
"Tidur di pelukkanku." seru Yoan datar.
Haara yang mendengarnya pun langsung memeluk Yoan erat.
"Hiks~ aku takut Yoan~" tangis Haara pecah.
Yoan mengusap rambut Haara lembut, ia membalas pelukkan Haara.
"Ada aku, sudah ku pastikan beberapa tulangnya patah, dia pasti jera karena perbuatanku." sahut Yoan menenangkan Haara.
"Ak-aku tidak tahu, jika Yoan datang telat atau tidak datang, aku tak tahu nasib ku bagaimana~ lebih baik aku mati daripada ..."
"Stt! Bicara apa kamu, aku tak akan biarkan itu terjadi, jangan bicara sembarangan! Aku tak suka!" seru Yoan tak ingin mendengar lanjutan dari ucapan Haara.
"Maafkan aku Yoan, hiks~"
Yoan merasakan jika dada nya terasa basah karena air mata Haara, tangis gadisnya pecah seketika.
●•●•●•●•●
Hari masih dini hari.
Yoan membuka matanya, ia mencoba menatap Haara dipelukkannya.
Gadisnya tertidur nyenyak di dalam pelukannya.
Gadis itu kelelahan menangis dan kelelahan atas tuntutan Yoan beberapa jam yang lalu.
Nafas yang teratur dapat Yoan rasakan dari tubuh Haara.
'Maafkan aku AtHaara, maaf aku yang terlalu egois, mungkin dengan satu cara ini aku bisa yakin pada diriku jika kau itu memang milikku, milikku seorang.' batin Yoan.
Yoan menduduki dirinya perlahan, ia memposisikan dirinya di atas Haara, ia menatap Haara yang tertidur nyenyak di bawahnya.
Glek!
Tubuh Yoan kembali merasa panas, gejolak di dalam tubuhnya kembali membesar.
Ia memandangi tubuh Haara dari bawah hingga ke atas.
Nafasnya pun tersegal-segal.
'Sial! secepat ini aku kembali ingin menerkamnya?' batin Yoan memejamkan matanya.
"Mmh~" dehem Haara yang menggeliat hingga wajah gadis itu lebih jelas terlihat oleh Yoan.
'Argh! Aku tak bisa menahannya!' batin Yoan.
Cup!
Yoan mencium bibir Haara dengan hati-hati, ia tak ingin membangunkan Haara, ia ingin melepaskan hasratnya tanpa membangunkan gadis itu.
"Aku harap kau tetap tidur nyenyak tanpa terusik dengan hal yang ingin aku lakukan padamu." seru Yoan pelan.
Pria itu pun mulai melepaskan hasratnya pada tubuh wanitanya itu.
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
Pagi hari kemudian.
Terdengar suara merintih di pagi hari terdengar dari mulut Haara.
Tidur nyenyak nya terganggu dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya begitu sangat terasa sekali, nyeri dan sakit bercampur menjadi satu.
'Tubuhku, kenapa tubuhku sakit sekali?? Argh!' batin Haara.
"Akh!" rintih Haara.
"AtHaara, bangunlah."
Haara yang mendengar suara bariton yang ia sukai itu pun membuka matanya perlahan.
Dapat di lihat wajah Yoan yang duduk di tepi kasur menatapnya dengan wajah datar bercampur khawatir, pria itu sudah terlihat rapih dengan setelan kemeja untuk pergi ke kantor.
"Kamu terus merintih, ada apa?" tanya Yoan.
"Yoan~ tubuhku, tubuhku sakit semua, aku juga merasa nyeri pada tubuhku." seru Haara dengan mata memerah.
Yoan menghela nafasnya pelan.
"Mungkin itu efek dari apa yang aku lakukan semalam padamu." sahut Yoan.
Haara baru teringat hal itu, dengan cepat ia menarik selimutnya sampai ke leher.
Yoan yang melihatnya bangkit berdiri, ia melangkah ke lemari untuk mengambil pakaian Haara.
"Berpakaianlah, habis itu kita ke dokter, aku akan menunggu di luar." seru Yoan akan melangkah keluar.
Tk!
Yoan menghentikan langkahnya saat Haara menarik tangannya.
"Ada apa?" tanya Yoan.
__ADS_1
"Ak-aku tak mau ke dokter." sahut Haara takut.
"Jangan membantah."
"Aku sungguh tak apa-apa Yoan, aku mau mandi air hangat saja, tubuhku pasti akan lebih enak." sahut Haara menunduk.
"Baiklah, aku akan siapkan air hangat di bathub." seru Yoan masih cuek pada Haara.
Haara perlahan melepaskan tangannya yang menahan tangan Yoan.
• • •
Haara menatap Yoan yang melangkah mendekat sambil membawa bathrobe (jubah handuk) di tangannya.
"Pakai." sodor Yoan dan membalikkan tubuhnya membelakangi Haara, ia tahu jika gadis itu malu.
Haara perlahan mengambilnya dan memakainya.
"Sudah?" tanya Yoan.
"Su-sudah." sahut Haara yang mencoba berdiri.
"Ahw!" ringis Haara.
Sontak Yoan menangkap tubuh Haara yang berdiri tak seimbang.
"Berhati-hatilah."
"A-aku tak tahu jika aku tak kuat berdiri." sahut Haara pegangan pada Yoan.
Sret!
Haara membelalakkan matanya saat Yoan membopongnya.
"Yo-Yoan!" terkejut Haara.
Yoan pun langsung membawa Haara masuk ke dalam kamar mandi.
Saat tiba Yoan menurunkan tubuh Haara di samping bathub.
"Panggil aku jika kamu merasa kesulitan." seru Yoan.
Haara mengangguk, Yoan pun langsung keluar dari kamar mandi.
Haara menghela nafasnya sedih, ia merasa tak tahu sampai kapan Yoan bersikap dingin padanya seperti ini.
• • •
15 menit kemudian, Haara telah selesai mandi, ia pun mencoba bangkit berdiri.
Ia merasa tubuhnya jauh lebih baik daripada tadi meski masih sedikit merasa nyeri di bagian bawahnya.
Haara membulatkan matanya terkejut saat melihat tubuh atasnya.
"Kyaa!!! Up!" Haara dengan cepat menutup mulutnya.
"Tu-tubuhku!"
Haara terkejut sekali karena melihat tubuhnya banyak sekali jejak merah di setiap inchi nya.
Leher, dada, perut, pundak hingga pundak belakangnya.
"Tunggu dulu, seingatku Yoan tak melakukan ini, ia tak menyentuh tubuh atasku, kenapa banyak sekali tanda merahnya!" seru Haara terheran-heran.
"Aku melakukannya lagi saat kau terlelap."
Haara membelalakan matanya saat melihat Yoan di pantulan cermin yang entah sejak kapan masuk.
"Kenapa kau teriak?" tanya Yoan.
"Kyaaa!!!" teriak Haara lagi menutupi tubuhnya kembali dengan bathrobe nya rapat-rapat.
Haara mengerjapkan matanya berkali-kali, ia terkejut atas kedatangan Yoan yang entah kapan datang.
Sungguh diluar kesadaran.
Ia tak menyangka jika Yoan melanjutkan aksinya saat ia terlelap.
"Ada apa denganmu? Ini kedua kalinya kau berteriak." bingung Yoan masih berwajah datar.
"Se-se-sejak kapan kamu ada di dalam kamar mandi???!"
"Aku masuk saat kau berteriak tadi, kau saja yang terlalu sibuk melihat tubuhmu." sahut Yoan.
"Ka-kau melihat aku bercermin tadi???"
Yoan mengerutkan keningnya.
"Tentu saja."
"Huwaaa~ memalukan~" gerutu Haara.
Yoan menyudutkan Haara si sudut dinding membuat Haara tegang saat itu juga.
Srk!
Yoan menurunkan bathrobe Haara bagian pundak dan ...
Cup!
__ADS_1
'Oh tidak, lagi-lagi dia membuat kecupan lagi~' batin Haara merengek.
Yoan menatap wajah Haara yang beberapa senti dengan wajahnya dan lagi-lagi ...
Cup!
Yoan mencium bibirnya dan memberi kesan menuntut saat menciumnya.
"Sudah tak sakit?" tanya Yoan.
"H-ha?" bingung Haara yang kesadarannya belum terkumpul.
Yoan menatap kebawah tubuh Haara membuat Haara paham.
"Ja-jaga pandanganmu jangan berfikir lalu lalang!" seru Haara menampar lembut wajah Yoan.
"Kau aneh." seru Yoan.
"A-aneh??"
"Ya, bahkan aku sudah melihat semua dengan jelas tubuhmu tanpa berpakaian."
Blush!
Wajah Haara seketika memerah.
"Saat kau tidur juga aku juga puas melihat ..." -Yoan.
"Yoan hentikaaaan!" malu Haara menutup mulut Yoan dengan tangannya.
Yoan langsung diam tak bisa bicara.
"Ka-kau, ini sudah hampir jam setengah delapan, ka-kau lebih baik pergi ke kantor saja, aku sudah baik-baik saja!" seru Haara cepat dan panik.
"Aku tidak ke kantor hari ini."
"Eh? Ta-tapi kamu pakai ..."
"Tadinya aku ingin ke kantor, melihat keadaanmu aku tak akan tak tega meninggalkanmu untuk pergi ke kantor." sahut Yoan.
"A-ah~" kaku Haara.
Yoan mengambil ponselnya dan menelfon seseorang.
"Hallo paman." telfon Yoan dalam panggilan.
'Paman? Apa dia menelfon pak Billy??' batin Haara.
"Aku ingin minta bantuan untuk memberitahu jika AtHaara absen tak masuk karena sakit." jelas Yoan pada panggilan.
'Dia mengizinkanku absen langsung ke pak Billy??' batin Haara lagi.
"Ya paman, aku minta tolong ya, tubuhnya sedang kurang sehat." -Yoan.
Haara tertegun mendengarnya, bahkan rasa perhatian Yoan saat ini seperti dimana rasa perhatian saat dulu Yoan masih bersikap dingin padanya, perhatian manusia es pada saat usia pernikahan mereka satu sampai dua bulan.
rasanya begitu asing, tapi hal seperti ini pernah terjadi dengannya saat dulu.
...•...
...•...
...●...
...🎐Bersambung🎐...
...●...
...•...
...•...
...Author: "masih dalam proses untuk berbaikan nih🙂 gimana pendapatnya untuk part ini nih kakak-kakak??😇 bagian mana yang paling menarik perhatian? tulis di komentar ya😇"...
...•...
...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...
...⭕Jangan lupa:...
...👍 Like,...
...🏷Vote,...
...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...
...❤Favorite,...
...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...
...💃谢谢大家!💃...
...(Xièxiè dàjiā!)...
...(Terima kasih semuanya!)...
...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...
...see you next tomorrow❤...
__ADS_1
🎐我的命运是赵先生🎐