
Haara, Alka dan Riza keluar dari area sekolah, namun terlihkan pada Stephannie yang ada disana,
"Mama Stephannie" seru Haara senang,
Stephannie menghampiri mereka bertiga dengan senyum yang merekah,
"Mama jemput kamu" seru Stephannie yang menyadari kebingungan Haara
"Aduh ,aku jadi tak enak membuat mama menunggu" sahut Haara tak enak,
"Tak apa apa" sahut Stephannie merangkul Haara
Haara merasa senang saat mendengar jawaban mama mertuanya itu,
Haara yang menyadari kebingungan Riza dan Alka, ia pun memperkenalkan Stephannie pada mereka berdua
"Ah! ini mama Stephannie, mamanya kak Yoan" seru Haara
Riza dan Alka pun ber oh panjang dan tersenyum pada Stephannie
"Mereka sahabatmu ya?" tanya Stephannie,
"Ah iya mama, ini Alka dan ini Riza pacarnya Yifan" seru Haara menggoda Riza,
"Zhao Yi Fan? Dia punya pacar??" terkejut Stephannie,
Haara mengangguk mantap, Riza pun langsung menyenggol Haara,
"Gantian dong, biasanya kamu suka sekali menggoda ku" seru Haara terkekeh
"Riza anaknya cantik dan manis ya" seru Stephannie tersenyum
Riza tersenyum kikuk, hal itu membuat mereka tertawa,
"Alka juga terlihat cantik dan menggemaskan" seru Stephannie tertawa,
"Ah, terima kasih tante" kekeh Alka,
"Lho? Bibi?"
Panggilan itu membuat mereka ber empat mencari sumber suara itu,
"Yifan"
"Lho? Bibi jemput Haara? Biasanya juga kak Yoan yang jemput, kemana dia?" tanya Yifan bingung,
"Yoan pergi ke Jepang" sahut Stephannie,
Hal itu membuat Riza, Alka dan Yifan terkejut,
"Ke Jepang?? Ngapain dia kesana??" tanya Yifan bingung,
"Ada masalah di perusahaan yang berada di Jepang katanya, ia harus menyelesaikannya" sahut Stephannie,
"Lalu Haara? Dia tinggal sendiri di Penthouse tante?" tanya Alka,
"Tidak, Yoan meminta Haara agar tinggal bersama tante dan om" sahut Stephannie ramah
"Syukurlah, dikira akan tinggal di Penthouse sendiri" seru Riza menghela nafasnya lega,
"Mana mungkin Riza~ nanti menantuku kesepian di penthouse~" sahut Stephannie merangkul Haara,
Alka, Riza dan Yifan terkekeh saat melihat ekspresi Haara malu malu,
"Za, ayo naik" seru Yifan,
"Tante, Riza pamit ya" pamit Riza naik ke motor Yifan
"Iya Riza, Yifan bawa motornya pelan pelan, nanti pacarmu takut lho" peringat Stephannie
"Wah, bibi sudah tahu ternyata, iya bibi, aku pamit duluan bibi" pamit Yifan pergi,
"Alka juga pamit bibi, sampai jumpa lagi Haara, tante Stephannie" senyum Alka,
"Kamu dijemput?" tanya Stephannie memastikan,
"Iya tante aku di jemput, sampai jumpa" pamit Alka, Stephannie membalas dengan senyuman dan anggukkan
"Sampai jumpa" sahut Haara,
"Ayo pulang" senyum Stephannie pada Haara.
●•●•●•●•●
Haara dan Stephannie telah tiba dirumah, karena Haara tidak sempat membereskan barang barangnya karena langsung pergi sekolah, Stephannie membawa Haara ke tempat tidur yang akan ia tempati.
Haara mematung saat ia telah tiba di sebuah ruangan,
"Kamu tidur di kamar ini saja ya, kamar ini selalu senantiasa rapih" seru Stephannie tersenyum pada Haara,
"Ini .. Kamar nya Yoan ya mama??" tanya Haara kaku,
Stephannie terkekeh,
"Iya~, ini kamarnya Yoan, tidak apa-apa ya? kamu tidur disini~"
Haara menelan ludahnya berat,
"Mama tidak sempat membereskan kamar tamu untukmu, Yoan juga memberitahu mama dan papa jika dia akan ke Jepang dan memintamu tinggal di rumah mama tadi pagi pagi" jelas Stephannie,
Haara tak dapat berkata kata,
Stephannie melangkah masuk ke dalam kamar Yoan, ia menatap Haara bingung
"Kemari sayang"
"Tapi mama"
Stephannie mengerutkan keningnya bingung,
"Aku .. Belum pernah masuk dan tidur dikamar seorang pria" seru Haara meringis,
Stephannie yang mendengarnya tertawa,
"Anak baik! Mama tambah suka sekali sama kamu~" puji Stephannie,
Stephannie yang melihat tak ada pergerakkan dari gadis itu, ia menarik Haara masuk ke dalam kamar Yoan,
__ADS_1
"E eh, mama"
"Nah, sekarang sudah masuk, jadi ini pertama kali kamu masuk ke kamar seorang pria, kamar suamimu saat dia masih single" seru Stephannie tersenyum,
Haara tersenyum kikuk, ia melihat setiap sudut kamar suaminya, tidak banyak hal yang menarik, ini seperti kamar biasa, hanya ada satu yang istimewa baginya,
Harum pria itu~
Harum khas pria itu yang selalu ia cium di jaket maupun dari pria itu langsung tercium jelas di kamar ini, ia tidak salah mengira jika kamar ini adalah kamar pria itu,
"Kamu kok langsung tahu ini kamar Yoan? Padahal .. Kamu baru kesini kan?" tanya Stephannie bingung,
"Mm, harum khas Yoan tercium jelas di kamar ini" sahut Haara pelan dan malu,
"Uuhh, kenal sekali ya sama harum khas nya Yoan" goda Stephannie,
Haara salah tingkah
"Mm dikamar Yoan tidak ada sebuah bingkai foto ya mama?"
"Yoan tidak pernah suka memajang sebuah foto apalagi fotonya, ia bilang itu memalukkan" sahut Stephannie
Haara mengangguk paham, ia melangkah ke arah rak buku
"Kamu mau lihat foto Yoan waktu kecil tidak?" tanya Stephannie,
Haara yang mendengarnya langsung menatap Stephannie antusias,
"Sungguh? Aku mau!" sahut Haara senang,
"Baiklah, mama cari dulu albumnya, kamu sekarang ganti baju dan kamu mandi ya" perintah Stephannie,
Haara mengangguk cepat,
"Mama tutup pintu nya ya, mama tunggu di bawah" seru Stephannie,
"Baik mama" sahut Haara senang,
Haara menduduki dirinya di pinggir kamar,
Ia menghirup nafas, ia suka sekali menghirup harum di kamar ini,
Ia mengambil ponselnya di jas sekolah nya, ia menghidupkan layar ponselnya,
Harapannya sirna, tak ada notifikasi apapun masuk ke ponselnya,
"Kamu kenapa sih Yoan? Tiba tiba cuek padaku~" sedih Haara.
●•●•●•●•●
Haara yang semangat turun dari lantai atas ke lantai dasar, ia tersenyum sennag saat melihat Stephannie yang menatap nya tersenyum,
"Wah! Banyak juga albumnya" kagum Haara mengambil satu album,
"Eh, lihat nya dari album ini dong, ini album foto foto Yoan masih bayi" seru Stephannie,
"Wah, baiklah!"
Haara mengambil album yang di berikan Stephannie, ia membuka halaman pertama,
Halaman demi halaman ia membuka lembar album itu,
Halaman dimana menampakkan seorang Yoan yang kurang lebih berumur 7 tahun,
Haara terkagum saat melihat wajah Yoan sangat lucu dan juga sudah tampan dari kecil,
Gaya berfoto Yoan saat kecil membuatnya berdecak kagum,
"Dia pandai sekali bergaya saat foto" seru Haara kagum
"tentu, karena dia dulu adalah seorang model cilik di China dan di Russia" seru Stephannie tersenyum,
Haara yang mendengarnya sontak terkejut menatap Spethannie,
"Model cilik??!"
Stephannie mengangguk,
Haara benar benar tak percaya mendengarnya, namun memang terlihat nyata,
"bulu matanya benar benar tebal sekali, iri sekali aku melihatnya" kekeh Haara,
"bahkan dia tak menyukai memiliki bulu mata yang tebal" sahut Stephannie
"tukaran saja denganku" tawa Haara,
"ya sudah minta tukaran dengan Yoan saja nanti ya" dawa Stephannie,
mereka pun tertawa,
"mata nya terlihat lebar dan wajahnya .." seru Haara menggantung,
"seperti orang eropa?"
"ah iya, Yoan yang sekarang benar benar tak mirip dengan Yoan saat kecil" kekeh Haara,
"karena saat itu Yoan dibesarkan di Russia beberapa tahun dengan nenek, lalu Yoan pun tinggal di China, mungkin karena terbawa style di China, jadi wajah wajah eropanya hilang" kekeh Stephannie
"mungkin saat kecil ia menuruni mama, lalu seiring berjalannya waktu ia menuruni papa Tao Ming" kekeh Haara
"wah! benar juga ya, bahkan mata Yoan sekarang tak selebar waktu dia kecil" seru Stephannie yang menyetujui ucapan Haara,
"oh iya mama, apa saat kecil juru kamera yang mengambil foto Yoan menyuruh agar rambutnya harus diwarnai coklat?"
Stephannie yang mendengarnya tertawa,
Haara menatap Stephannie heran,
"rambut asli Yoan itu berwarna coklat sayang~" sahut Stephannie
Haara yang mendengarnya terkejut,
__ADS_1
"co coklat?? bahkan rambut ia itu hitam lho mama??"
"saat ia tinggal di Indonesia, ia menyemir rambutnya menjadi warna hitam, karena mengetahui jika orang Indonesia itu semuanya berambut hitam, Yoan tak ingin menjadi pusat perhatian" jelas Stephannie,
Haara yang mendegarnya masih tak percaya,
"kamu belum pernah lihat rambut asli nya Yoan memangnya??" bingung Stephannie
"ha?"
"bahkan semir rambutnya akan hilang jika ia keramas"
"sungguh?? ta tapi waktu ia selesai mandi rambutnya juga basah tapi.."
"mungkin karena ia telah membilas cat rambutnya, namun jika baru keramas rambutnya akan berwarna coklat terang" kekeh Stephannie
Haara benar benar baru mengetahui nya, sungguh sangat mengejutkan sampai ia tak mengetahuinya
Haara melirik ke halaman berikutnya,
"Mm apa ini adik nya Yoan mama?" tanya Haara,
"Benar, namanya Zhao Xi Cha" sahut Stephannie,
"Umurnya .. Sekarang sudah 17 tahun, ahh, aku sangat merindukkannya"
"Memangnya Xi Cha .. Dimana sekarang mama?"
"Dia sekolah di Jepang, setelah lulus ia akan tinggal di Indonesia" jelas Stephannie,
Haara mengangguk paham
"Mama, boleh aku memotret foto ini di ponselku? " izin Haara
"Tentu saja boleh" senang Stephannie,
Haara yang diizinkan tersenyum senang,
"Mama ambil minum dulu ya" seru Stephannie bangkit,
Haara mengangguk,
Haara mearasa ikut senang saat melihat Yoan dan Xi Cha tersenyum lebar,
Yoan saat kecil terlihat sangat bahagia, pria itu ..
Seketika senyum nya luntur, ia teringat satu hal yang sangat mengganjal di hatinya.
• • •
"Minum air jeruk ini, mama buatkan untukmu" seru Stephannie duduk disebelah Haara,
"Terima kasih mama, jadi repot" sahut Haara tersenyum,
"Tak masalah sayang"
"Mama Stephannie?" panggil Haara,
"Ya?"
"Aku ingin bertanya sesuatu boleh?"
"Bertanya? Bertanya apa sayang?"
"Ini sangatlah menjadi beban fikiran untukku dan hatiku sangat mengganjal saat mengingat hal itu" seru Haara serius
"Hal apa? Tanya saja pada mama"
"Mama, aku sekarang adalah menantu mama Stephannie dan papa Tao Ming kan?"
"Sudah jelas sekali jawabannya, iya sayang"
"Jadi, apa aku boleh bertanya mengenai Yoan pada mama?"
"Bo.. Leh, mau tanya apa?" tanya Stephannie bingung,
"Tolong ceritakan padaku tentang masa lalu Yoan, awal dimana ia mengalami trauma" jelas Haara,
Stephannie tercegang saat mendengarnya,
"Aku ingin tahu mama, aku sungguh sangat penasaran sekali siapa pria yang membuat Yoan trauma mama".
Stephannie meremas celananya kuat, nafasnya tersegal,
"Mama? Mama baik baik saja??" khawatir Haara,
Haara terkejut saat Stephannie menangis,
"Ma?! Mama stephannie?? Mama nangis??"
Stephannie mengusap air matanya,
"Pria itu"
Haara menatap Stephannie serius,
"Pria itu?" ulang Haara.
...•...
...•...
...{Bersambung}...
...•...
...hai readers dan author author hebat👋 terima kasih sudah membaca ceritaku😍...
...jangan lupa like👍...
...rate⭐⭐⭐⭐⭐...
...dan komentarnya 💭😊...
...tambahkan juga ceritaku ke favorite❤ agar tidak ketinggalan ceritanya, terima kasih🙏...
__ADS_1