
Yoan tersadar dari lamunannya.
Tok! Tok! Tok!
"AtHaara?? AtHaara buka pintunya dulu, aku minta maaf oke? Aku beliin es krim yang sama ya? Asal jangan menyuruhku tidur di sofa ya??" mohon Yoan.
Tak ada sahutan.
"AtHaara?? Ayolah~ ku mohon jangan menyuruhku tidur di sofa, ya?? Ahaa~ AtHaara~" rengek Yoan terus mengetuk pintu nya.
"..."
Yoan menghela nafasnya kasar.
Ia berjalan bulak-balik memikirkan cara untuk membujuk Haara.
Tak ada ide.
Tok! Tok! Tok!
"AtHaara~ apa kau tega menyuruhku tidur di sofa?? Aku tak akan bisa tidur AtHaara~ apa kau tak kasihan padaku??" bujuk Yoan lagi memelas.
Ceklek!
Yoan tersenyum senang saat Haara membuka pintu kamar nya tapi ...
Bug~
Yoan seloyongan ke belakang saat Haara memberikan bantal guling serta selimut padanya.
"Sekarang bisa, kan? Jika kau masih berisik, aku akan menyuruhmu tidur di sofa selama dua hari!" ancam Haara ketus.
Brak!
Yoan semakin melemas, ia benar-benar serba salah sekarang.
"Bodoh nya aku~" rutuk Yoan pada dirinya sendiri.
"Nasib~ nasib~" gerutu Yoan dengan wajah lesu melangkah turun ke lantai dasar penthouse nya.
• • •
Yoan menidurkan dirinya di sofa.
"Huuuft~" hela nafas Yoan kasar.
Ia menaikkan kakinya ke atas namun ...
Bruk!!
"Ahaw!!" ringis Yoan menduduki dirinya, ia mengusap-usap kaki nya yang terpentok kayu sofa yang ia tiduri.
"Gāisǐ de〜(*sial*n*)" umpat Yoan menggunakan bahasa mandarin.
Yoan kembali menghela nafasnya kasar.
"Bodohnya kamu Yoaan~ jika sudah seperti ini, apa yang harus aku lakukan~" gerutu Yoan mengacak-acak rambutnya.
Yoan larut dalam fikiran dengan gerak cepat dia melangkah pergi keluar penthouse nya.
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
Pagi hari kemudian~
Ting Tong~ ... Ting Tong~
Ceklek!
Ammar dan Anna mengerjapkan matanya saat melihat Yoan di hadapannya ini.
Rambut acak-acakan sambil memeluk guling, mata pria itu belum bisa terbuka sepenuhnya.
Pria itu baru bangun tidur.
"Kalian ... Pagi-pagi ngapain kesini??" tanya Yoan dengan suara serak.
"Ini, aku bawakan 1 kardus es krim yang semalam kau pesan di toko dekat rumahku, sudah datang." seru Ammar.
"Es krim?" bingung Yoan.
"Lupa dia, semalam siapa yang mengetuk-ngetuk pintu rumah kami malam-malam? dan meminta kami untuk menghubungi pemilik toko es krim di dekat rumah kami?" gerutu Anna melangkah masuk ke dalam.
"Ahh~ itu aku, maaf semalam mengganggu, aku lakukan itu agar Haara memaafkanku." sahut Yoan baru teringat, ia mengambil 1 kardus es krim kesukaan gadisnya itu dari Ammar dan menyusunnya di dalam frezer.
"Kenapa dengan kalian? Perasaan saat kemarin kalian baik-baik saja?" tanya Ammar.
"Lho? Kau tidur di sofa?" tanya Anna melihat selimut yang acak-acakkan di atas sofa.
"Hm, Haara mengusirku, dia meyuruhku tidur di sofa, jika saja kamar di ruangan satu lagi tak aku angkut keluar, aku tidur di sana." sahut Yoan memukul-mukul pinggangnya yang sakit.
"Di usir?? Ppfft!" tahan tawa Ammar.
"Kenapa di usir? Kesalahan apa yang membuat Haara murka?" tanya Anna.
"Kemarin aku makan es krim yang mau dia makan, aku melahap nya hingga habis setengah, dia marah besar padaku dan bilang itu stok es krim nya yang terakhir." jelas Yoan menyimpan dua gelas coklat panas di meja bar.
"Sampai segitu nya? Yakin hanya itu?" tanya Anna.
"Es krim nya itu es krim yang selalu habis di toko-toko karena enak katanya, dia selalu kesulitan mencari es krim yang dia maksud itu, makannya dia marah karena aku makan stok terakhir es krimnya." jelas Yoan lagi.
"Ahh~ paham aku, kau nya juga, Haara itu benar-benar pecinta sekali es krim, kau tahu pastinya kan?" tanya Ammar.
"Hm~ jika aku ingat aku tak mungkin menjahilinya dan berakhir tidur di sofa." sesal Yoan.
__ADS_1
"Pantas langsung beli 1 kardus es krim nya." gumam Anna meminum coklat panas nya.
"Sekarang anak nya mana? belum bangun?" tanya Anna.
"Anna, bisa kau bantu bujuk Haara keluar? Aku takut dia masih marah padaku." pinta Yoan.
"Bujuk saja sendiri, aku harus ke kantor, Ammar harus mengantarku ke kantor karena mobilku sedang di service." sahut Anna kembali meminum coklat panasnya.
"Hey, ayolah~" mohon Yoan.
"Tidak, kau punya sogokan es krim 1 kardus kan? Bujuk sendiri sana, aku yakin dia memaafkanmu." sahut Anna.
Yoan menghembuskan nafas nya lega.
"Ayo Ammar." seru Anna.
"Sebentar." seru Ammar meminum habis coklat panas nya.
"Ayo."-Ammar.
"Terima kasih banyak untuk kalian berdua, aku tertolong." seru Yoan tersenyum.
"Iya sama-sama, lain kali jangan buat kami hampir jantungan dengan kedatanganmu malam-malam." seru Anna.
"Iya maaf~ hoi Ammar, jangan lupa catatan keuangan kau simpan di meja kerjaku nanti." seru Yoan.
"Siap Mr.Yoan."
Suara pintu tertutup terdengar, Ammar dan Anna telah pergi.
"Siapa yang datang tadi?"
Yoan memutar tubuhnya mendapati Haara yang menatapnya dingin.
"Mm~ Anna dan Ammar."
"Kenapa kau tak memberitahuku??"
"Ah, Anna buru-buru, Ammar harus antar dia ke kantor karena mobilnya sedang di service." jelas Yoan cepat, takut kalau Haara marah.
"Oh." sahut singkat Haara melangkah ke dapur.
Yoan membuntuti Haara yang akan buat sarapan.
Yoan menarik nafasnya dan tercium jelas harum yang menjadi candu nya itu.
Grep!
Pria itu melingkarkan tangannya memeluk pinggang ramping gadisnya itu.
"Awas, aku tak bisa bergerak." seru Haara mencoba melepaskan pelukan Yoan, tentu Yoan semakin mengeratkan pelukkannya.
"Lepas gak??"-Haara.
Bukannya melepaskan Yoan menenggelamkan kepalanya di leher Haara membuat Haara kegelian saat itu juga.
"Yoan aku masih marah sama kamu! Awas!" kesal Haara.
"Ma-mandi sana! Apa kau tak pergi ke kantor!?"
"Maafkan aku dulu, ya?"
"Malas!" sahut Haara.
"AtHaara~ ayolah, maafkan aku, ya ya ya?" bujuk Yoan.
"Mandi sana! Nanti kita telat!"
"Masih jam setengah 6 pagi, biasanya kita berangkat jam setengah 8, masih lama~" sahut Yoan.
Haara menyimpan roti nya dan berusaha melepaskan tangan Yoan.
"Jika kau tak menurut, aku akan menyuruhmu tidur lagi di sofa!" ancam mujarab Haara.
Yoan pun langsung melepaskannya perlahan dan melangkah pergi.
"Bawa selimut dan guling nya, rapihkan! Awas jika tak rapih!"
"Sofa dan sofa, yang ada aku angkut semua sofa di penthouse ini, menyebalkan~" gerutu Yoan.
"Mengocehi aku??" tanya Haara tajam.
"Tidak, aku mengoceh untuk beli sofa yang lebih panjang, untuk jaga-jaga aku dapat hukuman lagi." sahut Yoan cepat.
Haara menatap Yoan yang merajuk karena di usir terkekeh melihat tingkah suami nya itu.
"Hahh~ tak tega juga aku bersikap dingin terlalu lama, huft~" seru Haara.
●•●•●•●•●
Haara telah selesai menata sarapan nya dan Yoan di meja makan, terdapat roti, omelete dan coklat panas untuk sarapan pagi ini.
"Selesai deh!" senyum Haara setelah selesai menyuci piring menunggu Yoan tiba.
Haara mengerutkan keningnya saat melihat ada kardus berukuran sedang di dapur.
"Kardus bekas apa ini?"
Tanpa fikir panjang Haara membuka frezer nya dan mendapati es krim yang membuat dirinya tega mengusir Yoan tidur di sofa semalam kini tersusun rapih di frezer nya.
Haara menutup frezer nya dan menahan senyumnya, ia sungguh tak bisa menahan rasa senangnya sekarang.
'Apa dia membelikan es krim hingga 1 kardus ini semalam?? Sungguh?? Kyaa!!' batin Haara antusias.
Suara langkah terdengar membuat Haara mencoba bersikap biasa, ia akan pura-pura belum mengetahuinya.
Haara mencoba mengalihkan pandangannya yang datar saat melihat ekspresi Yoan menunjukkan mata yang sayu.
Wangi parfum tercium di indra penciumannya, wangi yang selalu membuat jantungnya selalu berdebar kencang kini semakin tajam tercium.
__ADS_1
Grep!
Pria itu memeluk Haara manja.
"AtHaara~" panggil Yoan dengan suara merengek.
"..."
"Ahaa~ AtHaara~ maafin aku~" rengek Yoan lagi.
Yakinlah saat itu Haara sedang menahan gemas nya saat Yoan terdengar merengek padanya, ia sedang menikmati momen di mana Yoan merengek padanya.
"..."
"AtHaara~ jawab dong~"
"..."
"Nyonya Zhao AtHaara~ kamu dengar suamimu memanggil tidak?" tanya Yoan.
"..."
"AtHaara sayaaanggg~ jangan diami aku~ hey sayaaang, jawab aku~" rengek Yoan semakin melemas.
Haara tak bisa menahannya, ia pun terkekeh saat mendengar Yoan merengek dan memanggilnya sayang.
Hal itu membuat Yoan melepaskan pelukkanya menatap Haara polos yang terkekeh.
"Kamu kenapa terkekeh?" tanya Yoan dengan wajah polos.
Haara yang melihat wajah polos Yoan mencubit pipi Yoan gemas.
"Gemasnya~ coba panggil aku lagi kaya tadi?" pinta Haara.
"AtHaara sayang?" tanya Yoan polos.
"Iya apa Yoan sayaaang~ suami tampanku tersayang~ kenapa panggil aku, hm?" sahut Haara menunjukkan wajah menggemaskan.
Yoan yang melihatnya dan mendengarnya merapatkan bibirnya menahan senyum malu nya.
"Yoan sayang??" tanya Yoan berbinar.
"Kenapa gak suka aku panggil begitu?" tanya Haara sungguh sangat gemas dengan suaminya yang tingkah nya kini berubah sekali.
"Bukan seperti itu, aku suka! Wah, jantungku, ucapanmu membuat jantungku ... Wah!" lamun Yoan tak bisa menjelaskannya.
Haara tertawa kecil melihat tingkah Yoan yang sangat lain sekali, ia mengalungkan tangannya di leher Yoan dan menjinjitkan kakinya, lalu ...
Cup!
Yoan membulatkan matanya kembali terkejut.
Haara ******* bibir Yoan dengan perlahan membuat Yoan pun ikut menikmati nya.
Haara mendorong tubuh Yoan untuk menyudahi.
"Terima kasih es krimnya ya? Padahal aku sudah memaafkan mu sejak tadi, ehh~ kamu beliin aku es krim kesukaanku sampai 1 kardus, uhh~ makin cinta dan sayaaang aku sama kamuu~" seru Haara memeluk Yoan.
"Sungguh??" binar Yoan.
Haara mengangguk mantap.
"Detak jantungmu, kencang sekali berdetak, apa jangan-jangan ini karena sikapku dan membuat jantungmu berdegup kencang sekali ya? hm?" tanya Haara menikmati detak jantung Yoan.
"wahh~ apa kau sedang terus-terusan menggodaku?? Kau terus membuatku salah tingkah AtHaara?" tanya Yoan salah tingkah.
"Ya, karena aku terinspirasi olehmu, suara detak jantungmu enak sekali di dengar~" sahut Haara memejamkan matanya menikmati detak jantung suaminya itu.
'Dia benar-benar mengikuti semua kebiasaan andalanku saat menggodanya, arghh! Jantungku!' batin Yoan merasa jantung nya semakin berdegup kencang.
...•...
...●...
...🎐Bersambung🎐...
...●...
...•...
...•...
...Author: " aku jadi pengen liat secara langsung Yoan ngerengek😭 jadi berimajinasi aja deh😭 gimana nih tanggapan di part kali ini kakak-kakak sekalian? tulis di komentar ya😇😇"...
...•...
...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...
...⭕Jangan lupa:...
...👍 Like,...
...🏷Vote,...
...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...
...❤Favorite,...
...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...
...💃谢谢大家!💃...
...(Xièxiè dàjiā!)...
...(Terima kasih semuanya!)...
...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...
...see you next tomorrow❤...
__ADS_1
🎐我的命运是赵先生🎐