
Keesokan harinya.
Perkumpulan keluarga pun kini akan terlaksana di rumah Tao Ming dan Stephannie.
Kini semua sudah berkumpul,
Lucy, Juan pun sudah datang lebih awal sekali.
Yoan dan Haara kini dalam perjalanan ke rumah orang tua Yoan, mertua Haara.
Sejujurnya Yoan sungguh malas jika harus pulang kerumah dan bertemu dengan Finn, dia masih menyimpan rasa benci pada sang kakaknya itu, namun kedua mertuanya memutuskan untuk bertemu di rumah Tao Ming dan Stephannie saja.
Yoan memparkirkan mobilnya di garasi mobil di rumah kedua orang tuanya.
Pria itu menghela nafasnya kasar dan terlihat jelas pria itu terlihat nervous.
Haara menatap Yoan prihatin, ia tahu kenapa Yoan bersikap seperti sekarang ini, pria itu merasa bersalah.
Yoan menganggap dirinya seorang pendusta, bahwa ia telah berjanji kepada Juan dan Lucy untuk tidak boleh melakukan hal intim pada Haara sebelum lulus, namun kini ia terlewat batas hingga kini membuat Haara hamil.
Yoan menatap Haara yang menggenggam tangannya erat.
"Mama dan papa tak akan marah, lagi pula aku yang memberimu izin untuk menyentuhku malam itu." seru Haara menenangkan Yoan.
"Tak usah merasa bersalah, ku mohon." mohon Haara.
Yoan memejamkan matanya sebentar.
"Terima kasih telah menenangkan ku ya?" senyum Yoan mengusap rambut Haara sayang.
"Sama sama Yoan, ayo kita turun." senyum Haara.
• • •
Saat Haara dan Yoan akan melangkah masuk mereka mendapati Yuu dan Yifan yang sedang berbincang bersama Finn.
Yoan melirik Haara yang bertingkah takut, gadis nya itu seketika bersembunyi di belakangnya takut.
"Yoan~" panggil Haara.
"Ada apa? Kenapa kamu sembunyi?"
"A-aku merasa sedikit takut dengan ... Finn." sahut Haara pelan.
"Tak apa, dia tak akan menyakitimu." sahut Yoan lembut.
"Kamu ... Jangan bertengkar ya sama Finn, aku tak mau mengingat saat kejadian waktu itu." takut Haara mengingatkan Yoan.
"Itu tidak akan terjadi, tenang saja." sahut Yoan menenangkan.
"Yo! Kak Yoan! Kakak ipar!" panggil Yifan.
"Kalian berdua? Sedang apa di rumah orang tua ku??" bingung Yoan.
"Kami semalam bermain PS dengan kak Finn sampai tak ingat waktu, jadi kami menginap disini." sahut Yuu.
"Ha? Apa kau tak ada lelahnya Yifan??" tanya Yoan tak percaya.
"jika main game penat ku akan hilang, hehe." kekeh Yifan.
"Lama tak berjumpa Yoan." seru Finn.
"Hm, bagaimana kabarmu?" tanya Yoan sedikit kurang bersahabat.
"Aku baik, halo AtHaara, bagaimana kabarmu?" tanya Finn melangkah mendekat.
Namun respon Haara menunjukkan gelagat takut dan berpindah dari sebalah kiri Yoan ke sebelah kanan.
"Haara? Kau baik-baik saja??" bingung Yuu.
Yoan merangkul Haara dan menarik Haara kedalam pelukkannya, menyembunyikan Haara di dekapannya.
"Dia takut denganmu Finn, bisa kau jaga jarak dengannya?" tanya Yoan datar.
"Ah! Baiklah, maaf." kekeh Finn melangkah mundur.
"Yoan, ayo masuk." seru Haara dengan suara yang sangat pelan.
"Aku akan masuk ke dalam, jika Anna dan Ammar telah datang beritahu kami." seru Yoan.
"Baiklah." sahut Yifan.
Yifan, Yuu dan Finn menatap Yoan yang merangkul Haara yang terlihat takut kedalam.
"Sepertinya adik iparku masih trauma denganku." seru Finn.
"Bisa jadi, karena jujur saja kau menyeramkan sekali kak Finn saat itu." balas Yifan.
"Sepertinya memang begitu." sahut Finn.
__ADS_1
"Adikku terlihat sangat mencintai sekali AtHaara." ucap Finn lagi.
"Tepatnya mereka saling mencintai, hahh~ aku benar-benar melihat sisi lain kak Yoan lagi saat ini, aku tak nyangka ia bisa bersikap lembut dan menunjukkan rasa sayang selain kepada Xi Cha." seru Yuu.
"Kurasa Xi Cha pun kalah." sahut Yifan berpendapat.
"Walaupun kalah, Xi Cha sudah dapat banyak cinta dari kakak-kakak tertua bodoh." sahut Yuu.
"Haara juga dapat banyak cinta lho, termasuk dirimu dulu yang diam-diam suka sama AtHaara, wlee~" ledek Yifan.
Finn pun sontak menatap Yuu terkejut.
"Benarkah itu??" tanya Finn pada Yuu.
"Ci-cinta sebagai adik saja kak Finn! tak mungkin cintaku itu bermakna lain~ masa iya aku mencintai kakak iparku sendiri!" serius Yuu.
Finn terkekeh mendengarnya.
"Baiklah, kau sedang bicara jujur saat ini, aku kenal sekali kau jika sedang jujur rautmu akan seperti saat ini." sahut Finn.
Yuu yang mendengarnya pun salah tingkah, namun ia pun langsung melempar tatapan tajam pada Yifan yang berpura-pura bodoh.
●•●•●•●•●
Setengah jam kemudian, akhirnya Anna dan Ammar pun datang, dan kini semua terfokus menatap Yoan yang akan mengucapkan maksud dari mempertemukan kedua orang tuanya, kedua mertuanya dan kakak-kakak iparnya bonus dengan Yifan dan Yuu yang selalu hadir dimana pun acara penting itu berada.
Tao Ming menghela nafasnya tak sabar, karena Yoan tak kunjung bicara saat itu juga.
"Yoan? Apa kau melupakan apa tujuanmu mempertemukan kami disini?" tanya Tao Ming.
"Tidak papa." sahut Yoan nervous.
Haara menggenggam punggung tangan Yoan sambil mengelus tangan pria itu.
Haara memberikan senyuman hangat pada Yoan.
"Aku saja yang bicara ya?" bisik Haara.
"Tidak, biar aku yang bicara." tolak Yoan.
"Baiklah, percayalah semua akan baik-baik saja jika berterus terang." sahut Haara.
Yoan mengangguk.
Haara menatap tangannya yang Yoan genggam erat.
"Apa itu Yoan?" tanya Lucy.
Yoan terdiam sejenak sebelum ia melanjutkan ucapannya.
"Sebelumnya aku ingin minta maaf kepada mama Lucy dan papa Juan serta kau Anna, aku telah mengingkari janjiku." seru Yoan menunduk.
Haara menatap Yoan tak menyangka jika pria itu akan meminta maaf kepada mama papa dan kakaknya Anna seperti saat ini.
"Minta maaf?" bingung Anna.
"Minta maaf untuk apa Yoan?" bingung Juan juga.
Haara menunduk sambil memejamkan matanya, sungguh ia merasa jantungnya berdegup samangat kencang sekali.
"Yoan?"-Lucy.
"AtHaara ... AtHaara hamil." serh Yoan berat.
Sontak semua orang di ruang keluaga pun terkejut bukan main mendengar ucapan Yoan saat itu juga.
"Ha-hamil??!" terkejut Lucy.
Anna tak bisa berkata apa-apa, ia masih tak percaya dengan apa yang telah ia dengar dari mulut Yoan.
"Kau telah mengingkari janjimu Yoan." seru Juan tajam.
"Maaf aku telah mengingkari janjiku, aku sungguh minta maaf papa~" seru Yoan tiba-tiba berdiri dan membungkuk.
"Yo-Yoan!" terkejut Haara yang ikut berdiri melarang Yoan untuk membungkukkan tubuhnya.
"Pa! Ini bukan salah Yoan, a-aku yang memberikan izin pada Yoan untuk menyentuhku! Tolong jangan marah pada Yoan~ ku mohon!" seru Haara membela Yoan.
"AtHaara~" tak menyangka Yoan.
"Apa kau sedang berbohong pada papa, AtHaara?" tanya Juan datar.
"Bohong?? Tidak papa! Aku bersumpah! Aku yang memberikan izin pada Yoan unthk menyentuhku tanpa paksaan apapun, aku berani bersumpah!" jelas Haara.
"Duduk."-Juan.
"Pa .."
"Papa bilang duduk." seru Juan tajam pada Haara.
__ADS_1
Haara pun tak bisa melawan.
"Kecuali dirimu Yoan."
Deg!
Haara sontak menatap papa nya terkejut, Haara menggeleng lemah saat melihat papanya bangkit dan menghampiri Yoan.
"Pa ..."-Haara.
"Papa ingin kamu diam AtHaara." peringat Juan.
Suasana pun semakin menegang saat merasakan aura tajam yang Juan berikan pada semua orang di ruang keluarga.
"Yoan." panggil Juan menatap Yoan yang menunduk.
"Iya pah."
"Tegakkan kepalamu."
Perlahan Yoan menegakkan kepalanya menatap mata Juan.
"Sejak kapan AtHaara hamil?" tanya Juan.
"Usia kandungan Haara sudah 5 Minggu, AtHaara dinyatakan hamil 1 bulan 1 minggu yang lalu." sahut Yoan.
"Apa kau sedang mengkhianati janjimu padaku saat itu, Yoan?" tanya Juan.
"Maafkan aku pah, aku mengingkari janjiku, karena aku ingin sekali memiliki AtHaara sepenuhnya." sahut Yoan menatap Juan serius.
"Memiliki AtHaara sepenuhnya?? Apa itu artinya hanya sekedar nafsumu?" tanya Juan lagi.
"pa!"-Haara terkejut.
"bukan karena nafsu, alasan aku berani menyentuh AtHaara karena aku hampir terancam akan kehilangan AtHaara beberapa bulan lalu." sahut Yoan.
Haara dapat mengartikan ucapan yang Yoan maksud iti membahas tentang insiden Zen yang hampir memperkosanya.
"Apa maksudmu? Terancam? Bahkan AtHaara adalah istrimu sendiri, ia adalah milikmu, namun bukan berarti kau bisa menyentuhnya di umurnya yang masih muda."-Juan.
"dia adalah istriku pah, aku berhak menyentuhnya." seru Yoan tajam.
Sontak hal itu membuat Juan terdiam saat Yoan mengatakan hal itu.
...•...
...●...
...🎐Bersambung🎐...
...●...
...•...
...•...
...Auhor:...
..."benar juga sih, kan udh sah loh papa🤔 jadi Yoan berhak dong papa😬...
...Oke, part selanjutnya kira lihat perdebatan antara papa mertua dan menantunya nih, bagaimana pendapat di part kali ini nih? tulis di komentar ya😇"...
...•...
...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...
...⭕Jangan lupa:...
...👍 Like,...
...🏷Vote,...
...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...
...❤Favorite,...
...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...
...💃谢谢大家!💃...
...(Xièxiè dàjiā!)...
...(Terima kasih semuanya!)...
...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...
...see you next tomorrow❤...
🎐我的命运是赵先生🎐
__ADS_1