My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Permintaan Sang Nenek


__ADS_3

Haara tersenyum kaku saat menanggapi pertanyaan dari anak cowok yang bertanya tentang kebenaran jika dia sungguh sudah memiliki pacar,


Haara menatap anak cowok yang satu angkatan dengannya itu pergi,


Haara membalikkan tubuhnya, ia melihat Alka dan Riza kualahan melihat tingkah Yuu yang entah sejak kapan datang itu sedang merangkul leher Yifan kuat, dengan cepat ia menghampiri mereka ber empat,


"Hey Yuu! Lepas! kasihan Yifan!" seru Haara,


Yuu yang melihat kedatangan Haara pun langsung melepaskannya,


"Uhuk uhuk!! Apa kau gila??!" kesal Yifan memukul pundak Yuu,


"Ahh, akhirnya dilepaskan" hela nafas Riza,


Haara melirik Yifan yang lari mengejar Yuu, ia menghela nafasnya, pria itu benar benar tak perduli dengan sekitar yang mempertontonkan kelakuan ke kanak kanakkan mereka,


"Apa apaan sih mereka?" tanya Haara bingung,


"Ahh, si Yuu itu terkejut mengetahui Riza itu pacarnya Yifan, dan si Yuu itu ngerangkul leher Yifan kuat sambil bilang 'wah, masih kecil sudah pacar pacaran dasar bocah!' begitu" jelas Alka,


"Ahh seperti itu, mereka berdua memang seperti itu selalu saja ribut, maklumi ya" kekeh Haara mengingat Yifan dan Yuu saling menganggu saat bermain ps di rumah Yifan, begitu juga Yifan yang menganggu Yuu main ps saat di penthouse,


"Ahahaha iya, ya sudah kami pulang ya, sampai jumpa esok!" seru Alka,


"Sampai jumpa esok ya Haara" tambah Riza,


"Berhati hatilah kalian ya" sahut Haara tersenyum,


"Oh iya Ra, kamu harus lihat style tuan Yoan nanti, dia benar benar keren!" seru Alka pergi sambil menarik tangan Riza.


• • •


Haara melangkah cepat saat melihat banyak siswi yang berbinar binar melihat kearah yang ia yakini di mana Yoan, Yuu dan Yifan berada disana.


Haara menghentikkan langkahnya, ia mengintip dari sebalik tembok gerbang sekolah,


"Wah, apa dia berniat membuat sekolahku gempar karena stylenya yang mencolok dan juga kehadiran Yuu juga? Sudah cukup dengan Yifan yang selalu membuat wanita gempar karena nya" oceh Haara menganga,


Ia melihat Yoan tersenyum pada Billy yang pamit pergi pada dirinya, Yuu dan Yifan.


Haara masih tidak berniat keluar, entah kenapa ia tak berfikir untuk menghampiri 3 pria itu,


Baju berwarna hitam dipadukan dengan jaket berwarna merah, celana levis hitam,sepatu kets putih dan juga jangan lupakan topi pria itu yang berwana putih.


"Haara?"


Haara terkejut, ia langsung membalikkan tubuhnya, ia mendapat ada tiga teman perempuannya yang sekelas dengannya,


"Kenapa ngintip ngintip? Kenapa tidak menghampiri pacarmu?" tanya salah satu temannya,


"Ah anu itu aku .."


"Wah tampan sekali dia" kagum temannya mengintip,


"Kenapa tidak di hampiri? Apa .. Kau bohong lagi?" curiga temannya


"Tidak! Aku serius kok!"


"Lalu kenapa tak menghampirinya?"


"Tadi ada pak Billy sedang bicara dengan mereka, aku tidak berani menghampiri mereka" jelas Haara,


"Mana? Tak ada lho"


"Ya tadi ada pak Billy" sahut Haara meyakinkan,


"Paman Billy sudah pergi duluan ke bandara"


Sontak Haara membalikkan tubuhnya,


Yoan menatap ketiga temannya datar,


"Tu tuh, dengar sendiri kan" seru Haara gelagapan,

__ADS_1


Ketiga teman sekelasnya menutup mulutnya, mereka tak percaya dapat melihat Yoan sedekat itu,


"Ngobrolnya masih bisa dilanjut esok, ayo berangkat, kedua bocah itu sudah masuk ke mobil" seru Yoan menarik tangan Haara,


"Baik!! Sampai jumpa besok!!" seru Haara tersenyum puas.


●•●•●•●•●


Mereka telah tiba di bandara, sangatlah ramai.


"Ikuti aku" seru Yuu jalan lebih dulu,


Yifan, Haara dan Yoan pun mengikuti.


• • •


Haara sibuk melihat sekitarnya, membuat dirinya tak sadar tertinggal,


"Eh? Yuu, Yifan dan Yoan kemana??" panik Haara,


Haara menatap sekelilingnya, lama kelamaan makin padat saja,


Tak!


Haara menatap seseorang yang memegang tangannya,


"Yo Yoan"


Yoan menghela nafasnya dan menarik tangan Haara kearah lain,


"Repot jika kau hilang, pasti mereka semua akan marah padaku" seru Yoan tetap fokus kedepan,


"Kalian terlalu cepat jalannya dan bandara juga ramai" sahut Haara pelan,


Ponsel Yoan berbunyi menandakkan ada telfon masuk, ia memindahkan tangan Haara ke tangan satunya,


"Āyí nǐ hǎo"


"(hallo bibi)" seru Yoan mengangkat telfonnya yang dari bibi Miya,


Haara sedikit terkejut saat Yoan memojokkannya ke dinding,


Harum khas pria itu tercium saat jarak mereka begitu dekat, Haara mendongakkan kepalanya saat melihat pria itu menatapnya dan masih fokus bicara pada panggilan di ponselnya,


ia melirik ke belakang pria itu, ia tertegun saat Yoan melindunginya agar tak menabrak troli barang yang lewat dan orang orang yang memaksa lewat saat troli itu lewat,


Haara tak bisa menahan senyumnya, genggaman Yoan makin erat saat kembali melangkah,


Haara menutup mulutnya dan menahan dirinya agar terlihat biasa saja.


• • •


Haara membungkukkan tubuhnya sambil memegang dadanya, ia sangat lelah saat mengikuti langkah cepat Yoan,


"Kakak ipar, kau ini seperti anak ayam yang tersesat saja ya" kekeh Yifan,


"Ka kalian yang jalannya terlalu cepat!" sahut Haara masih ngos ngosan,


"Kami berjalan seperti biasanya lho" sahut Yuu,


"Itu menurut kalian, kalian memiliki kaki yang panjang sehingga langkah kalian lebar!" sahut Haara menelan ludahnya merasa haus,


"Hahh, beruntung Yoan menemukanmu, lain kali Haara biarkan jalan didepanmu Yoan saat bepergian" khawatir mama Yifan, dan mendapat usapan lembut dari Stephannie dan neneknya,


Yoan menyahut dengan deheman


"Mama ketoilet dulu ya" seru Stephannie, Haara pun mengangguk


Tak lama dari itu Yoan juga ikut melangkah pergi


"Kak Yoan, mau kemana?" tanya Yifan,


"Beli minum"

__ADS_1


"Ku kira ke toilet, tak apalah, aku ikut!" sahut Yifan mengejar,


"Wǒ yě lái!" seru Yuu juga ingin ikut


"Miya dan Liu Zheng ada di parkiran, ada suatu masalah katanya, aku dan Tao Ming kesana dulu" seru papa Yifan dan mendapat persetujuan dari nenek, mama Yifan dan Haara,


"Roselie" panggil sang nenek pada mama Yifan,


Haara fokus meihat sekitarnya, begitu ramai dan juga banyak warga asing di bandara,


"Haara~ dengar ucapan bibi ya, nenek ingin bicara padamu, nenek meminta mengartikkan ucapan nenek untukmu" seru Roselie tersenyum lembut.


Haara mengangguk, ia memposisikan duduk nya menatap sang nenek,


Sang nenek memeluk Haara erat,


"Nenek senang bertemu denganmu" ucap Roselie mengartikan,


"Aku juga senang bertemu nenek" sahut Haara tersenyum,


"Aku sangat senang dan sayang sekali denganmu Haara, sama seperti aku sayang anak anakkku, cucuku, saudara saudaraku, dan juga menantu menantukku"


Haara tersenyum mendengar nya,


"Tolong jaga Yoan, buat ia senang, tolong jangan menyakitinya, nenek sangat menyayanginya"


"Yoan sekarang memilikimu, meski pernikahan kalian terjadi karena perjodohan, nenek berharap kalian bisa saling mencintai, nenek ingin melihat Yoan yang dulu, Yoan yang selalu ceria"


"Nenek sangat sedih saat melihat keadaan Yoan yang ditemukan selama satu tahun menghilang, senyumnya yang ceria menghilang, semua digantikkan oleh raut kesedihan dan ketakutan, itu membuat hati nenek sangat sakit"


"Cukup lama Yoan menderita, jadi nenek ingin kamu bisa membuat nya senang dan bahagia, nenek akan senang melihat kalian bahagia, jadi nenek mohon lambat laun waktu berjalan tolong cintai Yoan dan buat ia mencintaimu" seru Roselie menatap neneknya sendu,


Haara menatap sang nenek yang menatapnya penuh harap


"Yes, i promise grandma" sahut Haara yakin dan memegang erat tangan sang nenek,


Roselie tersenyum mendengar jawaban Haara,


Roselie melambaikan tangannya pada Miya dan Liu Zheng yang tiba.


Tak lama Stephannie pun tiba,


"Mereka belum kembali??" tanya Stephannie pada Haara,


Haara menggeleng polos,


Ia memerhatikkan Miya yang memeluk Roselie, dan tak lama gantian dengan Stephannie.


Haara terkejut saat menyadari Yoan yang sudah berdiri di sampingnya,


"Terkejut aku, sejak kapan kau sudah tiba?"


"Baru saja" seru Yoan meminum minumannya,


Haara menelan ludahnya melihat Yoan minum,


Yoan yang sadar di perhatikkan mengambil minuman lain di saku celananya dan menyodorkan pada Haara,


"Untukku??!"


Yoan mengangguk,


"Terima kasih" senyum Haara senang


Haara antusias saat menyadari Anna dan Ammar juga datang.


...•...


...•...


...{Bersambung}...


...•...

__ADS_1


hai readers dan author author hebat👋 terima kasih sudah membaca ceritaku, jangan lupa like, rate dan komentarnya ya😊 tambahkan juga ceritaku ke favorite agar tidak ketinggalan ceritanya, terima kasih🙏


__ADS_2