My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Pertikaian Air Botol


__ADS_3

🚨Jangan lupa like nya dan komentar setelah membacanya ya kakakku😊🚨


Happy reading🤗


----------------------------------------------------------------


Acara pun telah selesai beberapa menit yang lalu.


Haara kini melangkahkan kakinya mengikuti sang paman yang akan membawanya bertemu Yoan yang turun lewat belakang panggung.


"Come inside, Yoan is inside, I will meet the CEO of another company first.


(Masuklah, Yoan ada di dalam, paman akan bertemu dengan CEO perusahaan lain dulu.)"


"Ah, yeah! Thank you, uncle~" seru Haara kikuk.


Sang paman terkekeh dan melangkah pergi.


"Aku payah sekali berbicara bahasa inggris." kesal Haara pada dirinya.


Haara membuka pintu ruangan itu, ia tak begitu tahu tempat apa itu, ruangan itu terlihat seperti ruangan untuk rapat.


Gadis itu menatap pria yang ia cari, ia mengulas senyum melihat pria itu yang duduk di meja.


"Yoan~" panggil Haara lembut berdiri di depan pria itu.


Yoan mendongakkan kepalanya menatap wajah cantik Haara tersenyum tipis, ia menggenggam tangan Haara sambil mengusap punggung tangan gadis itu dengan jempolnya.


"Kau terlihat sangat profesional sekali tadi, membuatku merinding saja dengan jiwa profesionalmu itu, tuan Yoan." semyum Haara.


"Sungguh?" senang Yoan.


Haara mengangguk sambil membuka air botol yang ia bawa dan meminumnya.


"Ahh, leganya~" senang Haara merasa haus nya hilang.


Grep!


Haara menatap Yoan yang mengambil air botol miliknya.


"Eh, Yoan kenapa kau ambil air botolku??"


"Aku juga haus, aku ingin minum." sahut Yoan membuka tutup botol itu.


"Ta-tapi air botol itu bekas aku!" panik Haara yang igin mengambil air botol itu dari tangan Yoan.


Yoan menjauhkan botol itu dari Haara.


"Iya aku tahu ini bekas kamu, bukan bekas orang lain, biarkan aku minum." sahut Yoan akan meminum.


"Ehh! Yoan jangan!" makin panik Haara.


"Mamang kenapa aku meminum air botol bekas kamu, AtHaara?" bingung Yoan.


"Ka-kau pasti tahu apa maksudku!"


"Aku tahu, kau meminumnya menempelkan bibirmu pada ujung botolnya, lalu kenapa?"


"Kau tak mengelapnya dahulu? Aku takut kamu jijik." sahut Haara ragu.


Yoan menaikkan sebelah alisnya, ia pun meminum air botol itu.


"Eh?! Langsung di minum!?" terkejut Haara.


"Yooaaan~" tak percaya Haara.


"Apa jangan-jangan kau gadis yang jijik an ya?" tanya Yoan setelah meminum air botol milik gadis itu.


"Ti-tidak, aku tak masalah jika teman ku yang meminum air ku tapi ... Jika kau yang meminum, itu terasa aneh bagiku." sahut Haara pelan.


"Kenapa?"


"Itu seperti ciuman secara tak langsung." sahut Haara malu.


"Kau itu aneh." seru Yoan setelah meminum air botol milik Haara.


"Aneh??" bingung Haara tak paham.


"Ya, untuk apa aku jijik jika ini bekas kamu? tak akan masalah jika aku meminum air botol bekas kamu atau sebaliknya kau meminum air botol bekas aku." seru Yoan menggantung.


"Lagi pula kita pernah berciuman secara langsung beberapa kali, bahkan kita tadi berciuman di depan toilet, ciuman tak sebanding dengan ciuman secara tak langsung lewat ujung botol." seru Yoan santai kembali meminum air botolnya hingga habis.

__ADS_1


Blush!


Wajah Haara terasa panas seketika,


"Rasa di botol tak semenarik saat kita berci ..."


Puk!


"Bisakah kau jaga ucapanmu agar tidak terlalu frontal!?" malu Haara menutup mulut Yoan.


Yoan menyingkirkan tangan Haara dari mulutnya.


"Tak ada siapa-siapa di sini, tak masalah aku terang-terangan mengatakannya, lagi pula memang benar faktanya aku lebih suka berciuman secara langsung denganmu." sahut Yoan heran.


"Huwaaa! Kau mengajariku ucapan yang tak baik! Telingaku panas!" rengek Haara menangkup kedua pipinya.


"Lalu jika teman pria mu meminum air minum mu apa kau akan tetap meminumnya?" introgasi Yoan.


"Aku sering kejadian seperti itu di sekolah, aku merasa kesal dengan ulah mereka, bahkan aku benci sekali jika aku baru makan satu suap mereka menyerobot menyuap makananku!" sahut Haara duduk di sebelah Yoan.


Yoan menghela nafas kasar, ia yang mendengarnya tak suka.


"Lalu?"


"Aku marah dengan mereka, tapi mereka menganggapku hanya pura-pura marah, padahal aku serius marah pada mereka."


"Lalu apa yang kau lakukan?"


"Aku akan menggantinya dengan yang baru." sahut Haara cemberut.


"Tadi kata kamu tak masalah jika itu bekas temanmu?" bingung Yoan.


"Teman yang ku maksud teman wanita, seperti Alka dan Riza." senyum Haara.


"Lalu jika bekasku kenapa kau bilang kau merasa aneh?" tanya Yoan serius.


"Eh??"


"Apa kau tak suka meminum air bekas suamimu sendiri?" tanya Yoan.


"Ke-kenapa kita jadi bicarakan ini sih??" kikuk Haara.


"Kau yang mulai, jawab." seru Yoan menunggu jawaban.


"Benarkah?" tanya Yoan menaikkan sebelah alisnya.


Haara mengangguk.


"Aku membenarkan ucapan mu yang tadi, jika kau tak merasa terganggu itu bekas ku, aku juga tak akan masalah dan merasa terganggu jika air itu bekas kamu." sahut Haara malu.


Yoan tersenyum senang, ia mengelus-elus rambut Haara.


"gadis pintar, aku suka jawabanmu." seru Yoan senang.


"Mm~ apa acaranya sudah selesai?" tanya Haara mencoba mengganti topik pembicaraan.


"Paman belum memberitahunya, ada apa?" tanya balik Yoan.


Haara menggeleng,


"Lalu jika belum, kenapa kamu disini? Bukan keluar menemui CEO dari perusahaan lain?" tanya Haara.


Yoan menyandarkan kepalanya di pundak Haara sambil menggenggam erat tangan Haara.


"Itu sudah menjadi urusan paman, bukan urusanku." sahut Yoan.


Haara mengangguk-angguk paham.


"Tubuhku terasa lemas, aku lapar." keluh Yoan dengan suara berat nya.


Haara terkekeh saat Yoan yang mengeluh padanya.


"Kenapa terkekeh?" tanya Yoan memejamkan matanya.


"Aku hanya bingung, kemana perginya sosok tuan muda Zhao Yoan Ti En yang berwibawa dan sangat keren tadi? Seketika hilang begitu saja, benar-benar diluar dugaan." seru Haara pura-pura bingung.


Yoan yang mendengarnya tertawa.


"Orang yang di bicarakannya pun tertawa." seru Haara ikut tertawa.


"Bisa sekali kamu ya, sudah pandai menggodaku ya, hm?" tanya Yoan menduduki dirinya tegak menatap Haara sambil mencubit pipi Haara.

__ADS_1


"Awh! Yoan!" kesal Haara.


Haara pun gantian mencubit pinggang pria itu.


"Awh awh awh! Sakit sakit sakit." ringis Yoan.


"Ngga gigit pasti nyubit, kesal deh aku!" merajuk Haara menceplos.


"Hm? Kenapa tiba-tiba bahas aku suka menggigit?" tanya Yoan menyukai topik baru mereka.


"Memang faktanya, kamu itu jahil, nyebelin, suka nyubit, dan suka sekali menggigit!" kesal Haara masih belum sadar dengan topik baru yang ia buka.


"Hm~ di antara yang kau sebutkan tadi, aku paling suka menggigit." seru Yoan menarik dagu gadis itu.


Haara mengerjapkan matanya baru menyadari ada satu hal ucapan yang salah ia ungkit.


"berhubung kau sudah mengganti topik pembicaraan, boleh aku gigit lagi bibirmu?" seru Yoan menaikkan sebelah alisnya.


"Tidak!" tolak Haara berdiri untuk menjauh dari suaminya itu.


Grep!


Srett!


Bruk!


Haara terkejut bukan main saat Yoan menarik tangannya hingga membuat tubuhnya terhuyung ke arah pria itu hingga menubruk dada bidang pria itu yang masih duduk di meja.


Yoan tersenyum penuh kemenangan, ia memeluk Haara sangat erat membuat gadis itu tak bisa bergerak.


"Yoan, tidak lagi! Lepaskan aku!" panik Haara.


Yoan menarik dagu Haara dan ...


Tok!! tok!! tok!!


Yoan mendecih kesal, ia pun melepaskan pelukannya pada gadisnya.


"Pengganggu!" seru Yoan.


Haara menatap Yoan yang menatap datar pria berjas yang menunjukkan wajah panik pada Yoan.


"Yoan xiānshēng, zhè tài zāogāole!


(Tuan Yoan, ini sangat buruk!)" seru pria berjas itu panik.


"Huài de? Zěnmeliǎo?


(Buruk? Apa yang terjadi?)" tanya Yoan berubah serius.


Pria berjas itu adalah karyawan kepercayaan Yoan dulu saat Yoan masih memegang perusahaan di China ini.


Pria berjas itu mendapat telefon dari Indonesia untuk menyampaikan pesan pada Yoan karena telfonnya tak bisa di akses jaringan di China.


"Yoan xiānshēng zài yìndùníxīyà de gōngsī!


(data perusahaan tuan Yoan di Indonesia telah di retas!)"


"Shénme?!(apa?!)"


...•...


...•...


...Author : " pengganggu ini bikin resah keadaan juga nih😭"...


...•...


...❤Bersambung❤...


...•...


...Hai, kakak-kakak Readers👋...


...Hai, kakak-kakak author👋...


...Terima kasih sekali sudah hadir di ceritaku ya😊...


...Jangan lupa Like, Vote, Rate 5 star, dan komentarnya ya😊...


...Karena itu sangat berarti untuk aku selaku author😊...

__ADS_1


...Sehat selalu untuk kakak-kakakku ya, disaat pandemi seperti ini selalu jaga kebugaran tubuh kita ya🤗...


...See you tomorrow😇...


__ADS_2