Haara.


Suhu tubuh gadis itu normal.


"Kamu pasti masuk angin, kamu duduk dulu." seru Yoan merangkul Haara duduk di kursi bar dapur.


"Aku akan ambilkan air hangat dan obat untukmu." seru Yoan.


Haara mengangguk.


Tak lama Yoan kembali, pria itu menduduki dirinya di kursi sebelah Haara.


"Minumlah, habis itu minum obat." ucap Yoan lembut.


Haara hanya menurut, ia meminum air hangatnya hingga habis setengah gelas.


"Sekarang, minum ..."


"Yoan." sela Haara memanggil Yoan.


"Ya, ada apa?? Masih mual??" tanya Yoan was-was.


Haara menggeleng lemah.


Yoan menatap tangannya yang tiba-tiba di genggam erat oleh Haara.


"Aku mau memberitahumu sesuatu yang sangat penting untukmu." seru Haara dengan wajah serius.


Yoan yang melihat raut Haara pun ikut serius.


"Memberitahuku sesuatu yang sangat penting? Apa itu?" tanya Yoan bingung.


Haara menarik nafasnya dan menghembuskan nafasnya pelan.


"Yoan, aku mau memberitahumu, bahwa ..." gantung Haara.


" ... Bahwa?"-Yoan.


"Bahwa sebenarnya aku hamil."


DEG!


Yoan yang mendengarnya pun membelalakkan matanya terkejut, Yoan mematung seketika, ia merasakan jika detak jantungnya berdegup kencang.


"... Ha??!"

__ADS_1


"Aku hamil Yoan." sahut Haara.


" ... Ka-kamu ... Hamil???" terkejut Yoan.


Haara menangguk.


Yoan seketika terkekeh.


"Bercandamu tidak lucu AtHaara, ah~ apa kau sedang menipuku? Ahahah!!" tawa Yoan.


Tawa Yoan terhenti perlahan saat melihat Haara menatap nya tetap serius dan tajam, gadis itu tak tertawa sedikit pun.


"Aku sedang tidak bercanda Yoan, aku serius!" sahut Haara.


"..."


Haara menatap Yoan yang memberikan raut mulai percaya dengan keseriusannya.


"Kau tidak percaya? Jika tak percaya aku akan beli testpack dan ..."-Haara.


"Jadi ini alasan kamu tidak ingin kuliah?"


"... Eh?"


"Jadi karena kamu hamil? dan kau bilang padaku tak mau kuliah karena kau sedang hamil, iya??" tanya Yoan menatap Haara tajam.


"Ini sama sekali tak ada hubungan ..."


"Tentu ada hubungannya!" sela Yoan.


Sangat di luar dugaan, Haara menatap Yoan tak menyangka dengan respon pria itu, kini pria itu bukan terlihat senang, namun pria itu terlihat marah.


"Sejak kapan kamu hamil?" tanya Yoan datar.


"Li-lima minggu lalu." sahut Haara takut.


Terlihat Yoan memijat pelipis nya pening.


"Jadi saat aku di Korea selama 2 minggu kau di nyatakan hamil??"-Yoan.


Haara mengangguk, ia membenarkan ucapan Yoan, jelas sekali Haara menghitung bahwa ia tak bertemu dengan Yoan selama 7 minggu lebih.


'5 minggu, sama dengan 1 bulan 1 Minggu, apa karena pil yang Haara minum tidak bekerja? dan saat itu aku telah membuatnya hamil?? jika Haara hamil, lalu bagaimana dengan cita-citanya?? bahkan ia tak bisa kuliah!' batin Yoan menggerutu.


"Aku memang sangat menantikan seorang anak darimu, tapi aku ingin kau bisa menggapai cita-citamu lebih dulu." seru Yoan melamun.


"Bagaimana jika cita-cita ku hidup bahagia denganmu dan memiliki anak dari mu?" tanya Haara menunduk.


Yoan yang mendengarnya terkejut tak percaya dengan ucapan Haara.


"Tapi AtHaara ..."


"Kau terlihat tidak senang mendengar berita jika aku hamil." sela Haara datar.


"Eh?"


"Apa kau tak mau memiliki istri yang hanya lulusan SMA? Apa kau malu? Maka dari itu kau terus menuntutku untuk kuliah agar derajat kita sama, benar begitu?"


...•...


...●...


...🎐Bersambung🎐...


...●...


...•...


...•...


...Auhor:...


..."maklumin sikap Haara yang mulai sensitif ya😭fikirannya jadi terlalu overthinking sampai nyangka Yoan begitu, huhu~😭"...


...•...


...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...


...⭕Jangan lupa:...


...👍 Like,...


...🏷Vote,...


...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...


...❤Favorite,...


...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...


...💃谢谢大家!💃...


...(Xièxiè dàjiā!)...


...(Terima kasih semuanya!)...


...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...

__ADS_1


...see you next tomorrow❤...


🎐我的命运是赵先生🎐


__ADS_2