My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Sikap Langka Yoan


__ADS_3

"Apa kau tak mau memiliki istri yang hanya lulusan SMA? Apa kau malu? Maka dari itu kau terus menuntutku untuk kuliah agar derajat kita sama, benar begitu?" tanya Haara yang merasa air matanya memaksa untuk keluar.


"Apa yang kau fikirkan! aku tidak berfikir seperti itu! Kenapa kau berfikir jika aku seperti itu AtHaara!" emosi Yoan.


"Hiks~ hiks~" isak Haara menutup mulutnya.


Ia sungguh terkejut saat Yoan menjawab ucapannya dengan nada yang emosi dan membentak, tubuhnya gemetar takut saat itu juga.


"AtHaara?? Astaga! Maaf! Maafkan aku! Aku tidak bermaksud untuk membentakmu, maafkan aku!" panik Yoan mencoba menatap Haara yang menunduk.


Haara tak menjawab, ia kesulitan untuk menjawab karena ia sulit untuk menghentikkan tangis nya.


"Bodohnya aku, apa yang kau lakukan Yoan!" oceh Yoan merutuki dirinya sendiri.


"Kenapa kamu marah sama aku~ apa kamu marah karena aku hamil~?" tanya Haara sesenggukan.


"Aku tidak marah~ sama sekali tak marah, aku hanya tak menyangka kau berfikir seperti itu mengenai diriku, aku tak suka kau berprasangka seperti itu padaku, hanya itu, maafin aku ya? Aku tak sadar." jelas Yoan menggenggam kedua tangan Haara erat.


"Yoan nyeremin! aku sampai ketakutan dengarnya!" kesal Haara.


"Maafin aku ya? Aku sungguh tak sadar~" mohon Yoan mengusap air mata Haara.


Haara mengangguk.


"Aku kira Yoan gak suka aku kasih berita yang menurutku membahagiakan ini, aku jadi sedih~" sahut Haara sesenggukan.


"Mana mungkin aku gak suka~ dan juga, ini adalah berita yang sangat mengejutkan dan sangat membahagiakan untukku~" sahut Yoan serius.


"Tapi kenapa tadi bersikap seperti tidak suka!?" tanya Haara ketus.


"Bukan begitu, aku tak bisa mengekspresikan kebahagiaan dan rasa sedih dalam satu ekspresi." sahut Yoan.


"Maksudnya??"


"Kakakmu Anna bilang padaku jika kau sangat ingin kuliah setelah lulus SMA dan segera menggapai cita-citamu, tapi aku ..."


"Stt! Jangan lanjutkan ucapanmu, itu akan membuatmu merasa bersalah tak kharuan, jangan jadikan ini sebuah kesalahan! itu tak akan berguna untukku dan kamu, aku tak suka!" sela Haara cemberut sambil mengelus pipi Yoan sayang.


Yoan tersenyum sendu mendengarnya.


"Tapi AtHaara, apa kau merelakan impianmu sirna?" tanya Yoan.


"Sirna bagaimana? Impian ku cita-citaku itu sedang dalam proses kok." sahut Haara.


"Ha? Memangnya apa cita-citamu?" tanya Yoan penasaran.


"Kan tadi sudah aku kasih tahu sama kamu, hidup bahagia sama kamu itu adalah impian dan cita-cita ku, hidup bersama Yoan dan buat Yoan bahagia adalah impian dan cita-citaku sekarang, aku ingin lihat Yoan jadi seorang papa! Aku jadi tak sabar anak kita panggil kamu 'papa' deh~" sahut Haara tersenyum sangat manis.


Deg!


Yoan yang mendengarnya mengalihkan pandangannya salah tingkah, Yoan tak bisa menahan rasa bahagianya saat Haara mengatakan kalimat tadi, hal itu sukes membuat hatinya berdegup kencang.


"Em? Wajahmu memerah!" terkejut Haara mencoba menatap wajah Yoan, namun pria itu berusaha keras agar Haara tak bisa melihat wajahnya yang memerah.


"Memerah bagaimana?" elak Yoan.


"Coba lihat! coba lihat! aku baru tahu lihat wajahmu memerah jika sedang malu! mau aku foto, coba lihaaaat~" paksa Haara mencoba menyingkirkan tangan Yoan yang menutupi wajahnya.


"AtHaara ah! Tidak hentikan!" kualahan Yoan.


Haara tak menggubris ucapan Yoan, Haara sampai berdiri dan mengumpulkan kekuatan untuk menyingkirkan tangan Yoan.


"Mau lihat~ ini adalah hal langka! Mau lihat~" rengek Haara.


Yoan yang lengah pun tanangannya pun tertarik dan kini ia menunjukkan wajahnya yang memerah pada Haara.


"Ppfft!" tahan tawa Haara saat ia berhasil menahan tangan Yoan.

__ADS_1


"Whahahhaaha!!! Yoan lucu!! Wajahmu ... Whahahha!!" tawa Haara terbahak-bahak.


Wajah Yoan semakin memerah saat Haara sukses menggoda nya hingga wajahnya memerah karena tersipu seperti saat ini, kini harga dirinya sebagai Yoan yang menakutkan pun luntur di hadapan istri kecilnya.


Namun ia pasrah saja, hanya di depan Haara menurutnya tak masalah, yang penting gadisnya bisa tertawa karena nya, namun ini sungguh sangat memalukan untuk dirinya saat ini.


"Aish~ AtHaara berhenti menggodaku!" pinta Yoan mencoba menarik tangannya yang di tahan Haara.


"Hal langka tak boleh di lewatkan! Foto ya? Biar aku jadikan wallpapper~" tawa Haara tak bisa berhenti.


"Aha~ tidak tidak, jangan dengan memotretku~ ayolah~" rengek Yoan tanpa sadar.


ia memeluk Haara menyembunyikan wajah merona nya di pundak Haara.


"Huwaa~ aku insecure dengar Yoan ngerengek~ imut sekali suaranya~ samapai merinding aku~" gemas Haara natusias.


Yoan benar-benar malu sekali saat ini, ia tak menyangka jika Haara bisa membuatnya malu semalu-malunya saat ini.


"Wajahmu imut~ sungguh! video kan saja deh ya? Karena aku mau abadikan suara rengekkan manjamu juga, lucu sekali~" gemas Haara.


"AtHaara hentikan~" mohon Yoan memeluk Haara semakin erat.


"Hahahahahah!! Baiklah baiklah~ tidak akan aku rekam~" luluh Haara memeluk Yoan sambil mengusap rambut Yoan sayang.


"Kau sungguh menjatuhkan sekali image suamimu ini." seru Yoan merajuk menduduki dirinya tegak, wajah pria itu masih merona merah.


"Hanya di depanku saja kok, tidak apa-apa jika didepanku, tapi jika di depan orang lain tak boleh, aku melarangnya." sahut Haara menangkup kedua pipi Yoan sambil cemberut.


"Cemburu ya?" goda Yoan mendongak.


"Tentu saja cemburu, awas saja berani-beraninya kau menunjukkan sisi menggemaskan mu pada orang lain, terutama wanita!" ancam Haara.


"Baiklah~ dari wajahmu terlihat mengancamku, dimana jika aku berani melanggar, kau akan memberikan hukuman yang tak akan aku lupakan." sahut Yoan takut.


Cup!


"Suami yang baik! terus lah bertingkah menggemaskan seperti ini meski sudah dari seorang 'papa' ya?" kekeh Haara melipat kedua tangannya di depan dada.


"Ayo kita tidur!" seru Haara lembut sambil menarik tangan Yoan.


●•●•●•●•●


Yoan mematikan lampu kamar dan menghidupkan lampu tidur.


Yoan menyelimuti tubuh Haara dan tubuhnya lalu menidurkan dirinya.


Haara menduduki dirinya dan memeluk tubuh Yoan.


"Manjanya~" kekeh Yoan mencubit pipi Haara.


"Biarin, rasanya hampir terasa asing sekali karena aku sudah lama tak tidur satu kamar denganmu." sahut Haara.


"Hahh~ aku juga berfikir seperti itu, mengenai kamu sedang hamil, mama, papa, dan kakakmu Anna sudah tahu?" tanya Yoan.


Haara terdiam sejenak.


"Belum Yoan."


"Kenapa tak memberitahunya?" bingung Yoan.


"Aku inginnya memberitahu kabar aku hamil pada Yoan dulu, karena kamu wajib tahu lebih tahu menurutku." jelas Haara.


Yoan tersenyum mendengarnya.


"Terima kasih ya?"


"Sama sama Yoan~" senang Haara.

__ADS_1


Haara mengerutkan keningnya saat Yoan membungkukkan tubuhnya ia merasakan jika tangan Yoan membuka piyama baju bagian perutnya.


"Hello baby, welcome! Tumbuhlah dengan baik ya? Maafkan papa yang telat menyadari kehadiranmu, maafin papa karena papa meninggalkan mama untuk bekerja keluar negeri dan telat untuk menjaga mama dan kamu ya sejak awal ya?" seru Yoan tersenyum.


Haara yang melihat perlakuan Yoan tersenyum sendu.


"Papa dan mama tak sabar mengharapkan segera kehadiranmu sayang~ mama dan papa akan menantikan kehadiranmu, sehat selalu ya sayang, dad and mom love you, kami menyayangimu sayang~" seru Yoan mengelus perut Haara sayang.


Haara sungguh terharu mendengarnya, perlakuan Yoan sungguh sangat lah manis sekali.


"Besok mama dan papa akan memberitahu kedua kakek dan nenek mu mengenai kehadiranmu yang sedang tumbuh di dalam perut mama, pasti mereka akan senang mendengarnya." seru Yoan lagi.


Haara menggenggam tangan Yoan yang kini berada di atas perutnya.


"Aku mencintaimu Yoan~" senyum sendu Haara terharu.


Yoan mengecup kening Haara, hal itu memguat Haara memejamkan matanya.


"Aku jauh lebih mencintamu." sahut Yoan menyelipkan rambut Haara dibelakang telinga.


"Ayo kita tidur, kau tak boleh bergadang, kau harus menjaga kesehatanmu lebih ketat lagi, paham?" ucap Yoan serius.


"Hehe, iya Yoan~" kekeh Haara merebahkan dirinya.


Yoan meyelimuti tubuh Haara dan ikut merebahkan dirinya di seblah Haara.


Mereka berdua pun mulai terlelap.


...•...


...●...


...🎐Bersambung🎐...


...●...


...•...


...•...


...Auhor:...


..."mau jadi papa masih bertingkah kaya bayi besar nih, mau narik perhatian lebih Haara dulu ya Yoan~😆 bagian mana nih yang favorit? tulis dikomentar ya~😁"...


...•...


...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...


...⭕Jangan lupa:...


...👍 Like,...


...🏷Vote,...


...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...


...❤Favorite,...


...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...


...💃谢谢大家!💃...


...(Xièxiè dàjiā!)...


...(Terima kasih semuanya!)...


...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...

__ADS_1


...see you next tomorrow❤...


🎐我的命运是赵先生🎐


__ADS_2