
Hari kelulusan telah tiba.
Pentas seni kelulusan untuk kelas 12 terbilang sangatlah meriah hari ini.
Merasa tak cukup merayakan di Bali. Kini sekolah pun memutuskan mengadakan juga di sekolah plus memberikan pengumuman rangking dan juga tanda kelulusan.
Beberapa penampilan akan menjadi inti acara perpisahan yang di rayakan di sekolah yang khusus dipersembahkan untuk orang tua atau wali murid yang hadir.
Siswa-siswi dari kelas sepuluh dan kelas sebelas pun turut ikut merayakan memberikan persembahan ekstrakurikuler masing-masing.
"YOAAAN~~" antusias Haara saat melihat Yoan dari kerumunan.
Yoan yang terpanggil pun mencari suara yang tentu sangat familiar di telinganya.
"Dapat! hehe!" antusias Haara memeluk Yoan dari belakang.
Yoan membalikkan tubuhnya.
"Sudah ku bilang jangan lari-lari, banyak orang disini nanti kalau kamu jatuh bagaimana??" nasihat Yoan saat melihat Riza dan Alka ngos-ngosan mengejar Haara.
"Aku lupa, maaf Yoan~" tunduk Haara.
"Jangan di ulangi." peringat Yoan.
"Baik Yoan."
"Gadis baik." senyum Yoan mengusap-usap rambut Haara.
"Hellooo~ kami juga datang." seru Yuu melambaikan tangan.
"Cheng Yuu, kak Hanabi~" senang Haara menatap Yuu dan Hanabi di belakang Yoan tanpa ia sadari.
"Halo AtHaara, Riza, Alka." senyum Hanabi.
"Halo kak Hanabi!" sahut mereka bertiga bersamaan.
"Kak Anna dan kak Ammar mana?" tanya Haara.
"Kak Anna sedang tidak enak badan katanya jadi kak Ammar membawa segera ke dokter." sahut Hanabi.
"Ha??"-Haara.
"Tadi Ammar sudah mengabari, aanna baik-baik saja, itu karena efek ia sedang mengandung." sahut Yoan.
"Syukurlah ya sudah ayo kita masuk!" antusias Haara.
"Kita ke ruang paman Billy." seru Yoan.
"Ah~ baiklah." sahut Haara tak bangak tanya.
Mereka pun mengikuti Haara masuk ke dalam area sekolah.
"Yifan mana?" tanya Yuu.
"Ngapain cari Yifan? Biasanya juga kalian bertemu pasti bertengkar." sahut Haara.
"Begitukah?"
"Ya, begitulah." sahut Haara santai.
"Ku rasa tidak, mungkin perasaanmu saja." sahut Yuu.
"Aku saksi jika kau selalu bertengkar jika bertemu Yifan, aku kasihan sama Yifan karena ia seperti di bully terus sama kau!" kesal Haara.
"Dia yang mulai, karena aku tak terima jadi aku balas." sahut Yuu membela diri.
"Ingat umur kau! Tak bisakah kau mengalah dengan sepupumu yang lebih muda darimu?" tanya Haara menantang.
"Aku? Mengalah? Bahasa itu tak ada dalam kamusku." sahut Yuu meledek.
"Sepupu bagaikan anak kembar, bicara tentang harus mengalah pasti menyambung ke kamus, membosankan!" oceh Haara saat mengingat ucapan Yifan saat meminta pria itu mengalah saat perang bola salju di Jepang saat itu.
"Apa kau bilang??"-Yuu.
"Kak Yoan, kak Hanabi, apa kalian tak berniat memisahkan mereka?" tanya Riza.
"Biarkan saja sampai Yuu bertemu dengan Yifan." sahut Yoan.
"Cheng Yuu memang sungguh kekanak-kanakkan." hela nafas Hanabi menatap Haara dan Yuu berdebat di baris depan.
"Tapi aku selalu mengalah dengan kak Yoan, padahal kak Yoan lebih tua dariku, mau bilang apa kau?!" tantang Yuu.
"Karena kau sebelum mulai berdebat sudah takut dengan Yoan! Itu bukan mengalah namanya!" sahut Haara balik menantang.
"Karena aku tak mau di anggap durhaka, seharus nya kau tahu menghormati orang yang lebih tua itu adalah perilaku terpuji, tapi kenapa kau melawan padaku? durhaka kau!" balas Yuu.
Haara gelagapan saat mendengar ucapan Yuu.
"Ayo! Mau balas dengan ucapan apa?? ayo??" ledek Yuu menantang Haara.
__ADS_1
"Kau! ... ... Yoaaan~" kesal Haara yang berakhir mengadu pada Yoan, gadis itu menatap Yoan minta pembelaan.
"Zhao Cheng Yuu." panggil Yoan tajam.
"Hahh~ iya kak Yoan, tidak akan aku ajak debat lagi AtHaara nya~" takut Yuu.
Haara tersenyum penuh kemenangan.
"Wleee~" ledek Haara.
"Mainnya mengadu, ah~ aku tidak suka." merajuk Yuu.
"Bisakah kau mengalah Yuu??" tak habis fikir Hanabi.
"Ayolah Hanabi~ aku suka menjahili Haara atau Yifan, itu seru!" sahut Yuu.
"Apanya yang seru?" tanya Alka.
"Karena mereka terus menimpali ucapanku, aku seperti punya hiburan berdebat dengan mereka." sahut Yuu.
"Hobi yang aneh." sahut Riza pelan.
Haara yang mendengarnya mengacungkan jempol pada Riza.
●•●•●•●•●
Para siswi pun gempar saat melihat Yuu dan Yoan lewat di lorong sekolah, bahkan mereka rela keluar dari kelas untuk memuji Yuu dan Yoan lewat dari setiap kelas.
Haara merasa kesal saat para siswi mencuri-curi pandang bahkan menatap Yoan genit.
Ia melirik Yuu dan Hanabi yang kini mereka sedang asyik berbincang berdua, Yuu sudah jelas tak memperdulikan tatapan para siswi, Yuu sudah jelas lebih tertarik pada Hanabi.
Sret!!
Yoan menatap Haara yang merangkul tangan nya malu-malu.
Yoan paham kenapa istri kecilnya ini bersikap seperti saat ini secara tiba-tiba.
Gadis itu tidak suka.
Gadis itu cemburu.
Haara terkejut saat Yoan mengelus kepalanya dan berakhir merangkulnya.
Haara tersenyum senang dengan respon Yoan saat ini.
"Ya! Aku cemburu!" cemberut Haara.
"Ayolah~ mereka tak semenarik dirimu di mataku." sahut Yoan blak-blakkan.
"Hey Yoan~ kecilkan suaramu." panik Haara mencubit pinggang Yoan.
"Ahaw~ sakit hey~" kekeh Yoan.
"Kamu ini! Kecilkan suaramu~" bisik Haara.
"Aku bicara sesuai fakta lho~" sahut Yoan.
"Tapi kau bicara terlalu blak-blakkan Yoan~" seru Haara pelan.
"Tidak perduli, lagi pula untuk apa kau cemburu, aku itu suamimu lho." bisik Yoan.
"Aku tak suka mereka menatapmu genit! Mereka itu tahu nya kau baru tunanganku tahu! Pasti mereke berfikir masih ada peluang!" kesal Haara.
"Jujur saja aku tak suka mereka menatapku seperti saat ini, membuatku jengah, aku lebih suka kau menatapku." jujur Yoan.
"Kami tak jauh berbeda lho, aku juga anak SMA, masa kau tak tertarik?" tanya Haara sinis.
"Ku bilang kau berbeda." sahut Yoan.
"Bedanya?" tanya Haara bingung.
"Kau itu adalah gadis yang polos namun sangat nakal." sahut Yoan berbisik.
Glek!
"Kau sangat pandai membuat pertahananku runtuh, kau itu sangat nakal saat menggodaku." bisik Yoan.
Haara hanya diam tak bisa menjawab.
"Dan juga, kau itu lebih nakal jika berada di atas kasur." bisik Yoan dengan suara baritonnya.
Hal itu membuat wajah Haara memerah seketika.
Ckit!
"Awh awh awh!! AtHaara sakit AtHaara, hentikan~" ringis Yoan.
Hal itu membuat Hanabi, Yuu, Alka dan Riza menengok ke arah Yoan dan Haara yang bertengkar.
__ADS_1
Beruntung mereka telah tiba di depan pintu ruangan Billy yang tak begitu ramai.
"Nyebelin! Nyebelin! Nyebelin!" kesal Haara terus mencubit perut Yoan.
"Ada apa dengan mereka?" tanya Yifan yang tiba-tiba datang sendirian.
"Tak tahu, padahal tadi mereka seperti merasa dunia milik berdua, tapi sekarang mereka bertengkar." sahut Riza.
"AtHaara~ AtHaara~ hey, ada apa ini? Hentikan." tanya Hanabi memisahkan nya dari Yoan.
"Yoan mesum kak~" merajuk Haara.
Sontak semua terkejut mendengarnya.
"Hey, ayolah~ janganlah marah~" bujuk Yoan terkekeh.
"Yoan, gak lucu sumpah!" kesal Haara.
"Hey masa marah sih~" seru Yoan.
Haara membuang wajahnya dengan wajah cemberut membuat Yoan yakin jika gadis itu bukan marah tapi malu.
"Bodo! gak dengar." sahut Haara merajuk.
"Apa? Tak boleh bicara begitu hey, sedang bicara sama siapa kamu." sahut Yoan
"Kamu nya ngeselin! Ngapain bahas itu di area sekolah, nanti kalau ada yang dengar bagaimana??"
"Aku itu berbisik padamu lho, tapi aku bicara sesuai faktanya lho." sahut Yoan jujur.
"Bahasnya tahu tempat lah Yoaan~"
"Iya iya." sahut Yoan.
"Iya iya saja! Paham tidak? Ingat tempat bahas hal itu, jangan di tempat umum! Paham?!" kesal Haara.
"Iya paham AtHaara sayaang~ aku paham sekali, maafin aku ya sayang~" sahut Yoan menggoda.
AtHaara yang mendengarnya salah tingkah seketika.
"Uhuui~ sayaaang~" goda Yuu.
Mereka pun berakhir menggoda Haara.
'Huwaa~ Yoaan~ greget nya aku sama pria satu ini~' batin Haara sambil menutup wajahnya malu.
...•...
...●...
...🎐Bersambung🎐...
...●...
...•...
...•...
...Auhor:...
..."sudah tak malu lagi manggil sayang di depan mereka semua nih Yoan, sudah terang-terangan, mas Yoan sepertinya sudah bucin berat nih😋 bagian mana nih yang favorite nih? tulis dikomentar ya😇"...
...•...
...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...
...⭕Jangan lupa:...
...👍 Like,...
...🏷Vote,...
...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...
...❤Favorite,...
...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...
...💃谢谢大家!💃...
...(Xièxiè dàjiā!)...
...(Terima kasih semuanya!)...
...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...
...see you next tomorrow❤...
🎐我的命运是赵先生🎐
__ADS_1