
Terasa dunia milik mereka berdua, Yoan kini tengah menonton Haara yang asyik bermain game di ponselnya.
Siapa yang tak tahu game Super Mario? Pasti sebagian besar orang tahu game ini.
"Awas, nanti jatuh lagi." seru Yoan pada Haara yang bersandar di dada bidangnya.
"Huuhh~ aku takut jatuh lagi, perasaan aku selalu mati di tempat ini." sahut Haara kaku.
Yoan terkekeh saat menyadari gadis itu takut.
"Hey, santai saja, itu hanya sebuah game." kekeh Yoan.
"Ah! Aku malas! Aku ingin lihat kamu memainkannya saja!" kesal Haara menyodorkan ponsel yang ia pegang pada pemiliknya.
"Payah, segitu saja sudah nyerah." ledek Yoan.
"Cih! Itu hanya game, kenapa kau mengataiku payah? Dasar payah." seru Haara kesal membalikkan ucapan Yoan
"Wah! Berani nya kau mengataiku payah?" tak percaya Yoan.
"Kenapa? Kau memang payah mengatai istrinya sendiri payah, dasar payah." seru Haara menduduki dirinya.
"Hahh~ iya iya aku payah~" mengalah Yoan.
Ting! Tong!
Haara dan Yoan pun mengalihkan pandangannya ke arah pintu.
"Biar aku yang buka." seru Yoan.
"Baiklah."
Yoan bangkit berdiri dan melangkah ke arah jendela.
Haara mengerutkan keningnya saat mendengar gerutuan Yoan.
"Hahh~ awas saja membahas pekerjaan." gerutu Yoan.
"Yoan? Siapa?" tanya Haara yang sudah berdiri di belakangnya.
"Ammar dan Anna." sahut Yoan.
Seketika mata gadis itu berbinar.
"Sungguh??!"
"Iya."
"Kamu kenapa tak membukanya sih~ nanti ..."
"Tunggu dulu." sela Yoan menahan Haara.
"Apa?"
Pria itu menarik ikat rambut Haara membuat Haara mengerutkan keningnya bingung.
"Yoan, kenapa mencopot ikat rambut ku?"
Yoan kini tengah merapihksn rambut gadis itu.
"Ingatlah lehermu, tak mungkin bukan kau bertemu mereka dengan menunjukkan tanda merah di lehermu." seru Yoan.
Haara mengerjapkan matanya, pria itu benar juga, ia sampai tak teringat sampai sejauh itu.
"Sudah rapih." senyum Yoan.
"Terima kasih Yoan, hampir saja." seru Haara mengusap-usap pipi Yoan sebentar.
Ceklek!
"Hoi hoi hoi! Kenapa kalian lama sekali membuka pintunya!" kesal Anna.
"Hehe, maaf kak, aku sedang asyik bermain game dengan Yoan tadi." kekeh Haara.
"Wah, apa karena kalian hanya bedua di rumah jadi bisa bermesra-mesraan ya, hehe." seru Ammar menepuk-nepuk pundak Yoan.
"Singkirkan tanganmu." seru Yoan menatap Ammar dingin.
"Hee? Kenapa denganmu? Apa kau tak merindukanku??" tanya Ammar memelas.
"Rindu? Bahkan kata ingin membunuhmu lebih pantas." seru Yoan tajam.
"Wah! Sakit hatiku mendengarnya, lagi pula apa kau tega membunuhku? Dan juga kenapa kau sangat kesal sekali denganku, huh??" tanya Ammar.
"Ahaha, kak Ammar, sepertinya Yoan masih kesal dengan kakak karena kakak berteriak lewat panggilan telfon pada Yoan yang sedang tidur kemarin pagi." kekeh Haara.
"A-aku lakukan itu karena kau tak bangun bangun, kelemahanmu yaitu di telinga, kau akan bangun jika di tarik telinganya, hal itu mustahil sekali aku lakukan, jadi aku teriak lewat panggilan saja saat itu." jelas Ammar menghindari tatapan Yoan.
"Kau menganggu ketenanganku juga, bahkan aku sangat ingat terakhir kali aku bilang padamu bahwa aku ingin kau jangan menelfonku jika tidak darurat atau tidak membahas hal penting, tapi kau membantah ucapan ku, kalian berdua menelfon ku dan membahas hal yang membuat ku emosi." jelas Yoan dengan tatapan kilat menatap Ammar dan Anna bergantian.
"Ah! Hehe, karena aku itu rindu denganmu lho, apa kau tak merindukan aku dan Anna? Wah, sedihnya." seru Ammar lagi.
"Tidak." sahut Yoan datar.
"Cih! Menyesal aku merindukanmu, tapi Haara rindu sama kakak kan? Kan kan kan??" tanya Anna berbinar.
"Tentu aku rindu kakak!" sahut Haara memeluk Anna.
"Syukurlah~ baiknya adikku~ tidak seperti adik ipar ku yang sial*n itu." seru Anna menyindir Yoan.
Yoan tak ambil pusing, ia mengalihkan pandangannya ke halaman teras.
"Rindu dengan ku juga tidak? AtHaara??" tanya Ammar menunjuk dirinya sendiri.
__ADS_1
Haara tersenyum manis dan mengangguk mantap.
"Sungguh~ wahh~ senangnya~" sahut Ammar yang merentangkan tangannya.
"Hehe iya, aku juga rindu kak Ammar." sahut Haara.
"Terharu aku, kemarilah! Kakak ingin memeluk ..."
"Memeluknya kau akan ku bunuh dengan tumpukkan dokumen yang menantimu." sela Yoan melemparkan tatapan maut pada Ammar.
Ammar menelan air liur nya berat.
"Baiklah, aku tak akan peluk Haara mu." kekeh Ammar.
"Ada yang mulai posesif dan protektif sepertinya ya." goda Anna merangkul Haara dan melangkah masuk ke dalam rumah.
Yoan tak menimpali ucapan Anna, karena itu memang faktanya.
●•●•●•●•●
"Wah! Pancake!!" binar Haara saat melihat apa yang Anna bawa khusus di buat untuk menyambut kepulangannya ke Indonesia.
"Enaaaak~" antusias Haara setelah memakan pancake nya.
"Jadi kalian selama ke China ngapain saja?" tanya Ammar.
"Aku menemani Yoan ke berbagai tempat! Dan bertemu dengan paman!" sahut Haara.
"Hanya itu?? Kau tak mengajak nya berlibur Yoan??" tanya Anna tak menyangka.
Belum Yoan menjawab, Haara langsung bicara.
"Sebelum kami kembali, Yoan mengajakku ke taman hiburan, lalu malam nya kami pergi ke Beijing Lu dan kami ikut merayakan malam tahun baru di sana! Wah! Jika ingat itu aku senang sekali!" jelas Haara antusias.
Anna tersenyum mendengarnya, dari wajah adiknya tergambar jelas jika adiknya itu sangat senang.
"Ah! Aku mau ke kamar mandi dulu sebentar." seru Haara pergi.
Mereka pun mengangguk.
• • •
"Selain itu??" tanya Ammar tiba-tiba.
"Dengan siapa kau bicara?" tanya Yoan cuek.
"Tentu denganmu bodoh! Aku sampai lupa tujuan pertama ku kesini apa, aku akan mengintrogasimu." seru Ammar.
"Hey Ammar, kenapa kau semangat sekali sih membahasnya?" tanya Anna.
"Ini patut di pertanyakan, sayang. kau tahu sendiri Yoan itu otak nya lebih mesum dariku, bahkan kau tahu berapa koleksi film p*rno yang dia punya di laptop nya." seru Ammar cepat.
"Ammaaar!!!" seru Yoan menekankan ucapannya.
"Kenapa? Aku hanya membicarakan faktamu saja, dan membuat Haara juga berhati-hati darimu, ah! kemana dia?" seru Ammar.
"Aku tak percaya."-Anna.
"Aku serius! Aku tak berbohong."
"Pastinya kau telah menodai fikiran Haara dengan ucapanmu." tebak Anna.
"A-aku hanya menjahilinya saja berucap seperti itu juga." sahut Yoan terciduk.
"Hahh~ Yoan, aku tak bisa percaya padamu." seru Anna.
"Ha?"
"berhenti nonton video itu mulai sekarang!" seru Anna.
"aku sudah berhenti menontonnya sudah lama sekali." jujur Yoan.
"tidak, aku mau kau hapus semua video dewasa mu di laptop, Itu sungguh meracuni otakmu." seru Anna.
"Ap-apa?!"-Yoan.
"E-eh Anna sayang~ mungkin itu terlalu ..."
"Kau juga! Otakmu sungguh bertambah mesum, kepar*t untuk orang yang membuat film itu." kesal Anna.
"Hey, ayolah, kenapa aku juga kena??"
"Karena kau dan Yoan sama nya!" sahut Anna.
"Wajar saja kami pria Anna, itu ... Itu hanya untuk hiburan ..."
"Cih! Hiburan?? Yang ada otak kalian rusak!" emosi Anna bangkit berdiri sambil bertelak pinggang.
"Mata kalian juga! Jelalatan saat melihat wanita memakai bik*ni di pantai saat kita jalan-jalan ke Bali!" seru Anna.
Ammar dan Yoan terdiam tak bisa berkutik sama sekali.
"Cih! Apa menariknya mereka, ahh~ mereka memang menarik di mata kalian!" emosi Anna.
"Eh sayang, itu kan dulu, tapi sekarang kami sudah menikah, kami tak akan begitu, iyakan Yoan?" seru Ammar.
"hey, itu faktamu, kenapa kau bawa-bawa aku?" tanya Yoan balik.
"Ya karena ..."
"Hahh~ Anna, kenapa kau bawa-bawa aku?" sela Yoan.
"Karena kau samanya, mata kalian jelalatan saat melihat wanita pakai bik*ni di pantai saat kita ke Bali bersama-sama!" sahut Anna.
__ADS_1
"Aku tak pernah tertarik dengan mereka." sahut Yoan datar.
"Alah, masa? Serius? Ngga percaya."
"Aku serius, itu karena Ammar yang menyuruhku melihat, jadi aku melihatnya, ternyata ia menunjukkan wanita-wanita yang sedang berjemur di pantai saat itu." jelas Yoan.
"Ho-hoi! Yoan!" panik Ammar.
"Anna, bahkan kau kenal diriku, bukan?" tanya Yoan.
"Kenal dirimu? Mengenai apa?" tanya balik Anna.
"Mengenai aku tak pernah mengkhianati ucapanku sendiri yang pernah di lontarkan dan juga tak pernah mudah tertarik dengan wanita." seru Yoan datar.
Anna menatap Yoan, sahabatnya itu benar.
Ia paham bagaimana sikap dan sifat Yoan sahabatnya sejak kecilnya itu.
Tidak mudah tertarik atau menyukai wanita, bahkan dirinya sempat curiga jika sahabatnya itu tak normal.
Nyatanya ia tahu alasan Yoan tak mudah tertarik dengan wanita, bagaimana tidak? Wanita-wanita yang bertemu dengan Yoan semua seperti wanita penggoda mungkin bisa di sebut sebagai jal*ng, bahkan Anna sendiri sebagai wanita jijik melihat wanita-wanita itu.
"Ya ya ya, sulit aku mencurigaimu, karena aku paham dirimu itu bagaimana, aku percaya padamu." sahut Anna.
"Ka-kau tak mempercayaiku?? Suamimu sendiri??"
"Tidak, karena aku paham kamu Ammar!" seru Anna.
"Huwaa! Teganya~" rengek Ammar.
"Aku lebih tertarik dengan adikmu sendiri daripada wanita penggoda di luar sana." seru Yoan santai.
"Wah, coba kau ulangi ucapanmu tadi Yoan, aku ingin dengar lagi, apa kau keceplosan tadi??" binar Anna.
"Aku lebih tertarik dengan adikmu sendiri daripada wanita penggoda di luar sana, jelas??" seru Yoan.
"Ehem ehem!!" dehem Ammar.
"Ehem ehem!!" dehem Anna juga.
"Apa yang salah dengan tenggorokan kalian?" tanya Yoan.
"Tidak, aku hanya tak menyangka Haara gadis lucu sepertinya bisa meluluhkan hati seorang Yoan, benar-benar ajaib!" takjub Ammar.
"Ya aku tahu dia memang lucu." sahut Yoan memainkan ponselnya.
Ammar dan Anna saling bertatapan tak percaya dengan ucapan Yoan.
Di sisi lain Haara menguping pembicaraan mereka sejak awal pertengkaran kakaknya dan dua pria di ruang tengah itu.
Haara tersenyum senang, hatinya sungguh berbunga-bunga saat ini.
Ia mengira jika Yoan akan angkuh dan cendrung diam tak mengumbar mengenai perasaan pria itu padanya, kini semua di luar dugaannya.
'Rasanya makin sayang saja aku sama Yoan.' batin Haara.
...•...
...•...
...●...
...🎐Bersambung🎐...
...●...
...•...
...•...
...Author: "Anna marah besar sampe ga bisa buat Yoan sama Ammar gak berkutik😆 ya wajar juga sih Anna marah😋"...
...•...
...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...
...⭕Jangan lupa:...
...👍 Like,...
...🏷Vote,...
...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...
...❤Favorite,...
...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...
...🚨Please penilaiannya ya kakak-kakak semua🚨...
...karena itu semua sangat berharga untuk author sendiri😇🙏...
...Hallo kakak-kakak Readers dan kakak-kakak author hebat😍...
...Terima kasih telah setia membaca karya pertama ku ini ya😇...
...💃谢谢大家!💃...
...(Xièxiè dàjiā!)...
...(Terima kasih semuanya!)...
...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...
__ADS_1
...see you next tomorrow❤...
🎐我的命运是赵先生🎐