My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Bola Salju


__ADS_3

Haara merangkul tangan Yoan masuk ke dalam kamar pria itu.


Jujur saja Haara merasa canggung bukan main, di tambah pria itu hanya diam saja tak bicara sedikitpun.


Haara menduduki dirinya di tepi kasur tepat di sebelah pria itu,


"Gishi~" seru Xi Cha yang masuk membawa nampan yang diatas nya ada sepiring makanan dan segelas air putih.


"Aku membawa makanan sesuai permintaan kakak, aku bawa Kare Raisu dan air hangat!" seru Xi Cha menyimpan nampan di atas nakas tepat di samping Haara.


"Apa Kare nya pedas?" tanya Haara melirik Kare di atas nakas,


"Jika pedas .. Kenapa kak??" tanya Xi Cha bingung.


"kakakmu tidak suka makanan pedas, jika Kare nya pedas, kakakmu tidak akan mau memakannya~" jelas Haara,


"Ahh~ bahkan kakak tahu sedetail itu, kak Yoan memang payah dalam urusan makanan pedas, tenang saja Kare nya tidak pedas sama sekali," seru Xi Cha yakin.


"Arigatou, Xi Cha-chan! (terima kasih, Xi Cha!)" senyum Haara.


Xi Cha mengangguk sambil tersenyum.


"Oh iya kamu sudah makan?" tanya Haara


"Sudah kok." sahut Xi Cha.


Suara pintu tertutup pun terdengar.


• • •


Haara menengok ke arah Yoan, ia sedikit terkejut saat pria itu menatapnya dengan tatapan sayu.


Haara mengerjapkan matanya gugup, perlahan Yoan pun mengalihkan pandangannya berlawanan arah.


"Mm, Yoan? makan dulu ya? ada Kare Raisu, ini tidak pedas lho~" seru Haara mulai membujuk,


Tidak ada sahutan dari pria itu.


"Yoan?"


"..."


"Hey, makan dulu yuk! kamu belum makan dari kemarin lho?" khawatir Haara.


"..."


"Yoan? Ayolah~ aku tak ingin melihatmu seperti ini, aku tak mau kamu jatuh sakit~" seru Haara prihatin.


Perlahan Yoan menatap Haara dengan tatapan masih sayu,


"Makan ya?" ranya Haara menatap Yoan ragu,


Yoan menunduk dan mengangguk samar.


Haara pun yang mendapat respon dari pria itu tersenyum senang, ia pun mulai menyendoki Kare itu dan meniupinya,


Haara menyodorkan sendok berisi nasi kare itu di depan mulut pria itu, pria itu malah menatap Haara dalam.


"aaa~" buka mulut Haara berharap pria itu juga mau membuka mulutnya.


Pria itu tak bergeming, pria itu masih senantiasa menatap Haara.


"Ah! Maaf, aku memperlakukan mu seperti anak ...,"


Secara tiba-tiba, Yoan membuka mulutnya dan memakan nasi kare itu.


Haara mengerjapkan matanya terkejut, tak lama haara tersenyum senang.


"Bagaimana?? enak, kan?? Bahkan aku sangat menyukai Kare!" tanya Haara menatap Yoan yang menatap lantai,


Yoan mengangguk pelan.


Haara senang saat pria itu mau makan dan mulai merespon ucapannya meski belum mau bicara,


beruntung ia menyuruh Xi Cha untuk menyajikan Kare ini agak banyak.


●•●•●•●•●


• • •


• •



Haara membawa piring dan gelas bekas makan Yoan tadi ke dapaur untuk di cuci.


Fikirannya larut pada kejadian dimana pria itu hanya diam tak berbicara sejak di kapal tadi.


'Dia sama sekali tak bicara sedikitpun, dia hanya mengangguk-angguk saja, hahh~' batin Haara mengeluh.


Tatapan Haara teralih kepada Yuu,


"Zhao Cheng Yuu, kau sudah makan?" panggil Haara mengeringkan tangannya.


Yuu yang terpanggil pun menatap Haara tanpa menghentikan langkahnya,


"Belum, nanti saja~"


"Hey, aku sedang bicara!" kesal Haara mengejar,


"Hehe, maaf kakak ipar, aku sedang main game dengan Yifan di balkon, jadi aku buru-buru~" seru Yuu pergi meninggalkan Haara,


"Cih! Game terus!" kesal Haara menggerutu.


●•●•●•●•●


Haara menghela nafasnya saat tiba di balkon.


Fokus Yifan teralih saat melihat Haara membawa dua piring kare dan dua gelas air putih.


"Kau ... akan makan dua porsi??" tanya Yifan tak percaya melihat Haara.


"Ini bukan untukku, tapi untuk kalian berdua." sahut Haara.


"Untuk ... kami???" seru Yifan dan Yuu bersamaan.


Haara mengangguk.


"Padahal tak usah repot-repot, kami akan makan setelah main game kok." seru Yuu.


"Iya, Selesainya malam! kalian itu jika sudah main game lupa waktu tahu!" marah Haara.

__ADS_1


Yuu dan Yifan dengan kompak menyimpan ponsel mereka, mereka lakukan itu karena merasa takut dengan Haara yang saat ini sedang marah.


"Kalian itu belum makan dari pagi, aku ingin kalian habiskan makanannya, kalian bertiga itu benar-benar mirip sekali! Sangat tidak perduli dengan kesehatan!" kesal Haara


"Hahh, kakak ipar sedang marah." seru Yifan menyenggol Yuu.


"Benar, bahkan terakhir kali ia marah saat kita mengotori penthouse nya" seru Yuu memakan kare nya.


"Karena kalian tahunya bisa berantakin saja, ba~ka!" seru Haara,


Yuu dan Yifan menatap Haara kompak.


"Baka?(bodoh?)" tak percaya Yuu,


"Watashi?(aku?)" seru Yifan menunjuk dirinya sendiri,


"Hontō! O ni-ri wa hontōni bakadesu!


(Benar! Kalian berdua benar benar bodoh!)" seru Haara pergi meninggalkan mereka.


"Whah! bahkan ucapannya lebih sadis menggunakan bahasa Jepang" seru Yifan tertohok.


"Benar, habiskan kare mu, jika tidak nanti dia akan mengamuk" seru Yuu memakan kare nya.


●•●•●•●•●


Haara menarik nafasnya dan menghembuskannya, ia membuka pintu kamar pria itu.


Tidak di kunci,


Haara melangkah masuk dan menutup pintu kamar pria itu dengan sangat pelan.


Kamar yang tenang dan sunyi, Haara melangkah masuk ke kasur di ruangan itu.


Haara menghela nafasnya, ia tersenyum tipis,


Pria itu tertidur.


Haara menghidupkan pemanas ruangan dan menyelimuti pria itu dengan hati-hati, ia tak ingin membuat pria itu terbangun.


Haara menduduki dirinya di tepi kasur sambil menatap pria itu yang tertidur pulas,


"Pasti ia kurang tidur sekali, tidur yang lelap, Yoan~" seru Haara mengusap rambut pria itu hati-hati.


Haara menguap, dirinya merasa mengantuk sekarang,


"Tidur dimana ya? Hahh, bahkan aku semalam tidak tidur sama sekali~" gumam Haar dengan mata sayu.


"Kamar Xi Cha dimana saja aku tak tahu, huft~" hela nafas Haara dengan mata sayu.


Haara melirik Yoan sekilas tatapannya terfokus pada sofa yang berada di kamar pria itu,


Haara menduduki dirinya di sofa dan menidurkan tubuhnya,


Beberapa menit kemudian gadis itu sudah terlelap.


●•●•●•●•●


• • •


• •



Hangat, nyaman, dan ... empuk. Perlahan Haara membuka matanya.


Haara mengerutkan keningnya,


'Selimut .. Dan ..' batin Haara,


Haara sontak menduduki dirinya.


"Ke-kenapa aku tidur di kasur Yoan? Bahkan tadi aku tidur di sofa??" terkejut Haara menunjuk sofa yang berada dikamar pria itu.


Haara menengok ke belakangnya, ke sekitar ruangan itu, tidak ada keberadaan pria itu.


"ap-apa Yoan memindahkan ku ke kamarnya saat ia tahu aku tidur di sofa ya?" tanya nya pada diri sendiri,


"Sepertinya dia sedang jalan-jalan keluar." hela nafas Haara.


Haara menatap keluar jendela, matanya berbinar saat melihat salju yang sudah menutupi tanah.


●•●•●•●•●


Puk puk puk!!


"Ahh~ jadi!" senyum Haara,


"Hm~ Aku butuh wortel untuk hidung boneka saljunya, maka akan jadilah Olaf!" seru Haara antusias.


"Wah! Kau ini sungguh kekanak-kanakkan!" ledek Yifan yang menghampiri Haara,


"Biar saja, yang penting aku senang~" sahut Haara menjulurkan lidahnya.


Yifan terkekeh,


"Ah! Yifan, mau main lempar bola salju denganku??" tanya Haara berbinar,


"Hmm, sepertinya seru, ayo!" setuju Yifan.


"Oke! lets go~" seru Haara antusias.


• • •


20 menit kemudian ...


Haara merasa sangat kelelahan karena main lempar salju dengan Yifan, pria itu benar-benar tak memberinya ampun, Yifan terus melempari dirinya dengan bola salju.


"Cukup Yifan!! cukup!! HUWAAA~ rambutku basah!!!" merajuk Haara yang duduk di salju.


"Whahahaha, kau sendiri yang menyetujuinya, jika tak memberi ampun satu sama lain!" tawa Yifan meledak melihat kepala Haara dipenuhi salju.


"Dasar tak mengalah! Aku itu kan wanita! Kau mengalah dong denganku!" rengek Haara menggerutu.


"Aku? Mengalah? Tidak akan pernah ada kata itu di dalam kamus ku!" seru Yifan.


"Wha! Bahkan pada Riza pun kau tak akan mengalah??" tanya Haara bangkit berdiri dan membersihkan rambutnya dari salju.


"Kalau itu beda lagi!" sahut Yifan membulatkan bola salju di tangannya.


Haara bergidik ngeri karena pria itu menatap nya jahat,

__ADS_1


Haara pun bergegas lari menjauh dari Yifan


"Huwaaa!! Tolooongg!!! Yifan jangan lempar lagi huwaaa~!!" panik Haara berteriak histeris sambil berlari.


"Hoi jangan lari hoi! kemari kau! whahahha!!" tawa Yifan mengejar Haara.


Jika di ingat-ingat, Yifan tak pernah tertawa sebahagia ini.


"YUUU!!!! TOLOOOONG!! YIFAN MENAKUTKAN!!" teriak Haara sambil lari saat melihat Yuu,


pria itu tak mendengar!


"Hei! Pertandingan belum selesai dan jangan minta bantuan kak Yuu hoi~ AtHaara!" seru Yifan tertawa lepas.


Yuu terkejut saat Haara menariknya hingga tubuhnya berputar sempurna.


"Ho-hoi~ AtHaa .."-Yuu.


Bugh!!


Haara berlindung di belakang Yuu, tubuh Yuu terhuyung kebelakang.


Perlahan Haara pun menatap wajah Yuu, lain dengan Yifan yang panik.


"Ya ampun kak Yuu! maaf-maaf aku tidak bermaksud untuk melempar wajah mu dengan - " panik Yifan dengan takut membersihkan wajah Yuu dari salju.


"Whahahahaha!!!!" tawa Haara pecah saat itu juga,


Hal itu membuat Yuu dan Yifan menatap Haara.


"Wajah Yuu lucu! whahahaha!!!" tawa Haara pecah sambil memegang perut nya,


"At .. Haa .. ra~" seru Yuu menekankan kalimatnya sambil membersihkan gumpalan salju di wajahnya.


"My Olaf my Olaf~ Yuu menjadi Olaf buatan Elsa~ Elsa nya Yifan! dan aku Anna!! whahaha!!" tawa Haara duduk di atas salju sambil memegang perutnya.


"Hmm, whehehe~" tawa Yifan.


Yifan yang melihat Haara yang tertawa geli ikut tertawa, karena Yifan juga membayangkan jika wajah Yuu seperti kepala boneka salju,


"Tertawa sepuasmu AtHaara, namun tidak dengan mu Yifan!" seru Yuu menatap Yifan tajam.


"A-aku tidak sengaja, sungguh! aku tadinya ingin melempar bola salju itu pada Haara, tapi malah mengenai wajah tampanmu~" seru Yifan menahan tawa nya,


"Huhuhu~ perut ku sakit~" seru Haara mengusap air matanya.


"Yifan, apa yang harus aku berikan padamu atas ulahmu yang tadi ya?" seru Yuu menatap Yifan tajam,


"Ahh, ayolah~ jangan dendam oke?? Ini hanya sebuah permainan bola salju!" seru Yifan takut.


"Oo~ permainan. baiklah, bermain lempar salju lah denganku." seru Yuu melempar salju ke arah Yifan.


Yifan pun sontak langsung lari yang dikejar oleh Yuu,


"Ho-hoi kak Yuu~ bahkan permainan bola saljumu sungguh mengerikan! Hentikan!! Apa kau punya dendam tersembunyikah denganku?!" seru Yifan terus lari.


"Ya!! Tidak akan ku beri ampun kamu!! Kemari kau Zhao Yi Fan!!" seru Yuu melemparkan bola salju pada Yifan,


Haara kembali tertawa melihat tingkah kedua saudara Zhao itu, benar benar membuat perutnya sakit karena tertawa.


Disisi lain ...


Ada seseorang yang memerhatikan Haara dari dalam rumah dengan tatapan tak berekspresi sedikitpun,


Ya! siapa lagi kalau bukan Yoan, pria itu baru saja kembali dari luar dengan Yuu.


Yuu tadi mengajak dirinya keluar untuk membicarakan tentang hal sebenarnya tentang Yuu akan memberi peringatan pada Yoan.


...'aku kembalikan AtHaara padamu.'...


...'Aku akan berikan kamu satu kesempatan lagi, jangan sia-sia kan kesempatan yang ku berikan,'...


...'Jika kau kembali menyakitinya aku akan benar benar mengambilnya darimu, meski kau berkata kau menyesal dan memohon padaku pun aku tak akan memberikannya lagi padamu, ingat itu!'...


...'Kau tahu? Haara itu adalah gadis yang sangat berharga sekali, dia itu gadis yang unik, perhatian dan juga sangat baik.'...


...'Bodoh jika kau mencoba mengkhianatinya lagi, bahkan kau tahu jika dia itu mencintaimu, seharusnya kau merasa beruntung di cintai oleh gadis seperti AtHaara~'...


...'Aku ingin kamu tanya pada dirimu sendiri tentang perasaanmu pada Haara bagaimana, jangan membuat harapan palsu lagi padanya, karena itu juga akan menyakiti perasaanku!'...


...'karena AtHaara sudah ku anggap adikku sendiri!'...


Ucapan Yuu terngiang di ingatannya, Yoan memejamkan matanya sambil terkekeh.


"Tak mungkin aku memohon untuk meminta mengembalikkan milikku sendiri padamu, Yuu~" seru Yoan menyeringai.


"Padahal aku baru akan memulihkan diriku dan akan merebutmu dari Yuu, tapi dengan sangat tidak diduga kau datang kepadaku dengan sendirinya."


"Kau memang gadis yang nakal, AtHaara~" seru Yoan menatap Haara di halaman dengan tajam.


...•...


...•...


Author: "seringaian dan tatapan tajam Yoan nih, ga bisa di pungkiri, sereeem!😱"


...❤Bersambung❤...


...•...


...Hai, kakak readers dan kakak author-author yang hebat dan keren😍...


...Terima kasih sudah membaca ceritaku🙏...


...❗Jangan lupa untuk❗:...


...✔like,...


...✔vote,...


...✔rate 5 star, dan...


...✔komentarnya yang sellau ku nantikan💐💐💐...


...📜Pesan dari Author:...


..."Selalu jaga kesehatan di saat pandemi seperti ini ya kakak-kakakku❤...


...selalu jaga kebugaran tubuh kalian semua😍...


...Sukses dan bahagia selalu untuk kita semua🤗🤗"...

__ADS_1


__ADS_2