
Suara langkah cepat tak bersamaan terdengar,
Alka, Riza, Yifan dan Aldo baru tiba disana dan mendapat pemandangan tragis beserta adegan manis yang ditunjukkan Haara kepada mereka berempat.
"Yoan~, sudah, sudah cukup, aku mohon hentikan ya?~" isak Haara memohon,
"Jika kau terus memukulnya,ia bisa mati, jangan kotori tanganmu lagi~"
Tangan Yoan perlahan turun,
"To tolong~ tolong jangan buat aku takut dengan perubahanmu ini~" mohon Haara menangis menjadi jadi.
Haara merasa jika nafas Yoan sudah beraturan dan lebih tenang sekarang,
Yoan menunduk, ia menatap wajah Daniel,
Perlahan Yoan melepaskan pelukan Haara dan bangkit berdiri,
Haara terkejut atas perlakuan Yoan yang melepaskan tangannya memeluk pria itu.
Tatapan Yoan masih fokus menatap Daniel dengan kebencian di bawah samping kanannya,
Haara berdiri di belakang Yoan,
Tubuhnya masih bergetar ketakutan, fikirannya sangat negatif saat ini, jika Yoan marah karena tak bisa menjaga dirinya sendiri.
"Yoan~" panggil Haara lemah,
Dengan cepat Yoan berbalik dan menarik Haara kepelukannya,
Haara tercegang, perlahan pelukannya semakin erat.
"Maaf, aku telat" bisik Yoan dengan nada berat dan juga nada bersalah. Yoan baru tersadar dari bayang bayang masa lalunya.
"Tidak! kau datang, kau datang menolongku, terima kasih telah datang~" seru Haara menangis sejadi jadinya di pelukkan Yoan.
Yoan dapat merasakan tubuh Haara yang dingin dan bergetar ketakutan,
Ia merasa tak becus menjaga gadisnya, disaat gadis ini ketakutan hebat seperti ini, ia baru bisa datang melindunginya.
Ia merasa ia tak ingin kehilangan seseorang lagi~
Haara mengusap air matanya saat Yoan menyadari jika Ammar, Anna dan lainnya mendekati,
"Haara~" panggil Riza memeluk Haara,
"Haara dia tak melukai mu kan?" tanya Alka khawatir,
Haara hanya tersenyum tipis,
Yoan menatap Haara dan menarik lembut gadis itu,
"Dia melukaimu??" tanya Yoan,
Haara bungkam,
Yoan menatap pipi Haara yang memerah dan sedikit bengkak,
"Dia menamparmu??!" tanya Yoan terkejut sambil memegang pipi Haara.
Haara menatap Yoan dan mengangguk,
"Sial! beraninya dia!" geram Yoan pelan,
Haara menatap sudut bibir dan pelipis Yoan,
"Yoan, pelipis dan sudut bibirmu .. Terluka!" terkejut Haara,
Yoan mengusap pelipisnya dan sudut bibirnya lalu menatap tangannya, pelipis dan sudut bibirnya berdarah.
"Ini luka kecil, khawatirkan saja dirimu" seru Yoan,
Haara menunduk, ucapan Yoan sungguh sungguh membuatnya harus terbiasa.
"Kau sudah lebih tenang?" tanya Yoan,
"Ah? mm aku masih sedikit syok" seru Haara pelan,
Yoan memegang kepalanya sambil meringis,
"Kau .. Baik baik saja??" panik Haara,
"Hm, hanya pusing karena aku hilang kendali tadi" sahut Yoan pelan
"Kemana polisi? mereka belum saja tiba" oceh Ammar,
"Mana lagi yang luka?" tanya Ammar khawatir mendekati Haara,
"Aku .." -Haara,
Haara terkejut saat Yoan menjaga Ammar yang mendekati Haara.
__ADS_1
"Yoan? kenapa?" bingung Haara,
"Ada tiga pria di belakangku, kau ingin memamerkan tubuhmu?" tanya Yoan blak blakkan sambil menatap Haara tajam,
haara menatap bajunya dan menutupnya rapat,
"Ti tidak!!" sahut Haara, ia pun membalikkan tubuhnya membelakangi Yoan.
"Ah iya aku lupa, aku akan pakai sweter"
"Sweter?" tanya Yoan,
"Aku membawa sweter di tas ku" seru Haara,
Yoan pun melirik Alka disebelahnya yang sedang mencari sweter milik Haara di tas Haara sendiri,
"Ah ini" seru Alka menyodorkan, Yoan mengambilnya dan memberikannya pada Haara,
"Hey Yoan, kenapa kau menghalangiku!" protes Ammar,
"Baju nya sobek, ia harus menggantinya dengan sweter" sahut Yoan membalikkan tubuhnya,
"Ahh, pantas saja kau sigap" kekeh Ammar.
Yoan menatap Aldo bingung,
"Kau ..siapa?" tanya Yoan to the point,
"Ah, aku Aldo, kakaknya Alka" perkenalan diri Aldo.
Jujur Aldo sangat gugup dan sedikit takut saat melihat Daniel sampai babak belur sekali karena ulah pria yang sedang mengajaknya bicara itu,
"Berkat kak Aldo, kita tahu jika Haara dalam bahaya" jelas Yifan,
Yoan mengangguk paham,
"Terima kasih telah membantu" senyum Yoan,
"Sama sama".
Haara berdiri disamping Yoan, Yoan yang menyadarinya melirik Haara disampingnya,
Yoan mengerutkan keningnya, ia melihat luka goresan yang membiru di pelipis gadis itu,
"Kenapa juga dengan pelipismu?? kenapa membiru? apa lagi yang ia lakukan??!" tanya Yoan emosi,
"Ta tadi a aku didorong oleh nya saat ia akan membuang cincin .. Oh iya cincin!! ia membuang cincin ku!!" ucap Haara teringat, sontak Haara mencarinya.
Yoan memerhatikan langkah Haara yang tak biasanya,
Yoan pun ikut mencari, belum lama ia mencari ia berhasil menemukannya,
Yoan menghampiri Haara dan memegang tangan gadis itu,
"Eh kenapa?"
Yoan menunjukkan cincin nya pada Haara,
"Ketemu!" senang Haara, Yoan memasangkan cincin itu ke jari manis Haara, hal itu membuat Haara salah tingkah.
Sontak semua berdehem mengkode atas perlakuan manis Yoan,
Yoan tak menghiraukan, lain hal nya Haara yang malu.
Semua pandangan pun tertuju pada polisi yang baru saja tiba,
"Tangkap dia, ia telah menculik, melukai bahkan hampir memperkosa istri saya" seru Yoan,
"Baik"
Polisi pun melaksanakan perintah,
"Apa ada yang bisa ikut kami untuk menjelaskan semuanya?"
"Biar saya pak" seru Ammar,
"Dan juga, siapa yang melakukan kekerasan kepada pelaku?" tanya polisi,
"Saya" seru Yoan,
"Bahkan ia pantas mendapatkannya" tambah Yoan,
"Bisa ikut kami?"
"Tapi pak, pelaku benar benar sangat berbahaya tadi, dan juga ada hal yang ingin saya beritahu kepada bapak polisi tentang kejahatan lain pria ini" jelas Aldo angkat bicara,
"Kejahatan lain?"
"Ya"
"Baiklah jelaskan semuanya di kantor polisi, kalian berdua ikut kami"
__ADS_1
Polisi pun membawa Daniel,
Ammar dan Aldo ikut dengan kepergian polisi,
"Aku akan ikut ke kantor polisi, jaga Haara" seru Anna pamit dan mendapat anggukan dari Yoan,
"Kami harus ke sekolah untuk melaporkan hal ini, karena jika tidak aku, Riza, Alka dan juga Haara akan mendapat hukuman" jelas Yifan,
"Pergilah~" sahut Yoan,
"Setelah selesai aku ke Penthouse kalian" ucap Yifan,
"Boleh aku dan Riza ikut??" tanya Alka berbinar,
"Kalian pulang saja, aku mau main game di Penthouse mereka" seru Yifan,
"Tidak! Riza dan Alka ikut datang bersamamu ke Penthouse nanti!!" tak terima Haara,
"Hahh,baiklah" pasrah Yifan pergi.
"Sampai jumpa di Penthouse mu ya Haara!!" semangat Alka,
"Iya! cepatlah ya" semangat Haara pun.
"Tunggu" seru Yoan. Yifan, Alka dan Riza pun berhenti,
Haara menatap Yoan,
"Dimana Cardlock milikmu?" tanya Yoan pada Haara,
"Ada, untuk apa?" bingung Haara,
"Bahkan kau tahu bukan? untuk ke Penthouse menggunakan Cardlock?" tanya Yoan,
"Ah iya juga!" seru Haara mengambil Cardlocknya di tas,
"Berikan pada temanmu"
Haara menuruti, ia memberikan kepada Riza.
"Kau tempelkan saja pada lift yang memiliki sensor, hanya ada satu lift di apartemenku memiliki sensor itu" jelas Yoan,
"Baiklah, aku mengerti, sebaiknya anda mengantar Haara ke rumah sakit untuk di obati lukanya" seru Riza,
Yoan mengangguk,
Haara memerhatikan mereka bertiga pergi.
"Kita kerumah sakit sekarang" ucap Yoan berjalan mendahului,
"Tidak usah, aku benci bau obat di rumah sakit!" tolak Haara melangkah dengan susah payah,
Yoan membalikkan tubuhnya, ia lupa jika kaki gadis itu terluka,
Haara melihat Yoan melangkah mendekat kearahnya dan betapa terkejutnya Yoan berjongkok membelakanginya dengan tangan kanan berada dilutut, ia melipat sebelah kakinya,
"E eh,kenapa kau berjongkok??"
"jangan sangka aku tak sadar kakimu terluka, naik ke punggungku" seru Yoan menatap Haara datar,
"Eh? ti tidak usah, aku jalan saja" tolak Haara panik,
"Masih berani kau menolak? jalan seperti orang cacat saja masih bersikeras menolak!" seru Yoan menusuk tanpa menengok kebelakang,
Haara yang mendengarnya tertohok,
"Ucapanmu .. Benar benar .." emosi Haara,
"Apa kau ingin aku membopongmu?" tanya Yoan menengok kebelakang jahil,
"Hee~~!!" terkejut Haara yang merasa wajahnya memerah,
Yoan bersiap akan bangkit berdiri
"Kembali jongkok!!" seru Haara membuat Yoan spontan kembali jongkok, pria itu terkejut dengan teriakan Haara.
Haara pun memasukkan jas sekolahnya ke dalam tas dan memakai tasnya,
perlahan Yoan pun merasa jika Haara sudah berada di gendongannya,
"Sudah?" tanya Yoan memastikan,
"Em"
Haara merasa gugup kedua tangannya meremas pundak pria itu.
...•...
...•...
...{Bersambung}...
__ADS_1
...•...
Hai Readers dan Author Author keren dan hebat😍 terima kasih sudah membaca ceritaku😇 jangan lupa Like, Vote, Rate dan juga komentarnya ya kakak🤗❤